- 14 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tengah meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), masyarakat dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga kondisi keuangan keluarga.
Dalam dialog Kompas Bisnis, perencana keuangan Mike Rini Sutikto menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan sejak hari pertama terkena PHK, mulai dari memetakan aset yang dimiliki, menghitung kebutuhan hidup, mengalokasikan dana untuk membayar kewajiban, hingga memangkas pengeluaran agar dana pesangon dapat bertahan lebih lama.
Mike juga mengingatkan agar pekerja yang kehilangan penghasilan tidak terburu-buru menjual aset produktif maupun mengambil pinjaman baru seperti pinjol atau paylater untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, dana pesangon sebaiknya digunakan secara bijak sebagai modal bertahan hidup sekaligus membantu mencari sumber penghasilan baru, baik melalui pekerjaan baru maupun usaha kecil, sehingga kondisi keuangan tetap terjaga hingga pendapatan kembali normal.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Rizal
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/681510/phk-meningkat-pakar-keuangan-jelaskan-cara-atur-pesangon-dan-bertahan-tanpa-terjebak-utang
Dalam dialog Kompas Bisnis, perencana keuangan Mike Rini Sutikto menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan sejak hari pertama terkena PHK, mulai dari memetakan aset yang dimiliki, menghitung kebutuhan hidup, mengalokasikan dana untuk membayar kewajiban, hingga memangkas pengeluaran agar dana pesangon dapat bertahan lebih lama.
Mike juga mengingatkan agar pekerja yang kehilangan penghasilan tidak terburu-buru menjual aset produktif maupun mengambil pinjaman baru seperti pinjol atau paylater untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, dana pesangon sebaiknya digunakan secara bijak sebagai modal bertahan hidup sekaligus membantu mencari sumber penghasilan baru, baik melalui pekerjaan baru maupun usaha kecil, sehingga kondisi keuangan tetap terjaga hingga pendapatan kembali normal.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Rizal
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/681510/phk-meningkat-pakar-keuangan-jelaskan-cara-atur-pesangon-dan-bertahan-tanpa-terjebak-utang
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Kemenangkar mencatat lebih dari 32.000 pekerja terkena PHK pada semester 1-2026.
00:06Jawa Barat jadi provinsi dengan angka PHK terbanyak.
00:13Publikasi terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan mencatat pada semester 1-2026
00:19sebanyak 32.389 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja.
00:2620,77 persen atau lebih dari 6.727 diantaranya adalah berasal dari Jawa Barat.
00:33Sementara DKI Jakarta menempati posisi keempat dengan angka PHK tertinggi sebanyak 2.436 pekerja.
00:43Sebagai catatan sodara tenaga kerja yang mengundurkan diri atau pensiun dan meninggal dunia tidak termasuk dalam perhitungan ini.
00:55Kondisi tak terduga seperti kehilangan pendapatan tentu membuat kebingungan.
01:01Salah satunya adalah bagaimana cara mengatur keuangan selagi mencari pekerjaan yang baru.
01:07Kompas Bisnis pagi ini akan bertanya bersama dengan Mika Rini Sutikdo,
01:12profesional perencana keuangan yang sudah terhubung bersama kami melalui sambungan daring.
01:16Selamat pagi, Mika. Apa kabar?
01:21Mbak Mika, tampaknya masih di mute?
01:23Boleh tolong dibuka terlebih dahulu.
01:26Pagi, Nanda.
01:27Baik, Mbak Mika. Mbak Mika, kita langsung saja ke pertanyaan ya.
01:30Di tengah kondisi tadi kita sudah menyinggung ya bahwa ekonomi harga bahan pokok naik
01:37ditambah juga saat ini dengan angka PHK mencapai 32 ribu.
01:42Tentu tiba-tiba kehilangan pendapatan rutin akan menimbulkan kebingungan.
01:46Nah, langkah apa dalam 7 hari pertama yang perlu dilakukan?
01:51Ya, kita kalau kehilangan pendapatan berarti harus mulai mengevaluasi atau melakukan
01:56istilah saya itu mapping ya.
01:59Kita melihat kekuatan dana kita, kekuatan keuangan kita untuk bisa bertahan
02:05ketika kita menghadapi risiko kehilangan pendapatan ini sampai sejauh mana.
02:12Area-area yang harus kita periksa adalah yang pertama itu kita punya dana liquid itu
02:22atau tabungan yang langsung dapat kita gunakan segera itu seberapa banyak ya.
02:30Nah, ini mungkin Anda harus melihat kita punya apa saja artinya harta kita itu apa saja
02:35yang bisa digunakan untuk kita bisa bertahan hidup mulai dari tabungannya berapa.
02:39Itu harus diperiksa. Mungkin kita punya deposito atau mungkin kita punya harta berupa emas ya.
02:44Nah, kalau harta yang berupa misalnya tanah atau rumah atau kendaraan ya
02:51itu tidak bisa kita gunakan langsung atau kita cairkan langsung untuk supaya kita bisa bertahan hidup.
02:57Area yang selanjutnya ya dalam 7 hari yang harus kita periksa adalah
03:01kewajiban kita ini di mana saja.
03:03Karena kalau kita punya kewajiban seperti hutang ya itu tidak bisa kita tunda tetap harus kita bayar begitu ya.
03:12Nah, itu memerlukan kita untuk mampu mengalokasikan dari dana yang ada
03:17agar kita bisa tetap menjalankan kewajiban kita.
03:21Area yang berikutnya tentunya kita harus perhitungkan kita punya biaya hidup itu berapa
03:27yang tetap bisa kita bayar dari aset atau dari tabungan kita yang ada tadi.
03:34Nah, kombinasi dari ketiganya ini akan membuat kita memiliki pegangan,
03:39memiliki panduan, memiliki informasi apa yang harus kita lakukan
03:44dengan dana yang ada untuk bisa bertahan hidup sampai penghasilan kita normal kembali.
03:51Oke, artinya butuh pos-pos itu tadi dengan prioritas mana yang paling harus dilakukan lebih dulu.
03:57Apalagi misalkan masyarakat mempunyai hutang, hutang dulu yang harus dibayar.
04:00Nah, Mbak Mika begini, kebutuhan pangan, listrik, BBM, sekolah, kesehatan apalagi
04:06adalah pengeluaran yang sulit untuk ditekankan, Mbak.
04:08Apalagi kalau seseorang yang kehilangan pendapatan ini juga sudah ngirit sebenarnya.
04:13Nah, secara realistis Mbak Mika, bagi kelas pekerja apalagi sih yang perlu diatur
04:17kalau semuanya sudah ditekan?
04:19Ya, kalau kita lagi kehilangan pendapatan berarti kan kita memang harus mengubah
04:24kita punya pola pengeluaran kita ya.
04:28Siapapun dia, apakah dia tadinya gajinya besar atau gajinya kecil ya.
04:33Kalau kita kehilangan pendapatan berarti pola pengeluaran itu harus diatur ulang.
04:38Ketika kita kehilangan pendapatan, kehidupan kita tidak berhenti.
04:41Berbagai biaya hidup mesti kita tetap harus kita penuhi.
04:45Nah, karena itu di sini kita butuh pengendalian, pengendalian dari pengeluaran kita.
04:50Yang pertama itu tujuannya adalah agar kita tetap bisa memanfaatkan dana yang ada ini
04:57untuk berbagai kebutuhan kita.
04:59Nah, karena itu kita harus tadi sudah mengetahui kita punya aset berapa dulu ya.
05:04Kita punya tabungan berapa untuk besar bertahan hidup.
05:07Lalu kita atur ulang, kita hitung lagi kita punya kebutuhan atau pengeluaran sehari-hari kita
05:12bulanannya itu berapa.
05:13Nah, tentunya dengan kita kehilangan pendapatan, pengeluaran kita tidak bisa lagi sebesar itu.
05:18Pengeluaran kita itu harus dikurangi.
05:21Dikurangi ini tentu kita harus melihat pengeluarannya apa saja sih kita tiap bulan.
05:25Kalau listrik, kemudian air, mungkin itu akan sangat sulit dikurangi.
05:30Artinya ada pengeluaran-pengeluaran prioritas yang akan sangat sulit dikurangi.
05:34Sehingga mungkin itu tidak bisa dikurangi.
05:38Tetapi ada, saya kira, pengeluaran-pengeluaran lain yang tentunya bisa kita hemat.
05:42Contohnya jajannya, kemudian mungkin jalan-jalannya.
05:46Ya, kita harus bisa membedakan antara pengeluaran yang prioritas dan yang tidak prioritas.
05:53Sehingga yang betul-betul kita danai, yang betul-betul kita bayar adalah yang prioritas saja.
05:59Oke, nah selain tadi kebutuhan sehari-hari yang sudah Mbak Mika singgung, Mbak Gituya,
06:04kan biasanya pekerja juga memiliki beban, beban lain seperti utang ataupun juga cicilan.
06:09Nah, dalam kondisi yang tidak produktif Mbak Mika, bagaimana cara untuk merestrukturisasi KPR dan apa juga risikonya ke depan?
06:19Pada saat kita kehilangan penghasilan, ya, kita tetap punya, ketika kita, dan kita masih punya kewajiban.
06:26Dan kewajiban itu tidak bisa kita hentikan, berarti yang pertama harus kita lakukan adalah
06:31kita lihat dari kita punya tabungan tadi, ya, itu harus dialokasikan untuk pembayaran kewajiban kita, ya,
06:40pembayaran cicilan hutang kita.
06:42Kalau itu tidak cukup, berarti kita juga harus lakukan langkah yang kedua.
06:48Kita, saya sarankan untuk kita bicara atau negosiasi ulang, ya, kita berkunjung kepada bank tempat kita berhutang
06:56atau kreditur orang yang memberikan kita pinjaman untuk menginformasikan kondisi kita, ya,
07:03supaya ada titik temu di tengah.
07:06Karena kondisi kita tidak punya penghasilan ini, kita tidak bisa, kita berusaha untuk mencari penghasilan pengganti.
07:12Tetapi tidak bisa kita tentukan waktunya, begitu.
07:16Yang menjadi kendala biasanya, saya penghasilan normal kembali ini,
07:21berapa lama ya bisa saya usahakan, apakah 6 bulan lagi atau 1 tahun lagi penghasilan kita sudah normal kembali,
07:28itu yang sangat sulit untuk bisa dipastikan.
07:30Sehingga informasi atau komunikasi kepada bank atau kepada kreditur kita,
07:36itu sangat penting kita lakukan inisiatif terlebih dahulu.
07:40Komunikasi-komunikasi itu nanti akan memberikan kita gambaran bahwa kita sebagai debitur
07:48atau yang memiliki kewajiban tetap memiliki niat baik untuk membayar kewajiban kita,
07:53namun kita perlu bantuan atau perlu waktu untuk pengembaliannya.
07:58Oke, dapat dipahami. Nah, berarti kita akan beralih ke yang salah satu yang menjadi sorotan adalah kondisi PHK.
08:05Pastinya pekerja akan mendapatkan pesangun ya.
08:07Nah, bagaimana cara untuk mengolah pesangun itu agar bisa bertahan hidup ke depannya sampai mendapatkan pekerjaan lagi?
08:12Tapi tahan dulu jawabannya Mbak Mika, kita akan kembali usai jeda.
08:14Tetaplah bersama kami di Kompas Bisnis, Saudara.
08:30Kembali lagi di Kompas Bisnis, Saudara masih bersama kami, Mika Rini Sutikno, Profesional Perencana Keuangan.
08:37Mbak Mika, kembali lagi perbincangan kami yang sempat terpotong tentunya kita membahas mengenai kondisi PHK.
08:41Biasanya pekerja yang di PHK kan mendapatkan pesangun.
08:45Lalu bagaimana dari sudut pandang Mbak Mika, cara menghitung masa bertahan hidup lewat pesangun ini sampai mendapatkan pekerjaan yang baru
08:53Mbak Mika?
08:54Kita hitung terlebih dahulu, kita punya pengeluaran rata-rata bulanan itu berapa ya.
09:00Jadi itu bisa kita teliti sebenarnya dari mungkin print out buku tabungan kita.
09:05Biasanya kan kalau berbagai pembelanjaan kita sekarang kita menggunakan salah satunya menggunakan kris ya.
09:12Itu bisa dilacak dari situ ya.
09:15Nah, cara lain mengukurnya juga mungkin dari gaji kita, kita biasanya bagaimana nih ketika kita terima penghasilan apakah 100%
09:23kemudian habis untuk berbagai pengeluaran rumah tangga.
09:26Nah, berarti kita sudah punya informasi berupa total dari pengeluaran bulanan kita itu berapa.
09:33Nah, itu bisa menjadi acuan buat kita untuk menggunakan dana pesangun ini dengan maksimal.
09:39Nah, tentunya sekali lagi ketika kita mengalami PHK ya, kita berarti tidak bisa memiliki gaya hidup seperti sebelumnya.
09:46Kalau gaya hidup sebelumnya kita menghabiskan misalnya 100% dari gaji kita.
09:52Nah, ketika kita tidak punya gaji, kita tidak lagi punya kemampuan untuk bisa membayar pengeluaran sebesar satu gali gaji kita
10:00itu tadi.
10:01Nah, sehingga kalau saya rekomendasi ya, Anda sedapat mungkin dapat memotong 50% dari pengeluaran bulanan Anda.
10:11Ya, itu kalau bisa ya. Setidaknya itu adalah pengeluaran kita tentunya tidak boleh seperti yang sebelumnya.
10:18Nah, untuk bisa kita memaksimalkan dana pesangun kita, berarti kan kita harus memakai istilah saya itu survival mode lah gitu.
10:29Jadi, dana pensiun ini harus bisa bertahankan selama mungkin maksudnya seperti itu.
10:33Karena kita punya penghasilan pengganti itu belum bisa kita tentukan kapan gitu akan terjadinya.
10:40Tetapi akan kita usahakan ya. Sehingga dengan mengotong pengeluaran kita ya, paling ideal itu mungkin bisa setengahnya.
10:48Kalau tidak setengahnya mungkin 60%-nya atau 70%-nya.
10:52Dana pesangun yang mungkin bisa jadi 3 kali gaji atau 6 kali gaji atau berapapun itu ya, itu bisa kita
10:59gunakan sampai kita mendapatkan penghasilan kembali.
11:06Nah, ini tentunya harus pas gitu. Kalau kita punya begini, kalau kita targetkan dalam 6 bulan berarti kita harus punya
11:14penghasilan pengganti.
11:16Dana pesangun itu berarti harus mampu menghidupi kita selama 6 bulan menghidupi ini termasuk berbagai pengeluaran biaya hidup dan terutama
11:25kewajiban itu tadi.
11:27Oke, berarti dana darurat minimal 50% dari dana pesangun yang didapat begitu ya Mbak Mika?
11:31Ya, dana darurat. Bukan. Maksud saya biaya pengeluaran kita harus kita potong.
11:38Harus kita potong karena kita kan tidak punya penghasilan lagi.
11:42Yang sekarang menjadi sumber kita adalah dana pesangun kita.
11:45Nah, dana pesangun ini harus selama mungkin bisa kita gunakan untuk bertahan hidup.
11:50Caranya adalah dengan kita menghemat pengeluaran kita.
11:53Sehingga dana pesangun ini kita bisa pakai lebih lama.
11:57Nah, saran saya ya kalau bisa memang pengeluaran bulanan kita itu kita bisa potong sampai setengahnya.
12:04Sehingga dana pesangun itu bisa lebih lama kita gunakan.
12:07Oke, tapi kan ini berbeda mungkin dengan pengeluaran untuk di level pekerja yang sudah berkeluarga Mbak Mika.
12:14Angka pesangun kan pasti terbatas.
12:16Nah, kapan waktu yang tepat untuk memulai mencarikan aset?
12:19Misalkan pekerja ini punya mobil atau juga emas yang dimiliki.
12:23Nah, di mana antara dua hal ini mana yang lebih dulu untuk dicairkan?
12:28Tunggu dulu.
12:29Yang namanya kendaraan, mobil, itu kan digunakan kita untuk produktif ya.
12:33Kalau kita jual langsung ya.
12:36Kalau kita jual langsung kita harus memikirkan untuk kita aktifitas produktif kita yang tujuannya untuk mencari penghasilan itu.
12:43Itu bisa di cover dari mana gitu.
12:45Kalau kita terbiasa, apalagi karakteristik pekerjaan kita itu mobile gitu ya.
12:51Kita harus ke sana kemari ya.
12:52Nah, itu jangan langsung buru-buru mencarikan aset terlebih dahulu.
12:55Lebih baik menurut saya begini.
12:57Pada saat kita kehilangan penghasilan berarti kan kita butuh bantuan dong.
13:00Kalau kita butuh bantuan berarti kita harus mencari ini.
13:04Selain tadi dana pesangun, kita adakah bantuan pemerintah yang bisa kita gunakan untuk mensupport kita
13:12pada saat kita dalam masa kehilangan pendapatan ini ya.
13:17Adakah bantuan langsung tunai ini kan pekerja di berbagai level ya.
13:21Atau kan mungkin bantuan begini, kita bisa memanfaat, kita bisa minta tolong dari keluarga kita terdekat gitu.
13:28Contoh misalnya saat ini kita belum memiliki rumah, kita kena PHK.
13:31Kita tidak mampu untuk membayar cicilan, kita tidak mampu untuk membayar sewa rumah.
13:37Mungkin kita selama, ketika kita tidak mampu membayar sewa rumah, kita bisa bantuan misalnya kembali ke rumah mertua misalnya.
13:46Atau menumpang sementara, atau di rumah saudara, atau kita mungkin mencari kontrakan rumah yang lebih murah seperti itu.
13:54Jadi jangan buru-buru langsung mencairkan berbagai aset kita.
13:56Apalagi kalau aset tersebut digunakan untuk membuat kita produktif mencari penghasilan pengganti.
14:03Oke saya geris bahwa itu, jadi jangan terlalu terburu-buru ya di tengah kondisi yang dialami tadi.
14:08Nah berarti kalau dari Mbak Mika, mungkin ada saran nggak bagi seseorang yang memang mendapatkan pesangon?
14:13Dan ingin menggunakan pesangon itu untuk membangun usaha kecil.
14:17Nah bagaimana membagi risikonya?
14:20Itu bagus sekali.
14:21Jadi mindsetnya memang ketika kita kehilangan pendapatan, fokus kita adalah satu bertahan hidup dan kemudian mencari penghasilan pengganti.
14:30Itu harus segera cepat dilaksanakan ya.
14:32Nomor satu berarti kita harus melakukan penghematan, pengendalian pengeluaran maksud saya.
14:38Nah pengendalian pengeluaran tadi kita sudah ceritakan ya.
14:41Pengendalian pengeluaran ini terutama agar penghasilan kita, dana pesangon kita itu tidak cepat habis.
14:48Makanya saya sarankan potong langsung berbagai pengeluaran kita menjadi, pengeluaran bulanan kita menjadi setengahnya ya diusahakan sampai ke sana ya.
14:56Sehingga dana pesangon itu bisa kita alokasikan buat apa?
15:00Supaya tidak habis biaya hidup, kita gunakan untuk membantu kita mendapatkan penghasilan pengganti.
15:06Contoh kita membuka usaha sampingan, membuka usaha yang bisa kita dengan modal kecil,
15:11yang kita bisa lakukan dari rumah dengan menggunakan apa yang ada.
15:15Kita target dalam 6 bulan kita ITR 100% dengan menggunakan apa yang ada.
15:20Kita membuka usaha dari rumah sehingga target kita untuk mendapatkan penghasilan kembali tercapai dari modal dana pesangon tadi.
15:29Oke, nah kita melihat dari sudut pandang lain Mbak Mika,
15:34semisal mungkin pekerja ini terkena PHK dan kemudian mendapatkan tawaran baru.
15:38Nah, kapan kita menentukan standar atau bagaimana caranya atau melihat batasan waktu?
15:44Kapan seseorang harus mulai menerima pekerjaan dengan gaji yang mungkin dibawah standar dari pekerjaan sebelumnya?
15:50Demi menjaga tadi cash flow tetap lancar?
15:53Namanya juga survival ya, bertahan hidup.
15:57Namanya juga bertahan hidup ya, sehingga saya kira begini.
16:01Ada yang disebut mungkin batu loncatan lah gitu.
16:03Kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan ya, karena pekerjaan saat ini juga tidak mudah gitu kita dapatkan gitu
16:11sesuai dengan yang kita mau ya.
16:14Nah, menurut saya mungkin kita jangan bergantung dari rencana A ya, rencana A saja gitu.
16:19Satu-satunya kita harus dapat gaji baru, kita harus dapat pekerjaan baru ya.
16:23Itu kita laksanakan tetapi kita juga mesti punya rencana B, rencana C maksudnya begitu ya.
16:28Jadi, ihtiar untuk mendapatkan pekerjaan kembali ya, itu dilakukan walaupun gajinya mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi kita.
16:38Ya tetapi yang penting kita mendapatkan penghasilan terlebih dahulu, mendapatkan sumber penghasilan kembali.
16:44Sambil kita rintih sebenarnya kita punya sumber penghasilan dari tempat lain.
16:49Contohnya tadi kita membuka usaha sendiri yang bisa kita lakukan dari rumah dengan modal seadanya, yang kita kerjasama dengan pasangan
16:58kita ya.
16:59Nah, itu adalah setidaknya dua rencana A dan B yang mesti kita lakukan.
17:04Sehingga mudah-mudahan dengan kombinasi keduanya, kita walaupun gaji dari pekerjaan utamanya itu mungkin belum sesuai dengan ekspektasi kita,
17:13itu tetap bisa membuat kita bertahan hidup.
17:16Sekali lagi, ini pun juga harus dikombinasikan dengan kemampuan kita untuk melakukan penghematan biaya-biaya hidup kita.
17:23Oke.
17:24Kalau misalkan kita melihat kondisi di masyarakat di kondisi lain ya, mungkin ada pekerja yang memang terkena PHK tapi tidak
17:32mempunyai aset ataupun tabungan.
17:34Katakanlah salah satunya mungkin sandwich generation, banyak pekerja kelas menengah yang akhirnya pun mendesak mereka untuk menggunakan pinjol ataupun pay
17:43later hanya untuk bisa menutupi kebutuhan dapur harian.
17:46Ada alternatif solusi enggak Mbak Mika untuk seseorang yang mungkin terjerat pinjol di kondisi seperti ini?
17:53Oke. Saran saya saat Anda kena PHK ya, Anda tidak mengambil pinjol, pay later atau berbagai pinjaman sejenis itu untuk
18:10membiayai biaya hidup Anda.
18:12Biaya hidup ini termasuk misalnya makanan, listrik, transportasi gitu, biaya hidup yang dasar.
18:18Sangat tidak disarankan itu hanya akan membawa Anda ke dalam jerat masalah ya.
18:24Nah, pada saat Anda kehilangan penghasilan itu Anda tidak punya kemampuan untuk mengambil pinjaman baru.
18:33Kalau pinjaman yang sebelumnya tentunya harus Anda selesaikan dari dana pensiun, sorry, dari dana pesangon maaf ya, dana pesangon yang
18:42Anda terima.
18:43Nah, yang hutangnya sudah berjalan tentunya harus tetap dilunasi.
18:48Tetapi mengambil hutangan baru sangat tidak disarankan karena hanya akan membawa Anda ke dalam masalah berikutnya.
18:55Sekali lagi, ketika kita tidak memiliki pendapatan berarti kita itu butuh bantuan.
19:00Mengakui bahwa kita butuh bantuan itu adalah salah satu jalan keluar.
19:04Kita bisa, tadi contohnya, kita sewa rumah karena belum punya rumah.
19:09Ketika kita tidak punya pengacaran berarti tidak punya kemampuan untuk sewa rumah lagi.
19:13Kita mungkin bisa minta bantuan saudara kita untuk sementara waktu, kan tidak selamanya.
19:19Untuk itu berarti kita harus atur strategi.
19:22Harus atur strategi tadi, kalau awalnya adalah dengan mengakui bahwa kita butuh bantuan terlebih dahulu.
19:28Butuh bantuan bisa jadi begini.
19:29Kita list, kita daftar, bantuan-bantuan apa saja yang bisa kita gunakan.
19:34Apakah bantuan pemerintah, apakah bantuan dari keluarga ya.
19:37Nah itu pada saat kita masa survival, itulah yang harus kita lakukan.
19:43Tidak kemudian panik, latah, kemudian mengambil pinjaman.
19:48Yang mana akan membawa Anda ke dalam masalah berikutnya.
19:52Dan juga tidak panik sekali lagi langsung buru-buru mencairkan aset.
19:55Padahal kita masih mampu untuk mengurangi berbagai biaya-biaya hidup.
20:00Sehingga sebenarnya yang perlu kita lakukan adalah mengutama, kita menggunakan terlebih dahulu sumber-sumber yang kita miliki sendiri itu apa.
20:10Sebelum kita menggunakan fasilitas, jangan langsung buru-buru kita menggunakan fasilitas pinjaman.
20:16Padahal kita sebenarnya tidak ada kemampuan untuk itu.
20:18Oke artinya harus berpikir jernih terlebih dahulu ya.
20:22Begitu Mbak Mika kemudian melisting apa saja bantuan-bantuan yang mungkin bisa saja menjadi dana dari situ begitu.
20:28Nah kita kembali ke hitungan Mbak.
20:30Jika pesangon pekerja yang terkena PHK katakanlah hanya cukup untuk pertahan 2-3 bulan.
20:37Apa tindakan konkret?
20:38Kita berbicara pekan demi pekannya yang harus mereka ambil sejak hari pertama di PHK.
20:44Kalau kita punya pesangon hanya 2-3 bulan mulai nih suami, istri atau siapapun dia ya itu harus begini.
20:52Kalau 2-3 bulan itu waktu yang sangat pendek ya.
20:56Waktu yang sangat pendek berarti kita harus lihat terlebih dahulu kembali lagi.
21:00Selain dana pesangon kita punya dana tabungan atau uang yang setingkat ya.
21:09Atau yang jenisnya sama dengan uang tunai itu apa.
21:11Apakah kita punya tabungan deposito atau emas yang bisa membantu kita sementara waktu ya.
21:16Untuk bisa bertahan lebih dari 3 bulan.
21:18Karena umumnya mendapatkan penghasilan itu prosesnya mungkin bisa jadi 6-12 bulan ya.
21:23Itu.
21:24Kemudian kita lihat juga kewajiban kita ini udah apa aja.
21:27Kita punya cicilan hutang di mana aja.
21:28Itu kan gak bisa berhenti.
21:30Itu harus dialokasikan dari dana pesangon kita.
21:32Yang tadi cuma bisa bertahan 2-3 bulan tadi ya.
21:37Nah karena itu berarti yang harus kita lakukan selanjutnya adalah melakukan penghematan.
21:42Ya itu kan udah berjalan secara sistematik.
21:44Kita punya kekuatan dananya untuk bertahan selain dana pesangon itu apa saja.
21:50Lalu dibantu dengan kita punya kemauan untuk mengendalikan pengeluaran kita.
21:56Kalau kita sedang kehilangan penghasilan berarti biaya hidup kita tidak boleh dan tidak bisa sama dengan pada saat kita punya
22:04penghasilan.
22:05Itu intinya bertahan dengan menggunakan dana pesangon lebih lama.
22:10Supaya memberi kesempatan kepada kita untuk bisa mendapatkan penghasilan pengganti yang mana juga dialokasikan dari dana pesangon tadi.
22:19Baik saya tangkap pesan yang disampaikan Mbak Mika.
22:21Tentu ini bukan hanya untuk para pekerja saja dan juga sebagai bentuk antisipasi.
22:25Tapi ini juga sebagai sentilan mungkin untuk pemerintah pusat melihat bagaimana kondisi masyarakatnya saat ini.
22:31Terima kasih sudah berbagi insetnya bersama kami di Kawas Bisnis.
22:34Mika Rini Sutikno, Profesional Perencana Keuangan.
22:37Selamat pagi Mbak, sehat selalu.
Komentar