Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Seorang perempuan berinisial EM mengaku mengalami serangkaian dugaan intimidasi, ancaman, teror digital, hingga penyebaran data pribadi, yang berdampak pada kondisi psikologisnya.

Melalui pendampingan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gema Rakyat Anti Korupsi (GRASI), korban kini meminta perlindungan hukum sekaligus mendorong aparat melakukan penyelidikan terhadap pihak yang dilaporkan.

Ketua Umum LSM GRASI, Mardi M. Malau, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima kuasa pendampingan non-litigasi dari korban.

Berdasarkan identitas awal yang diterima, sosok berinisial YR yang dilaporkan diduga merupakan oknum anggota TNI. Namun, hingga kini status kedinasannya masih belum dapat dipastikan.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #pengancaman #teror #oknumTNI #Pekanbaru

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Perempuan di Pekanbaru diduga diancam dan diteror oknum TNI.
00:04Seorang perempuan berinisial IM mengaku
00:07mengalami serangkaian dugaan intimidasi,
00:10ancaman, teror digital,
00:12hingga penyebaran data pribadi
00:14yang berdampak pada kondisi psikologisnya.
00:17Melalui pendampingan lembaga swadaya masyarakat
00:20Gemar Rakyat Antikorupsi, GRASI,
00:22korban kini meminta perlindungan hukum
00:24sekaligus mendorong aparat melakukan penyelidikan
00:27terhadap pihak yang dilaporkan.
00:28Ketua Umum LSN GRASI, Mardi Emalau,
00:32mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima
00:34kuasa pendampingan non-litigasi dari korban.
00:37Berdasarkan identitas awal yang diterima,
00:40sosok berinisial IR yang dilaporkan diduga
00:42merupakan oknum anggota TNI.
00:44Namun, hingga kini status kedinasannya
00:47masih belum dapat dipastikan.
00:49Korban menyampaikan kepada kami bahwa
00:51ia mengalami ancaman, intimidasi,
00:54teror digital, penyebaran data pribadi,
00:56dan tekanan yang mengganggu kehidupan korban,
00:59Ujar Mardi, Senin, 29 Juni 2026.
01:03Berdasarkan identitas awal yang kami terima,
01:06terlapor diduga bekerja sebagai anggota TNI.
01:09Namun, pangkat, satuan, jabatan,
01:12dan status kedinasannya
01:13belum dapat kami verifikasi.
01:15Lanjutnya,
01:16Untuk memastikan identitas tersebut,
01:18Gracie telah mengirimkan surat kepada Dandenpom
01:20satu tiga pekan baru
01:22agar dilakukan verifikasi resmi
01:24terhadap status terlapor.
01:26Menurut korban,
01:27perkenalannya dengan IR bermula pada 2024
01:29di sebuah tempat olahraga.
01:32Hubungan komunikasi yang awalnya berlangsung biasa,
01:35belakangan disebut berkembang
01:36menjadi situasi yang membuat korban merasa tertekan.
01:39Korban mengaku,
01:40aktivitas sehari-harinya mulai dibatasi,
01:43termasuk pekerjaan dan pergaulan.
01:45Selain itu,
01:46ia juga mengaku kerap menerima kata-kata kasar
01:49ketika menolak keinginan terlapor.
01:52Korban menerangkan bahwa terlapor
01:54kerap membatasi pekerjaan,
01:56pergaulan,
01:57serta aktivitas korban.
01:58Korban juga mengaku mendapat kata-kata kasar
02:01dan perlakuan merendahkan
02:02ketika menolak keinginan terlapor,
02:04jelas Mardi.
Komentar

Dianjurkan