00:01Kesepakatan damai di depan mata, namun Iran khawatir kesepakatan bisa digagalkan Israel.
00:08Kita akan bahas bersama Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana.
00:13Selamat malam Prof. Hik.
00:16Selamat malam, Mas Ibrahim.
00:18Ini yang dikhawatirkan Israel, bagaimana Anda membacanya soal...
00:21Maksud kami dikhawatirkan Iran, bagaimana Anda membaca soal Israel bisa sabotasi perjanjian damai yang ini akan segera disepakati?
00:30Ya, yang pasti Iran melakukan tes atau ujian kepada Amerika Serikat, apakah Amerika Serikat dapat mengendalikan Israel atau tidak.
00:41Karena Israel, meskipun adanya pembicaraan terkait dengan Memorandum of Understanding, MOU, untuk menghentikan perang antara Amerika Serikat dan Iran, itu
00:56tetap melakukan serangan ke Israel.
01:00Dan Iran mengatakan kepada Amerika Serikat bahwa perjanjian atau MOU untuk ceasefire yang 60 hari, ini akan bergantung pada apakah
01:13Israel masih tetap menyerang atau tidak.
01:15Karena dari pihak Iran, mereka menginginkan agar Israel mengakhiri serangan-serangan ke Lebanon, khususnya sebenarnya ke Hezbollah.
01:25Jadi, ini yang menjadi batu ujian bagi akan adanya atau tidak Memorandum antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan serangan.
01:38Dan tentu dalam waktu 60 hari ke depan, kalau misalnya terjadi, mereka akan membicarakan berbagai isu yang sangat detail, termasuk
01:48salah satunya adalah berkaitan dengan senjata nuklir dan pengayaan uranium.
01:52Seperti itu.
01:53Tapi mungkin nggak Profi, ketika kesepakatan AS-Iran dicapai, namun mengabaikan apa yang dilakukan Israel, mungkin tidak Israel tetap melakukan
02:02serangan ke Lebanon?
02:04Sekali lagi, itu yang menjadi poin, salah satu poin penting bagi Iran untuk mau menyetujui MOU ini.
02:15Jadi, kalau misalnya Israel tetap melakukan serangan, maka Iran tidak akan mau menyetujui ini.
02:21Dan kita tahu bahwa Presiden Trump sudah berbicara, bahkan berbicara keras dengan Perdana Menteri Netanyahu untuk tidak melakukan serangan ke
02:34Lebanon.
02:35Bahkan dengan kata-kata yang kasar, katakanlah begitu, dan juga mengatakan bahwa adanya Perdana Menteri Netanyahu sekarang masih berkuasa,
02:46itu karena backing-an dari Amerika Serikat.
02:50Dan Amerika Serikat mengendaki bahwa Netanyahu tidak lagi menyerang Lebanon.
02:55Namun demikian, yang saya amati dari berbagai berita, ternyata Israel masih melakukan serangan ke Lebanon.
03:06Meskipun dikatakan oleh Presiden Trump bahwa hari Minggu ini akan ada penanda tanganan terhadap MOU yang dimaksud.
03:15Meskipun dari pihak Iran mengatakan bahwa mungkin tidak besok atau hari Minggu ini, tetapi beberapa hari kemudian.
03:23Dengan catatan tadi, batu sandungannya adalah terkait dengan Israel melakukan serangan ke Lebanon.
03:30Profiq, kalau buat Israel, alasan apa yang bisa membuat mereka ikut menghentikan perang?
03:40Untungnya buat Israel apa yang bisa mereka ikut?
03:45Sebenarnya yang paling utama adalah dari pihak Israel mengendaki adanya perubahan regime.
03:54Perubahan dari sistem Allah ke sistem kerajaan.
03:58Karena bagi Israel, itu yang akan menjamin bahwa Iran tidak akan lagi melakukan serangan ke Israel.
04:07Dan yang kedua yang diinginkan oleh Israel itu adalah apabila Israel diakui kekuasaannya itu tidak hanya pada posisi sekarang,
04:22tetapi ditambah dengan Lebanon Selatan karena ini merupakan bagian dari Israel Raya.
04:28Nah ini yang ditentang oleh dunia dan bahkan Hezbollah sebenarnya melakukan perlawanan terhadap kehendak atau keinginan dari Israel ini
04:42yang kemudian tentu Iran ingin berada di belakang Hezbollah untuk tidak terjadinya ekspansi dari pihak Israel.
04:51Jadi dua hal itu, perubahan regime karena regime kerajaan nantinya yang diharapkan itu akan bisa memperbaiki hubungan dengan Israel
04:59kemudian menjamin tidak akan adanya pengembangan senjata nuklir dan pengayaan uranium
05:06dan yang penting adalah tidak akan membacking atau membiayai pihak yang oleh Israel dianggap sebagai teroris
05:16yaitu Hezbollah, Hamas, dan Houthi.
05:19Ini akhir pekan, kita lihat nanti bagaimana drama dinamika yang terjadi di awal pekan.
05:24Apakah bisa segera dicapai kesepakatan atau tidak?
05:27Terima kasih Prof. Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional UI
05:31telah menyampaikan pandangan di program Kompas Malam hari ini.
05:36Usai jadah setelah kami kembali dengan informasi dual tim raksasa dunia.
Komentar