Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian secara terbuka menyatakan negaranya kini berada dalam kondisi perang skala penuh melawan Amerika Serikat.

Pernyataan ini dikeluarkan di tengah eskalasi konflik yang memuncak dan laporan serangan militer yang meluas di berbagai wilayah penting Iran.

Apakah ini akan mengarah pada perang besar-besaran yang berkepanjangan? Kami akan membahasnya dengan Peneliti Asia Middle East Center, Pizaro Gozali dan Pakar Strategi Militer dan Pertahanan dari Pusat Pengkajian dan Penerapan Angkatan Udara, yang juga merupakan alumnus US Air War College, Marsma TNI Purnawirawan Agung Sasongkojati.

Baca Juga [FULL] Analis Bahas soal Houthi Sekutu Iran Umumkan Blokade Laut Arab Saudi, Apa Dampaknya? di https://www.kompas.tv/internasional/681628/full-analis-bahas-soal-houthi-sekutu-iran-umumkan-blokade-laut-arab-saudi-apa-dampaknya

#iran #amerika #perang

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/681650/presiden-iran-nyatakan-perang-skala-penuh-lawan-as-sinyal-perang-berkepanjangan-ini-kata-pengamat
Transkrip
00:00Presiden Iran Masud PZS Kian secara terbuka menyatakan negaranya kini berada dalam kondisi perang skala penuh melawan Amerika Serikat.
00:06Pernyataan ini dikeluarkan di tengah skalasi konflik yang memuncak dan laporan serangan militer yang meluas di berbagai wilayah penting Iran.
00:13Apakah ini akan mengarah pada perang besar-besaran yang berkepanjangan?
00:16Kami akan membahasnya dengan peneliti Asia Middle East Center, Pizarro Ghazali dan Pakar Strategi Militer
00:21dan pertahanan dari Pusat Pengkajian dan Penerapan Angkatan Udara
00:24yang juga merupakan alumnus US Air World College, Mars Maten, Ibu Purnawirawan, Agung Sasongko Jati
00:30atau Pak Syarki, Pak Pizarro dan Pak Syarki, selamat petang semua.
00:34Selamat petang Mas.
00:36Baik, saya ingin ke Pak Pizarro terlebih dahulu kita tahu Presiden Iran Masud PZS Kian
00:39sudah mengatakan bahwa negaranya dalam kondisi perang penuh dengan Amerika Serikat.
00:43Apakah ini artinya Iran siap perang habis-habisan melawan Amerika Serikat atau bahkan siap untuk perang terbuka?
00:49Iya, jika bahasa yang digunakan oleh Masud PZS Kian perang skala penuh kepada Amerika Serikat
00:57maka kita bisa nge-breakdown-nya dengan beberapa variabel.
01:00Pertama, kemungkinan Iran tidak hanya menyerang fasilitas pangkalan militer Amerika Serikat
01:08yang ada di Jordan, yang ada di Baren, tetapi juga bisa menyerang misalkan
01:11fasilitas-fasilitas infrastruktur, teknologi, AI dan sasaran ekonominya Amerika Serikat yang ada di Teluk.
01:17Bahkan kalau kita lihat dulu perang Rusia sama Ukraina, itu Rusia bahkan sampai melakukan serangan malware
01:25kepada fasilitas minyak yang ada di Amerika Serikat.
01:28Jadi ini benda saja nanti, Iran bukan saja melakukan serangan kepada kawasan Teluk
01:34tetapi juga bisa langsung melakukan serangan kepada beberapa wilayah yang langsung di Amerika Serikat.
01:39Caranya bagaimana bisa pakai serangan malware, pakai serangan digital, cyber, dan lain sebagainya.
01:44Yang kedua, bukan tidak mungkin mereka juga akan melakukan atau mengaktifkan sel-sel proksi dia.
01:51Kan kemarin kita lihat misalkan ada penerbangan dari Teheran menuju Sana'a itu, Yaman.
01:56Itu walaupun ibu kota Yaman, tetapi kan dikuasai oleh proksi Houthi gitu.
01:59Yang akhirnya kemarin terlibat konfrontasi dengan Arab Saudi.
02:03Kemudian juga Iran itu mencoba juga untuk memperkuat proksinya di utara, yaitu Hezbollah
02:08dengan mencoba memasuk peratan-peratan tempur kepada Yisbollah, walaupun nanti akhirnya di intercept sama Surya seperti itu.
02:14Dan kemudian yang ketiga, ada lagi yang bisa dilakukan, itu misalkan menutup babul mandib nih mas.
02:19Ini kan Houthi sudah mengsepil nih, dia sekarang laki-laki melakukan blokade maritim Saudi.
02:26Saudi itu sudah di blokade tuh maritimnya, bukan tidak mungkin babul mandib juga akan ditutup gitu.
02:30Nah, saya menafsirkan apa yang dimaksud oleh penyeksi serangan skala penuh di tiga variabel itu.
02:35Yang sampai sekarang kalau kita lihat, bukan tidak mungkin itu digunakan kalau, sekali lagi,
02:39kalau eskalasinya panas dan jalur negosiasi dan diplomasi untuk kembali ke meja perundingan,
02:44itu gagal diteken oleh kedua belah pihak.
02:46Oke, artinya sasaran serangan ini bisa diperluas, termasuk juga blokade diperluas,
02:50termasuk juga proksi Teheran ini akan diperkuat.
02:52Saya ingin ke Pak Syarki bahwa setelah Presiden Iran ini menyampaikan statementnya,
02:57menurut Anda reaksi Washington ini akan seperti apa?
02:59Apakah justru akan lebih agresif dalam menyerang Iran?
03:04Saya sebetulnya lebih tertarik untuk membahas si Iran ya.
03:08Jadi sebetulnya begini, jadi saya menggunakan manual realis ya,
03:13adalah semua bahwa dunia itu anarki, tidak ada otoritas tertinggi menjamin sesama atas sebuah negara.
03:18Jadi untuk itu, supaya survival, maka kemampuan hard power serta daya gentar independen itu yang paling utama.
03:24Jadi keputusan Teheran untuk menolak narasi damai Amerika tuh,
03:28dan Malaysia Perang tuh bukan emosi yang rasional,
03:33tapi adalah suatu keputusan yang sangat rasional, yang sangat dingin dan terhitung.
03:38Pertama, ada tiga sebab ya.
03:40Pertama, Iran tuh pengalaman janji daripada wakilnya.
03:44Itu adalah jebakan diplomatik yang pasti akan meminta program pakaian nuklir dan jaringan alias regional.
03:51Itu, dikututnya lah belakangan, Amerika akan mengulurkan waktu untuk memperbaiki lagi pangkalannya.
03:58Dan apabila, bila stoknya sudah cukup, maka akan melaksana serangan lagi kepada Iran.
04:02Yang kedua, Iran memahami bahwa posisi tawar atau bargaining position dalam perang ini adalah harus asimetris.
04:10Karena kalau perdamaian versi Amerika tuh pasti minta syarat mutra ya.
04:15Penghentian penuh teknologi rudal balistik, proxenya nggak boleh dibantu.
04:21Dan butuhnya apabila tidak punya jaringan perlawanan dan tidak punya rudal balistik,
04:25maka sama saja dengan menyerahkan diri dan nanti akan harus membuat Iran tunduk kepada Amerika.
04:31Dan yang terakhir, yang ketiga ya.
04:32Jadi, posisi sekarang Amerika sih pada saat, kondisi sekarang tuh sangat rentan ya.
04:37Kenapa?
04:38Pertama, dinamika politik yang sangat rentan ya.
04:41Menjelang pemiru salah.
04:42Tapi yang paling penting lagi adalah sensitivitas publiknya terhadap bahan bakar yang naik
04:47dan tumpahnya prajurut Amerika.
04:49Dengan menyerang fasilitas pangkalan militer di tiga tempat ini,
04:54atau empat tempat ini, maka Iran bisa menunjukkan daya tahan yang kuat
04:58dan ke dalam masa regi sehingga akhirnya Amerika mendapatkan kerugian lebih besar daripada dia sebelumnya.
05:05Oke, penolakan Teheran terkait negosiasi dengan Amerika Serikat adalah keputusan rasional.
05:10Tapi pertanyaannya, apakah ini juga menjadi pertanda bahwa Iran siap berperang dalam jangka waktu yang lama?
05:16Saya akan tanyakan ke Pak Pizarro, tetapi usai jeda, tetaplah bersama kami, sodara, di Kompas Petang.
05:23Kami lanjutkan dialog terkait dengan Iran yang tolak diskusi dan juga siap untuk perang terbuka.
05:28Saya ingin ke Pak Pizarro Ghazali.
05:29Pak Pizarro, bahwa 10 malam berturut-turut ini kan perang kian memanas.
05:34Tetapi pertanyaannya, seberapa siap sebenarnya Iran berperang dalam jangka waktu yang lama?
05:39Kalau kita lihat ya, Iran ini udah dalam satu filosofi dan prinsip dalam perang.
05:44Lebih baik mereka bertahan habis-habisan, perang panjang digempur, ketimbang dia menyerahkan selat hormus ke tangan Amerika Serikat.
05:53Seperti itu.
05:54Dia siap rela mengerita, dia siap untuk melakukan pertempuran, aksi saling baras.
05:58Dan ketimbang dia menyerahkan lehernya kepada Donald Trump untuk memberikan selat hormus, untuk memberikan nuklir.
06:04Saya kira itu yang menjadi prinsip Iran yang sekarang.
06:06Yang kedua, jangan lupa, Iran itu masih punya peralatan-peralatan tempur, rudal-rudal.
06:11Apalagi kan dia setelah MOU dan kita sernyata, itu kan bisa recovery dia secara kemampuan militernya.
06:17Rudalnya berarti recovery, drone-nya.
06:19Apalagi kemudian serangan-serangan ke Jordan itu kan serangan yang sengaja mencoba menghabisi ongkos Amerika Serikat,
06:25sistem peratanan rudalnya, dengan melempar rudal-rudal sakit itu yang skalanya murah.
06:30Jadi dibikin panjang oleh Iran untuk menghabisi ongkos militernya.
06:35Ketiga, tadi kan juga Pak Sarki sudah bilang ya, bahwa Iran itu terbiasa dengan sanksi, dengan blokade, dengan hukuman ekonomi.
06:42Saya kira mereka sudah punya pengalaman panjang dan mereka siap untuk melakukan pertempuran bisa sampai beberapa hari mendatang ya.
06:50Bahkan yang kemarin kan IRGC mengatakan, kalau serangan ini terus berlangsung berturut-turut oleh Amerika Serikat,
06:55kami akan siap melakukan serangan balasan yang tidak pernah diperkirakan oleh Amerika Serikat.
06:59Trump kan juga kayak begitu, Trumpnya kan setelah dua tentara dia tewas ya di Jordan ya,
07:04kan dia mengatakan dia akan melakukan tindakan serangan yang lebih keras kepada Iran.
07:08Nah, saya kira pertemuan antara kegigihan Iran dan kemudian arogansi Trump membuat perang ini tampaknya belum bisa selesai dalam hitungan
07:17hari.
07:17Walaupun ini sudah muncul sekarang nih, proposal dari Qatar, Mesir, Pakistan untuk kemudian jeda 10 hari nih,
07:23untuk kemudian melakukan regionalisasi ulang agar bisa lagi melanjutkan MOU seperti itu.
07:28Tapi saya kira dengan Trump yang mengatakan akan kembali menyalakan serangan kepada Iran setelah dua tentara dia tewas,
07:34di Irannya juga sama, ya kan IRGC-nya juga mengatakan dia, bahkan kan mereka mengatakan sudah mencabut itu kesepakatan MOU
07:41dengan Amerika Serikat.
07:42Nah, saya kira ini akan membuat perang ini eskalasinya menjadi lebih panas.
07:45Oke, saya ingin ke Pak Syarki, kalau tadi disebutkan bahwa Iran ini siap untuk, dalam tanah kutip ya, mati-matian
07:51berperang,
07:51tetapi pertanyaannya bagaimana dengan Amerika Serikat?
07:53Apakah serangan yang lebih keras ini dapat diartikan Amerika akan melakukan invasi jalur darat,
07:59ataupun melakukan serangan melalui jalur darat?
08:00Pak Syarki?
08:02Serangan jalur darat nggak mungkin lah.
08:04Dari 50 ribu tentara Amerika di sana,
08:05yang pasukan kompetnya cuma di bawah 10 ribu.
08:08Nah, dengan 10 ribu mau nyerang apa?
08:11Pulau Kasem.
08:11Pulau Kasem itu benar-benar besar dari Kinawa.
08:13Dulu Amerika dengan 190 ribu pasukan,
08:16kematian 12 ribu, luka-luka 50 ribu,
08:19itu baru merebut pulau itu yang dipertahankan oleh 5 ribu orang Jepang.
08:23Nah, sekarang balik ini, mau merebut Kasem.
08:25Di mana tempat yang aman bagi pasukan Amerika,
08:28lebih dekat dari Jurnia-Jurnia yang nggak aman,
08:30apalagi negara-negara yang lebih dekat.
08:32Jadi gini, malah ketika Iran mengatakan siap perang,
08:36maka Teheran mengatakan doktrin pertahanan anti-akses,
08:38anti-denial,
08:40yang dilancang untuk mentransfer keunggulan teknologi
08:42menjadi beban logisik.
08:43Kayak gini, tadi gimana?
08:45Amerika mengunggul ya dalam penerima pesawat jet siluman,
08:49F-35, amunisi stand-off, jauh.
08:52Namun kelemahan berdasar kampanye Amerika,
08:54udara ini adalah kekiadaan daya hancur absolut
08:56terhadap target bawah tanah yang diperkuat.
08:59Selama pulau tahun,
09:00Iran sudah membangun pangkalan rudal balistik
09:03dan pabrik-pabrik 100 meter di dalam penggunungan batu.
09:05Pembomongan bolak-balik bambu-bambu
09:08mau 11 hari, mau 100 hari,
09:11tidak akan nasanggup memutus
09:13kill chain peluncur udara Iran yang terjadi nanti.
09:16Betul seperti yang disampaikan Pak Pisaru.
09:19Makin lama, Amerika makin lemah,
09:21karena tidak bisa menggantikan senjatanya.
09:25Memang senjatanya sangat sulit untuk digantikan
09:28untuk pertahanan udara yang perlu waktu setahun
09:30untuk mengganti yang dikeluarkan dalam seminggu,
09:32untuk menyerang juga sama perlu waktu setahun
09:34untuk mengganti serangan selama seminggu.
09:36Nah, terus apa pilihan Amerika?
09:38Pilihan Amerika kembali.
09:38Tadi kan dibilang, Pak Pisaru bilang,
09:41itu sudah minta sepuluh hari.
09:43Terus terang itu apa?
09:44Amerika, namun dulu lah,
09:45Trump ngomong sama
09:47Kepala Stam Angkatan Dewan Pakistan
09:48yang selalu bantu doang,
09:50dan ini, dan nyatanya
09:51Pak Stan ngomong sama ini,
09:53tapi Ki White yang diminta
09:54kuat sepuluh hari itu permintaan Trump itu.
09:56Kenapa?
09:56Untuk narik napas lagi.
09:57Ini sudah mulai lagi kehabisan,
09:59bertahan, berlindung,
10:00dan dia perlu napas lagi.
10:01Yang minta dolar Trump itu.
10:02Oke, baik.
10:04Tentu kita harapkan apapun yang terjadi,
10:06eskalasi perang ini bisa ditekan
10:08dan pertambahan segera tercipta ya di Timur Tengah.
10:10Terima kasih Pak Pisaru Gazali
10:12dan juga Pak Agung Sasong Kojati
10:13atau Pak Syarki telah bergabung di Kompas Petang.
10:15Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan