Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 53 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII pada 2426 Juli 2026.

Forum lima tahunan ini akan menghimpun berbagai organisasi kemasyarakatan Islam untuk membahas isu-isu strategis kebangsaan, mulai dari demokrasi, ketahanan pangan, ekonomi, energi, hingga geopolitik global.

Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan mengatakan kongres akan membentuk tujuh komisi yang membahas berbagai isu strategis, di antaranya agama dan peradaban, demokrasi, hingga dinamika geopolitik internasional.

"Kita perlu merumuskan langkah-langkah strategis. MUI telah merumuskan tujuh bidang atau komisi yang akan membicarakan berbagai persoalan bangsa," ujar Amirsyah di Sapa Indonesia Pagi, Jumat (24/7/2026).

Pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia VIII dijadwalkan dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.

Amirsyah menegaskan MUI akan mendukung kebijakan pemerintah yang selaras dengan konstitusi, tata kelola pemerintahan yang baik, serta bebas dari praktik korupsi.

"Pemerintah sendiri tidak sanggup. Karena itu umat dan semua komponen bangsa harus bersatu supaya problem-problem ini bisa kita selesaikan dengan baik," katanya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/682082/mui-pemerintah-tak-bisa-sendiri-persoalan-bangsa-harus-diselesaikan-bersama
Transkrip
00:04Intro
00:07Kembali sampai Indonesia pagi,
00:08Saudara Majelis Ulama Indonesia atau MUI akan menggelar Kongres Umat Islam Indonesia ke-8
00:13pada 24 hingga 26 Juli 2026.
00:17Forum ini akan membahas berbagai isu strategis kebangsaan.
00:25Forum 5 tahunan yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia
00:28akan menghimpun berbagai organisasi Islam dengan membahas isu strategis
00:33seperti demokrasi, ketahanan pangan, ekonomi, energi, hingga geopolitik global.
00:38Adapun Kongres Umat Islam Indonesia ini akan dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
00:44Diharapkan Kongres ini bukan sekedar ajang silaturahmi,
00:47melainkan forum untuk merumuskan gagasan demi kemaslahatan bangsa.
00:59Untuk informasi lebih lanjut terkait dengan Kongres Umat Islam Indonesia ini,
01:03Saudara, kita sudah bergabung bersama dengan Sekretaris Jenderal MUI,
01:07Amir Syah Tambunan.
01:09Assalamualaikum, Buya.
01:22Baik, ini yang kami ingin tanyakan di Kongres UII di kali ini gitu ya,
01:27ini apa saja poin yang diangkat dan isu apa sebenarnya yang menjadi perhatian?
01:33Ya, baik di tengah situasi ekonomi dan kondisi bangsa geopolitik internasional
01:41yang memprihatikan kita, satu komponen bangsa ingin menyikapi secara hari bijaksana,
01:53seluruh tip, karena itu kita merumuskan sebuah tema,
01:59umat bersatu, bangsa kuat negara berendaulat.
02:07Ya, jadi ada, ya kataku disini, pertama umat sebagai bagian dari bangsa ini,
02:13umat yang berbagai agama, berbagai latar belakang suku,
02:19ya, ini, umat bersatu, melihat bahwa tanong-mongong saat di tinggalkan ke depan,
02:30ini semakin berat ya, namun kita tulis setengah tantangan yang berat itu,
02:35ada peluang-peluang yang bisa kita lakukan.
02:42Bagaimana menjadikan bangsa ini dan berdaulat,
02:46agar bangsa kuat dan berdaulat, tentu satu kata,
02:50bersatu kita teguh, ya, kalau bercerai itu misalnya,
02:54nah, karena itu, supaya kita bersatu teguh,
02:57maka kita perlu merumuskan langkah-langkah yang setelah tegi ini,
03:03langkah-langkah setelah tegi situ,
03:06FB telah merumuskan ada 7,
03:11bidang atau komisi yang akan membicarakan,
03:16kalau misalnya pertanah soal agama dan masa depan,
03:21bangsa ini harus kita diskusikan dengan baik.
03:26Itu juga soal-soal demokrasi, ya,
03:29dan juga soal biopolitik internasional.
03:32Nah, semua isu-isu ini akan menjadi bagian dari
03:40pemahaman dan sikap yang resok.
03:46Itu ya.
03:48Dilesekan, soalan-soalan bangsa.
03:51Sanya bangsa ini,
03:53tengah menghadapi isu,
03:55malahnya,
03:58korupsi, misalnya,
04:00tata kola NBG yang
04:01masih belum
04:03sesuai apa yang diharapkan,
04:07itu semua mengandaki
04:09ya, sikap yang harus,
04:11warna-wanya,
04:13sikap yang harus
04:14arif dan bijakkanlah,
04:17sehingga
04:20permasalahan ini
04:21bisa kita
04:23selesaikan dengan baik.
04:25ya, insya Allah,
04:26nanti sore akan
04:27langsung pembukaan
04:29pada jam
04:3216
04:32atau jam
04:334,
04:34ya,
04:36akan dibuka oleh,
04:38recara dibuka oleh
04:39Presiden Prabowo-Sidianto
04:41di Hotel Bidakara.
04:44Begitu, Mas.
04:45Oke.
04:45Baik, nanti kan akan dibuka oleh
04:47Pak Presiden,
04:48seperti itu,
04:48hadir langsung di sana.
04:50Nah, dari MUI
04:51dan juga dari
04:52organisasi lain yang hadir dalam Kongres,
04:54ini apa saja yang akan didorong
04:55dan juga mungkin akan
04:56mengeluarkan rekomendasi tertentu,
04:58Bu, ya,
04:59misalnya soal kebijakan-kebijakan
05:00strategis pemerintah,
05:01misalnya soal MBG
05:03atau yang lain,
05:03seperti itu.
05:05Ya,
05:06jadi kebijakan-kebijakan
05:08yang akan dikeluarkan itu
05:09pada intinya ya,
05:10baik soal MBG,
05:12soal dunia internasional,
05:15ya,
05:16intinya sebenarnya ada dua,
05:17ya.
05:17Pertama,
05:18kita mendukung
05:19kebijakan
05:20yang sesuai dengan
05:23prinsip-prinsip
05:24institusi
05:25baturan,
05:26ternah-undangan,
05:27tata keuangan negara
05:28yang
05:29yang bebas dari korupsi,
05:32ya,
05:32dan sebaliknya,
05:33kalau tidak sesuai,
05:35ya,
05:35tentu kita
05:36mengkritisi
05:37dan memberikan solusi.
05:39Kenapa?
05:39Karena
05:41seperti kita ketahui,
05:43bahwa
05:45apa yang
05:46kita hadapi saat ini,
05:48itu bagian dari
05:50problem
05:51bersama, ya,
05:53problem umat dan
05:54bangsa kita.
05:54Jadi,
05:55pemerintah sendiri
05:55tidak bisa menyelesaikan.
05:57Karena itu,
05:59Lomas,
06:01seperti
06:01kita ketahui,
06:0387 lebih
06:05berimpun di MUI,
06:06itu satu kata
06:08mengatakan bahwa
06:09bangsa ini
06:10butuh solusi yang cerdas,
06:12ya,
06:13bangsa ini butuh
06:14solusi yang harus
06:16bisa melakukan
06:16kerja-kerja
06:17konkret, ya,
06:19kerja keras
06:20dalam rangka apa
06:21menghadapi
06:22persoalan-persoalan
06:23yang telah dihadapi
06:24oleh bangsa ini.
06:25Pemerintah sendiri
06:26tidak sanggup.
06:27Karena itu,
06:28umat dan sebuah
06:29komponen bangsa
06:30harus bersatu.
06:32Ya, kan?
06:33Gapas,
06:34sehingga
06:34problem-problem ini
06:35bisa kita selesaikan
06:36dengan baik.
06:37Contoh,
06:39soal misalnya
06:40bagaimana
06:40mau kasihkan,
06:41ya,
06:43ke publik
06:45supaya masyarakat
06:46paham.
06:47Karena kalau
06:48komponen kasi terhambat,
06:50nanti ibarat
06:51air yang
06:53seperti buah
06:54dari atas,
06:55ya,
06:56kemudian terhambat
06:58itu bisa
06:58menimbulkan
07:01manjir bandang,
07:02gitu kan.
07:03Tapi harus disalurkan
07:04sesuai dengan
07:07jalur yang
07:08bisa dimanfaatkan.
07:11Sehingga
07:11bisa menyumburkan
07:13tanaman,
07:14sehingga bisa
07:15menumbuhkan
07:18sawah yang
07:19bermanfaat
07:19bagi masyarakat kita.
07:21Kira-kira
07:21begitu ilustrasi.
07:22Baik, baik.
07:23Kemudian,
07:24Buya,
07:25kalau kita lihat
07:25pasti ada
07:26pro dan kontra
07:27dalam kebijakan
07:27pemerintah.
07:28Ketika
07:29dalam forum ini,
07:30seperti apa
07:30sebenarnya MUI
07:31menyikapi
07:32pro dan kontra
07:33di kebijakan
07:34pemerintah
07:34yang dilakukan
07:35saat ini?
07:37Ya,
07:38soal
07:38pro kontra itu
07:39biasa.
07:39Namanya
07:39kebijakan itu
07:41lahir dari
07:42sebuah analisis,
07:43ya,
07:44di mana
07:45fakta-fakta sosial,
07:46fakta-fakta
07:47COVID
07:47harus kita
07:49analisis
07:50secara mendalam.
07:52Dan
07:52kemudian
07:54kita
07:55sikapi
07:55dan
07:56sekaligus
07:57kita ambil
07:57keputusan.
07:58Karena
07:59kenapa
08:00kalau pro kontra
08:02dibiarkan
08:03berlarut-larut,
08:03itu akan
08:04menghabiskan
08:05energi.
08:06Jadi
08:06keputusan
08:07yang diambil
08:08oleh pemerintah
08:08itu
08:10sesuai
08:11dengan prinsip-prinsip
08:12konstitusi,
08:13peraturan
08:13perundang-undangan,
08:14itu
08:15biasanya
08:16masyarakat
08:16akan ikut
08:17mendukung.
08:18Tapi
08:18kalau
08:19melencet
08:20atau tidak
08:21sesuai,
08:22tentu inilah
08:22yang harus
08:24diluruskan
08:25bersama.
08:26Ya,
08:27baik
08:27melalui
08:28sikap
08:29maupun
08:30tindakan
08:30yang
08:31secara
08:31konkret.
08:33Gitu,
08:33Pak.
08:34Oke,
08:34baik.
08:35Kemudian
08:35ada lagi
08:36Buya yang
08:36soal
08:37poin
08:38ormas,
08:39misalnya
08:39ada ormas
08:40yang merasa
08:40ditinggal
08:41oleh pemerintah.
08:42Dari MUI
08:43sendiri
08:44menyikapnya
08:44seperti apa,
08:45Buya?
08:46Ya,
08:47jadi
08:47penyakit
08:47kita memang
08:48besar ya,
08:48tidak mudah
08:49juga
08:50MUI
08:51sebagai
08:51payung,
08:52besar,
08:53umbrella,
08:53di
08:53umbrella itu
08:54memang
08:55tidak mudah
08:56untuk menyatukan
08:57persepsi pandangan
08:59apalagi sikap.
09:00Nah,
09:01karena itu
09:01kami terus
09:02mendorong,
09:03mengajak
09:04bagaimana
09:05orang-orang
09:05soal pas ini
09:06yang berbeda
09:07pandangan,
09:08berbeda
09:09sikap ini
09:10terus memberikan
09:12sikap yang
09:13sama yaitu
09:15untuk kebijakan
09:16yang
09:17sejalan dengan
09:18prinsip-prinsip
09:19konstitusi
09:21peraturan
09:22perundangan-perundangan
09:22yang berlaku.
09:24Sebaliknya,
09:24jika tidak,
09:26maka inilah yang harus
09:27kita diskusikan,
09:29harus kita dialogkan.
09:30Jadi,
09:31dialog itu
09:32merupakan
09:33jalan
09:34yang
09:36baik,
09:37yang arif,
09:38bijak,
09:39nah itu
09:39salah satu
09:40cara kita
09:41berarti
09:42dalam
09:43kongres ini.
09:44Sehingga
09:45masyarakat
09:46paham
09:46bahwa yang terjadi
09:48ini
09:48sebenarnya
09:49misalnya ya,
09:51soal
09:52ketahanan
09:52pangan
09:54soal
09:54energi
09:56terbarukan
09:57ini kan
09:58harus
09:59dikerjakan
10:00bersama.
10:01Tidak bisa
10:02hanya
10:03dikerjakan oleh
10:05sekelomporan.
10:06Ya,
10:07karena
10:07begitu kompleksitasnya
10:09persoalan
10:10yang dihadapi oleh
10:11umat dan
10:12maksa kita.
10:13Gitu, Pak.
10:14Baik,
10:15semoga dalam
10:15kongres
10:16kali ini,
10:17Buya,
10:17semua umat Islam
10:18dapat bersatu.
10:20Tidak hanya
10:20saling silaturahmi,
10:21tetapi juga bisa
10:22memberikan
10:23rekomendasi,
10:24kontribusi
10:24untuk negara tentunya.
10:25Terima kasih.
10:27Buya Amir Syah
10:28Tambunan,
10:28Sekretaris
10:29Jenderal
10:29MUI,
10:30sudah bergabung
10:31di Sampai Indonesia
10:31pagi.
10:32Assalamualaikum.
10:36Saudara,
10:37jangan beranjak
10:38karena kami akan
10:39kembali dengan
10:39informasi lainnya.
10:40Tetap di Sampai Indonesia
10:41pagi.
10:43Terima kasih.
10:46Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan