Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kehadiran Sekolah Rakyat di berbagai daerah mulai dirasakan manfaatnya oleh anak-anak dari keluarga prasejahtera yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan layak.

Salah satunya Sekolah Rakyat Terintegrasi 42 Bandung, Jawa Barat, yang menjadi tempat bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk mengejar ketertinggalan pendidikan. Selain mendapatkan akses belajar, para siswa juga memperoleh fasilitas asrama yang mendukung kebutuhan sehari-hari mereka.

Sejumlah orang tua mengaku terbantu dengan program ini. Salah satunya Fredi, seorang juru parkir, yang bersyukur anaknya dapat bersekolah dan tinggal di lingkungan yang lebih layak meski kondisi ekonomi keluarga terbatas.

Di sisi lain, para guru menghadapi tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran. Mereka harus menyesuaikan materi dengan kemampuan siswa yang beragam, termasuk anak-anak yang baru mengenyam pendidikan dasar pada usia yang lebih tinggi dari rata-rata. Pendampingan ekstra juga diperlukan agar para siswa dapat mengejar ketertinggalan dan berkembang sesuai potensinya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan pemerintah terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat agar semakin efektif menjangkau dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 42 Bandung merupakan sekolah negeri di bawah naungan pemerintah yang beroperasi sejak 2025. Saat ini sekolah tersebut menampung 85 siswa jenjang SD dan SMP.

Bagi para siswa, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga menjadi pintu harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

#SekolahRakyat #Bandung #Pendidikan #Kemensos #SaifullahYusuf

Baca Juga Momen Dudung Beli Lukisan Siswi Sekolah Rakyat: Bagus, Saya Beli Rp1 Juta di https://www.kompas.tv/nasional/674473/momen-dudung-beli-lukisan-siswi-sekolah-rakyat-bagus-saya-beli-rp1-juta

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/674681/sekolah-rakyat-jadi-harapan-pendidikan-bagi-anak-dari-keluarga-prasejahtera-berut
Transkrip
00:00Kehadiran sekolah rakyat di berbagai provinsi di Indonesia telah dirasakan manfaatnya bagi siswa dari keluarga prasejahtera.
00:07Mereka yang sebelumnya tak bisa mengakses pendidikan, kini mulai menatap masa depan melalui sekolah rakyat.
00:20Sekolah rakyat terintegrasi 42 Bandung, Jawa Barat menjadi harapan baru bagi para siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera.
00:31Sekolah ini menjadi tempat bagi siswa kurang mampu untuk mengejar ketertinggalan mereka.
00:39Selain akses pendidikan, para siswa juga mendapatkan fasilitas asrama.
00:45Orang tua salah satu siswa mengaku bersyukur anaknya bisa bersekolah dan mendapat tempat tinggal layak.
00:51Sebab pekerjaannya sebagai juru parkir dengan penghasilan tak menentu, membuat ia kesulitan memenuhi kebutuhan hidup layak bagi anak-anaknya.
01:02Penghasilan, ya kadang dapat, kadang enggak. Kadang dapat 30, kadang 40, kadang enggak dapat juga, Pak.
01:12Kalau enggak, enggak tahu anak, keluar anak saya enggak tahu.
01:27Di balik semangat siswa, para guru punya tantangan tersendiri.
01:32Dalam satu jenjang, pengajar harus menyesuaikan materi dengan kemampuan siswa yang beragam.
01:39Misalnya, ada yang baru masuk sekolah dasar di usia ke-11 tahun.
01:45Anak-anak juga membutuhkan pendampingan ekstra untuk mengejar ketertinggalan dan berkembang sesuai potensinya.
01:52Nah, sekarang tuh di sekolah rakyat, sistemnya multi-entry, multi-exit, ya Pak.
01:57Jadi di kelas saya, terutama SD kecil, itu tuh ada tiga kelas.
02:00Kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga.
02:02Nah, di situ saya harus menjelaskan materi untuk tiga kelas langsung.
02:06Nah, itu salah satu tantangan sih menurut saya, karena emang saya belum pernah nih satu kelas, langsung tiga jenjang, seperti
02:13itu.
02:13Jadi tantangannya di situ sih, sejauh ini.
02:16Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan, pihaknya terus melakukan evaluasi untuk mewujudkan sekolah rakyat yang lebih baik.
02:24Kami terus melakukan evaluasi ya, tentang penyediaan infrastruktur, sumber daya manusia,
02:32dan mengevaluasi proses pembelajaran selama sembilan bulan terakhir ini.
02:39Mana yang perlu kita berkuat, di mana sumber daya kita yang kurang,
02:45dan apa-apa yang harus kita siapkan ke depan.
02:48Pertama-tama tentu penjangkauan.
02:52Jadi, yang bisa sekolah di sini adalah keluarga yang paling tidak mampu secara sosial ekonomi.
02:59Katakanlah, bisa dianggap dalam tanda kutip, anak-anak yang terlantar.
03:04Mungkin punya orang tua, tapi orang tuanya tidak punya kemampuan untuk bisa menyekolahkan anaknya
03:11dan memberikan lingkungan yang cukup mendukung untuk proses belajar.
03:20Bagi puluhan siswa, sekolah ini menjadi pintu pembuka harapan.
03:25Tempat mereka mulai merajut mimpi dan menatap masa depan yang lebih cerah.
Komentar

Dianjurkan