Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Muhammad Junaidi telah menghabiskan waktu lebih dari satu dekade bergelut dengan tanaman bernama latin Nicotiana tabacum yang tumbuh subur di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Jari jemarinya yang menghitam akibat terpapar getah tembakau menjadi penanda waktu yang begitu panjang ihwal hidup sebagai petani tembakau tradisional di kawasan kaki Gunung Tambora.

Aroma wangi menyeruak dari lembaran tembakau iris berwarna kecokelatan di atas anyaman bilah bambu yang terpanggang sinar matahari selama berhari-hari.

Pria 41 tahun tersebut bercerita selama ini sebagian besar tembakau Dompu dipasarkan untuk bahan baku industri luar daerah, sehingga manfaat ekonomi yang diterima relatif terbatas.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #hilirisasi #hilirisasi #tembakau

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Hilirisasi tembakau Dompu Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lokal
00:03Petani tembakau di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat,
00:06menaruh harapan besar pada hilirisasi industri tembakau
00:09untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.
00:13Selama ini, sebagian besar hasil panen hanya dijual sebagai bahan baku
00:16sehingga manfaat ekonomi yang diterima daerah masih terbatas.
00:19Muhammad Junaidi, petani tembakau asal Dompu,
00:22menilai pengolahan hasil tembakau di daerah dapat memperbesar perputaran ekonomi
00:26sekaligus meningkatkan penerimaan cukai.
00:28Kalau diolah menjadi produk jadi, termasuk tembakau iris,
00:33maka perputaran ekonomi dan pengembalian cukai ke daerah bisa lebih besar, ujarnya.
00:37Sejak 2025, Junaidi mengembangkan usaha pengolahan tembakau secara mandiri
00:41dengan memproduksi tembakau iris dan rokok retek skala kecil.
00:45Usaha tersebut mempekerjakan 18 pekerja dan mampu memproduksi 1.000 hingga 1.500 bungkus per periode untuk pasar lokal.
00:52Sekitar 6.000 petani tembakau di Dompu berharap pemerintah terus mendorong industri pengolahan hasil tembakau
00:57agar manfaat ekonomi tidak berhenti pada sektor budidaya,
01:00melainkan berlanjut hingga sektor hilir.
01:03Bangun industri dari desa
01:04Kabupaten Dompu memiliki lahan tembakau sekitar 600 hektare dengan produksi lebih dari 1.100 ton per tahun.
01:12Kecamatan Pekat menjadi salah satu sentra utama dengan luas tanam 192 hektare dan produksi lebih dari 346 ton pada 2025.
01:20Pemerintah Kabupaten Dompu menjadikan hilirisasi tembakau sebagai agenda pembangunan daerah
01:24untuk meningkatkan daya saing dan memperluas manfaat ekonomi masyarakat.
01:28Bupati Dompu Bambang Firdaus mengatakan,
01:31Pemkap ingin nilai tambah tetap berada di Dompu melalui hilirisasi,
01:34sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan petani, pelaku usaha, dan masyarakat secara lebih luas.
01:40Menurut pemerintah daerah, hilirisasi tidak hanya memproduksi rokok,
01:44tetapi membangun rantai ekonomi mulai dari pengolahan bahan baku,
01:47pencampuran, pelintingan, pengemasan, distribusi, hingga pemasaran.
01:52Pemerintah Kabupaten Dompu telah meresmikan rumah produksi sigaret kretek tangan, SKT,
01:57sigaret kretek tangan, di Desa Woko pada 2023 dan rumah produksi baru di Desa Kadindi Barat pada 2026.
02:04Kedua fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri hasil tembakau yang berkelanjutan.
02:10Kemandirian Ekonomi
02:12Kabupaten Dompu masih bergantung pada transfer pemerintah pusat karena kontribusi pendapatan asli daerah,
02:17PED, pendapatan asli daerah, terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, APBD,
02:23Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, relatif kecil.
02:25Pada APBD, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, perubahan 2025, realisasi PED, pendapatan asli daerah,
02:34mencapai Rp141,37 miliar atau 93,12 persen dari target.
02:40Sementara pada APBD, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, 2026, target PED, pendapatan asli daerah,
02:47ditingkatkan menjadi Rp189,25 miliar.
02:51Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bia Cukai Sumbawa Sugeng Haryanto mengatakan industri hasil tembakau yang legal
02:56dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan penerimaan negara dan daerah.
03:00Pada 2026, Dompu menerima DBHCHT, dana bagi hasil cukai hasil tembakau, sekitar Rp12 miliar,
03:09turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp22 miliar.
03:13Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya memperkuat industri legal agar manfaat ekonomi tetap mendukung pembangunan daerah.
03:19Hilirisasi tembakau dinilai menjadi salah satu upaya penting untuk menciptakan lapangan kerja,
03:23meningkatkan nilai tambah komoditas, dan memperkuat kemandirian ekonomi Kabupaten Dompu di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Komentar

Dianjurkan