00:00Kehadiran sekolah rakyat di berbagai provinsi di Indonesia telah dirasakan manfaatnya bagi siswa dari keluarga prasejahtera.
00:07Mereka yang sebelumnya tak bisa mengakses pendidikan, kini mulai menatap masa depan melalui sekolah rakyat.
00:20Sekolah rakyat terintegrasi 42 Bandung, Jawa Barat menjadi harapan baru bagi para siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera.
00:31Sekolah ini menjadi tempat bagi siswa kurang mampu untuk mengejar ketertinggalan mereka.
00:39Selain akses pendidikan, para siswa juga mendapatkan fasilitas asrama.
00:45Orang tua salah satu siswa mengaku bersyukur anaknya bisa bersekolah dan mendapat tempat tinggal layak.
00:51Sebab pekerjaannya sebagai juru parkir dengan penghasilan tak menentu, membuat ia kesulitan memenuhi kebutuhan hidup layak bagi anak-anaknya.
01:02Penghasilan, ya kadang dapat, kadang enggak. Kadang dapat 30, kadang 40, kadang enggak dapat juga, Pak.
01:12Kalau enggak, enggak tahu anak, keluar anak saya enggak tahu.
01:27Di balik semangat siswa, para guru punya tantangan tersendiri.
01:32Dalam satu jenjang, pengajar harus menyesuaikan materi dengan kemampuan siswa yang beragam.
01:39Misalnya, ada yang baru masuk sekolah dasar di usia ke-11 tahun.
01:45Anak-anak juga membutuhkan pendampingan ekstra untuk mengejar ketertinggalan dan berkembang sesuai potensinya.
01:52Nah, sekarang tuh di sekolah rakyat, sistemnya multi-entry, multi-exit, ya Pak.
01:57Jadi di kelas saya, terutama SD kecil, itu tuh ada tiga kelas.
02:00Kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga.
02:02Nah, di situ saya harus menjelaskan materi untuk tiga kelas langsung.
02:06Nah, itu salah satu tantangan sih menurut saya, karena emang saya belum pernah nih satu kelas, langsung tiga jenjang, seperti
02:13itu.
02:13Jadi tantangannya di situ sih, sejauh ini.
02:16Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan, pihaknya terus melakukan evaluasi untuk mewujudkan sekolah rakyat yang lebih baik.
02:24Kami terus melakukan evaluasi ya, tentang penyediaan infrastruktur, sumber daya manusia,
02:32dan mengevaluasi proses pembelajaran selama sembilan bulan terakhir ini.
02:39Mana yang perlu kita berkuat, di mana sumber daya kita yang kurang,
02:45dan apa-apa yang harus kita siapkan ke depan.
02:48Pertama-tama tentu penjangkauan.
02:52Jadi, yang bisa sekolah di sini adalah keluarga yang paling tidak mampu secara sosial ekonomi.
02:59Katakanlah, bisa dianggap dalam tanda kutip, anak-anak yang terlantar.
03:04Mungkin punya orang tua, tapi orang tuanya tidak punya kemampuan untuk bisa menyekolahkan anaknya
03:11dan memberikan lingkungan yang cukup mendukung untuk proses belajar.
03:20Bagi puluhan siswa, sekolah ini menjadi pintu pembuka harapan.
03:25Tempat mereka mulai merajut mimpi dan menatap masa depan yang lebih cerah.
Komentar