Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat menuai respons dari berbagai kalangan setelah viral di media sosial. Kritik tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga anggota DPR, musisi, hingga lembaga bantuan hukum yang menilai lirik lagu tersebut bermasalah.

Menanggapi hal itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein akhirnya angkat bicara tentang makna lagu tersebut. Om Zein membantah anggapan bahwa lagu tersebut dibuat sebagai sindiran kepada kelompok tertentu, terutama perempuan.

Om Zein berharap masyarakat dapat melihat lagu tersebut secara utuh sebagai bentuk otokritik dan refleksi personal, bukan sebagai karya yang dimaksudkan untuk merendahkan atau menyerang perempuan maupun kelompok tertentu.
Selengkapnya dalam video di atas.

#BupatiPurwakarta #Viral #LaguLalakiLangit

Creative: Lia/Video Editor: Dinta

==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Viral lagu Lalaki Langit, Bupati Purwakarta minta maaf dan bantah rendahkan wanita.
00:06Bupati Purwakarta Saipul Bahri Bin Zain atau Om Zain mengklarifikasi lagu Lalaki Langit Lanang Bejat yang viral di media sosial.
00:15Ia membantah lagu itu menyindir perempuan dan negaskan liriknya merupakan puisi refleksi atas kenakalan masa lalunya.
00:23Om Zain menyebut karyanya murni atau kritik personal tanpa maksud merendahkan kelompok manapun.
00:31Meski demikian, ia meminta maaf secara terbuka kepada publik atas ketidaknyamanan yang dipicu oleh lirik tersebut.
00:39Langkah ini diambil setelah lagunya memicu kritik tajam dari masyarakat, tokoh publik, hingga organisasi.
00:46Anggota Komisi 8 DPR RI Atalia Prarathia menilai karya itu merendahkan perempuan.
00:53Disusul pula reaksi negatif penyanyi Rosa hingga Risa Saraswati.
00:59Polemik berkulir karena hukum usai LBH Jabar melayangkan somasi terbuka dan mendesak penghapusan lagu dari platform digital.
01:08Lembaga ini menilai materi lagu memuat diksi misoginis vulgar yang mendegradasi pertabat kaum perempuan.
01:18Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan