00:01Pertugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG
00:05Pos Pengamatan Gunung Api Anak Rakatau Pasauran, Deni Mardiono
00:09di Kabupaten Serang, Banten, Minggu 5 Juli
00:11meminta masyarakat khususnya nelayan dan wisatawan
00:14agar menjauhi potensi bahaya hingga radius 3 km dari pusat erupsi.
00:18Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya bahaya yang tidak diinginkan
00:22akibat terjadinya peningkatan aktivitas vulkanologi
00:25Gunung Anak Rakatau dalam seminggu terakhir.
00:27Deni Mardiono mengatakan status Gunung Anak Rakatau
00:30ditingkatkan dari level 2 atau waspada ke level 3 atau siaga
00:34setelah teramati mengalami peningkatan aktivitas vulkanologi pada 2 Juli lalu
00:38tepatnya pukul 00.00 sampai dengan 01.00 dini hari waktu Indonesia Barat.
00:43Anak Rakatau terekam mengalami sebanyak 23 kali kegempaan
00:47dalam kurun waktu 1 jam disertai kepulan asap putih dan coklat
00:50dengan intensitas tebal setinggi 10 sampai 150 meter dari puncak.
00:54Pertanggal 5 Juli pukul 12.00 hingga pukul 18.00 waktu Indonesia Barat
01:00Gunung Anak Rakatau masih teramati mengalami 1 kali gempa tremor
01:03disertai dengan asap putih intensitas tebal dengan tinggi kolom
01:06mencapai 100 meter dari puncak.
01:08Masih terlihat tremor, tremor menerus jadi masih mengindikasikan bahwa
01:15anak Rakatau ini masih aktif ya. Jadi potensi erupsi masih ada
01:19akan tetapi pelaporan akan tetap kita teruskan ke masyarakat
01:25baik itu dari grup maupun dari portal dari vulkanologi ataupun badan geologi.
01:31Jadi status sampai dengan saat ini masih berada di level 3 atau siaga
01:35bahwa radius bahaya itu berada dalam radius 3 km dari pusat erupsinya.
01:42Pihaknya juga memastikan aktivitas wisatawan di Pantai Anjer masih aman
01:46karena jarak bahaya erupsi Gunung Anak Rakatau berada di radius 3 km
01:50sedangkan jarak Gunung Anak Rakatau ke Pantai Anjer cukup jauh, sekitar 42 km.
01:56Ia meminta agar masyarakat selalu memperhatikan informasi dari kanal-kanal resmi
02:00agar tidak termakan informasi bohong yang beredar di media sosial.
02:03Dari Serang, Banten, Susmiatun Hayati, Kantor Berita Antara, Muartakan.
Komentar