00:02Saudara Jurnal Lusantara kembali hadir untuk Anda bersama saya Twin Chan.
00:06Ada langkah baru penanganan narkoba di Kalimantan Timur.
00:09Saudara Polda Kalimantan Timur bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi
00:13mengaktifkan kembali layanan rehabilitasi melalui institusi penerima wajib lapor atau IPWL.
00:24Dinas Narkoba Polda Kalimantan Timur bersama Dinas Provinsi Kalimantan Timur aktifkan kembali layanan
00:30rehabilitasi institusi penerima wajib lapor atau IPWL yang ditandai dengan pelaksanaan rehabilitasi mandatori
00:38di IPWL Puskesmas Makarsari, Kota Balikpapan.
00:42Direktur SRC Narkoba Polda Kalimantan Timur Kompespol Romilus Tamte Lahitu bilang
00:48jika pengaktifan kembali layanan IPWL untuk memperluas akses rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika.
00:57Program yang pertama dijalankan di Kalimantan Timur di tahun 2026 adalah seorang ibu rumah tangga berusia 31 tahun
01:05yang memiliki tiga anak tercatat sebagai residen pertama yang menjalani rehabilitasi melalui mekanisme ini.
01:11Masyarakat dipermaskikan bahwa aktifnya IPWL dalam melakukan kegiatan ujukan rehabilitasi
01:18baru menerima residen dengan skema voluntary.
01:25Mereka belum pernah melakukan menerima atau memberikan layanan rehabilitasi dengan skema compulsory atau mandatori.
01:33Nah, oleh karena itu hari ini adalah hari yang sangat bersejarah di mana untuk pertama kalinya di tahun 2026
01:38kami dari Polda Kautim, Detres Ternak Polda Kautim bersama teman-teman dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Gota
01:47melaksanakan rujukan residen dengan skema compulsory yang pertama di tempatnya Ibu Dr. Gigi Lili, Kepala Puskesmas.
01:58Kepala Puskesmas Makarsari Balikpapan, Lili Anggrangi mengatakan
02:02pihaknya menyambut baik pelaksanaan rehabilitasi mandatori tersebut.
02:06Sejak ditapkan sebagai IPWL pada 2011, Puskesmas Makarsari selama ini
02:12lebih banyak memberikan layanan rehabilitasi secara sukarela.
02:15Alhamdulillah hari ini kami segenap jajaran Puskesmas Makarsari Kota Balikpapan
02:22kami berterima kasih telah mendapat kerjasama
02:25untuk melakukan asesmen pasien yang dengan skema selama ini kami menerima untuk asesmen pasien voluntar
02:35ya pasien datang sendiri gitu ya
02:37selama 2011 kami ditetapkan sebagai IPWL
02:41kami belum pernah memang menerima pasien dengan skema yang disebutkan tadi
02:46sebagai pasien mandatori tadi
02:48jadi kolaborasi ini dengan kepolisian juga dapat berlangsung ke depannya
02:54ya jadi salah satu juga perang kami sebagai instansi pemerintah.
03:00Berdasarkan data Kementerian Kesehatan terdapat 35 IPWL
03:04yang telah ditapkan di Kalimantan Timur sejak 2011
03:07namun hasil evaluasi terbaru menunjukkan hanya 8 fasilitas
03:12yang masih aktif memberikan layanan rehabilitasi.
03:16Rehabilitasi manatori di Puskesmas Makarsari
03:19menjadi tonggak baru dalam penanganan penyalahgunaan narkotika di Kaltim
03:23karena pendekatan yang mengedepankan bukan semata penindakan
03:27melainkan juga pemulihan.
03:29Iskandar Amir Dahlan, Kompas TV, Balikpapan, Kalimantan Timur
03:36Saudara lantas bagaimana perlangkah baru penanganan narkoba di Kalimantan Timur
03:41kita akan tanyakan langsung ke Direktur Reserse Narkoba Pol Dekal Tim
03:45Kombes Pol Romilus Tamtelahitu
03:47Selamat pagi Bapak Romilus
03:51Apa kabar? Semoga baik-baik Pak
03:53Bapak lantas ini boleh diceritakan kenapa akhirnya IPWL ini kembali direaktifasi
03:59dan mengapa ini penting untuk masyarakat?
04:02Baik, halo selamat pagi Mas Edwin
04:05juga selamat pagi seluruh masyarakat Indonesia
04:11Berbicara mengenai IPWL yang kemudian direaktifasi kembali
04:15secara serentak di seluruh Kalimantan Timur
04:17tentu ini adalah berangkat dari perhatian institusi kepolisian
04:23terhadap masyarakat
04:24Nah, di kepolisian daerah Kalimantan Timur
04:31Bapak Kapulda menaruh perhatian yang sangat besar
04:34terkait dengan bagaimana peran institusi Polri
04:37yang bisa berdampak kepada masyarakat
04:39Beliau juga menaruh perhatian bahwa
04:42kita, anggota polisi, harus hadir di masyarakat dan memberikan dampak
04:47Nah, sesuai dengan tugas saya sebagai Direktur Reserse Narkoba Pol Dekal Tim
04:52Kemudian, saya mencoba untuk melihat
04:56apa saja evaluasi terkait dengan penanganan
05:00tidak pidana narkotika yang ada di Kalimantan Timur
05:05Nah, salah satunya kemudian
05:07saya menyadari bahwa tugas daripada penyidik itu
05:11bukan melulu masalah penindakan
05:12tapi sebenarnya juga bisa melakukan
05:15dua tugas yang lain
05:16yaitu tugas pencegahan dan juga
05:18penguatan integrasi layanan adiksi dan rehabilitasi
05:23oleh karena itu kemudian saya mencoba untuk merangkul teman-teman
05:28dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur
05:31dan berjumpa dengan sahabat saya Dr. Jaya Mualimin
05:35dan kemudian kami berdua melakukan evaluasi
05:37dan dari hasil evaluasi kami
05:40kami menemukan bahwa memang harus ada langkah yang lebih
05:46militan ya
05:47terkait dengan bagaimana kolaborasi antara
05:50Pol Dekal Tim, khususnya Direktur Reserse Narkoba Pol Dekal Tim
05:53dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalim
05:55Nah, dari isu terkait dengan rehabilitasi
06:00kita menemukan bahwa
06:01ada 35 IPWL yang sudah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan
06:08sejak tahun 2011
06:09namun dari hasil evolusi kami
06:12antara Pol Dekal Tim dan juga
06:14Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tim
06:15itu masih aktif 100%
06:19dari 35 hanya 8 saja
06:22oleh karena itu kami sepakat untuk melakukan
06:25perjanjian kerjasama, PKS
06:27dan kemudian ada beberapa putir-putir yang kemudian kami
06:30eksekusi dengan baik
06:32salah satunya adalah
06:33melahirkan program reaktifasi IPWL
06:36di Kalimantan Timur
06:39Baik, oke
06:40tadi kami sudah dengarkan juga bersama
06:43pernyataan dari Bapak
06:44begitu pula dengan Kepala Puskesma
06:47seperti itu ya
06:47nah disana ada kalipat yang menarik
06:49karena ada kata mandatori Bapak
06:51lantas bagaimana pola penanganan terhadap pelaku
06:54penyalahan guna narkoba atau residen
06:56ke IPWL tersebut Bapak
06:58ya, ya
07:00jadi
07:00dari hasil-hasil evaluasi saya dengan
07:04dokter Jaya
07:05kita coba mencari tahu
07:08apa sebab
07:0935 IPWL yang ada di Kalimantan Timur ini
07:13tidak aktif
07:15kalau menggunakan diksi saya
07:17itu terkesan mati suri
07:19dari situ kemudian kami menemukan ada beberapa penyebutnya
07:22yang pertama
07:24rupanya
07:24rupanya
07:25para pengidik kita
07:26di Boda Katim ya
07:27itu
07:27belum memahami bahwa
07:29sebenarnya dalam hal penguatan
07:31integrasi layanan
07:33adiksi dan rehabilitasi
07:35tidak perlu
07:36harus bersyukur dengan teman-teman BNN
07:38memang
07:39dalam konteks berhubungan dengan teman-teman BNN
07:42yang wajib itu adalah
07:43terkait dengan assessment terpadu
07:44ya
07:45namun setelah assessment terpadu
07:47kemudian nanti akan keluar
07:48rujukan
07:49nah
07:50rujukan itu tentu bisa
07:53dirujuk kepada
07:55klinik balai
07:56rehabilitasi milik BNN
07:57atau IPWL
07:59nah disinilah kemudian saya menemukan
08:01ada anomali disini
08:02belum semua penyidik kami
08:04memahami tentang hal itu
08:05yang terjadi
08:06akhirnya penyidik kami lebih sering
08:08bahkan
08:09hampir semuanya mendorong
08:12resident atau
08:13klien
08:15demikian diksi
08:16untuk mereka yang dirujuk
08:18rehabilitasi
08:19itu
08:20kepada BNN
08:21bukan kepada IPWL
08:22nah
08:23yang lain kemudian saya lihat juga
08:26dengan dokter jaya
08:27adalah bahwa ternyata
08:29memang
08:29IPWL
08:31yang ada itu hanya delapan yang aktif
08:33mengapa
08:34hanya delapan
08:35karena memang sebagian besar yang lain itu
08:37meskipun mereka sudah dilatih tenaga medisnya
08:41ataupun juga tenaga
08:42kanslernya
08:43namun karena tidak pernah menerima
08:46ujukan
08:47presiden
08:48atau
08:49klien tadi
08:50maka praktis tentu saja mereka tidak
08:52dapat melakukan
08:54layanan rehabilitasi
08:55nah
08:57dari beberapa
08:59penyebab ini kemudian
09:01kami mencoba untuk menyusun langkah-langkah
09:03nah
09:04langkah-langkah kami kemudian
09:05kami
09:06susun menjadi tiga tahapan
09:08yaitu tahapan pertama adalah
09:09tahapan
09:10preparasi
09:11tahapan kedua adalah tahapan reaktivasi
09:14dan tahapan ketiga adalah tahapan
09:16evaluasi
09:17nah
09:17di tahapan pertama
09:19tahapan
09:21preparasi
09:21kami
09:22mencoba
09:22mengidentifikasi
09:23mana saja IPWL yang
09:25mati suri tadi
09:26kemudian kami mencoba
09:27mengevaluasi
09:28apa saja
09:29serba-serba
09:29kemudian kami mencoba untuk
09:33melakukan
09:33kembali
09:36magang
09:37on the job
09:38training
09:39kepada
09:40IPWL-IPWL
09:41yang menurut kami
09:42dianggap siasi
09:43dan
09:44dari sini kemudian
09:45dinas kesehatan
09:47Provinsi Kaltim
09:49menunjuk
09:50ada
09:51lima
09:52dari
09:5235
09:53yang akan
09:54dijadikan sebagai
09:55project dulu
09:56nanti secara
09:57bertahap
09:58dari
09:5835
10:00nanti akan
10:01kita aktifasi
10:02secara serendam
10:03nah
10:04dari sini kemudian
10:05kita
10:05sukses untuk
10:09menyiapkan
10:10langkah-langkah
10:11koordinasi
10:12dan kolaborasi
10:13karena kita tahu
10:13saat waktu
10:14kita hendak
10:15merujuk
10:15seorang
10:16residen
10:17atau
10:17klien
10:18ke
10:18klinik rehabilitasi
10:20atau balai
10:21ya
10:22maka tentu harus lewat
10:23namanya pintu
10:24assessment terpadu
10:24oleh BNN
10:25oleh karena itu
10:26saya berkunjung
10:27ke
10:27sahabat saya
10:28dokter
10:29Pak Bambang
10:31ya
10:31yaitu kepala
10:32balai besar
10:34rehabilitasi
10:35narkotika
10:35tanah merah
10:36yang ada di
10:37Samarinda
10:37kemudian juga
10:38saya dengan
10:39dokter jaya
10:40kita berkunjung
10:41ke
10:42instalasi
10:43penanganan
10:44ketergantungan
10:45napsa yang ada
10:46di rumah sakit jiwa
10:47di Samarinda
10:48dan kemudian
10:48kita juga
10:49menur
10:51mengunjungi
10:51beberapa
10:52IPA lain-lain
10:53dari sini kemudian
10:54kita dapat
10:54belanja masalah
10:55dan kemudian
10:56akhirnya kita
10:57sukses merangu
10:58apa langkah terbaik
10:59nah
11:00dari sini kemudian
11:01kita sepakat
11:02bahwa
11:02dalam
11:04menyukseskan
11:05reaktivasi
11:06IPWL
11:07yang dikalkan
11:08maka
11:09mekanismenya
11:09adalah sebagai berikut
11:11dengan
11:12skema
11:13compulsory
11:14atau mandatori
11:15maka penyidik
11:16ya
11:17nanti akan
11:20mendorong
11:21residen
11:22ya
11:23itu ke
11:24BNN
11:25untuk dilakukan
11:25assessment secara
11:26terpadu
11:27setelah dilakukan
11:28assessment secara
11:29terpadu
11:29nanti
11:30residen tersebut
11:31akan dirujuk
11:32nah
11:32kalau biasanya
11:33itu
11:34ke BNN
11:35maka kali ini
11:36juga akan
11:38dirujuk
11:38ke
11:39IPWL
11:39tentu saja
11:40pertimbangan
11:41untuk dirujuk itu
11:42ada beberapa hal
11:44pertama
11:44harus didasarkan
11:45pada hasil
11:46assessment
11:46apakah
11:47residen ini
11:49masuk kategori
11:50ringan
11:50sedang
11:51atau berat
11:51kalau berat
11:52sudah pasti
11:53akan dirujuk
11:54kebalai
11:55rehabilitasi
11:56besar
11:56narkotika
11:57tanah merah
11:57atau baritai
11:58ya
11:59namun
12:00kalau misalnya
12:00dia itu
12:01rawat jalan
12:02ya
12:03bisa
12:03ditangani
12:05di IPWL
12:06misalnya
12:06seperti
12:07IPWL
12:08puskepas
12:09Mekarsari
12:10yang
12:11untuk pertama
12:12kalinya
12:12sudah dijadikan
12:14percontohan
12:15dimana
12:15kita
12:16teman-teman
12:17dari penyidik
12:18di Trastera
12:18Kumpul Alkati
12:19bersama
12:19Dinas Kesehatan
12:20Provinsi
12:21Gantim
12:21sukses
12:22mengantar
12:23seorang
12:24residen
12:25asal
12:26Manado
12:28untuk dirujuk
12:29rehabilitasi
12:30di IPWL
12:31puskesmas
12:31Mekarsari
12:33Kota
12:33Balikpapan
12:34yang kepala
12:34puskesmasnya
12:35adalah juga
12:35sahabat saya
12:36dokter
12:37Lili
12:37dan juga
12:38asesornya
12:39juga sahabat saya
12:40dokter Agus
12:40demikian
12:42jadi tadi
12:43sudah ada strategi
12:44yang begitu
12:45komprehensif
12:45mulai dari
12:46belanja masalah
12:47tadi dari
12:47tempat-tempat lain
12:48IPWL-IPWL lain
12:50maksud kami
12:50lalu juga
12:51harapannya tentunya
12:52pasti disini
12:53program ini
12:53dapat berjadangan lancar
12:54Bapak
12:55niat baik
12:56pasti akan diberikan
12:57tujuan yang baik
12:59oleh semesta
12:59terima kasih banyak
13:00Bapak Direktur
13:01Reserse Narkoba
13:03Kepolda Kaltim
13:04Kombes Romilus
13:05Tantela
13:05itu
13:06atas waktunya
13:07sehat-sehat selalu
13:07Bapak
13:08Bapak Direktur
Komentar