00:00Akankah kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat bisa kuat dan mengikat untuk mengakhiri perang?
00:05Kita bahas bersama praktisi dan pengajar hubungan internasional Sinerja Polisius Dina Praptoraharja.
00:10Mbak Dina, selamat malam.
00:12Selamat malam, Mbak Cindy.
00:13Mbak Dina, informasi terbarukan akan ditanda tangani kesepakatannya dalam beberapa hari ini.
00:17Kalau menurut Anda sebenarnya memang kesepakatan sudah semakin dekat atau masih tarik ulur antara kedua negara?
00:24Sebenarnya suasana tegang masih sangat terasa di antara kedua belah pihak.
00:29Iran dan Amerika Serikat sama-sama masih berusaha menjaga kalimat, menjaga statement.
00:36Dan mereka harus diingat belum pernah bertemu satu sama lain ya.
00:40Betul-betul duduk bersama antara kedua belah pihak.
00:43Artinya menurut saya dua-duanya sama-sama mengambil langkah yang taktis saja untuk minimal mendapatkan quick wins gitu.
00:51Kemenangan cepat dalam waktu yang singkat saat ini.
00:54Dan tandanya salah satunya bahwa Iran memutuskan untuk melepaskan dulu isu Israel dari proses kesepakatan ini.
01:03Jadi tadi kan sudah dikatakan statementnya bahwa Israel tidak masuk ya dalam proses negosiasi ini.
01:09Tidak dihitung.
01:10Artinya Iran dalam posisi untuk memastikan dulu deal yang paling dia butuhkan yakni dia menguasai Selat Hormuz.
01:20Dia diakui bahwa dia juga punya kedaulatan.
01:23Dan aset ini.
01:25Soal aset ini menurut saya satu hal yang menurut Iran menjadi satu kemenangan taktis.
01:29Kalau memang Trump bisa dipush dan kelihatannya Trump memang melemahnya di sana ya.
01:34Dia mau tuh melepaskan itu asalkan Hormuz juga bisa nanti ada negosiasi lanjutan gitu.
01:40Jadi titik ini merupakan satu kemenangan juga buat Iran dan itu yang mau dia kejar.
01:46Antara dari sisi Amerika Serikat menurut saya kata yang kuncinya itu kan soal nuklir.
01:51Dan itu diulang sama Trump kan.
01:53Dan yang mau disampaikan oleh Iran adalah bahwa isu nuklir akan tetap dimasukkan
01:59walaupun tidak dalam kesepakatan yang kali ini
02:02tapi sudah janji akan dimasukkan dalam proses negosiasi selanjutnya di level yang lebih teknis.
02:07Mbak Dina tapi ketika kompromi itu juga artikan sudah semakin cair.
02:11Apa yang membedakan negosiasi yang sekarang dengan yang sebelum-sebelumnya?
02:15Kenapa sekarang tampaknya akan semakin dekat menuju meja perundingan?
02:19Apa yang membedakan itu?
02:22Tadi taktisnya jadi bahwa kedua belah pihak sama-sama merasa
02:26di dalam negerinya itu perlu ada deliverable, harus ada satu capaian
02:30dan itu kebetulan titik lunaknya ada.
02:33Dan hal itu tetap tidak akan mengubah posisi sebenarnya
02:37bahwa Iran itu tetap akan mempertahankan program nuklirnya.
02:41Hanya saja nanti akan dibahas lebih lanjut teknisnya seperti apa.
02:46Tapi yang paling penting buat Iran, yang penting nuklir, eh sorry sanksi
02:50yang selama ini membulkade, dia nggak bisa jual minyaknya, dia nggak bisa mengakses aset-asetnya.
02:56Itu dilepas dulu sama Amerika.
02:58Karena kalau itu dilepas, dia bisa melanjutkan negosiasi dengan daya tawar yang lebih tinggi.
03:05Nah berarti kalau misalnya goalsnya untuk sementara adalah quick winsnya dulu,
03:08kalau misalnya nanti di tanda tangan ini apakah memang akhirnya bisa berakhir damai
03:13atau ya hanya menunda perang saja tapi masih bermusuhan antara kedua negara?
03:19Masih, masih bermusuhan antara dua negara.
03:22Jadi ini intinya baru agreement in principle.
03:25Kalaupun ini terjadi ya, tanda tangan di hari Senin, itu masih hanya agreement on principle.
03:31Masih ada proses negosiasi di level yang lebih teknis.
03:34Misalnya tentang kalau nuklir, kemudian nanti nasib enrichmentnya seperti apa,
03:40stockpilenya akan gimana gitu.
03:43Lalu posisi-posisi lokasi nuklir itu akan seperti apa.
03:46Itu masih nanti bertahap lagi dibikin schedule yang lebih panjang.
03:50Tapi kalau untuk sanksi, maka si Iran ini kan kemudian mulai menetapkan.
03:56Negosiasi lebih lanjut nggak akan lanjut, kecuali sudah ada yang dicairkan terlebih dahulu.
04:02Jadi kelihatan sebenarnya Iran ini push, push, tapi karena memang ada ruang
04:07kelihatannya dari pihak Amerika Serikat juga melunak ya untuk mulai memberikan sesuatu pada Iran
04:13supaya urusan nuklir yang menjadi keywords di kampanyenya Trump ini juga bisa ada breakthrough.
04:19Kalau nggak sebenarnya dua-duanya masih stalemate, masih buntu ya posisinya sama-sama kuat.
04:25Nah kalau biasanya kan Israel juga jadi ganjalan ketika negosiasi.
04:29Kalau sekarang menurut Mbak Dina akan nurut atau masih akan bertingkah?
04:34Masih akan bertingkah.
04:35Dan bertingkahnya kepada Amerika Serikat karena dua belah pihak ini, Netanyahu maupun Amerika Serikat,
04:42mereka ini sama-sama punya kepentingan memenangkan pemilu di negaranya masing-masing.
04:47Dan kepentingan mereka makin nyata berseberangan gitu.
04:51Netanyahu itu dengan Iran mengancam ya untuk menyerang wilayah Israel langsung
05:00dan setiap kali ada bunyi sirine di Israel itu reaksinya adalah negatif sekali terhadap Netanyahu.
05:08Bahwa Netanyahu itu empat bulan lagi kan pemilu ya.
05:11Jadi ini masa-masa yang sangat kritis buat dia.
05:14Sementara di Amerika Serikat lima bulan lagi pemilu.
05:17Jadi ketegangannya itu sekarang juga berpindah bukan hanya di Iran sama Amerika Serikat
05:23tapi antara Israel dengan Amerika Serikat.
05:26Karena kepentingan pemilu di kedua negara ini.
05:29Tapi bagaimana internasional akan menilai kesepakatan ini?
05:32Apakah akan menilai sebagai ini adalah sebuah keunggulan bagi Iran bisa mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat
05:37atau ada poin lain juga yang bisa dianalisis oleh internasional?
05:41Di pihak internasional kalau dilihat dari statement yang makin kuat ya untuk mendukung Libanon
05:48dan mendesak Israel untuk keluar dari wilayah Libanon.
05:52Itu menunjukkan bahwa Israel tetap dalam posisi dianggap tidak sah mengambil wilayah secara ilegal.
06:00Itu tetap dan semakin kuat ya bahwa resistensi terhadap Israel itu tetap kuat.
06:04Sementara kalau soal rekognisi terhadap Iran menurut saya masih tetap 50-50 gitu.
06:12Di satu sisi mereka bisa melihat negara-negara lain melihat bahwa Iran ini memang harus diberi kompromi sesuatu lah
06:19karena mereka diserang duluan di saat mereka proses negosiasi.
06:23Dan sekarang sesudah perang berjalan lebih dari 100 hari bisa dilihat bahwa Iran itu ingin menunjukkan
06:31dia sebenarnya mau negosiasi gitu.
06:33Jadi menurut saya yang beda dengan statement kemarin, kemarin malam kan ada statement juga dari Trump
06:39akan ada proses negosiasi yang ditandatangani di Eropa ya.
06:45Bedanya dengan yang sekarang adalah sekarang sudah di confirm oleh pihak Iran.
06:50Dan ini menurut saya ingin menunjukkan dari pihak Iran bahwa Iran itu memang niatnya damai.
06:54Hanya Amerika aja yang gak ngasih jalan gitu.
06:58Mbak Dina Praktora Harja, Praktisi dan Pengajar Hubungan Internasional Sinergy Policy,
07:01terima kasih sudah berbagi bersama kami.
07:03Selalu Mbak Dina.
07:04Terima kasih.
07:04Terima kasih.
07:05Terima kasih.
Komentar