Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Ledakan terjadi di sebuah rumah tiga lantai di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara. Kerasnya ledakan membuat bangunan roboh dan rusak parah, serta mengakibatkan sejumlah orang menjadi korban.

Hingga Senin malam, proses evakuasi masih berlangsung. Petugas mengerahkan alat berat untuk mencari empat orang yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Sebelumnya, dua dari enam penghuni rumah berhasil dievakuasi, sementara empat penghuni lainnya masih dalam pencarian.

Ledakan juga menyebabkan kerusakan pada sebuah mobil yang terparkir di lokasi serta sedikitnya enam rumah di sekitar tempat kejadian.

Berdasarkan hasil investigasi awal, polisi menduga ledakan dipicu oleh kebocoran pipa gas tanam di dalam rumah. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

KompasTV juga menghadirkan laporan langsung dari jurnalis Emirsyah Purba dan juru kamera Bahri di Medan untuk menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses evakuasi dan kondisi di lokasi kejadian.

#Medan #GrandPolonia #Ledakan #SumateraUtara #Evakuasi

Baca Juga Ledakan Rumah di Medan, Tim SAR Gunakan Drone Thermal Cari Dua Korban di https://www.kompas.tv/regional/681484/ledakan-rumah-di-medan-tim-sar-gunakan-drone-thermal-cari-dua-korban

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/681517/hancur-berkeping-keping-pantauan-langsung-rumah-tiga-lantai-meledak-di-medan-sapa-pagi
Transkrip
00:01Ledakan terjadi di sebuah rumah di kompleks Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara.
00:07Sebuah rumah, tiga lantai, rusak parah sejumlah orang terluka.
00:13Kuatnya ledakan membuat bangunan rumah hancur, roboh.
00:16Diduga empat orang masih terjebak di reruntuhan bangunan hingga Senin malam.
00:21Evakuasi masih dilakukan terhadap empat korban ledakan.
00:24Sejumlah alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi korban yang diduga masih berada di bawah reruntuhan.
00:40Sebelumnya, warga kompleks Grand Polonia, Kota Medan, dikejutkan ledakan keras yang terjadi di sebuah rumah.
00:47Bangunan hancur, roboh. Akibat ledakan juga menimpa mobil yang terparkir.
00:52Polisi bilang dari investigasi awal diduga ledakan terjadi karena pipa gas tanam di dalam rumah yang bocor.
01:00Dua dari enam penghuni rumah berhasil evakuasi, sedangkan empat lainnya masih dicari.
01:05Ledakan membuat enam rumah di sekitar lokasi rusak.
01:14Informasi terkini dari proses evakuasi terhadap korban, kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV.
01:20Sudah ada Emir Syah Purba dan juga Juru Kamera Bahri di Medan Sumatera Utara.
01:25Selamat pagi, Emir.
01:26Emir, bagaimana dengan situasi saat ini?
01:30Apakah seluruh korban yang masih terjebak di balik reruntuhan ini sudah berhasil seluruhnya dievakuasi pagi hari ini?
01:39Emir.
01:40Selamat pagi, Adiski. Dan juga saudara memang sampai dengan saat ini.
01:44Proses evakuasi terhadap korban yang masih terjebak di dalam ataupun di reruntuhan bangunan yang roboh.
01:52Masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari Basernas, TNI, Polri, dan juga pihak pemadam kebakaran.
02:01Dan memang dari informasi yang kami dapatkan, data sementara yang kami kutip dari Basernas,
02:06pada saat kejadian ada tujuh orang yang berada di lokasi.
02:10Empat di antaranya selamat dan tiga di antaranya tertimbun ataupun berada di dalam reruntuhan bangunan tersebut.
02:20Di satu dari tiga yang berada di dalam reruntuhan telah berhasil ditemukan oleh tim yang melakukan evakuasi
02:29pada kitar pukul 2 lewat 20 pagi tadi dalam kondisi meninggal dunia.
02:35Artinya disini juga saudara masih ada dua korban yang biasa kini masih terjebak di dalam
02:41dan proses evakuasi masih terus dilakukan untuk mencari keberadaan di mana korban berada.
02:48Dan memang pencarian cukup terkendala karena struktur bangunan yang labil
02:55pasca terjadinya ledakan yang terjadi sore kemarin.
02:59Dan dari pihak Basernas sendiri memang mengutamakan keselamatan personilnya
03:04untuk bagaimana agar bisa aman untuk melakukan evakuasi ini.
03:10Seperti evakuasi yang berlangsung malam tadi memang menggunakan alat berat
03:15untuk terlebih dahulu menyingkirkan bongkahan-bongkahan ataupun robohan-robohan rumah
03:20untuk kemudian tim evakuasi dapat masuk ke dalam bangunan tersebut
03:26untuk melakukan penyisiran pencarian korban.
03:28Dan seperti yang saya katakan tadi, satu korban meninggal dunia telah ditemukan
03:32pada pukul 2 lewat 20 pagi tadi dan hingga kini tim masih melakukan pencarian
03:36terhadap dua korban lainnya.
03:39Sebelumnya risetnya juga saudara ledakan terjadi pada pukul 15.30 petang kemarin.
03:44Dan dari investigasi awal dari pihak kepolisian
03:47ada pun ledakan dipicu oleh adanya tipa bawah tanah ataupun gas tanam adistik.
03:57Oke, jadi satu korban ditemukan meninggal dunia dini hari tadi.
04:01Kemudian masih ada dua korban lainnya yang saat ini masih dicari
04:06di dalam reruntuhan bangunan.
04:09Nah, bagaimana dengan proses atau skema skenario dari proses evakuasi
04:14yang akan dijalankan hari ini?
04:15Apakah tetap akan melakukan atau mengerahkan alat berat
04:19atau akan ada skema lainnya?
04:22Ya, di sini dan juga saudara memang jika kita melihat proses evakuasi
04:27yang berlangsung di lokasi memang sejumlah alat berat dikerahkan
04:33seperti salah satunya adalah mobil keren yang tadi malam
04:37berfungsi untuk membedakan bongkahan-bongkahan rumah.
04:39Kemudian ada alat berat yang berfungsi untuk memecah bongkahan-bongkahan
04:44agar tim bisa masuk dan juga pihak tim evakuasi juga menggunakan
04:51drone thermal untuk mendeteksi di mana titik korban
04:57sehingga ini dapat memudahkan tim pencerian
05:00untuk menyisir korban yang berada di dalam rumah.
05:04Seperti satu korban yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
05:08pada pukul 2 lewat 20 pagi tadi.
05:10Dan juga selain itu juga sejumlah peralatan lainnya dikerahkan
05:15seperti peralatan kontenering dan juga peralatan medis
05:19dan kami sampai dengan saat ini masih menunggu bagaimana proses evakuasi
05:24yang berlangsung hingga saat ini.
05:26Oke, fokus saat ini adalah mengevakuasi 2 korban yang masih dicari.
05:29Lalu bagaimana dengan keadaan lingkungan sekitar ini kan tidak hanya
05:33satu rumah saja tapi ada beberapa rumah lainnya juga terdampak
05:37akibat kerasnya ledakan. Bagaimana warga di sana?
05:42Apakah kemudian beberapa rumah ini warganya harus diungsikan atau seperti apa?
05:48Ya, disini. Jika kita melihat pasca ledakan di lokasi kami
05:55melihat kerusakan-kerusakan yang cukup parah di rumah gitarannya
06:00dan memang rumah utama yang merupakan sumber ledakan tersebut
06:03mengalami hancur yang sangat parah dan memang rumah baik di sisi kanan
06:08atau di sisi kiri ataupun yang berada di depannya
06:11yang berdekatan dengan rumah yang merupakan asal ledakan
06:16memang kami lihat cukup parah di sini.
06:18Ada yang kaca rumahnya besar, kemudian terdampak juga ke bayan pagar
06:23ataupun tembak ke rumahnya.
06:24Dan kami melihat juga tadi malam sejumlah rumah yang terdampak
06:28kami melihat ada yang kosong ataupun ditinggal penghuninya
06:32sementara pasca ledakan.
06:34Sementara ada juga rumah yang dalam kondisi kaca rumahnya pecah
06:39namun pemilik rumah dengan cepat untuk melapisi bagian kaca yang pecah
06:46dengan plastik begitu.
06:47Dan kami melihat memang penghuni masih berada di dalam.
06:50Memang sampai dalam saat ini penjagaan ketat masih dilakukan
06:54di lingkungan perumahan.
06:56Jadi kami melihat ada profesional dari kepolisian
07:00untuk membantu penjagaan sekuriti yang ada di perumahan keren Polonia
07:03hingga di sini.
07:04Oke, jadi proses evakuasi masih terus dilakukan
07:07untuk mencari ada dua korban yang diduga masih terjebak
07:11di balik reruntuhan rumah akibat ledakan
07:14sementara satu orang ditemukan meninggal dunia.
07:16Terima kasih informasinya Jurnalis Kompas TV,
07:18Emir Syapurba dan juga Juru Kamerah Bahri di Medan Sumatera Utara.
Komentar

Dianjurkan