00:00Presiden Iran Masud PZS Kian secara terbuka menyatakan negaranya kini berada dalam kondisi perang skala penuh melawan Amerika Serikat.
00:06Pernyataan ini dikeluarkan di tengah skalasi konflik yang memuncak dan laporan serangan militer yang meluas di berbagai wilayah penting Iran.
00:13Apakah ini akan mengarah pada perang besar-besaran yang berkepanjangan?
00:16Kami akan membahasnya dengan peneliti Asia Middle East Center, Pizarro Ghazali dan Pakar Strategi Militer
00:21dan pertahanan dari Pusat Pengkajian dan Penerapan Angkatan Udara
00:24yang juga merupakan alumnus US Air World College, Mars Maten, Ibu Purnawirawan, Agung Sasongko Jati
00:30atau Pak Syarki, Pak Pizarro dan Pak Syarki, selamat petang semua.
00:34Selamat petang Mas.
00:36Baik, saya ingin ke Pak Pizarro terlebih dahulu kita tahu Presiden Iran Masud PZS Kian
00:39sudah mengatakan bahwa negaranya dalam kondisi perang penuh dengan Amerika Serikat.
00:43Apakah ini artinya Iran siap perang habis-habisan melawan Amerika Serikat atau bahkan siap untuk perang terbuka?
00:49Iya, jika bahasa yang digunakan oleh Masud PZS Kian perang skala penuh kepada Amerika Serikat
00:57maka kita bisa nge-breakdown-nya dengan beberapa variabel.
01:00Pertama, kemungkinan Iran tidak hanya menyerang fasilitas pangkalan militer Amerika Serikat
01:08yang ada di Jordan, yang ada di Baren, tetapi juga bisa menyerang misalkan
01:11fasilitas-fasilitas infrastruktur, teknologi, AI dan sasaran ekonominya Amerika Serikat yang ada di Teluk.
01:17Bahkan kalau kita lihat dulu perang Rusia sama Ukraina, itu Rusia bahkan sampai melakukan serangan malware
01:25kepada fasilitas minyak yang ada di Amerika Serikat.
01:28Jadi ini benda saja nanti, Iran bukan saja melakukan serangan kepada kawasan Teluk
01:34tetapi juga bisa langsung melakukan serangan kepada beberapa wilayah yang langsung di Amerika Serikat.
01:39Caranya bagaimana bisa pakai serangan malware, pakai serangan digital, cyber, dan lain sebagainya.
01:44Yang kedua, bukan tidak mungkin mereka juga akan melakukan atau mengaktifkan sel-sel proksi dia.
01:51Kan kemarin kita lihat misalkan ada penerbangan dari Teheran menuju Sana'a itu, Yaman.
01:56Itu walaupun ibu kota Yaman, tetapi kan dikuasai oleh proksi Houthi gitu.
01:59Yang akhirnya kemarin terlibat konfrontasi dengan Arab Saudi.
02:03Kemudian juga Iran itu mencoba juga untuk memperkuat proksinya di utara, yaitu Hezbollah
02:08dengan mencoba memasuk peratan-peratan tempur kepada Yisbollah, walaupun nanti akhirnya di intercept sama Surya seperti itu.
02:14Dan kemudian yang ketiga, ada lagi yang bisa dilakukan, itu misalkan menutup babul mandib nih mas.
02:19Ini kan Houthi sudah mengsepil nih, dia sekarang laki-laki melakukan blokade maritim Saudi.
02:26Saudi itu sudah di blokade tuh maritimnya, bukan tidak mungkin babul mandib juga akan ditutup gitu.
02:30Nah, saya menafsirkan apa yang dimaksud oleh penyeksi serangan skala penuh di tiga variabel itu.
02:35Yang sampai sekarang kalau kita lihat, bukan tidak mungkin itu digunakan kalau, sekali lagi,
02:39kalau eskalasinya panas dan jalur negosiasi dan diplomasi untuk kembali ke meja perundingan,
02:44itu gagal diteken oleh kedua belah pihak.
02:46Oke, artinya sasaran serangan ini bisa diperluas, termasuk juga blokade diperluas,
02:50termasuk juga proksi Teheran ini akan diperkuat.
02:52Saya ingin ke Pak Syarki bahwa setelah Presiden Iran ini menyampaikan statementnya,
02:57menurut Anda reaksi Washington ini akan seperti apa?
02:59Apakah justru akan lebih agresif dalam menyerang Iran?
03:04Saya sebetulnya lebih tertarik untuk membahas si Iran ya.
03:08Jadi sebetulnya begini, jadi saya menggunakan manual realis ya,
03:13adalah semua bahwa dunia itu anarki, tidak ada otoritas tertinggi menjamin sesama atas sebuah negara.
03:18Jadi untuk itu, supaya survival, maka kemampuan hard power serta daya gentar independen itu yang paling utama.
03:24Jadi keputusan Teheran untuk menolak narasi damai Amerika tuh,
03:28dan Malaysia Perang tuh bukan emosi yang rasional,
03:33tapi adalah suatu keputusan yang sangat rasional, yang sangat dingin dan terhitung.
03:38Pertama, ada tiga sebab ya.
03:40Pertama, Iran tuh pengalaman janji daripada wakilnya.
03:44Itu adalah jebakan diplomatik yang pasti akan meminta program pakaian nuklir dan jaringan alias regional.
03:51Itu, dikututnya lah belakangan, Amerika akan mengulurkan waktu untuk memperbaiki lagi pangkalannya.
03:58Dan apabila, bila stoknya sudah cukup, maka akan melaksana serangan lagi kepada Iran.
04:02Yang kedua, Iran memahami bahwa posisi tawar atau bargaining position dalam perang ini adalah harus asimetris.
04:10Karena kalau perdamaian versi Amerika tuh pasti minta syarat mutra ya.
04:15Penghentian penuh teknologi rudal balistik, proxenya nggak boleh dibantu.
04:21Dan butuhnya apabila tidak punya jaringan perlawanan dan tidak punya rudal balistik,
04:25maka sama saja dengan menyerahkan diri dan nanti akan harus membuat Iran tunduk kepada Amerika.
04:31Dan yang terakhir, yang ketiga ya.
04:32Jadi, posisi sekarang Amerika sih pada saat, kondisi sekarang tuh sangat rentan ya.
04:37Kenapa?
04:38Pertama, dinamika politik yang sangat rentan ya.
04:41Menjelang pemiru salah.
04:42Tapi yang paling penting lagi adalah sensitivitas publiknya terhadap bahan bakar yang naik
04:47dan tumpahnya prajurut Amerika.
04:49Dengan menyerang fasilitas pangkalan militer di tiga tempat ini,
04:54atau empat tempat ini, maka Iran bisa menunjukkan daya tahan yang kuat
04:58dan ke dalam masa regi sehingga akhirnya Amerika mendapatkan kerugian lebih besar daripada dia sebelumnya.
05:05Oke, penolakan Teheran terkait negosiasi dengan Amerika Serikat adalah keputusan rasional.
05:10Tapi pertanyaannya, apakah ini juga menjadi pertanda bahwa Iran siap berperang dalam jangka waktu yang lama?
05:16Saya akan tanyakan ke Pak Pizarro, tetapi usai jeda, tetaplah bersama kami, sodara, di Kompas Petang.
05:23Kami lanjutkan dialog terkait dengan Iran yang tolak diskusi dan juga siap untuk perang terbuka.
05:28Saya ingin ke Pak Pizarro Ghazali.
05:29Pak Pizarro, bahwa 10 malam berturut-turut ini kan perang kian memanas.
05:34Tetapi pertanyaannya, seberapa siap sebenarnya Iran berperang dalam jangka waktu yang lama?
05:39Kalau kita lihat ya, Iran ini udah dalam satu filosofi dan prinsip dalam perang.
05:44Lebih baik mereka bertahan habis-habisan, perang panjang digempur, ketimbang dia menyerahkan selat hormus ke tangan Amerika Serikat.
05:53Seperti itu.
05:54Dia siap rela mengerita, dia siap untuk melakukan pertempuran, aksi saling baras.
05:58Dan ketimbang dia menyerahkan lehernya kepada Donald Trump untuk memberikan selat hormus, untuk memberikan nuklir.
06:04Saya kira itu yang menjadi prinsip Iran yang sekarang.
06:06Yang kedua, jangan lupa, Iran itu masih punya peralatan-peralatan tempur, rudal-rudal.
06:11Apalagi kan dia setelah MOU dan kita sernyata, itu kan bisa recovery dia secara kemampuan militernya.
06:17Rudalnya berarti recovery, drone-nya.
06:19Apalagi kemudian serangan-serangan ke Jordan itu kan serangan yang sengaja mencoba menghabisi ongkos Amerika Serikat,
06:25sistem peratanan rudalnya, dengan melempar rudal-rudal sakit itu yang skalanya murah.
06:30Jadi dibikin panjang oleh Iran untuk menghabisi ongkos militernya.
06:35Ketiga, tadi kan juga Pak Sarki sudah bilang ya, bahwa Iran itu terbiasa dengan sanksi, dengan blokade, dengan hukuman ekonomi.
06:42Saya kira mereka sudah punya pengalaman panjang dan mereka siap untuk melakukan pertempuran bisa sampai beberapa hari mendatang ya.
06:50Bahkan yang kemarin kan IRGC mengatakan, kalau serangan ini terus berlangsung berturut-turut oleh Amerika Serikat,
06:55kami akan siap melakukan serangan balasan yang tidak pernah diperkirakan oleh Amerika Serikat.
06:59Trump kan juga kayak begitu, Trumpnya kan setelah dua tentara dia tewas ya di Jordan ya,
07:04kan dia mengatakan dia akan melakukan tindakan serangan yang lebih keras kepada Iran.
07:08Nah, saya kira pertemuan antara kegigihan Iran dan kemudian arogansi Trump membuat perang ini tampaknya belum bisa selesai dalam hitungan
07:17hari.
07:17Walaupun ini sudah muncul sekarang nih, proposal dari Qatar, Mesir, Pakistan untuk kemudian jeda 10 hari nih,
07:23untuk kemudian melakukan regionalisasi ulang agar bisa lagi melanjutkan MOU seperti itu.
07:28Tapi saya kira dengan Trump yang mengatakan akan kembali menyalakan serangan kepada Iran setelah dua tentara dia tewas,
07:34di Irannya juga sama, ya kan IRGC-nya juga mengatakan dia, bahkan kan mereka mengatakan sudah mencabut itu kesepakatan MOU
07:41dengan Amerika Serikat.
07:42Nah, saya kira ini akan membuat perang ini eskalasinya menjadi lebih panas.
07:45Oke, saya ingin ke Pak Syarki, kalau tadi disebutkan bahwa Iran ini siap untuk, dalam tanah kutip ya, mati-matian
07:51berperang,
07:51tetapi pertanyaannya bagaimana dengan Amerika Serikat?
07:53Apakah serangan yang lebih keras ini dapat diartikan Amerika akan melakukan invasi jalur darat,
07:59ataupun melakukan serangan melalui jalur darat?
08:00Pak Syarki?
08:02Serangan jalur darat nggak mungkin lah.
08:04Dari 50 ribu tentara Amerika di sana,
08:05yang pasukan kompetnya cuma di bawah 10 ribu.
08:08Nah, dengan 10 ribu mau nyerang apa?
08:11Pulau Kasem.
08:11Pulau Kasem itu benar-benar besar dari Kinawa.
08:13Dulu Amerika dengan 190 ribu pasukan,
08:16kematian 12 ribu, luka-luka 50 ribu,
08:19itu baru merebut pulau itu yang dipertahankan oleh 5 ribu orang Jepang.
08:23Nah, sekarang balik ini, mau merebut Kasem.
08:25Di mana tempat yang aman bagi pasukan Amerika,
08:28lebih dekat dari Jurnia-Jurnia yang nggak aman,
08:30apalagi negara-negara yang lebih dekat.
08:32Jadi gini, malah ketika Iran mengatakan siap perang,
08:36maka Teheran mengatakan doktrin pertahanan anti-akses,
08:38anti-denial,
08:40yang dilancang untuk mentransfer keunggulan teknologi
08:42menjadi beban logisik.
08:43Kayak gini, tadi gimana?
08:45Amerika mengunggul ya dalam penerima pesawat jet siluman,
08:49F-35, amunisi stand-off, jauh.
08:52Namun kelemahan berdasar kampanye Amerika,
08:54udara ini adalah kekiadaan daya hancur absolut
08:56terhadap target bawah tanah yang diperkuat.
08:59Selama pulau tahun,
09:00Iran sudah membangun pangkalan rudal balistik
09:03dan pabrik-pabrik 100 meter di dalam penggunungan batu.
09:05Pembomongan bolak-balik bambu-bambu
09:08mau 11 hari, mau 100 hari,
09:11tidak akan nasanggup memutus
09:13kill chain peluncur udara Iran yang terjadi nanti.
09:16Betul seperti yang disampaikan Pak Pisaru.
09:19Makin lama, Amerika makin lemah,
09:21karena tidak bisa menggantikan senjatanya.
09:25Memang senjatanya sangat sulit untuk digantikan
09:28untuk pertahanan udara yang perlu waktu setahun
09:30untuk mengganti yang dikeluarkan dalam seminggu,
09:32untuk menyerang juga sama perlu waktu setahun
09:34untuk mengganti serangan selama seminggu.
09:36Nah, terus apa pilihan Amerika?
09:38Pilihan Amerika kembali.
09:38Tadi kan dibilang, Pak Pisaru bilang,
09:41itu sudah minta sepuluh hari.
09:43Terus terang itu apa?
09:44Amerika, namun dulu lah,
09:45Trump ngomong sama
09:47Kepala Stam Angkatan Dewan Pakistan
09:48yang selalu bantu doang,
09:50dan ini, dan nyatanya
09:51Pak Stan ngomong sama ini,
09:53tapi Ki White yang diminta
09:54kuat sepuluh hari itu permintaan Trump itu.
09:56Kenapa?
09:56Untuk narik napas lagi.
09:57Ini sudah mulai lagi kehabisan,
09:59bertahan, berlindung,
10:00dan dia perlu napas lagi.
10:01Yang minta dolar Trump itu.
10:02Oke, baik.
10:04Tentu kita harapkan apapun yang terjadi,
10:06eskalasi perang ini bisa ditekan
10:08dan pertambahan segera tercipta ya di Timur Tengah.
10:10Terima kasih Pak Pisaru Gazali
10:12dan juga Pak Agung Sasong Kojati
10:13atau Pak Syarki telah bergabung di Kompas Petang.
10:15Terima kasih.
Komentar