Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menyatukan seluruh potensi bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan global.

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan gagasan, inovasi, dan pemikiran terbaik dari kalangan akademisi.

Ia bahkan menegaskan,butuh jumpa dengan orang-orang pintar, serta mengusulkan agar pertemuan dengan para rektor dan profesor dilakukan secara rutin, bahkan setiap bulan, jika diperlukan.

Prabowo juga menekankan bahwa kampus harus menjadi ruang kebebasan akademik, tempat bertemunya berbagai gagasan, inovasi, dan pandangan demi kemajuan bangsa.

Selain itu, ia berjanji akan memperhatikan seluruh masukan yang diterimanya, baik dari profesor maupun masyarakat di desa yang menyampaikan aspirasi melalui media sosial seperti TikTok.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/677709/tegas-prabowo-saya-butuh-jumpa-dengan-orang-orang-pintar-ingin-rutin-bertemu-rektor-dan-profesor
Transkrip
00:00Inilah keinginan saya bahwa semua potensi seluruh bangsa harus bersatu, harus mengeluarkan segala pemikiran,
00:19dan segala inisiatif untuk kebaikan kita bersama, untuk survival kita, untuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
00:33Saudara-saudara, dalam waktu yang singkat, kita berusaha, saya sebagai pemegang mandat sebagai kendali atas negara Indonesia.
00:58Pada saat sekarang saya diberi mandat sebagai nakkoda katanya, katakan saya berusaha untuk selalu menyampaikan keadaan umum yang kita hadapi
01:18sebagai suatu bangsa.
01:20Bahwa bumi kita, planet kita, sudah semakin menjadi kecil karena sains dan teknologi.
01:39Sekarang, kejadian belasan ribu kilometer berpengaruh kepada kehidupan kita.
01:48Kita tidak bertike, kita tidak bermusuhan sama siapa,
01:53Tapi kalau ada perang nyuklir di satu belahan dunia, kita akan kena dampaknya.
02:04Karena itu, menurut saya, dan saya kalau empat kali ketemu para rektor itu bagi saya belum apa-apa.
02:14Kalau perlu, tiap bulan kita ketemu.
02:23Benar, saya butuh jumpa dengan orang-orang pintar.
02:28Saya kasihan beberapa profesor yang tinggal di sekitar Jakarta itu.
02:33Bola balik dipanggil, ya gak sih?
02:37Saya dengar mereka itu tiap dua jam buka handphone.
02:43Yang di Bandung pun, tidak ada alasan.
02:4845 menit bisa di Jakarta, kan?
02:50Yang di Bandung pun, saya perhatikan berapa pembantu saya.
03:00Waktu awal dilantik, rambutnya masih bagus.
03:07Setelah 18 bulan, semakin botak.
03:15Aku perhatikan Pak Berian.
03:20Banyak itu.
03:22Rambutnya sudah makin ke atas.
03:26Banyak profesor ini memang.
03:28Jadi, Surafdara, inilah yang kita inginkan.
03:33Kita berada di satu kapal besar yang namanya NKRI.
03:41Saya kemarin sampaikan, kita berbeda pandangan.
03:47Tidak ada masalah.
03:48Universitas adalah tempat di mana gagasan-gagasan diadu-adu gagasan.
03:58Adu pandangan, adu filosofi, adu inovasi.
04:04Disitulah.
04:06Disitu disebut bahwa kampus punya academic freedom.
04:11Academic freedom.
04:13Kebebasan akademis.
04:16Bukan kebebasan yang lain-lain.
04:21Apalagi kampus menjadi tempat pemikiran-pemikiran atau tempat katakanlah pertetangan.
04:35Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi.
04:43Untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai kampus-kampus itu.
04:52Yang membiayai semua lembaga pendidikan.
05:03Dan swasta berperan sangat penting.
05:08Tapi swasta pun menikmati uang rakyat.
05:13Dari subsidi listrik, subsidi BBM, dengan segala upaya yang kita lakukan.
05:21Jadi saudara, ini adalah bernegara.
05:26Jadi terima kasih saudara dengan tukun mengikuti saluran ini dan saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampikan
05:40cukup banyak.
05:43Saya janji satu-satu akan saya perhatikan.
05:50Saudara-saudara, jangankan usul dari profesor.
05:56Usul dari anak di desa.
06:01Yang sampai langsung ke saya lewat TikTok atau lewat...
06:05Saya segera tindak lanjut, saudara-saudara.
Komentar

Dianjurkan