00:00Mengecam sikap dan pernyataan yang kami nilai merendahkan serta menghina profesi wartawan.
00:05Kedua, menolak segala bentuk stigma, intimidasi, penghinaan, dan kindakan yang merendahkan profesi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
00:13Kami menilai pernyataan penontonan dalam ruang publik yang ditujukan kepada wartawan
00:19telah menunjukkan sikap merendahkan dan menghina terhadap profesi wartawan.
00:24Dan pernyataannya seperti yang kita dengar dan yang bersliwaran di berbagai platform media sosial,
00:34kalau lu gak ngerti pasal lebih baik berarti jadi wartawan.
00:37Serta pernyataan lain yang mempertanyakan kapasitas dan intelektualitas wartawan dan ungkapan yang merendahkan
00:44bukan lagi semata-mata perbedaan pendapat dalam sebuah kompetensi.
00:51Perbedaan pendapat adalah hal yang biasa.
00:54Kritik pertanyaan wartawan juga merupakan hal yang sah.
00:59Namun kritik tidak boleh berubah menjadi penghinaan terhadap profesi.
01:03Seorang wartawan boleh saja keliru dalam menjalankan tugasnya.
01:07Jika terdapat kesalahan dalam pemberitaan, terdapat mekanisme hak jawab, hak koreksi,
01:12pengaduan kewadilan pes dan mekanis hukum lainnya.
01:15Tetapi merendahkan profesi wartawan secara terbuka di hadapan publik adalah persoalan yang berbeda.
01:21New Indonesia memandang bahwa pernyataan tersebut berpotensi membangun stigma buruk terhadap profesi wartawan di ruang publik.
01:29Wartawan seolah-olah digambarkan sebagai profesi yang tidak memahami hukum,
01:34tidak memiliki kapasitas intelektual,
01:36dan tidak layak menjalankan tugas jurnalistik apabila tidak sependapat dengan narasumber.
01:40Pandangan semacam itu sangat berbahaya apabila dibiarkan.
01:45Sebab wartawan bekerja berdasarkan hak konstitusional untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan,
01:52mengolah, dan menyampaikan informasi kepada publik secara paling.
01:56Wartawan bukanlah pihak yang harus selalu membenarkan narasumber.
01:59Tugas wartawan adalah bertanya, menguji informasi, melakukan verifikasi,
02:05melakukan kompimasi, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
02:08Ketika sebuah pertanyaan tidak disukai, jawabannya adalah memberikan klarifikasi
02:13atau membantah dengan argumentasi, bukan dengan merendahkan profesi wartawan.
02:19Oleh karena itu, Indonesia menyatakan, ada enam pernyataan sikap yang kami lakukan.
02:25Yang pertama adalah, mengecam sikap dan pernyataan yang kami nilai merendahkan
02:30serta menghilang profesi wartawan.
02:31Kedua, menolak segala bentuk stigma, intimidasi, penghinaan,
02:36dan tindakan yang merendahkan profesi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
02:40Ketiga, mendukung proses hukum atas laporan yang telah disampaikan kepada Polda Metro Jaya.
02:49Kempat, meminta aparat pendekat hukum untuk memproses laporan tersebut secara profesional,
02:54objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
02:58Kelima, mengingatkan seluruh pihak bahwa kebebasan berpendapat harus berjalan seiring dengan tanggung jawab hukum
03:04dan penghormatan terhadap hak serta martabat orang lain.
03:08Kenam, Mio Indonesia tetap membuka ruang, dialog dan penyelesaian secara bermartabat
03:14sepanjang dilakukan dengan itikat baik dan disertai penghormatan terhadap profesi wartawan
03:19serta kemerdekaan PSU.
03:20Terima kasih telah menonton!
04:11Terima kasih telah menonton!
04:20Pemanggilan atau bagaimana?
04:21Apa?
04:22Itu belakangan, itu mendapatkan profesi tujuan belakangan megampang.
04:26Saya sudah 43 tahun pengacara.
04:29Itu didapatkan profesi tujuan belakangan.
04:32Saya sudah disikak dulu, disita dulu, baru profesi tujuan.
04:37Jadi sudah pernah dipanggil tidak?
04:40Siapa?
04:43belum ada pemanggilan
04:45dari awal
04:48saya udah bilang
04:49langsung sudah dipiralkan
04:51ditanya juga enggak, dipanggil juga enggak
04:53sudah langsung, bahkan dari mulai
04:56cara membuka, belum dibuka
04:58mesinnya aja
04:59udah masuk video, udah nyampe ke Singapur
05:02baru mau dibuka
05:04menurut kami itulah alasan
05:06yang bisa mungkin diterima oleh
05:07yang paling penting kalian bertanya
05:10kalau anda punya nyali bertanya
05:11tanya kepada Kapolri, hey kenapa
05:14gak nanya Pak Prabowo dulu sebelum melakukan ini
05:16terhadap tangan kanan dari
05:17yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo
05:19tanya, saya baru tahu
05:21tidak ada izin
05:23coba yang kan coba
05:26coba bahan ini fotonya
05:31tanya kakekmu, masa tanya gue
05:33gak tanya kakekmu lah
05:35ya udah deh, udah gue gak tau
05:38ya udah deh, saya gak tau
05:40agendanya, gue jangan tanya
05:41udah deh, shut up
05:42gak, saya gak tau
05:44udah deh, kok
05:45mana bisa gue menafsirkan maunya orang
05:48udah saya jawabannya
05:49lo harusnya tau
05:50kita tidak bisa menafsirkan
05:52cuma kita berpikir seperti itu
05:53seorang
05:55kebanggaan dari
05:56ini dia tengah foto ini
05:58kebanggaan dari Presiden
05:59dan sudah mengembalikan
06:01gara-gara 430 triliun
06:03belum lagi transportasi
06:05yang begitu besar
06:06yang tidak pernah disentuh sebelumnya
06:08begitu saja dipermalukan
06:10ada apa
06:10tanya makanya malam ini
06:12kalian langsung ke
06:13Mabes Polri
06:14tanya kalau kau
06:15kalau kau bukan pengicut
06:17ya
06:20apa
06:21yang kemenduan itu berarti
06:22berasal dari
06:23institusi awal
06:24iya
06:25betul
06:25kalau kau punya otak
06:27lu tahu jawabannya
06:28sudah
06:28yaudah dia jawaban sendiri
06:30jangan coba-coba
06:31nanti kau akan tulis
06:32menurut Hortman sih
06:33lu udah tahu jawabannya
06:35sudah mulai capek
06:38gue gak tau
06:39kita gak tiap hari
06:40nempel ke dia
06:41ketemu sekali aja
06:42tadi sudah selesai
06:43udah jelas
06:55pernyataan maaf dari
06:57saya Hortman Paris
06:58sehubungan dengan
07:00himbawan persatuan
07:01wartawan Indonesia
07:02PWI
07:03dan juga
07:04rekan-rekan
07:05wartawan lainnya
07:06dengan ini
07:07saya menyatakan
07:08maaf
07:09sebesar-besarnya
07:10atas pernyataan saya
07:12pada waktu
07:13konferensi pers
07:14di kasus mantan
07:15Jampitsus
07:15yang mengatakan
07:17lu punya otak gak sih
07:18namun
07:20perlu saya jelaskan
07:22yang dikutip oleh media
07:23hanya bagian akhirnya
07:26tidak dikutip secara utuh
07:28kenapa saya
07:29mengucapkan begitu
07:30fakta kejadiannya adalah
07:32wartawan pertama
07:35bertanya kepada saya
07:37apakah instansi terkait
07:40apakah instansi terkait
07:41punya hidden agenda
07:42atau acara tersembunyi
07:46saya jawab
07:47saya tidak tahu
07:47saya tidak punya kapasitas
07:48untuk menjawab itu
07:50belum selesai saya jawab
07:52tiba-tiba
07:52wartawan ke-2 bertanya
07:54apakah instansi tersebut
07:56melakukan kegeliruan
07:58akhirnya saya emosi
08:00karena saya sudah bolak-balik
08:01saya tidak tahu
08:01akhirnya saya jawab
08:03kamu punya otak gak sih
08:04maksudnya
08:05saya sudah jawab tadi
08:06saya tidak tahu
08:07sebabnya saya tidak mungkin
08:09untuk menjawab
08:11apa hidden agenda
08:12dari suatu institusi
08:14peningkat hukum
08:16itu kira-kira
08:18kejadian sebenarnya
08:19tapi terlepas dari
08:21fakta kejadian sebenarnya
08:23waktu itu sudah sama-sama emosional
08:26tetap saya mengatakan
08:27menyatakan maaf
08:30kepada wartawan tersebut
08:32maupun kepada organisasi
08:33wartawan di seluruh Indonesia
08:35karena selama ini juga
08:36saya sangat dekat
08:37kepada semua wartawan
08:37sekali lagi
08:39tidak ada niat apapun
08:40cuma karena
08:41diberondong dengan
08:42dua pertanyaan
08:43yang saya sudah bilang
08:44saya tidak bisa jawab
08:45karena saya tidak
08:46punya kapasitas
08:47untuk menjawab
08:48tapi ditanya lagi
08:49ditanya lagi
08:50sehingga saya jadi emosional
08:52sekali lagi
08:53sekali lagi
08:54saya menyatakan
08:56minta maaf
08:57sekian dan terima kasih
Komentar