Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Iran dan Amerika Serikat dilaporkan telah menyetujui rumusan kesepakatan awal yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, kesepakatan ini juga diharapkan dapat membuka jalan bagi pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sanksi terhadap Iran secara bertahap, pembebasan aset Iran yang dibekukan, serta berakhirnya konflik di Lebanon.

Namun, Araghchi mewaspadai Israel yang berpotensi menghalangi perjanjian antara Iran dan Amerika Serikat.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei setuju dengan kesepakatan AS untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Trump meyakini Mojtaba secara pribadi setuju dengan kesepakatan tersebut lantaran Iran sudah mengalami kekalahan telak.

Kesepakatan bersejarah ini dilaporkan bisa terwujud dalam beberapa hari ke depan. Kesepakatan tersebut dinilai mampu meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan membuka babak baru hubungan diplomatik kedua negara demi stabilitas global.

Kesepakatan damai di depan mata, namun Iran khawatir kesepakatan bisa digagalkan Israel.

Kita bahas bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana.

Baca Juga [FULL] Praktisi HI Baca Peluang Kesepakatan Damai AS-Iran, Jaminan Perang akan Selesai? di https://www.kompas.tv/internasional/674712/full-praktisi-hi-baca-peluang-kesepakatan-damai-as-iran-jaminan-perang-akan-selesai

#iran #as #perang #timurtengah #trump

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/674716/full-prof-hikmahanto-soal-as-iran-klaim-damai-israel-berpotensi-hambat-perdamaian
Transkrip
00:01Kesepakatan damai di depan mata, namun Iran khawatir kesepakatan bisa digagalkan Israel.
00:08Kita akan bahas bersama Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana.
00:13Selamat malam Prof. Hik.
00:16Selamat malam, Mas Ibrahim.
00:18Ini yang dikhawatirkan Israel, bagaimana Anda membacanya soal...
00:21Maksud kami dikhawatirkan Iran, bagaimana Anda membaca soal Israel bisa sabotasi perjanjian damai yang ini akan segera disepakati?
00:30Ya, yang pasti Iran melakukan tes atau ujian kepada Amerika Serikat, apakah Amerika Serikat dapat mengendalikan Israel atau tidak.
00:41Karena Israel, meskipun adanya pembicaraan terkait dengan Memorandum of Understanding, MOU, untuk menghentikan perang antara Amerika Serikat dan Iran, itu
00:56tetap melakukan serangan ke Israel.
01:00Dan Iran mengatakan kepada Amerika Serikat bahwa perjanjian atau MOU untuk ceasefire yang 60 hari, ini akan bergantung pada apakah
01:13Israel masih tetap menyerang atau tidak.
01:15Karena dari pihak Iran, mereka menginginkan agar Israel mengakhiri serangan-serangan ke Lebanon, khususnya sebenarnya ke Hezbollah.
01:25Jadi, ini yang menjadi batu ujian bagi akan adanya atau tidak Memorandum antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan serangan.
01:38Dan tentu dalam waktu 60 hari ke depan, kalau misalnya terjadi, mereka akan membicarakan berbagai isu yang sangat detail, termasuk
01:48salah satunya adalah berkaitan dengan senjata nuklir dan pengayaan uranium.
01:52Seperti itu.
01:53Tapi mungkin nggak Profi, ketika kesepakatan AS-Iran dicapai, namun mengabaikan apa yang dilakukan Israel, mungkin tidak Israel tetap melakukan
02:02serangan ke Lebanon?
02:04Sekali lagi, itu yang menjadi poin, salah satu poin penting bagi Iran untuk mau menyetujui MOU ini.
02:15Jadi, kalau misalnya Israel tetap melakukan serangan, maka Iran tidak akan mau menyetujui ini.
02:21Dan kita tahu bahwa Presiden Trump sudah berbicara, bahkan berbicara keras dengan Perdana Menteri Netanyahu untuk tidak melakukan serangan ke
02:34Lebanon.
02:35Bahkan dengan kata-kata yang kasar, katakanlah begitu, dan juga mengatakan bahwa adanya Perdana Menteri Netanyahu sekarang masih berkuasa,
02:46itu karena backing-an dari Amerika Serikat.
02:50Dan Amerika Serikat mengendaki bahwa Netanyahu tidak lagi menyerang Lebanon.
02:55Namun demikian, yang saya amati dari berbagai berita, ternyata Israel masih melakukan serangan ke Lebanon.
03:06Meskipun dikatakan oleh Presiden Trump bahwa hari Minggu ini akan ada penanda tanganan terhadap MOU yang dimaksud.
03:15Meskipun dari pihak Iran mengatakan bahwa mungkin tidak besok atau hari Minggu ini, tetapi beberapa hari kemudian.
03:23Dengan catatan tadi, batu sandungannya adalah terkait dengan Israel melakukan serangan ke Lebanon.
03:30Profiq, kalau buat Israel, alasan apa yang bisa membuat mereka ikut menghentikan perang?
03:40Untungnya buat Israel apa yang bisa mereka ikut?
03:45Sebenarnya yang paling utama adalah dari pihak Israel mengendaki adanya perubahan regime.
03:54Perubahan dari sistem Allah ke sistem kerajaan.
03:58Karena bagi Israel, itu yang akan menjamin bahwa Iran tidak akan lagi melakukan serangan ke Israel.
04:07Dan yang kedua yang diinginkan oleh Israel itu adalah apabila Israel diakui kekuasaannya itu tidak hanya pada posisi sekarang,
04:22tetapi ditambah dengan Lebanon Selatan karena ini merupakan bagian dari Israel Raya.
04:28Nah ini yang ditentang oleh dunia dan bahkan Hezbollah sebenarnya melakukan perlawanan terhadap kehendak atau keinginan dari Israel ini
04:42yang kemudian tentu Iran ingin berada di belakang Hezbollah untuk tidak terjadinya ekspansi dari pihak Israel.
04:51Jadi dua hal itu, perubahan regime karena regime kerajaan nantinya yang diharapkan itu akan bisa memperbaiki hubungan dengan Israel
04:59kemudian menjamin tidak akan adanya pengembangan senjata nuklir dan pengayaan uranium
05:06dan yang penting adalah tidak akan membacking atau membiayai pihak yang oleh Israel dianggap sebagai teroris
05:16yaitu Hezbollah, Hamas, dan Houthi.
05:19Ini akhir pekan, kita lihat nanti bagaimana drama dinamika yang terjadi di awal pekan.
05:24Apakah bisa segera dicapai kesepakatan atau tidak?
05:27Terima kasih Prof. Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional UI
05:31telah menyampaikan pandangan di program Kompas Malam hari ini.
05:36Usai jadah setelah kami kembali dengan informasi dual tim raksasa dunia.
Komentar

Dianjurkan