Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 jam yang lalu
Mahasiswa kembali turun ke jalan memprotes berbagai kebijakan pemerintah dan menuntut perbaikan kondisi ekonomi negara. Di Jakarta, mahasiswa dari BEM...
Transkrip
00:00Selamat menikmati!
00:15Mahasiswa kembali turun ke jalan, memprotes berbagai kebijakan pemerintah dan perbaikan kondisi ekonomi negara.
00:22Di Jakarta, mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia dan Aliansi Mahasiswa Jabodetabek melakukan aksi unjuk rasa di sekitar jalan Jenderal Sudirman.
00:31Semula mereka hendak menggelar aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, namun rencana mereka terhalang blokade aparat TNI Polri.
00:39Ada lima tuntutan yang disampaikan BEM UI, yaitu menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak,
00:49menghentikan program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta menuntut Presiden Prabowo mengakui kesalahan pemerintah.
00:59BEM Universitas Indonesia menyebut pemerintah kerap menyampaikan data-data soal pencapaian ekonomi yang terlampau optimistik,
01:07namun di lapangan berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
01:13Sekarang kondisi sudah krisis, ada di mana-mana, tetapi pemerintah masih saja menganggap bahwa kondisi baik-baik saja.
01:20Pemerintah masih saja menganggap bahwa kondisi ekonomi bagus, bahwa stok energi aman, stabil, dan kondisi-kondisi lainnya bagus.
01:27Mana bukti bahwa ekonomi tumbuh 5,61% itu dirasakan orang rakyat banyak.
01:32Jika memang dirasakan orang rakyat banyak, harusnya gaji, mayoritas rakyat itu naik juga sebanding dengan 5,61%.
01:37Terus jika pemerintah menganggap bahwa stok energi aman, segala macam, kenapa kok dinaikin cuma pertamaks doang?
01:44Kenapa di daerah-daerah mulai menipis stok pertalet, bahkan di Pulau Jawa juga mulai menipis?
01:49Demo mahasiswa juga terjadi di kota Semarang, Jawa Tengah.
01:53Mahasiswa menggeruduk kantor gubernur Jawa Tengah pada Jumat sore.
01:56Mereka menyampaikan keresahan atas sejumlah permasalahan yang terjadi di tanah air,
02:01mulai dari kenaikan harga sembako, melemahnya rupiah, kenaikan harga pertamaks, dan meminta evaluasi MBG.
02:13Di Solo, mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD kota Solo.
02:18Masa memprotes kebijakan pemerintah seperti kenaikan harga pertamaks yang mendadak.
02:22Mereka menuntut perbaikan ekonomi pada pemerintah.
02:27Ya, kita ada beberapa poin tuntutan.
02:29Yang pertama kita menuntut untuk pemberhentian MBG sementara.
02:34Yang dimana kita melihat adanya dengan kondisi ekonomi hari ini,
02:38tapi MBG itu terus diperjalankan.
02:40Karena itu cukup menguras AWBN dan cukup mengganggu konsentrasi ekonomi yang hari ini terjadi.
02:45Itu yang pertama.
02:46Yang kedua terkait melemahnya rupiah.
02:47Kita menuntut dari pemerintah untuk segera menguatkan atau memitigasi
02:52dan juga mencari jalan luar terkait kelemahan ekonomi.
02:55Yang ketiga kami menuntut untuk membatalkan RU Polri.
02:57Dan dimana ini kita sadari, ruang-ruang sipil hari ini teranggut oleh Angkatan Bersenjata,
03:03entah itu TNI ataupun Polri.
03:04Pada itu kami di sini hadir untuk menuntut, membatalkan atau mencabut RU Polri itu sendiri.
03:10Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman memastikan pemerintah terbuka terhadap pendapat dan kritik.
03:17Namun dirinya mengingatkan agar tidak ada provokasi, fitnah hingga adu domba.
03:24Pemerintah selalu membuka ruang untuk masyarakat menyampaikan pendapat termasuk kritik.
03:30Karena kritik adalah nafas demokrasi yang harus membangun bukan meruntuhkan.
03:38Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa.
03:49Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti menilai protes mahasiswa merupakan akumulasi kritik yang tak didengar pemerintah.
03:57Komunikasi ada yang terputus total.
04:00Misalnya yang mengkritik MBG, itu studinya sudah tak kurang banyaknya.
04:05Bahkan sudah mengundang kepala MBG yang lama misalnya.
04:08Tapi kan diacuhkan begitu ya.
04:11Begitu juga dengan peristiwa lainnya yang sebenarnya kalau dikatakan sampaikan dengan argumen.
04:18Argumennya sudah banyak sekali.
04:19Mahasiswa sudah bikin banyak sekali policy brief dan lain sebagainya.
04:22Warga beberapa kumpulan-kumpulan lembaga riset, bahkan LPEM, UI, dan lain sebagainya sudah memberikan masukan.
04:32Dosen-dosen UI, dosen UGM, dan seterusnya.
04:35Tapi tidak ada komunikasi.
04:36Jadi akumulasinya adalah ya seperti hari ini.
04:40Karena akhirnya kalau ditahan-tahan terus pasti akan pecah pada suatu titik.
04:44Kenanganan aksi demonstrasi secara damai penting dilakukan.
04:47Namun tak kalah penting adalah suara-suara kritik tetap diperhatikan.
04:52Demi perbaikan kehidupan sosial dan ekonomi bangsa ini.
04:56Tim Liputan Kompas TV
05:04Sapa Indonesia Malam masih akan kembali sesaat lagi? Tetap bersama kami.
05:19Saudara mahasiswa di berbagai daerah berunjuk rasa memprotes kondisi ekonomi yang mereka nilai
05:24semakin memberatkan rakyat termasuk di Yogyakarta hari ini.
05:29Respons pemerintah ditunggu untuk menyikapi tuntutan yang disuarakan mahasiswa.
05:34Akan seperti apa?
05:35Kita bahas bersama Direktur Eksekutif Trias Politika Agung, Mbak Skoro.
05:39Dan nantinya juga akan bergabung bersama kami politisi Partai Gerindra, Bahtra Banong.
05:44Mas Agung, selamat malam.
05:46Malam Mbak Sindi, Bang Bahtra.
05:48Bang Bahtra juga sudah bergabung.
05:49Selamat malam, Mas Agung.
05:51Oke. Bang Bahtra, Anda sebagai politisi Partai Gerindra, politisi partainya Pak Presiden,
05:56mungkin bisa diberi gambaran juga.
05:57Kenapa sebenarnya sampai sekarang Pak Presiden atau istana setidaknya
06:01memberikan respon soal aksi unjuk rasa mahasiswa dan tuntutannya?
06:06Ya, kalau kita lihat ya bahwa tentu yang pertama kami menghargai
06:11apa yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa, teman-teman BEM UI dan teman-teman BEM yang lain
06:18dalam hal menyampaikan pendapat, pandangan, ataupun kritik,
06:24pemerintah membuka ruang itu, pemerintah tidak pernah alergi dengan penyampaian pendapat,
06:28dan tentu itu juga dijamin dalam undang-undang karena kita memang adalah negara yang berdemokrasi.
06:36Jadi, pemerintah tidak alergi terhadap setiap masukan, terhadap setiap kritikan,
06:41terhadap pandangan-pandangan yang berbeda dengan pemerintah.
06:45Malah Pak Prabowo secara tegas menyampaikan dengan lugas bahwa kita menghargai oposisi,
06:50kita harus berterima kasih sama oposisi karena itu adalah bagian pengingat pemerintah
06:56agar terus di jalur dan di rel yang benar untuk menjalankan roda pemerintahan.
07:02Terkait dengan tuntutan teman-teman mahasiswa, saya pikir ya,
07:06jauh sebelum tuntutan ini digaungkan oleh teman-teman mahasiswa,
07:11Pak Prabowo sudah menindaklanjuti misalnya apa?
07:13Kalau kita berbicara tentang bagaimana tentang penghematan anggaran, tentang efisiensi.
07:19Dari awal Pak Prabowo menyampaikan bahwa kita harus berhemat,
07:23dan tentu tidak hanya sekedar ucapan, tapi itu dilakukan dengan tindakan,
07:27bagaimana kemudian kementerian, lembaga, dan bahkan semua gubernur, bupati, wali kota
07:34diintruksikan secara tegas, secara nyata melalui peraturan-peraturan
07:38untuk kemudian melakukan penghematan, penghematan anggaran.
07:43Dan kalau kita lihat, sejak dari awal ke pemimpinan Pak Prabowo,
07:49itu kan intrusinya saya sangat jelas bagaimana penghematan anggaran,
07:53bagaimana agar perjalanan dinas yang tidak penting-penting itu dikurangi,
07:56bagaimana anggaran yang misalnya ATK di kantor yang selama ini begitu besar,
08:01tidak penting-penting, harus dikurangi,
08:04bagaimana misalnya anggaran-anggaran selama ini yang tidak ada kaitannya
08:09dengan berhubungan langsung dengan masyarakat dikurangi.
08:12Apakah itu bukan bagian daripada efisiensi anggaran?
08:15Dan dalam sejarah perjalanan bangsa ini belum pernah dilakukan efisiensi,
08:20sebagaimana apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo.
08:22Terus kemudian yang berikutnya, soal transparansi, di wilayah mananya pemerintah tidak transparan,
08:26kalau kita lihat sejak awal semua program-program pemerintah Pak Prabowo selalu menyampaikan
08:32bahwa ayo kita awasi secara bersama, karena itu juga membantu pemerintah kemudian
08:37agar programnya bisa lebih transparan, lebih terbuka, maka itu publik dilibatkan semua.
08:42Apakah itu mahasiswa, apakah itu dari PR-nya, apakah itu masyarakatnya.
08:48Tapi kan itu adalah sesuatu yang sudah dilakukan oleh Presiden,
08:50bahkan kalau efisiensi itu juga dari tahun lalu sebenarnya.
08:52Tapi ketika ada aksi unjuk rasa, beberapa hari terakhir ini,
08:55belum ada respons resmi dari istana ataupun Pak Presiden menanggapi
08:59ataupun juga menanggapi tuntutan yang paling baru.
09:01Ini kenapa?
09:02Ya saya pikir pemerintah kan ya banyak ya sudah disampaikan oleh, apa namanya,
09:09kepala staf presiden dan juga itu kan juga bagian dari pemerintah.
09:13Dan Pak Prasetyo Hadi juga mensesnya kita sejak awal menyampaikan juga
09:17bahwa kita tidak melarang terkait tuntutan mahasiswa ini justru itu juga, apa namanya,
09:23di alam demokrasi, di alam terbuka seperti ini, memang ya mengharuskan kontrol publik.
09:29Dan Presiden juga membuka selebar-lebarnya soal kritikan-kritikan,
09:34masukan-masukan terutama misalnya yang menyangkut soal apa yang menjadi tuntutan mahasiswa.
09:39Itu tadi saya jelaskan ya.
09:40Tapi berarti maksudnya Pak Presiden juga sebenarnya mengikuti seluruh aksi dan tuntutan
09:45dari mahasiswa kemarin dan juga hari ini?
09:47Ya tentu saya pikir pemerintah setiap masukan, pandangan-pandangan selalu dijadikan bahan masukan.
09:54Terbukti misalnya ya, beberapa waktu yang lalu berdasarkan masukan-masukan publik
09:59selama ini terkait soal banyaknya penyelewengan-penyelewengan terhadap pengolahan MBG.
10:04Pak Presiden langsung menginstruksikan, langsung mengganti kepala BGN dan wakilnya,
10:09terus kemudian memerintahkan kepala-kepala BGN yang baru untuk memperbaiki tata kelola,
10:14memerintahkan kepala BGN yang baru untuk kemudian bagaimana revokufusim program,
10:19baik itu penerima manfaatnya, begitu pun misalnya SPPG-SPPG yang bermasalah,
10:22dapur-dapur yang bermasalah, Presiden menginstruksikan agar bagaimana pengolahan MBG ini
10:28agar bisa lebih efisien lagi.
10:29Oke, itu bagian dari perbaikan tata kelola.
10:31Tidak ada lagi anggaran-anggaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
10:35Apakah itu bukan respon dari masukan publik selama ini?
10:37Apakah itu bukan respon dari berbagai pandangan-pandangan selama ini
10:41yang tentu dianggap bahwa itu juga bagian dari masukan buat pemerintahan Presiden Prabowo?
10:47Oke, kalau menurut Mas Agung, sebenarnya dari apa yang dijelaskan oleh Bang Bahtera tadi,
10:51sebenarnya cukupkah menenangkan keresahan publik terutama apabila ada tuntutan baru sebenarnya kemarin dan juga hari ini?
10:57Iya, kalau Mas Pras itu kan merespon tuntutan 18 hari ya,
11:02mahasiswa memberikan deadline semacam itu.
11:04Jadi Mas Pras menjawab bahwa pemerintah butuh waktu tidak bisa 18 hari menyelesaikan semua
11:10dan ini prosesnya panjang.
11:12Kemudian Pak Dudung juga memberikan respon jauh sebelum aksi kemarin dilakukan gitu
11:17untuk menjaga ketetiban, persatuan, dan jangan mau diadu domba,
11:22demonstrasi, didukung, dan seterusnya.
11:24Tapi itu semua menurut saya masih normatif, Mbak Sindi.
11:28Bukan hal yang subtantif.
11:30Berarti harusnya gimana, Mas?
11:32Ya, harusnya kan ini tuntutan ada lima.
11:35Saya kira, saya berharap pemerintah merespon poin per poin.
11:41Ujungnya, jelasnya itu seperti apa?
11:44Satu, misalkan, jangan ada pemborosan anggaran lagi.
11:47Apa yang pemerintah lakukan ketika tidak pemborosan lagi, misalkan?
11:51Pos mana saja sih yang diefisiensikan seperti itu?
11:54Sehingga publik melihat efisiensi itu dari atas sampai bawah sama gitu.
11:59Satu itu.
11:59Nomor dua, misalkan MBG.
12:01Dalam kesempatan sebelumnya, saya menyampaikan ada rakor dari Pak Julhas bersama Pak Acaimin ya,
12:07yang me-evaluasi ada sekitar 6.000 sampai 7.000 dapur, itu ternyata ada pemborosan.
12:13Negara dirugikan 1 triliun per bulan.
12:16Nah, itu nanti ujungnya kapan lagi rakor, eksekusinya seperti apa,
12:20supaya apa mahasiswa ini merasa, oh, udah ada progresnya dari Pak Julhas.
12:25Nah, ini kapan tindak lanjutnya?
12:26Kapan eksekusi?
12:27Nah, kalau misalnya tadi tidak dilakukan penjelasan poin per poin secara jelas itu,
12:33sebenarnya apa yang mungkin terjadi?
12:35Dampaknya apa sih, Mas Agung?
12:37Ya, eskalasinya bisa meluas, Mbak.
12:39Ini kan era transparansi, informasi semua berseliwuran di timeline per second, per detik.
12:45Mahasiswa dapatnya dari sosmed.
12:47Seperti itu.
12:47Nah, kalau tidak kecepatan informasi itu diimbangi oleh kecepatan pemerintah berkomunikasi kepada publik,
12:53seperti timeline tadi,
12:54saya khawatir miss-nya banyak nanti.
12:56Jadi, kekhawatiran soal disinformasi, fitna, hoax, dan seterusnya itu,
13:01justru karena ini tidak direspon, dibiarkan, gitu.
13:04Jadi, maksud saya, kalau bisa, selama aksi berlangsung,
13:07pemerintah merespon per poin jelas, detail.
13:09Karena ini Gen Z ini,
13:11anak-anak yang melek informasi,
13:13anak-anak yang terpapar limpahan banyak informasi.
13:16Mereka membandingkan nanti respon pemerintah kita dengan pemerintah di Amerika, misalkan.
13:21Di Jepang, di Australia.
13:22Yang gesit, yang cepat ketika ada respon demo semacam ini.
13:25Jadi, mereka tidak membandingkan pemerintah yang sekarang dengan yang lalu.
13:28Tapi, pemerintah sekarang dengan pemerintah di luar, gitu.
13:31Nah, itu kan jadi problematik, maksud saya.
13:34Jadi, karena Gen Z, sosiodemografinya seperti ini,
13:37penyikapannya tidak bisa lagi normatif.
13:39Tidak bisa lagi form, apa ya,
13:42asal ditanggapi selesai.
13:43Ini kan per poin.
13:44Kalau saya bahasnya per poin juga.
13:47Follow-up-nya ini, tanggal sekian kami ini.
13:49Jadi, kalau bisa setransparan mungkin lebih bagus, gitu.
13:52Supaya apa? Pemerintah sendiri yang diuntungkan, semacam itu.
13:55Karena, saya berharap ini bisa, apa ya, calm down, gitu, lebih baik.
13:59Dan, Alhamdulillah, nih, ya, segini sudah mulai rebound, ya.
14:02Sudah 6 ribuan, gitu.
14:03Dolar juga sudah membaik, ya.
14:0517.700.
14:07Tapi, ini kan temporer, Mbak Sindi.
14:08Ya, kalau ini tidak dilanjuti secara, apa ya, konsisten,
14:13ini bisa balik lagi, gitu.
14:14Maksud saya, ini, isu ekonominya sudah mulai terkondisikan.
14:19Tinggal bagaimana merespon isu-isu kebijakan yang populis.
14:22Kayak MBG, Koperasi Desa Merah Putih, poin ketiga, misalkan.
14:25Itu gimana tuh tindak lanjut ketika koperasinya ada berdiri di tepi jurang.
14:29Oke, berarti kan komunikasi juga sebenarnya yang jadi salah satu akar masalahnya.
14:33Nah, Bang Batra, ketika...
14:34Persis.
14:35Oke, ketika komunikasi itu menjadi akar masalah, apa perbaikan juga evaluasi yang bisa dilakukan dalam waktu cepat,
14:41secara transparan mungkin, agar setidaknya untuk sekarang bisa menenangkan dulu keresahan-keresahan,
14:47bisa menjawab kegelisahan dari publik?
14:49Ya, saya pikir pemerintah tidak pernah, apa namanya, bahasa kasarnya itu tidak pernah tidur, ya,
14:56untuk merespon setiap masukan berbagai pihak, berbagai kelompok,
15:01baik itu kalangan masyarakat, ataupun kalangan mahasiswa kita.
15:06Contoh misalnya, Mbak, ya.
15:07Beberapa hari yang lalu, semua orang mengkritisi bahwa bagaimana soal nilai tukar rupiah.
15:14Beberapa hari yang lalu, orang mengkritisi bahwa bagaimana misalnya IHSG turun begitu dalam.
15:21Pemerintah tidak, tidak apa namanya, tidak tidur, pemerintah tidak juga lelah untuk kemudian menerima masukan,
15:29itu buktinya apa?
15:30Setelah itu pemerintah bekerja dengan baik, begitu pun dengan DPR, melakukan koordinasi,
15:35dan apa yang terjadi, Mbak, kalau kita lihat hari ini, dolar sudah turun jauh di bawah 18 ribu, ya kan?
15:41Kemudian IHSG kita dalam tiga hari berturut-turut, ya, sudah rebound, kemudian naik,
15:48apakah itu bukan bentuk respon dari perbaikan kinerja pemerintah setelah adanya kritikan atau masukan dari publik?
15:55Apakah itu bukan bentuk, ya, pejawaan tahan langsung, ya, dalam upaya pembenahan secepat-cepatnya?
16:03Dan itu menurut kami itu adalah respon yang cepat untuk kemudian menyelesaikan masalah.
16:07Ya kan, bahwa kemudian ada lima tuntutan, saya sudah menjelaskan yang pertama,
16:12terkait soal efisiensi anggaran, terkait soal menghentikan pemborosan.
16:17Jauh sebelum itu Pak Presiden sudah melakukan itu.
16:20Terkait misalnya soal kenaikan harga BBM non-subsidi,
16:26pemerintah sudah menjelaskan secara gamblang bahwa ini kenaikan harga BBM non-subsidi ini,
16:32ini kan adalah penyesuaian dari harga minyak dunia.
16:35Karena kenapa, ya kan, harga minyak dunia kita sedang tidak stabil harganya di atas angka rata-rata
16:42karena ada peristiwa global yang tentu itu di luar kehendak atau di luar kuasa kita sebagai suatu bangsa, ya kan.
16:50Oke, jadi menurut Anda sebenarnya sudah ada respon itu dilakukan oleh pemerintah.
16:53Bang Batra, Bang Batra Banong dan Mas Agung Baskoro,
16:57terima kasih sudah berbagi bersama kami di Sapa Indonesia Malam.
17:00Terima kasih.
17:01Terima kasih, Mas.
Komentar

Dianjurkan