00:00Baik, terima kasih Pak Dasko dan pimpinan Dewan Bapak Ibu semua yang saya hormati teman-teman media.
00:07Hari ini kita melakukan rapat koordinasi dalam rangka merespon dari berbagai dinamika geopolitik yang dikaitkan dengan kebijakan untuk mempertahankan ekonomi
00:21nasional kita.
00:23Khususnya di sektor kas.
00:26Mas, Bapak Ibu semua dalam waktu hampir 10 hari terakhir kami menerima aspirasi dari asosiasi pelaku industri dari sektor keramik
00:43dan beberapa industri lain termasuk dari KSPI.
00:46Atas dasar koordinasi yang baik dengan pimpinan DPR, Pak Dasko dan pemerintah telah kita merumuskan beberapa langkah-langkah solutif untuk
01:00mengatasi masalah yang dihadapi oleh teman-teman industri.
01:05Pertama, adalah kami berpandangan memastikan keberlanjutan lapangan pekerjaan itu merupakan bagian daripada tanggung jawab pemerintah.
01:17Dalam menindaklanjutan pikiran tersebut, maka untuk gas, kita tahu bahwa harga gas dunia lagi melambung, kita membagi menjadi tiga tahap.
01:31Yang pertama untuk HGBT tetap di angka 6,5 sampai dengan 7 dolar per MMBTU.
01:41Dan ini adalah rapat kilat kami dengan Pertamina, dengan Pak Simon, dan Pak Arief sebagai Direktur PGN.
01:49Memang ini kita, ini tidak mengenakan semuanya, tapi kita harus ikat pinggang untuk menyelamatkan lapangan pekerjaan.
01:58Sekali lagi, saya sampaikan bahwa untuk HGBT, di 6,5 sampai dengan 7 dolar.
02:06Untuk gas pipa industri yang non-HGBT, tetapi industri-nya atau kilangnya, sumurnya ada di wilayah Jawa, itu tetap di
02:19angka 9,6 dolar per MMBTU.
02:24Yang terjadi sekarang itu adalah, karena terjadi penurunan produksi dari kilang-kilang kita yang ada di Jawa Barat, Jawa Timur
02:34tidak ada isu.
02:35Di daerah Barat, yang meng-cover Jawa Barat, Banten, dan DKI, maka yang terjadi adalah mempergunakan LNG.
02:45LNG ini diambil dari wilayah Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan beberapa daerah luar Jawa lainnya.
02:54Kemudian harganya naik sampai dengan harga di pasaran itu 20 sampai dengan 23 dolar per MM.
03:01Itulah yang menjadi penyebab kenapa teman-teman dari sektor industri meminta, pemerintah harus turun tangan.
03:09Atas dasar arahan Bapak Presiden, Bapak Presiden berkepentingan betul untuk menjaga industri dan lapangan pekerjaan,
03:16maka kami diperintahkan, masukan dari industri itu kurang lebih sekitar 15 sampai 16 dolar per MM.
03:24Tapi setelah kita menghitung dan kami sudah berkepentingan, diturunkan menjadi 13 dolar per MM.
03:34Jadi dari 20 sampai 23 dolar per MM, sekarang diturunkan menjadi 13.
03:42Teman-teman semua, kenapa ini terjadi?
03:45Karena memang untuk LNG kenapa harganya tinggi,
03:49dia itu diambil dari daerah-daerah yang butuh kos transportasi.
03:54Kemudian dilakukan regasifikasi ulang,
03:57kemudian baru dikirim lewat pipa, itulah biaya yang timbul.
04:02Nah sementara, sumur-sumur yang ada di wilayah Jawa Timur itu produksinya sesuai dengan target lifting,
04:10tetapi di dalam sumur-sumur yang ada di wilayah barat itu terjadi penurunan.
04:15Tapi secara akumulasi, lifting gas kita itu mencapai target APBN.
04:20Karena itu gas tidak kita impor.
04:22Jadi masalahnya bukan tidak adanya gas, gas ada, tapi harga LNG-nya yang mahal.
04:29Jadi kita sudah memutuskan untuk LNG industri di harganya 13 dolar per MM.
04:38Demikian Pak Dasko yang perlu kami sampaikan kepada publik.
04:41Terima kasih Pak Balil, ini kabar gembira bagi kalangan industri maupun teman-teman dari Serikat Pekerja yang kemarin
04:52mengeluhkan dampak dari harga gas yang naik, gas industri yang naik bisa kemudian menyebabkan PHK.
05:01Terima kasih.
05:01Terima kasih.
05:02Terima kasih.