00:00Ya sudah sebenarnya ini dua-duanya takut, dua-duanya pengecut, tapi di depan publik yang satunya berlagak.
00:06Saya sudah bertemu dengan kawan-kawan saya, ini persiapan untuk masuk ke persidangan, kita akan buktikan, saya akan bawa ijazah
00:14SJSMP, SMA, dan SMA.
00:16Sebenarnya dia takut, dia juga pengecut.
00:32Tidak berani, tapi sebenarnya keduanya itu sama-sama pengecut, sama-sama takut, sama-sama menghindari pokok masalah,
00:42agar tetap dilihat oleh rakyat seolah-olah masih tetap pahlawan, seolah-olah ingin saling membuktikan,
00:48tapi keduanya sebenarnya pengecut, keduanya sebenarnya takut.
00:53Jadi kira-kira, ada orang punya rumah, ada orang di luar, ditantangin.
01:01Sini, kalau berani kamu masuk rumah, kalau berani saya tunggu kamu dalam rumah,
01:07tapi saat ngomong begitu, sambil gembok pada rumah, jadi orang yang ditantang itu tidak bisa masuk.
01:14Kalau memang mau nantang, ayo kita dibukikan, jangan digembok rumahnya, bukan saja.
01:19Ayo buktikan isi rumah itu hasil-isinya apa.
01:22Kalau benar-benar ada penelitian, ayo buktikan penelitiannya.
01:26Kalau benar-benar ada hasil kajian, ayo buktikan kajiannya.
01:29Jangan menipu rakyat dengan narasi seolah-olah ada penelitian,
01:33setelah seluruh rakyat terkesima ikut dalam proses untuk meyakini ijazah itu,
01:38seolah juga menantang untuk diadili di perkara persidangan,
01:41tetapi gembok pintu rumah.
01:44Eksepsi itu kan hadekatnya mengunci agar tidak bisa masuk pokok perkara.
01:49Di mana kepenelitiannya?
01:53Di mana yang katanya sudah bertahun-tahun ingin menguji?
01:58Dan sebenarnya kita semua rakyat kecewaan luar biasa.
02:01Kenapa?
02:01Kita ini yang mempintu semuanya ini tidak mau menghabiskan energi,
02:05hanya untuk nolong satu dua orang,
02:07tetapi tidak penting.
02:08Kita sedang memperjuangkan kepentingan seluruh rakyat.
02:11Sudah ada dua martir,
02:13yakni Bambang Tri dan Gus Nur.
02:15Cuma tidak bisa masuk pokok perkara yang ini dengan menghadirkan ijazah saudara-saudara Jokowi.
02:20Tinggal ini, kesempatan.
02:22Tetapi nantangin masuk rumah,
02:25tapi pagarnya di gembok.
02:27Percaya nggak kalau orang ini nantangin nggak?
02:29Nggak percaya, rakyat udah tahu.
02:31Masuk sini, saya hajar kamu.
02:34Masuk kalau berani rumah.
02:35Sambil gembok,
02:36pagar rumah.
02:39Jadi jangan ditipu seluruh rakyat.
02:41Jadi rakyat, saya ingin kita semuanya cernih.
02:44Nah, memang,
02:45ini juga akan kita lihat,
02:47kalau memang benar negara di negara hukum,
02:51maka jaksa harus perbaiki dakwahat,
02:53maju asukan lagi.
02:55Karena itu cara untuk mengadili perkara yang sampai tutas.
02:58Kalau jaksa,
03:00setelah berkat diminta untuk dikembalikan barang,
03:02dibuktikan,
03:03kembalikan air yang ujung-ujungnya nggak ada,
03:05proses lebih lanjut,
03:06ya sudah sebadarnya,
03:08ini dua-duanya takut,
03:09dua-duanya pengecut,
03:10tapi di depan publik yang satu,
03:11yang berlaku.
03:12Saya sudah bertemu dengan kawan-kawan saya,
03:15ini persiapan,
03:16untuk masuk ke persidangan,
03:18kita akan buktikan,
03:20saya akan bawa ijazah,
03:21SJ, SMP, SMA, dan setelah.
03:22Sebenarnya dia takut,
03:23dia juga pengecut.
03:25Yang satunya begitu,
03:26Bapak, saya tunggu,
03:28kita akan buktikan,
03:29sudah siap nggak,
03:30ada tujuan-tujuan bukti,
03:31akan saya tanyakan satu persatu.
03:33Tapi pagar rumahnya dikembalikan.
03:39Jadi hari ini,
03:41siapa yang mau pesta tentang kemenangan,
03:43kemenangan ini tidak tertentu,
03:45ya dia lepas.
03:46Tapi ini bukan kemenangan rakyat,
03:48justru kita tersandra.
03:50Dalam kasus ini,
03:51gara-gara penelitian mereka,
03:53yang mereka,
03:54hanya bisa mengelekti,
03:55tapi tidak memasukkan perkara,
03:57dan membuktikan penelitian mereka.
03:59Kita sama saja dicerumuskan,
04:01oleh penelitian mereka,
04:02sementara mereka buang badan,
04:04atas penelitian yang selama ini,
04:06mereka pasarkan,
04:07kepada seluruh rakyat.
04:09Karena itu,
04:09kita harus masukkan masalah ini,
04:11ke pokok perkara,
04:12hukum harus ditegakkan.
04:13Jaksa,
04:14perbaiki dakwaanmu,
04:15masuk lagi persidangan,
04:17dan peradilan,
04:18jangan menjadi bonus,
04:19untuk menghindari pokok perkara,
04:21kita akan buktikan,
04:22apakah ini benar-benar negara hukum,
04:24atau negara di bawah kendali,
04:26combo widok.
04:28Setuju?
Komentar