Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Gubernur Kalimantan Tengah meresmikan pembangunan Huma Betang sebagai pusat pelestarian budaya Dayak.

Pembangunan dimulai dengan pemancangan tiang perdana yang dilaksanakan di kawasan eks Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mengatakan Huma Betang bukan sekadar bangunan fisik atau rumah adat tradisional masyarakat Dayak, tetapi merupakan simbol filosofi kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, persatuan, gotong royong, dan toleransi.

Huma Betang yang dibangun akan menjadi tonggak sejarah peradaban Dayak di dunia. Bangunan tersebut dirancang sebagai simbol pemersatu seluruh sub-suku Dayak di Pulau Kalimantan dan Borneo, sekaligus menjadi pusat kegiatan adat, budaya, pendidikan, hingga forum berskala nasional maupun internasional.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan pembangunan Huma Betang merupakan tindak lanjut arahan dan komitmen Gubernur Kalimantan Tengah untuk menghadirkan pusat pelestarian budaya yang representatif di Kota Palangka Raya.

Seremoni pemancangan tiang perdana Huma Betang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah, para asisten dan staf ahli gubernur, tokoh adat, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional, Ketua Harian Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah, mahasiswa, hingga pelajar.

Baca Juga Jamwas Kejagung Minta Jangan Ada Bias soal Status Saksi Eks Jampidsus, Begini Penjelasannya di https://www.kompas.tv/nasional/682074/jamwas-kejagung-minta-jangan-ada-bias-soal-status-saksi-eks-jampidsus-begini-penjelasannya

#humabetang #kalteng #dayak #gubernurkalteng

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/682076/gubernur-kalteng-resmikan-pembangunan-huma-betang-jadi-pusat-pelestarian-budaya-dayak
Transkrip
00:00Gubernur Kalteng meresmikan pembangunan Huma Betang sebagai pusat pelestarian budaya Dayak.
00:05Pembangunan dimulai dengan pemancangan tiang perdana yang dilaksanakan di kawasan ex-kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah di Palangkaraya.
00:17Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Tengah Agustier Sabran mengatakan Huma Betang bukan sekadar bangunan fisik atau rumah adat tradisional masyarakat Dayak,
00:27tetapi merupakan simbol filosofi kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, persatuan, gotong royong, dan toleransi.
00:37Huma Betang yang dibangun akan menjadi tonggak sejarah peradaban Dayak di dunia.
00:42Bangunan tersebut dirancang sebagai simbol pembersatu seluruh sub-suku Dayak di Pulau Kalimantan dan Borneo,
00:48sekaligus menjadi pusat kegiatan adat, budaya, pendidikan, hingga forum berskala nasional maupun internasional.
00:57Setiap orang itu pasti ada masanya, setiap masa pasti onda orang itu.
01:01Dia, masa beliau, bagaimana menerima, pertama kali pentingannya yang ditahu persis,
01:07yang mana infrastruktur tidak ada, tidak selesai, belum beliau, ada lagi yang berikut-berikutnya,
01:13yang meresekkan, sehingga sampai sekarang.
01:15Tentunya kan selalu menurut untuk meneruskan cita-cita beliau.
01:18Pengenya Huma Betang itu apa?
01:21Di situ ada kebersamaan, kegotong royongan.
01:25Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan,
01:30pembangunan Huma Betang merupakan tindak lanjut arahan dan komitmen Gubernur Kalimantan Tengah
01:35untuk menghadirkan pusat pelestarian budaya yang representatif di Kota Palangkaraya.
01:40Sesuai dengan visi dan misi Bapak Gubernur, serta untuk menghadirkan pusat pelestarian kebudayaan yang representatif di Tengah Kota Palangkaraya.
01:51Kedayaan yang monumental, kokoh, dan estetis, dengan tetap mempertahankan arsitektur tradisional Asdaya.
02:00Seremoni pemancangan Tiang Perdana Huma Betang dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah,
02:07para asisten dan staf ahli gubernur, tokoh adat, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional,
02:13Ketua Harian Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah, mahasiswa, hingga pelajar.
02:17Dua, satu
02:20Duh
Komentar

Dianjurkan