Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Soal Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dirjen Pajak Minta Publik Tak Perlu Perbesar Isu

Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, memberikan tanggapan terkait isu keterlibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam penanganan pajak. Ia menegaskan bahwa peran kedua pihak tersebut murni sebatas koordinasi informasi.

"Jadi, sekali lagi ini merupakan SE yang ditujukan untuk internal Direktorat Jenderal Pajak. Jadi, tidak perlu dipolemikan dan tidak perlu digoreng-goreng bahwa nanti petugas pajak akan melibatkan Babinsa dan segala macam. Itu koordinasi informasi saja," ujarnya.

Dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (21/7), Bimo menjelaskan bahwa pihak pajak bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, hanya untuk menggali informasi. Beliau menegaskan kembali bahwa aparat tersebut sama sekali tidak bertindak sebagai pelaksana pemeriksaan ataupun pemungutan pajak sebagaimana narasi yang beredar.

#BimoWijayanto #Babinsa #Pajak

Creative/Video Editor: Lia/Atha
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Jadi sekali lagi, ini merupakan SE yang ditujukan untuk internal Direkturat Jenderal Pajak.
00:07Jadi enggak perlu dipolemikan dan enggak perlu digoreng-goreng bahwa nanti petugas pajak akan melibatkan Mbak Binsa dan segala macam.
00:15Itu koordinasi informasi saja.
00:18Jadi di dalam kami menggali informasi, kami bekerjasama dengan multi-stakeholders.
00:23Salah satunya memang Bintara Pembina Desa dan juga Bayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.
00:35Jadi perangkat desa dan segala macam itu berkoordinasi dengan kita.
00:42Bukan mereka kemudian dinarasikan merupakan pelaksana pemeriksaan maupun pemungkutan pajak.
00:48Sama sekali tidak.
00:49Jadi kehadiran di sana itu mendukung koordinasi bersama.
00:54Itu pun bukan senjata yang utama.
00:57Senjata yang utama sudah lebih canggih.
00:59Jadi kita pakai CRM mesin kita, kemudian kita pakai observasi dari geotagging kita, kita pakai kortex kita.
01:08Apabila memang diperlukan klarifikasi, tentu di kewilayahan ada para pembina kewilayahan.
01:13Kita kulon-won, kita minta informasi, kita bekerjasama penyediaan informasi.
01:17Jadi tidak perlu dibesar-besarkan di media dan aturan ini sudah saja sejak tahun 2020 sebagai informasi.
01:26Jadi hanya penyempurnaan yang dilakukan pada tahun 2026.
01:30Izin.
01:31Jadi seperti itu Pak Menteri.
01:32Selamat menikmati.
01:35Selamat menikmati.
01:36Selamat menikmati.
01:42Selamat menikmati.
01:42Selamat menikmati.
01:42Selamat menikmati.

Dianjurkan