Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Ada langkah baru penanganan narkoba di Kalimantan Timur.

Polda Kalimantan Timur bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi mengaktifkan kembali layanan rehabilitasi melalui Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

Ditresnarkoba Polda Kaltim bersama Dinkes Provinsi Kaltim mengaktifkan kembali layanan rehabilitasi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), yang ditandai dengan pelaksanaan rehabilitasi mandatori di IPWL Puskesmas Mekar Sari, Kota Balikpapan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu, bilang jika pengaktifan kembali layanan IPWL bertujuan untuk memperluas akses rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika.

Program yang pertama dijalankan di Kalimantan Timur pada tahun 2026 adalah rehabilitasi terhadap seorang ibu rumah tangga berusia 31 tahun yang memiliki tiga anak. Ia tercatat sebagai residen pertama yang menjalani rehabilitasi melalui mekanisme ini.

#rehabilitasi #narkoba #kaltim

Baca Juga BRI Dorong UMKM Kaltim Tumbuh Lewat KUR dan Digitalisasi, Tingkatkan Daya Saing dan Produktivitas di https://www.kompas.tv/regional/677522/bri-dorong-umkm-kaltim-tumbuh-lewat-kur-dan-digitalisasi-tingkatkan-daya-saing-dan-produktivitas



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/677705/polda-kaltim-aktifkan-kembali-layanan-rehabilitasi-ipwl-jurnal-nusantara
Transkrip
00:02Saudara Jurnal Lusantara kembali hadir untuk Anda bersama saya Twin Chan.
00:06Ada langkah baru penanganan narkoba di Kalimantan Timur.
00:09Saudara Polda Kalimantan Timur bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi
00:13mengaktifkan kembali layanan rehabilitasi melalui institusi penerima wajib lapor atau IPWL.
00:24Dinas Narkoba Polda Kalimantan Timur bersama Dinas Provinsi Kalimantan Timur aktifkan kembali layanan
00:30rehabilitasi institusi penerima wajib lapor atau IPWL yang ditandai dengan pelaksanaan rehabilitasi mandatori
00:38di IPWL Puskesmas Makarsari, Kota Balikpapan.
00:42Direktur SRC Narkoba Polda Kalimantan Timur Kompespol Romilus Tamte Lahitu bilang
00:48jika pengaktifan kembali layanan IPWL untuk memperluas akses rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika.
00:57Program yang pertama dijalankan di Kalimantan Timur di tahun 2026 adalah seorang ibu rumah tangga berusia 31 tahun
01:05yang memiliki tiga anak tercatat sebagai residen pertama yang menjalani rehabilitasi melalui mekanisme ini.
01:11Masyarakat dipermaskikan bahwa aktifnya IPWL dalam melakukan kegiatan ujukan rehabilitasi
01:18baru menerima residen dengan skema voluntary.
01:25Mereka belum pernah melakukan menerima atau memberikan layanan rehabilitasi dengan skema compulsory atau mandatori.
01:33Nah, oleh karena itu hari ini adalah hari yang sangat bersejarah di mana untuk pertama kalinya di tahun 2026
01:38kami dari Polda Kautim, Detres Ternak Polda Kautim bersama teman-teman dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Gota
01:47melaksanakan rujukan residen dengan skema compulsory yang pertama di tempatnya Ibu Dr. Gigi Lili, Kepala Puskesmas.
01:58Kepala Puskesmas Makarsari Balikpapan, Lili Anggrangi mengatakan
02:02pihaknya menyambut baik pelaksanaan rehabilitasi mandatori tersebut.
02:06Sejak ditapkan sebagai IPWL pada 2011, Puskesmas Makarsari selama ini
02:12lebih banyak memberikan layanan rehabilitasi secara sukarela.
02:15Alhamdulillah hari ini kami segenap jajaran Puskesmas Makarsari Kota Balikpapan
02:22kami berterima kasih telah mendapat kerjasama
02:25untuk melakukan asesmen pasien yang dengan skema selama ini kami menerima untuk asesmen pasien voluntar
02:35ya pasien datang sendiri gitu ya
02:37selama 2011 kami ditetapkan sebagai IPWL
02:41kami belum pernah memang menerima pasien dengan skema yang disebutkan tadi
02:46sebagai pasien mandatori tadi
02:48jadi kolaborasi ini dengan kepolisian juga dapat berlangsung ke depannya
02:54ya jadi salah satu juga perang kami sebagai instansi pemerintah.
03:00Berdasarkan data Kementerian Kesehatan terdapat 35 IPWL
03:04yang telah ditapkan di Kalimantan Timur sejak 2011
03:07namun hasil evaluasi terbaru menunjukkan hanya 8 fasilitas
03:12yang masih aktif memberikan layanan rehabilitasi.
03:16Rehabilitasi manatori di Puskesmas Makarsari
03:19menjadi tonggak baru dalam penanganan penyalahgunaan narkotika di Kaltim
03:23karena pendekatan yang mengedepankan bukan semata penindakan
03:27melainkan juga pemulihan.
03:29Iskandar Amir Dahlan, Kompas TV, Balikpapan, Kalimantan Timur
03:36Saudara lantas bagaimana perlangkah baru penanganan narkoba di Kalimantan Timur
03:41kita akan tanyakan langsung ke Direktur Reserse Narkoba Pol Dekal Tim
03:45Kombes Pol Romilus Tamtelahitu
03:47Selamat pagi Bapak Romilus
03:51Apa kabar? Semoga baik-baik Pak
03:53Bapak lantas ini boleh diceritakan kenapa akhirnya IPWL ini kembali direaktifasi
03:59dan mengapa ini penting untuk masyarakat?
04:02Baik, halo selamat pagi Mas Edwin
04:05juga selamat pagi seluruh masyarakat Indonesia
04:11Berbicara mengenai IPWL yang kemudian direaktifasi kembali
04:15secara serentak di seluruh Kalimantan Timur
04:17tentu ini adalah berangkat dari perhatian institusi kepolisian
04:23terhadap masyarakat
04:24Nah, di kepolisian daerah Kalimantan Timur
04:31Bapak Kapulda menaruh perhatian yang sangat besar
04:34terkait dengan bagaimana peran institusi Polri
04:37yang bisa berdampak kepada masyarakat
04:39Beliau juga menaruh perhatian bahwa
04:42kita, anggota polisi, harus hadir di masyarakat dan memberikan dampak
04:47Nah, sesuai dengan tugas saya sebagai Direktur Reserse Narkoba Pol Dekal Tim
04:52Kemudian, saya mencoba untuk melihat
04:56apa saja evaluasi terkait dengan penanganan
05:00tidak pidana narkotika yang ada di Kalimantan Timur
05:05Nah, salah satunya kemudian
05:07saya menyadari bahwa tugas daripada penyidik itu
05:11bukan melulu masalah penindakan
05:12tapi sebenarnya juga bisa melakukan
05:15dua tugas yang lain
05:16yaitu tugas pencegahan dan juga
05:18penguatan integrasi layanan adiksi dan rehabilitasi
05:23oleh karena itu kemudian saya mencoba untuk merangkul teman-teman
05:28dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur
05:31dan berjumpa dengan sahabat saya Dr. Jaya Mualimin
05:35dan kemudian kami berdua melakukan evaluasi
05:37dan dari hasil evaluasi kami
05:40kami menemukan bahwa memang harus ada langkah yang lebih
05:46militan ya
05:47terkait dengan bagaimana kolaborasi antara
05:50Pol Dekal Tim, khususnya Direktur Reserse Narkoba Pol Dekal Tim
05:53dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalim
05:55Nah, dari isu terkait dengan rehabilitasi
06:00kita menemukan bahwa
06:01ada 35 IPWL yang sudah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan
06:08sejak tahun 2011
06:09namun dari hasil evolusi kami
06:12antara Pol Dekal Tim dan juga
06:14Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tim
06:15itu masih aktif 100%
06:19dari 35 hanya 8 saja
06:22oleh karena itu kami sepakat untuk melakukan
06:25perjanjian kerjasama, PKS
06:27dan kemudian ada beberapa putir-putir yang kemudian kami
06:30eksekusi dengan baik
06:32salah satunya adalah
06:33melahirkan program reaktifasi IPWL
06:36di Kalimantan Timur
06:39Baik, oke
06:40tadi kami sudah dengarkan juga bersama
06:43pernyataan dari Bapak
06:44begitu pula dengan Kepala Puskesma
06:47seperti itu ya
06:47nah disana ada kalipat yang menarik
06:49karena ada kata mandatori Bapak
06:51lantas bagaimana pola penanganan terhadap pelaku
06:54penyalahan guna narkoba atau residen
06:56ke IPWL tersebut Bapak
06:58ya, ya
07:00jadi
07:00dari hasil-hasil evaluasi saya dengan
07:04dokter Jaya
07:05kita coba mencari tahu
07:08apa sebab
07:0935 IPWL yang ada di Kalimantan Timur ini
07:13tidak aktif
07:15kalau menggunakan diksi saya
07:17itu terkesan mati suri
07:19dari situ kemudian kami menemukan ada beberapa penyebutnya
07:22yang pertama
07:24rupanya
07:24rupanya
07:25para pengidik kita
07:26di Boda Katim ya
07:27itu
07:27belum memahami bahwa
07:29sebenarnya dalam hal penguatan
07:31integrasi layanan
07:33adiksi dan rehabilitasi
07:35tidak perlu
07:36harus bersyukur dengan teman-teman BNN
07:38memang
07:39dalam konteks berhubungan dengan teman-teman BNN
07:42yang wajib itu adalah
07:43terkait dengan assessment terpadu
07:44ya
07:45namun setelah assessment terpadu
07:47kemudian nanti akan keluar
07:48rujukan
07:49nah
07:50rujukan itu tentu bisa
07:53dirujuk kepada
07:55klinik balai
07:56rehabilitasi milik BNN
07:57atau IPWL
07:59nah disinilah kemudian saya menemukan
08:01ada anomali disini
08:02belum semua penyidik kami
08:04memahami tentang hal itu
08:05yang terjadi
08:06akhirnya penyidik kami lebih sering
08:08bahkan
08:09hampir semuanya mendorong
08:12resident atau
08:13klien
08:15demikian diksi
08:16untuk mereka yang dirujuk
08:18rehabilitasi
08:19itu
08:20kepada BNN
08:21bukan kepada IPWL
08:22nah
08:23yang lain kemudian saya lihat juga
08:26dengan dokter jaya
08:27adalah bahwa ternyata
08:29memang
08:29IPWL
08:31yang ada itu hanya delapan yang aktif
08:33mengapa
08:34hanya delapan
08:35karena memang sebagian besar yang lain itu
08:37meskipun mereka sudah dilatih tenaga medisnya
08:41ataupun juga tenaga
08:42kanslernya
08:43namun karena tidak pernah menerima
08:46ujukan
08:47presiden
08:48atau
08:49klien tadi
08:50maka praktis tentu saja mereka tidak
08:52dapat melakukan
08:54layanan rehabilitasi
08:55nah
08:57dari beberapa
08:59penyebab ini kemudian
09:01kami mencoba untuk menyusun langkah-langkah
09:03nah
09:04langkah-langkah kami kemudian
09:05kami
09:06susun menjadi tiga tahapan
09:08yaitu tahapan pertama adalah
09:09tahapan
09:10preparasi
09:11tahapan kedua adalah tahapan reaktivasi
09:14dan tahapan ketiga adalah tahapan
09:16evaluasi
09:17nah
09:17di tahapan pertama
09:19tahapan
09:21preparasi
09:21kami
09:22mencoba
09:22mengidentifikasi
09:23mana saja IPWL yang
09:25mati suri tadi
09:26kemudian kami mencoba
09:27mengevaluasi
09:28apa saja
09:29serba-serba
09:29kemudian kami mencoba untuk
09:33melakukan
09:33kembali
09:36magang
09:37on the job
09:38training
09:39kepada
09:40IPWL-IPWL
09:41yang menurut kami
09:42dianggap siasi
09:43dan
09:44dari sini kemudian
09:45dinas kesehatan
09:47Provinsi Kaltim
09:49menunjuk
09:50ada
09:51lima
09:52dari
09:5235
09:53yang akan
09:54dijadikan sebagai
09:55project dulu
09:56nanti secara
09:57bertahap
09:58dari
09:5835
10:00nanti akan
10:01kita aktifasi
10:02secara serendam
10:03nah
10:04dari sini kemudian
10:05kita
10:05sukses untuk
10:09menyiapkan
10:10langkah-langkah
10:11koordinasi
10:12dan kolaborasi
10:13karena kita tahu
10:13saat waktu
10:14kita hendak
10:15merujuk
10:15seorang
10:16residen
10:17atau
10:17klien
10:18ke
10:18klinik rehabilitasi
10:20atau balai
10:21ya
10:22maka tentu harus lewat
10:23namanya pintu
10:24assessment terpadu
10:24oleh BNN
10:25oleh karena itu
10:26saya berkunjung
10:27ke
10:27sahabat saya
10:28dokter
10:29Pak Bambang
10:31ya
10:31yaitu kepala
10:32balai besar
10:34rehabilitasi
10:35narkotika
10:35tanah merah
10:36yang ada di
10:37Samarinda
10:37kemudian juga
10:38saya dengan
10:39dokter jaya
10:40kita berkunjung
10:41ke
10:42instalasi
10:43penanganan
10:44ketergantungan
10:45napsa yang ada
10:46di rumah sakit jiwa
10:47di Samarinda
10:48dan kemudian
10:48kita juga
10:49menur
10:51mengunjungi
10:51beberapa
10:52IPA lain-lain
10:53dari sini kemudian
10:54kita dapat
10:54belanja masalah
10:55dan kemudian
10:56akhirnya kita
10:57sukses merangu
10:58apa langkah terbaik
10:59nah
11:00dari sini kemudian
11:01kita sepakat
11:02bahwa
11:02dalam
11:04menyukseskan
11:05reaktivasi
11:06IPWL
11:07yang dikalkan
11:08maka
11:09mekanismenya
11:09adalah sebagai berikut
11:11dengan
11:12skema
11:13compulsory
11:14atau mandatori
11:15maka penyidik
11:16ya
11:17nanti akan
11:20mendorong
11:21residen
11:22ya
11:23itu ke
11:24BNN
11:25untuk dilakukan
11:25assessment secara
11:26terpadu
11:27setelah dilakukan
11:28assessment secara
11:29terpadu
11:29nanti
11:30residen tersebut
11:31akan dirujuk
11:32nah
11:32kalau biasanya
11:33itu
11:34ke BNN
11:35maka kali ini
11:36juga akan
11:38dirujuk
11:38ke
11:39IPWL
11:39tentu saja
11:40pertimbangan
11:41untuk dirujuk itu
11:42ada beberapa hal
11:44pertama
11:44harus didasarkan
11:45pada hasil
11:46assessment
11:46apakah
11:47residen ini
11:49masuk kategori
11:50ringan
11:50sedang
11:51atau berat
11:51kalau berat
11:52sudah pasti
11:53akan dirujuk
11:54kebalai
11:55rehabilitasi
11:56besar
11:56narkotika
11:57tanah merah
11:57atau baritai
11:58ya
11:59namun
12:00kalau misalnya
12:00dia itu
12:01rawat jalan
12:02ya
12:03bisa
12:03ditangani
12:05di IPWL
12:06misalnya
12:06seperti
12:07IPWL
12:08puskepas
12:09Mekarsari
12:10yang
12:11untuk pertama
12:12kalinya
12:12sudah dijadikan
12:14percontohan
12:15dimana
12:15kita
12:16teman-teman
12:17dari penyidik
12:18di Trastera
12:18Kumpul Alkati
12:19bersama
12:19Dinas Kesehatan
12:20Provinsi
12:21Gantim
12:21sukses
12:22mengantar
12:23seorang
12:24residen
12:25asal
12:26Manado
12:28untuk dirujuk
12:29rehabilitasi
12:30di IPWL
12:31puskesmas
12:31Mekarsari
12:33Kota
12:33Balikpapan
12:34yang kepala
12:34puskesmasnya
12:35adalah juga
12:35sahabat saya
12:36dokter
12:37Lili
12:37dan juga
12:38asesornya
12:39juga sahabat saya
12:40dokter Agus
12:40demikian
12:42jadi tadi
12:43sudah ada strategi
12:44yang begitu
12:45komprehensif
12:45mulai dari
12:46belanja masalah
12:47tadi dari
12:47tempat-tempat lain
12:48IPWL-IPWL lain
12:50maksud kami
12:50lalu juga
12:51harapannya tentunya
12:52pasti disini
12:53program ini
12:53dapat berjadangan lancar
12:54Bapak
12:55niat baik
12:56pasti akan diberikan
12:57tujuan yang baik
12:59oleh semesta
12:59terima kasih banyak
13:00Bapak Direktur
13:01Reserse Narkoba
13:03Kepolda Kaltim
13:04Kombes Romilus
13:05Tantela
13:05itu
13:06atas waktunya
13:07sehat-sehat selalu
13:07Bapak
13:08Bapak Direktur
Komentar

Dianjurkan