Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Hadi Prasetyo menegaskan proses evaluasi terhadap jajaran Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden tidak selalu berujung pada perombakan atau reshuffle kabinet.

Pernyataan itu disampaikan Hadi saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan adanya reshuffle setelah Presiden melakukan evaluasi terhadap kinerja para menteri, termasuk melalui Sidang Kabinet Paripurna.

Hadi mengatakan, hingga saat ini belum ada agenda reshuffle kabinet.

"Belum ada reshuffle. Sebagaimana yang sering kami sampaikan, proses evaluasi atau pengawasan itu tidak selalu kemudian berujung dengan adanya reshuffle," kata Hadi Prasetyo, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh kementerian menjalankan program pemerintah secara optimal.

"Monitoring, pengawasan, dan evaluasi dilakukan untuk memastikan program-program di setiap kementerian dijalankan dengan benar, dijalankan dengan cepat, dijalankan dengan tata kelola yang baik, serta dalam semangat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat," ujarnya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Vila

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/681642/rumor-reshuffle-kabinet-merah-putih-ini-kata-istana
Transkrip
00:00Soal Pak Binsa, diminta untuk mengawasi Pajak itu
00:03Sehingga mana Mas Tampahasai, Mas?
00:05Kemudian sama Mas Wajanak,
00:07Kesejaan mau meresmikan motor listrik itu,
00:10kapan teman-teman percana?
00:11Kalau mengenai Pak Binsa, saya kira belum ya.
00:15Kemarin juga Dirjen Pajak juga sudah memberikan penjelasan.
00:19Kalau berkenaan dengan motor listrik nasional ya?
00:24Nah, berkenaan dengan motor listrik nasional,
00:26nanti pada waktunya akan kami sampaikan dalam waktu dekat mungkin akan ada
00:32apa namanya, semacam launching motor listrik nasional hasil karya anak bangsa
00:41yang sekali lagi ini membuktikan bahwa sesungguhnya
00:45kalau kita memiliki kehendak, kalau kita memiliki keinginan,
00:51ya bangsa Indonesia akan mampu mencapainya.
00:55Bahwa mungkin masih ada sedikit kekurangan ya,
01:00mari itu bersama-sama kita perbaiki.
01:03Tetapi tidak sekedar mengenai kemampuan kita memproduksi mobil atau motor listrik nasional,
01:10ini kan bagian juga dari kita mengurangi
01:13ketergantungan terhadap konsumsi BPM berbasis fosil.
01:17Dan saya kira itu juga perlu menjadi perhatian kita bahwa sebuah prestasi itu tidak berdiri sendiri,
01:26juga tidak sekedar memberi efek atau impact di dunia otomotif,
01:31tetapi juga itu membawa pengaruh kepada konsumsi bahan bakar kita yang berbasis fosil.
01:36Jadi kita bisa mengurangi ketergantungan BPM kita.
01:53Sebagai mana yang sering kami sampaikan bahwa proses evaluasi atau pengawasan itu
02:02tidak selalu kemudian berujung dengan adanya presafal.
02:10Jadi monitoring, pengawasan evaluasi itu dalam konteks tadi yang sudah kami jelaskan bahwa
02:18konteksnya adalah untuk memastikan program-program di setiap kementerian masing-masing
02:24dijalankan dengan benar, dijalankan dengan cepat, dijalankan dengan tata kelola yang baik,
02:31dijalankan dalam semangat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
02:36Jadi itu, tidak selalu makna dari evaluasi itu adalah selalu berujung terjadinya pergantian atau resafal.
02:44Oke, terima kasih ya.
Komentar

Dianjurkan