Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 39 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan keputusan pemerintah menurunkan harga gas LNG untuk industri menjadi US$13 per MMBTU.

Kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah menggelar rapat koordinasi bersama DPR, Pertamina, PGN, serta menerima aspirasi dari pelaku industri dan serikat pekerja terkait tingginya harga gas yang dinilai berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK).

ahlil menjelaskan, pemerintah tetap mempertahankan harga HGBT di kisaran US$6,57 per MMBTU dan harga gas pipa non-HGBT di wilayah Jawa sebesar US$9,6 per MMBTU.

Sementara itu, harga LNG yang sebelumnya berada di kisaran US$2023 per MMBTU diturunkan menjadi US$13 atas arahan Presiden Prabowo.

Menurutnya, langkah ini diambil untuk menjaga keberlangsungan industri nasional, mempertahankan lapangan kerja, serta memastikan daya saing sektor manufaktur tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global.

Produser: Prayogi

Editor: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/677737/bahlil-umumkan-harga-gas-industri-turun-jadi-us-13-pemerintah-prioritas-selamatkan-phk-massal
Transkrip
00:00Baik, terima kasih Pak Dasko dan pimpinan Dewan Bapak Ibu semua yang saya hormati teman-teman media.
00:07Hari ini kita melakukan rapat koordinasi dalam rangka merespon dari berbagai dinamika geopolitik yang dikaitkan dengan kebijakan untuk mempertahankan ekonomi
00:21nasional kita.
00:23Khususnya di sektor kas.
00:26Mas, Bapak Ibu semua dalam waktu hampir 10 hari terakhir kami menerima aspirasi dari asosiasi pelaku industri dari sektor keramik
00:43dan beberapa industri lain termasuk dari KSPI.
00:46Atas dasar koordinasi yang baik dengan pimpinan DPR, Pak Dasko dan pemerintah telah kita merumuskan beberapa langkah-langkah solutif untuk
01:00mengatasi masalah yang dihadapi oleh teman-teman industri.
01:05Pertama, adalah kami berpandangan memastikan keberlanjutan lapangan pekerjaan itu merupakan bagian daripada tanggung jawab pemerintah.
01:17Dalam menindaklanjutan pikiran tersebut, maka untuk gas, kita tahu bahwa harga gas dunia lagi melambung, kita membagi menjadi tiga tahap.
01:31Yang pertama untuk HGBT tetap di angka 6,5 sampai dengan 7 dolar per MMBTU.
01:41Dan ini adalah rapat kilat kami dengan Pertamina, dengan Pak Simon, dan Pak Arief sebagai Direktur PGN.
01:49Memang ini kita, ini tidak mengenakan semuanya, tapi kita harus ikat pinggang untuk menyelamatkan lapangan pekerjaan.
01:58Sekali lagi, saya sampaikan bahwa untuk HGBT, di 6,5 sampai dengan 7 dolar.
02:06Untuk gas pipa industri yang non-HGBT, tetapi industri-nya atau kilangnya, sumurnya ada di wilayah Jawa, itu tetap di
02:19angka 9,6 dolar per MMBTU.
02:24Yang terjadi sekarang itu adalah, karena terjadi penurunan produksi dari kilang-kilang kita yang ada di Jawa Barat, Jawa Timur
02:34tidak ada isu.
02:35Di daerah Barat, yang meng-cover Jawa Barat, Banten, dan DKI, maka yang terjadi adalah mempergunakan LNG.
02:45LNG ini diambil dari wilayah Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan beberapa daerah luar Jawa lainnya.
02:54Kemudian harganya naik sampai dengan harga di pasaran itu 20 sampai dengan 23 dolar per MM.
03:01Itulah yang menjadi penyebab kenapa teman-teman dari sektor industri meminta, pemerintah harus turun tangan.
03:09Atas dasar arahan Bapak Presiden, Bapak Presiden berkepentingan betul untuk menjaga industri dan lapangan pekerjaan,
03:16maka kami diperintahkan, masukan dari industri itu kurang lebih sekitar 15 sampai 16 dolar per MM.
03:24Tapi setelah kita menghitung dan kami sudah berkepentingan, diturunkan menjadi 13 dolar per MM.
03:34Jadi dari 20 sampai 23 dolar per MM, sekarang diturunkan menjadi 13.
03:42Teman-teman semua, kenapa ini terjadi?
03:45Karena memang untuk LNG kenapa harganya tinggi,
03:49dia itu diambil dari daerah-daerah yang butuh kos transportasi.
03:54Kemudian dilakukan regasifikasi ulang,
03:57kemudian baru dikirim lewat pipa, itulah biaya yang timbul.
04:02Nah sementara, sumur-sumur yang ada di wilayah Jawa Timur itu produksinya sesuai dengan target lifting,
04:10tetapi di dalam sumur-sumur yang ada di wilayah barat itu terjadi penurunan.
04:15Tapi secara akumulasi, lifting gas kita itu mencapai target APBN.
04:20Karena itu gas tidak kita impor.
04:22Jadi masalahnya bukan tidak adanya gas, gas ada, tapi harga LNG-nya yang mahal.
04:29Jadi kita sudah memutuskan untuk LNG industri di harganya 13 dolar per MM.
04:38Demikian Pak Dasko yang perlu kami sampaikan kepada publik.
04:41Terima kasih Pak Balil, ini kabar gembira bagi kalangan industri maupun teman-teman dari Serikat Pekerja yang kemarin
04:52mengeluhkan dampak dari harga gas yang naik, gas industri yang naik bisa kemudian menyebabkan PHK.
05:01Terima kasih.
05:01Terima kasih.
05:02Terima kasih.

Dianjurkan