00:00Hilirisasi tembakau Dompu Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lokal
00:03Petani tembakau di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat,
00:06menaruh harapan besar pada hilirisasi industri tembakau
00:09untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.
00:13Selama ini, sebagian besar hasil panen hanya dijual sebagai bahan baku
00:16sehingga manfaat ekonomi yang diterima daerah masih terbatas.
00:19Muhammad Junaidi, petani tembakau asal Dompu,
00:22menilai pengolahan hasil tembakau di daerah dapat memperbesar perputaran ekonomi
00:26sekaligus meningkatkan penerimaan cukai.
00:28Kalau diolah menjadi produk jadi, termasuk tembakau iris,
00:33maka perputaran ekonomi dan pengembalian cukai ke daerah bisa lebih besar, ujarnya.
00:37Sejak 2025, Junaidi mengembangkan usaha pengolahan tembakau secara mandiri
00:41dengan memproduksi tembakau iris dan rokok retek skala kecil.
00:45Usaha tersebut mempekerjakan 18 pekerja dan mampu memproduksi 1.000 hingga 1.500 bungkus per periode untuk pasar lokal.
00:52Sekitar 6.000 petani tembakau di Dompu berharap pemerintah terus mendorong industri pengolahan hasil tembakau
00:57agar manfaat ekonomi tidak berhenti pada sektor budidaya,
01:00melainkan berlanjut hingga sektor hilir.
01:03Bangun industri dari desa
01:04Kabupaten Dompu memiliki lahan tembakau sekitar 600 hektare dengan produksi lebih dari 1.100 ton per tahun.
01:12Kecamatan Pekat menjadi salah satu sentra utama dengan luas tanam 192 hektare dan produksi lebih dari 346 ton pada 2025.
01:20Pemerintah Kabupaten Dompu menjadikan hilirisasi tembakau sebagai agenda pembangunan daerah
01:24untuk meningkatkan daya saing dan memperluas manfaat ekonomi masyarakat.
01:28Bupati Dompu Bambang Firdaus mengatakan,
01:31Pemkap ingin nilai tambah tetap berada di Dompu melalui hilirisasi,
01:34sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan petani, pelaku usaha, dan masyarakat secara lebih luas.
01:40Menurut pemerintah daerah, hilirisasi tidak hanya memproduksi rokok,
01:44tetapi membangun rantai ekonomi mulai dari pengolahan bahan baku,
01:47pencampuran, pelintingan, pengemasan, distribusi, hingga pemasaran.
01:52Pemerintah Kabupaten Dompu telah meresmikan rumah produksi sigaret kretek tangan, SKT,
01:57sigaret kretek tangan, di Desa Woko pada 2023 dan rumah produksi baru di Desa Kadindi Barat pada 2026.
02:04Kedua fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri hasil tembakau yang berkelanjutan.
02:10Kemandirian Ekonomi
02:12Kabupaten Dompu masih bergantung pada transfer pemerintah pusat karena kontribusi pendapatan asli daerah,
02:17PED, pendapatan asli daerah, terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, APBD,
02:23Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, relatif kecil.
02:25Pada APBD, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, perubahan 2025, realisasi PED, pendapatan asli daerah,
02:34mencapai Rp141,37 miliar atau 93,12 persen dari target.
02:40Sementara pada APBD, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, 2026, target PED, pendapatan asli daerah,
02:47ditingkatkan menjadi Rp189,25 miliar.
02:51Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bia Cukai Sumbawa Sugeng Haryanto mengatakan industri hasil tembakau yang legal
02:56dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan penerimaan negara dan daerah.
03:00Pada 2026, Dompu menerima DBHCHT, dana bagi hasil cukai hasil tembakau, sekitar Rp12 miliar,
03:09turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp22 miliar.
03:13Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya memperkuat industri legal agar manfaat ekonomi tetap mendukung pembangunan daerah.
03:19Hilirisasi tembakau dinilai menjadi salah satu upaya penting untuk menciptakan lapangan kerja,
03:23meningkatkan nilai tambah komoditas, dan memperkuat kemandirian ekonomi Kabupaten Dompu di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Komentar