Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Departemen Regional Bank Indonesia, Rudy Brando Hutabarat, menjelaskan latar belakang peluncuran Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu sebagai strategi memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, UMKM menjadi fondasi utama perekonomian Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.

Program ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan lapangan kerja.

Bank Indonesia menghadirkan empat program unggulan, yakni Cangkir Barista, Wastra Nusantara, Air Berkah Indonesia, dan Tani Berkah yang dijalankan melalui 46 Kantor Perwakilan BI di seluruh Indonesia.

Program ini mengusung pendekatan transformasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pelatihan, sertifikasi, pendampingan, magang (sandboxing), akses pembiayaan, hingga perluasan pasar. BI menargetkan lahirnya wirausaha UMKM yang lebih produktif, berdaya saing global, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (TC

Produser: Prayogi Haro

Editor: Rizal



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/677719/full-bank-indonesia-bicara-kewirausahaan-umkm-ciptakan-lapangan-kerja-ekonomi-kerakyatan
Transkrip
00:12Intro
00:14Saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis, saudara bersama saya Yan Rahman.
00:18Saudara UMKM merupakan fondasi penciptaan lapangan kerja dan juga generasi berusaha masa depan yang produktif dan berdaya saing.
00:25Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, penguatan UMKM menopang pertumbuhan ekonomi domestik dan juga kesejahteraan masyarakat.
00:36Penguatan UMKM juga sejalan dengan program prioritas nasional dan implementasi asna cita dalam perkuat ekonomi kerakyatan.
00:44Ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Peri Warjio saat meluncurkan program transformasi keberusahaan UMKM terpadu untuk penciptaan lapangan kerja dan
00:53juga ekonomi kerakyatan pekan lalu.
00:55Momen ini dihadiri oleh Menteri Agama Nasruddin Umar serta para pimpinan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat,
01:03Kementerian UMKM, para pimpinan perbankan, asosiasi, pendok pesantren, dan pengusaha UMKM.
01:09Program ini dilaksanakan dalam skala nasional dengan memanfaatkan jaringan 46 kantor perwakilan Bank Indonesia bersinergi dengan KL,
01:19Stakeholders Strategis lebih dari 3.000 UMKM Binaan BI serta lebih dari 1.500 pesantren yang telah diberdayakan.
01:35Saudara lalu seperti apa peran strategis UMKM yang ditujukan melalui kontribusinya terhadap perekonomian dan juga bagaimana asesmen serta latar belakang
01:45program transformasi keberusahaan UMKM?
01:47Kita langsung berbincang dengan Rudy Brando Huta Barat, Kepala Departemen Regional Bank Indonesia.
01:52Pak Rudy, selamat pagi, apa kabar?
01:55Selamat pagi, Mas Sian. Salam sehat.
01:57Salam sehat selalu. Banyak pertanyaan nih pada pagi ini, Pak Rudy.
02:00Namun yang pertama yang akan saya tanyakan ini, bagaimana asesmen BI terhadap perkembangan dan juga daya tahan UMKM
02:07serta kewirausahaan sebagai salah satu fondasi penting bagi perekonomian domestik
02:12di tengah ketidakpastian global dan juga tantangan ekonomi domestik saat ini?
02:18Terima kasih pertanyaannya, Mas Sian.
02:20Jadi saya garis bawahi sebenarnya program ini, program transformasi UMKM yang terintegrasi,
02:27ini mempunyai tiga latar belakang utama.
02:30Salah satunya tadi yang Mas Sian sebutkan adalah tingginya ketidakpastian global.
02:35Jadi yang pertama itu saya analogikan kayak tubuh kita begitu.
02:39Jadi kalau tubuh kita itu di dalam kondisi cuaca yang tidak baik,
02:44kadang panas, kadang hujan,
02:46maka langkah yang pertama yang dilakukan tubuh kita adalah bagaimana kita memperkuat tubuh kita
02:51sehingga kita bisa adaptif menghadapi cuaca yang berubah-ubah.
02:55Nah, dalam konteks dunia global sekarang, cuaca itu sering berubah.
02:59Ketidakpastian politik, perang timur tengah, kemudian perang dagang, situasi geopolitik,
03:05yang sering berubah-ubah.
03:07Tetapi, apakah eksternal mau berubah?
03:11Tidak pasti.
03:12Tetapi yang kita lakukan adalah bagaimana kita memperkuat diri kita.
03:16Nah, itu yang ekonomi kita itu menjadi lebih kuat.
03:19Nah, dalam konteks itu masuk kepada poin dua.
03:23Nah, dalam konteks ekonomi nasional kita,
03:27UMKM itu salah satu fondasi utama dalam ekonomi kita.
03:3065 juta tenaga kerja itu berasal dari UMKM,
03:34memberikan kontribusi lebih dari 60% PDB,
03:37dan kemudian 97% tenaga kerja yang ada.
03:42Nah, kalau kita bisa mengembangkan UMKM ini,
03:46maka tentu meskipun cuaca global berubah-ubah,
03:49tetapi kita tetap kuat.
03:51Dan yang ketiga tentunya adalah peran penting dari program ini yang kami lakukan ini adalah
03:56bisa menguatkan ekonomi Indonesia dengan cita-cita Pak Prabowo,
04:01yaitu mendukung ekonomi kerakyatan.
04:04Karena kalau kita ketahui, UMKM ini sebenarnya program emak-emak juga.
04:09Karena mayoritas dari UMKM ini adalah, banyak adalah emak-emak.
04:14Sehingga ini sangat relief pada sekarang, kondisi sekarang,
04:16bagaimana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
04:19melalui peningkatan tenaga kerja dan ekonomi kerakyatan,
04:22maka UMKM ini perlu dibina dan ditingkatkan.
04:26Begitu, masih yang latar belakangnya jadi ada tiga.
04:29Pertama adalah bagaimana kita untuk mengantisipasi ketidakpastian global.
04:33UMKM perlu kita dorong karena mempunyai daya dukung ekonomi yang tiga,
04:38dan ini sejalan dengan pemerintah sekarang
04:40untuk mendorong pertumbuhan tenaga kerja dan ekonomi kerakyatan.
04:45Oke, artinya UMKM ini memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian.
04:49Lalu kemudian Pak Rudi, BI kan ini meluncurkan program transformasi
04:53kewirausahaan UMKM terpadu.
04:55Apa yang kemudian yang membedakan program ini
04:57dengan program pembinaan UMKM sebelumnya?
05:01Ya, Mas Yan, saya ini kan juga lagi melatih otot saya, tubuh saya.
05:07Jadi katanya kan sehat itu, biar sehat itu bukan saja gemuk,
05:11tetapi tubuh besar, tetapi ototnya kuat juga.
05:14Sama juga dengan pengembangan UMKM ini.
05:16Kami juga ingin bukan saja mereka itu adalah tumbuh menjual barang-barang banyak, bagus,
05:24tetapi kami juga ingin mereka itu kuat.
05:27Jadi aliran darahnya bagus, mentalnya juga bagus.
05:30Nah, kami mendorong ini dengan program transformasi.
05:33Apa yang kita transformasi?
05:34Jadi kalau dulu biasanya pengembangan UMKM itu biasanya kita kasih pelatihan saja,
05:40atau kita kasih modal saja, begitu.
05:42Nah, kalau program transformasi ini adalah di sisi ulunya,
05:47kami juga memberikan suatu sertifikasi atau keterampilan,
05:51kemudian kedua kita melakukan sandboxing,
05:53atau istilah sandboxing itu apa ya?
05:55Job training lah, atau katakanlah magang, begitu ya.
05:58Yang ketiga, kami kasih modal, dan kemudian nanti akan kita pasarkan, begitu.
06:02Nah, yang pertama, yang membedakan adalah,
06:05seringkali itu UMKM itu dididik hanya keterampilan dari misalnya,
06:10untuk usaha kopi, dia bagaimana meracik kopi yang baik.
06:12Itu bagus.
06:13Tetapi selain meracik kopi, tetapi juga kita mengajarinya,
06:17wira usahanya, bagaimana memanage usaha dari suatu produk-produk perkopian, begitu.
06:23Nah, baru kemudian setelah itu lulus,
06:25di sertifikasi, baru kita masuk sandboxing, atau magang lah, kemudian.
06:29Nah, setelah magang, baru kemudian, setelah lulus magangnya,
06:33baru kita upayakan mereka untuk bisa kita pasarkan,
06:38mendirikan usaha sendiri, dan kita, namanya, kita lakukan, apa namanya,
06:43temu dengan buyer.
06:44Jadi, itu yang kita transformasinya, terpadunya adalah,
06:48dari sisi hulu sampai hilir, itu kita bina semuanya.
06:52Sehingga tadi, bukan saja dia, apa namanya, tumbuh besar,
06:56tetapi aliran darahnya bagus, ototnya bagus, dan lain sebagainya.
06:59Begitu, Mas, yang perbedaan.
07:01Yang betul-betul diperhatikan ya, Pak, dari hulu ke hilir,
07:04bukan cuma terkait dengan produksinya ya,
07:06tapi juga terkait dengan wira usahanya juga, sangat diperhatikan.
07:09Lalu kemudian, Pak Rudi, bagaimana sih,
07:11ini BI melihat transformasi pengembangan UMKM,
07:14melalui program transformasi kewirausahaan UMKM terpadu,
07:17termasuk, empat program unggulan dalam upaya untuk mendorong UMKM
07:22menjadi lebih produktif, berdaya saing, dan juga, ini naik kelas, begitu.
07:28Mas, Yian, kalau kita lihat ya, sekarang ya,
07:31misalnya kami punya program namanya Cangkir Baristra.
07:34Jadi, Cangkir Baristra itu adalah,
07:36bagaimana kita berhasil mencetak barista-barista
07:42yang bersertifikasi internasional.
07:44Nah, kalau dari data saya,
07:46itu kita melihat bahwa
07:48ini ada 930 ribu dari barista, gitu ya.
07:54Tetapi yang bersertifikasi internasional itu hanya sekitar 100.
07:58Contoh gampangnya saja,
08:00katakanlah barista itu ada 1 juta,
08:02tapi yang tersertifikasi itu hanya 100.
08:04Itu kalau kita presentasikan 0,01 persen, kecil sekali.
08:09Nah, program BI yang Cangkir Baristra ini,
08:11kita ingin barista-barista yang ada itu bersertifikasi internasional.
08:16Jadi, itu yang, karena kalau kita lihat,
08:19kuenya besar sekali.
08:20Satu tahun itu bisa sampai 12,5 miliar USD, gitu.
08:24Ini yang mau kita dorong.
08:25Jadi, yang pertama Cangkir Baristra.
08:27Kemudian, Wastra Nusantara.
08:29Wastra Nusantara itu adalah bagaimana kita mengembangkan
08:33Wastra yang ada seperti Batik, Tenun, Sulah, Ecoprint.
08:37Yang ini kita mempunyai ada 47.700 unit usaha
08:41dengan 1,5 tenaga kerja yang ada.
08:44Kami mau ini agar dikembangkan secara masif.
08:48Itu tadi ya.
08:49Ada Cangkir Nusantara, ada Citra Nusantara,
08:52dan yang ketiga adalah namanya Air Perka Indonesia.
08:54Jadi, kami ingin nanti setiap tahun
08:57ada 200 pesantren yang mandiri secara ekonomi
09:00melalui bisnis air, gitu ya.
09:03Dengan proyeksi 1.000 pesantren selama 5 tahun.
09:06Dan yang keempat adalah namanya Tani Berkah.
09:08Tani Berkah ini adalah mengembangkan green farming
09:11di pondok pesantren, gitu ya.
09:12Hanya dengan 200 atau 500 meter persegi,
09:15maka dilakukan, bisa melakukan green farming.
09:17Nah, ini bukan saja pemberdayaan umat,
09:20pemberdayaan pesantren,
09:22tetapi juga ingin mendukung,
09:24tadi, apa namanya, ketahanan pangan.
09:26Karena kalau dia nanti menanam cabai, bawang,
09:30dengan adanya green farming itu,
09:32dia tidak terpengaruh oleh cuaca.
09:34Sehingga membantu tadi volatile food,
09:36seperti cabai, bawang, dan lain sebagainya.
09:38Dan itu tadi, bukan saja berkah bagi pesantren,
09:42tetapi juga mendukung, menurunkan volatile food,
09:44sehingga inflasi bisa rendah dan terkendali.
09:48Itu ada program 4 terkendali.
09:49Dan Alhamdulillah, kami di Bank Indonesia,
09:52untuk 4 program seperti ini,
09:54kami sudah pernah melakukannya,
09:55dan kami sudah paham melakukannya.
09:57Jadi, kalau boleh contoh nih ya, Mas Yan, ya.
09:59Ini saya pakai wasra, wasra UMKM saya.
10:02Ini wasra yang saya pakai dari kerjasama
10:05antara Dekra Nasda, Sumatera Utara,
10:07dengan kantor perwakilan BI Sumatera Utara.
10:10Ini wasranya.
10:11Dan kalau boleh nih, saya minum kopi nih, Pak ini, Mas Yan.
10:14Kopinya enak sekali.
10:16Hmm, harum.
10:17Ini berasal dari Arabica Kerencing.
10:19Jadi, ini UMKM kita semua.
10:21Kami sudah melakukannya,
10:22dan bedanya adalah,
10:24kami sekarang akan memasifkan,
10:26karena kami setelah kemarin kick-off tanggal 22 Juni hari Senin,
10:29di seluruh 46 kantor perwakilan di Bank Indonesia,
10:32itu semuanya akan kami masifkan pergerakannya,
10:35sehingga tadi,
10:36sehingga dapat mendorong pertumbuhan tenaga kerja,
10:39dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi kerajaan di daerah.
10:42Begitu, Mas Yan.
10:43Berarti, cara mendukungnya bukan hanya mendukung secara kewirausahaannya,
10:47tapi juga bagaimana kita menggunakan produk-produknya begitu ya, Pak.
10:51Seperti yang Bapak lakukan saat ini,
10:53dari mulai wastra,
10:54dan juga tadi ngopi pagi-pagi,
10:56tetap dari dalam negeri begitu kopinya.
10:59Dan juga tadi sebutkan ada Canggir Nusantara,
11:01Batik,
11:01ada bahkan sampai ke air berkah.
11:03Banyak sekali,
11:04begitu yang menjadi concern dari Bank Indonesia terkait dengan UMKM ini.
11:07Lalu, yang kita jadi salah satu pertanyaan juga,
11:11ini, Pak Rudi,
11:11adalah bagaimana sih pembinaan UMKM bisa betul-betul menghasilkan
11:15wira usaha yang tangguh,
11:17berdaya saing,
11:18dan juga mampu membuka peluang ekonomi baru.
11:20Namun, kita bahas usah juga ya, Pak.
11:22Tetaplah bersama kami di Kompas Bisnis.
11:38Saudara, kita lanjutkan perbincangan bersama Kepala Departemen Regional Bank Indonesia,
11:43Rudi Brando Huta Barat,
11:44yang pada segmen ini,
11:45kita membahas soal implementasi, kolaborasi,
11:48dan dampak program transformasi kegurauan usahaan UMKM terpadu.
11:51Pak Rudi,
11:52kemudian ini bagaimana sih BI memastikan program transformasi kegurauan usahaan UMKM terpadu,
11:58ini mampu menjangkau pelaku usaha,
12:00khususnya wira usaha muda nih,
12:02serta komunitas hingga sektor-sektor potensial.
12:05Siapa saja sesaran utama dari program ini, Pak Rudi?
12:08Mas Yang,
12:10jadi,
12:10kenapa juga saya diundang di sini ya,
12:13jadi karena saya kan Kepala Departemen Regional,
12:15Kepala Departemen Regional Bank Indonesia ini adalah,
12:18kami mempunyai 46 kantor perwakilan Bank Indonesia di seluruh wilayah Indonesia.
12:22Dan saya mengkoordinatorinya adalah ke-46 kantor perwakilan tersebut.
12:26Nah, bagaimana tadi pertanyaannya memastikan,
12:29bahwa kami ingin memastikan,
12:31bahwa program tadi,
12:32empat program keunggulan kami,
12:34yaitu tadi,
12:35Masalah Cakir Barista,
12:36kemudian Air Berka,
12:37kemudian Wastra,
12:39dan kemudian juga,
12:40apa namanya,
12:41Green Farming,
12:41itu bisa diimplementasikan di 46 kantor perwakilan.
12:45Jadi itu,
12:46kami punya di seluruh Indonesia.
12:47Jadi,
12:48ketika Pak Gubernur memencet tombol kick-off kemarin,
12:50dengan Menteri Agama,
12:52dengan Menko Pembandalan Masyarakat,
12:54dengan Kementerian UMKM,
12:56itu,
12:57berarti tombol dilakukan,
12:58dan,
12:59kami,
13:0046 kantor perwakilan Bank Indonesia yang ada di seluruh daerah,
13:02langsung bergerak, Mas.
13:03Jadi,
13:05kami satu pemandu,
13:06karena,
13:08dan waktu dihadiri juga,
13:09waktu kemarin pada waktu kick-off,
13:11itu,
13:11500 persen UMKM hadir,
13:13dan 1.500 UMKM hadir secara online.
13:16Jadi,
13:16kami ingin memastikan,
13:18cara memastikannya bisa diimplementasikan adalah,
13:20kami ingin mengkoordinasikan,
13:21seluruh 46 kantor perwakilan itu,
13:23bisa menjalankan dengan baik.
13:25Kemudian kedua,
13:26kami ingin meyakini,
13:28tadi,
13:28bahwa seleksinya itu dilakukan secara baik.
13:31Gitu.
13:31Jadi,
13:32dari ribuan peserta yang UMKM yang mendaftar,
13:35kami akan melakukan seleksi dengan cukup baik.
13:38Gitu ya,
13:38dengan baik.
13:39Sehingga tadi,
13:40menghasilkan UMKM yang berdaya sain tinggi,
13:43tidak saja tadi kita pastikan,
13:45dia mampu melakukan tugasnya,
13:47tapi juga kewirausahanya juga kita lakukan dengan baik,
13:51kemudian kita sandboxing,
13:52baru kemudian kita melakukan implementasi di lapangan.
13:56Jadi,
13:57ini cara-cara kami,
13:58apa namanya,
14:00melakukan,
14:00agar memastikan,
14:0246 kantor perwakilan itu,
14:04melakukan 4 program unggulan itu secara baik dan benar.
14:11Gitu, Mas.
14:12Rudy, kemudian bagaimana dengan tadi,
14:14soal wira usaha muda,
14:15dan juga sasaran terkait,
14:18utama dari program ini?
14:20Sasarannya itu betul adalah,
14:22sasarannya adalah UMKM.
14:23Tentu UMKM ini adalah baik yang ada di daerah ini,
14:28adalah UMKM muda,
14:30baik yang sudah pernah memulai usahanya,
14:33maupun yang belum memulai,
14:36itu kita terima semuanya.
14:37kemudian pesantren-pesantren,
14:39kemudian pesantren-pesantren,
14:39jadi ekosistem pesantren,
14:41karena tadi air berkah itu ada di pesantren,
14:43farming juga ada di pesantren,
14:45jadi,
14:45dan kami juga berkolaborasi dengan komunitas kopi,
14:49komunitas wastra,
14:50desainer,
14:51itu semuanya kami undang,
14:52untuk tadi,
14:53bahwa ekosistem yang kami bentuk itu,
14:56itu bisa berjalan dengan baik.
14:58Jadi,
14:58sehingga tadi,
14:59tujuannya agar santri,
15:01UMKM,
15:02komunitas pesantren,
15:04dan perempuan-perempuan,
15:06itu bisa terakobodasi tadi,
15:09agar meningkatkan pertumbuhan ekonomi,
15:11yang secara merata,
15:13dan mendorong tenaga kerja.
15:14Itu masih ada.
15:15Apalagi kalau kita berbicara soal kopi,
15:17akhirnya ini Pak Rudi ya,
15:18banyak sekali begitu ya,
15:19anak-anak muda yang memang menggandrunginya,
15:21sehingga juga menjadi konsen dari Indonesia,
15:23untuk kemudian mendukung.
15:24Kopi itu,
15:25bahkan kami kan punya kantor perwakilan di luar negeri ya,
15:28di Boston,
15:29kami pernah hadir di Boston,
15:31di Los Angeles,
15:31itu kopi-kopi Indonesia menang loh.
15:34Oke.
15:35Iya,
15:35jadi itu binaan-binaan kita,
15:37itu kita bawa ke luar negeri,
15:38dan itu kita pamerkan di stand-stand yang itu,
15:40dan itu menurut saya,
15:41menurut saya,
15:42mereka suka dengan kopi Indonesia begitu.
15:44Punya daya saing berarti kita ya,
15:45dan potensial ya Pak Rudi ya.
15:47Iya,
15:4712,5 miliar Yos dolar mas.
15:50Oke.
15:50Menurut saya,
15:51dan pertumbuhannya,
15:52itu di atas double digit setiap tahunnya,
15:54pertumbuhan untuk kopi ini.
15:57Kemudian juga berbicara soal target,
15:59Pak Rudi,
16:00apa saja target yang ingin dicapai,
16:02dan kemudian rencana pengembangan dari program transformasi keurangan usaha,
16:05UMKM terpadu,
16:06ke depannya seperti apa?
16:07Nah,
16:08kembali lagi,
16:09kembali ke konsep,
16:10apa yang kami lakukan itu kan,
16:12nuansanya,
16:13atau underline-nya,
16:14kami ingin mendorong ekonomi kerakyatan,
16:16dan ingin mendorong tenaga kerja di daerah.
16:18Kira-kira,
16:19itu dulu prinsipnya.
16:20Nah,
16:20bagaimana kita mengimplementasikannya?
16:22Nah,
16:22kami punya memang target yang cukup ambisius.
16:24gitu ya,
16:25Mas Yian.
16:26Jadi,
16:27kalau kita kembali lagi ke tadi,
16:29ada sekitar 1 juta,
16:33apa namanya,
16:35peracik kopi,
16:36gitu ya,
16:37ternyata yang bersertifikasi internasional itu baru 100.
16:41Nah,
16:42target kami,
16:43setiap tahunnya itu,
16:44ada 400 barista bersertifikasi internasional,
16:48melalui program Cangkir Barista.
16:49Jadi,
16:50tadi itu,
16:514 kali lipat langsung setiap tahunnya kita mau tingkatkan,
16:54dari 1 juta dari barista yang outstanding.
16:59Jadi,
16:59itu cukup ambisius sih,
17:00menurut saya,
17:00besarnya.
17:01Kemudian,
17:02yang kedua adalah,
17:03kami ingin untuk Citra Nusantara,
17:06dari 500 peserta yang nanti akan kami pilih di 2026,
17:09itu,
17:10kami berharap ada 50 inovasi wasterah baru.
17:13Itu targetnya.
17:15Kemudian,
17:16dari pesantren,
17:17kami ingin 200 pesantren,
17:19itu mandiri ekonomi melalui air berkah Indonesia.
17:21Jadi,
17:22setiap tahunnya,
17:23ada 200 pesantren bisa mandiri,
17:26untuk mendirikan air berkah.
17:28Dan kalau kita 5 tahun ke depan secara berkala,
17:30secara kita lakukan,
17:31itu bisa 1000 pesantren yang bisa mendapat manfaat.
17:34Dan kemudian,
17:3510 pesantren percontohan green farming,
17:37tani berkah,
17:38dengan 50 pesantren target tahun berikutnya.
17:41Tadi kembali lagi, Mas, ya.
17:42Menurut saya, green farming ini penting,
17:44karena tadi,
17:45yang sering berfutuasi kan harganya cabai, bawah merah.
17:48Dengan green farming ini,
17:50maka dia lebih,
17:51apa namanya,
17:51lebih kuat menghadapi cuaca.
17:53Dan ini,
17:53kita lakukan,
17:54untuk tahun berikutnya,
17:5550 pesantren setiap tahun,
17:57dan tahun ini,
17:5710 pesantren.
17:58Jadi,
17:59itu target-targetnya,
18:00yang kami upayakan.
18:02Jadi,
18:02jelas ya,
18:03kok baik secara konsep,
18:05maupun turunan,
18:06bagaimana target-target itu bisa terimplementasi,
18:08kami sudah sediakan semua, Mas, ya.
18:10Mudah-mudahan,
18:10ini kami berjalan dengan baik.
18:12Oke,
18:13berbicara soal target,
18:14tadi sudah dijelaskan,
18:15dan juga program ini,
18:16sudah sangat keren,
18:17begitu ya.
18:17Tapi, program dan juga target yang keren ini,
18:19tentunya,
18:19butuh sinergi,
18:21Pak Rudy.
18:21Bagaimana kemudian,
18:22sinergi lintas kementerian,
18:24lembaga,
18:25dalam mengimplementasikan program transformasi,
18:27kewirausahaan,
18:28WKM terpadu,
18:28berjalan secara inklusif,
18:30dan juga berdampak nyata,
18:32bagi perekonomian nasional?
18:35Pak, ini sinergi,
18:36Mas, ya.
18:36Jadi, kalau sinergi ini,
18:37kan kata keren sekarang,
18:39itu yang sering saya dengar,
18:40dan anak-anak saya juga sering melihat,
18:41Wah,
18:42Superman is dead, Pak.
18:45Kan katanya gitu.
18:46Yang ada apa dong?
18:47Super team.
18:48Kan gitu ya,
18:49super team.
18:49Nah,
18:50untuk melakukan ini,
18:52tentunya Bank Indonesia,
18:52nggak bisa berdiri sendiri.
18:54Makanya,
18:54tadi,
18:55di dalam kick-off,
18:56kita juga bersinergi dengan,
18:57main kopert badan masyarakat,
19:00kita bersinergi juga dengan,
19:01kementerian agama,
19:03kementerian kooperasi,
19:03dan UMKM,
19:04dan juga termasuk juga,
19:06misalnya,
19:06komunitas.
19:07Komunitas yang kita undang,
19:08Dekra Nasda,
19:09misalnya.
19:10Kemudian,
19:12komunitas pesantren,
19:14kemudian komunitas,
19:16apa,
19:17desainer,
19:17gitu,
19:18gitu,
19:18komunitas perkopian.
19:20Itu kami undang semua, Pak.
19:21Jadi,
19:22pemerintah pusat dan daerah,
19:24itu,
19:26berfungsi untuk menciptakan ekosistem,
19:28dan kebijakannya.
19:30Implementasi di daerahnya itu,
19:32kami,
19:33di Bank Indonesia,
19:34punya 46 kantor perwakilan,
19:36yang nanti bersinergi dengan pemerintah daerah,
19:39dengan asosiasi,
19:40dengan Dekra Nasda,
19:42dengan pesantren,
19:44agar ini bisa menjadi lagu bersama.
19:46Dan tadi,
19:48kalau ini dinyanyikan lagu bersama,
19:50Mas Yan,
19:51dan Bapak Ibu,
19:52pemirsa Kompas TV,
19:54ini tadi,
19:54dampaknya kembali lagi,
19:56seperti sasaran awalnya,
19:57bagaimana kita mendorong,
19:59penciptaan lapangan kerja,
20:01dan bagaimana mendorong,
20:02pertumbuhan ekonomi,
20:03yang tinggi,
20:04tetapi tidak saja tinggi,
20:05tapi inklusif,
20:06karena merata,
20:07karena UMKM,
20:08sebagai fondasi utamanya.
20:10Itu, Mas Yan.
20:11Pak Rudi,
20:12ada closing statement,
20:13terkait dengan,
20:14program ini,
20:15tentunya ini,
20:16sangat bermanfaat sekali,
20:17begitu bagi publik,
20:18dan juga perekonomian.
20:23Kami punya slogan,
20:24di Bank Indonesia,
20:26yaitu,
20:26Bank Indonesia,
20:28ada di siap,
20:29makna Indonesia.
20:30Dalam hal ini,
20:32Bank Indonesia,
20:34berupaya,
20:34untuk mendorong,
20:35pertumbuhan UMKM,
20:37UMKM,
20:37untuk membuat,
20:40daya kuat,
20:41daya saing ekonomi,
20:42Indonesia itu,
20:43mempunyai fondasi yang kuat.
20:44Dan kami berharap,
20:46melalui program-program UMKM,
20:47yang ada di lakukan Bank Indonesia,
20:49empat program tadi,
20:50mampu,
20:51mendorong,
20:52pertumbuhan ekonomi,
20:54kerakyatan,
20:55dan mendorong,
20:56pertumbuhan tenaga kerja,
20:57sehingga,
20:58pertumbuhan ekonomi Indonesia,
20:59dapat tumbuh kuat,
21:01dan,
21:02inklusif,
21:03merata.
21:04Demikian dari kami,
21:05Mas Yan.
21:05Terima kasih.
21:06Baik,
21:06yang bisa kita garis bawahi,
21:08bahwa BI ini,
21:09sangat berkomitmen,
21:10dan juga berupaya,
21:11dalam mendorong,
21:12perkembangan,
21:12dan juga pertumbuhan ekonomi,
21:14sehingga ini,
21:15bisa menjadi,
21:17berdampak positif,
21:18begitu bagi masyarakat,
21:19tentunya pelaku usaha UMKM.
21:21Terima kasih,
21:22Rudy Brando Huta Barat,
21:24Kepala Departemen Regional Bank Indonesia,
21:25atas penjelasannya,
21:26bersama kami,
21:27di Kompas Bisnis,
21:28Pak Sehat Selalu.
Komentar

Dianjurkan