Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax memicu keresahan di kalangan masyarakat. Banyak pengguna kendaraan mengaku mulai beralih ke Pertalite karena harga Pertamax dinilai semakin memberatkan.

Warga khawatir perpindahan pengguna ke Pertalite akan membuat antrean semakin panjang dan berpotensi membebani ketersediaan BBM bersubsidi tersebut. Mereka juga menilai kenaikan harga Pertamax dapat semakin menekan daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi maupun LPG 3 kilogram. Pemerintah juga tengah mengkaji berbagai alternatif insentif untuk menjaga daya beli masyarakat pasca kenaikan harga Pertamax.

Sementara itu, Pertamina menyatakan penyesuaian harga Pertamax dilakukan mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Harga Pertamax kini mencapai Rp16.250 per liter.

Sejumlah ekonom menilai kelompok kelas menengah menjadi pihak yang paling terdampak akibat kenaikan harga Pertamax. Karena itu, pemerintah diharapkan menyiapkan stimulus dan langkah mitigasi untuk menjaga daya beli masyarakat.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan ekonomi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan ketidakpastian kondisi geopolitik global.

#Pertamax #BBM #Pertalite #BahlilLahadalia #Ekonomi

Baca Juga Seskab Teddy: Pertamax Adalah BBM Non Subsidi, Ikuti Harga Minyak Dunia di https://www.kompas.tv/nasional/674624/seskab-teddy-pertamax-adalah-bbm-non-subsidi-ikuti-harga-minyak-dunia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674658/kenaikan-pertamax-picu-kekhawatiran-warga-soal-ketersediaan-pertalite-kompas-petang
Transkrip
00:00Kita ke berita lain sedara sebagian masyarakat resah dengan kenaikan harga BBM Pertamax yang membuat mereka terpaksa harus beralih ke
00:07Pertalait.
00:07Akibatnya antrian Pertalait menjadi lebih panjang. Berikut laporan jurnalis Kompas TV Eril Nata dan juru kamera Bodia yang sudah kami
00:15rekam sebelumnya.
00:16Kenaikan harga bahan bakar minyak seperti di Pertamina ini masih dikeluhkan oleh masyarakat banyak karena memang harganya meningkat cukup drastis.
00:25Seperti saat ini saya berada di SPBU penyobongan yang dimana memang jika dibandingkan Pertamax, Pertalait ini lebih banyak antriannya lebih
00:34dari 10 kendaraan dibandingkan Pertamax yang cukup sepi.
00:38Lalu juga kemudian bahwa memang di beberapa titik SPBU sendiri dikatakan Pertalait ini sempat terjadi beberapa kali kekosongan.
00:45Namun di SPBU yang berada di daerah penyobongan ini untuk Pertalait masih tersedia tetapi memang antriannya cukup panjang yang dimana
00:53memang banyak beberapa masyarakat yang beralih dari Pertamax menuju ke arah Pertalait tentunya
01:00karena harganya cukup tinggi yang dimana ini dikeluhkan.
01:03Yang dimana sebelumnya sekitaran 12 ribu namun saat ini sudah menyentuh lebih dari 16 ribu rupiah.
01:09Namun mungkin saya akan tanya sedikit kepada salah satu dari pengguna Pertalait.
01:13Halo Umas, selamat siang Mas?
01:15Brian.
01:16Mas kalau boleh tahu sebelumnya menggunakan apa dan sekarang di Pertamax?
01:20Awalnya saya pakai turbo Pak, terus Pertubo naik saya ganti Pertamax.
01:24Sekarang Pertamax naik Pertalait aja dah.
01:27Itu gimana Mas? Kenapa bisa?
01:30Gak ngerti juga ya, mungkin karena Iran itu ya.
01:33Kalau dari Masya sendiri, Pertubo naiknya berapa?
01:36Karena harganya naik Pak?
01:37Iya, berasa banget soalnya dulu saya 70 ribu Pertamax itu full tank.
01:43Sekarang paling cuma dapat 4 liter Pak.
01:46Iya.
01:49Paling dimix sih, paling logiknya.
01:53Ya saudara yang dimana memang bahwa dia mengatakan dari sebelumnya Pertamax Turbo lalu perindah ke Pertamax.
02:00Dan saat ini Pertalait yang dimana memang dikatakan bahwa harganya cukup tinggi.
02:04Sehingga ini menjadi keresahan bagi masyarakat.
02:07Yang dimana memang bahwa kenaikan ini sudah terjadi pada beberapa hari sebelumnya.
02:11Untuk sepeda motor.
02:14Sehingga saat ini antrean cukup banyak yang berada di antrean Pertalait dibandingkan pada Pertamax.
02:19Erli Gurangata, Baudia Vimalah, Kompas TV Jakarta.
02:29Sangat susah lah.
02:31Nah, nanti khawatirnya orang-orang itu nggak pakai Pertamax, malah-mahari ke Pertalaitan.
02:38Kalau beri Pertamax, ya mikir-mikir dulu ini.
02:41Masalahnya, maka kadang kewakilnya juga mepet.
02:49Kenaikan harga BBM jenis Pertamax tak hanya menimbulkan kekhawatiran bagi penggunanya,
02:55tetapi juga pengendara lain yang sehari-hari menggunakan Pertalait.
02:59Warga menilai kenaikan harga Pertamax yang terlampau tinggi
03:02akan cenderung berimbas pada melemahnya daya beli masyarakat
03:06sehingga akan banyak yang beralih ke Pertalait.
03:09Imbasnya pengguna Pertalait bertambah, namun stoknya terbatas
03:13sehingga memaksa warga lain menggunakan Pertamax.
03:17Subsidi, tapi kan nanti indahnya itu ya,
03:19antrean panjang di SPBU,
03:21kadang nanti kalau stoknya habis, kita juga terpaksa beli Pertamax.
03:25Padahal sekarang itu kan selisih antara pertanian sama Pertamax itu kan
03:28sama jauh, hampir 4.250, mas.
03:34Mau beri Pertamax, ya mikir-mikir dulu ini.
03:37Masalahnya mahal, kadang uang kita juga mepet.
03:39Pertamax sangat-sangat berat.
03:41Jadi itu kan kenaikannya sampai 4.000.
03:45Nah itu kan nanti, nanti ya sangat-sangat susah lah.
03:51Nah nanti khawatirnya orang-orang itu nggak pakai Pertamax,
03:54malah lari ke Pertalait.
03:57Nah nanti kalau jangan-jangan Pertalait nanti banyak yang dibutuhkan,
04:02barang kosong, akhirnya malah susah.
04:06Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut,
04:09pemerintah jamin tidak menaikan harga BBM dan LPG bersubsidi.
04:13Pemerintah juga tengah mengkaji alternatif insentif
04:17guna menjaga daya beli masyarakat
04:19pasca kenaikan harga BBM non-subsidi, jenis Pertamax.
04:22Sampaikan bahwa harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG
04:29itu tidak ada perubahan sama sekali.
04:31Itu dulu.
04:32Pemerintah lagi sedang menggodok hal-hal yang terkait
04:35dengan menjaga daya beli masyarakat.
04:38Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat,
04:41terutama kepada BBM subsidi sama sekali tidak kita naikkan.
04:45Sementara yang lainnya dilakukan penyusayan.
04:48Nanti kita cek nanti dengan teman-teman berlaku usaha
04:50baik dengan Teraus Super Tamina.
04:54Pertamina menaikan kenaikan harga Pertamax
04:57menyesuaikan dengan harga pasar minyak dunia
04:59hingga mencapai 16.250 rupiah.
05:03Sejumlah ekonom menilai kelas menengah
05:05akan terdampak imbas kenaikan Pertamax
05:07sehingga pemerintah diharapkan dapat memberi stimulus
05:10untuk menjaga daya beli masyarakat.
05:13Klas menengah ini bisa kena dampaknya
05:15artinya apa?
05:16Daya beli mereka semakin melemah.
05:18Dan ini masalah cukup kalau memang uangnya ada
05:20ya itu termasuk lumayan meringankan kelas menengah.
05:22Tapi masalahnya apakah APBN kita bisa melakukan itu?
05:25Apakah kita punya duit untuk melaksanakan itu?
05:28Itu kan the question mark
05:29untuk memberikan market kepercayaan.
05:32Dan saya tidak yakin itu bisa dilakukan
05:34kalau harga minyak ini 2 tahun lagi masih tetap tinggi.
05:38Warga berharap pemerintah bisa segera melakukan
05:41perbaikan ekonomi
05:42di tengah melemahnya nilai tukar rupiah
05:44terhadap dolar Amerika Serikat
05:46dan kondisi perang geopolitik.
05:48Tim Liputan Kompas TV
Komentar

Dianjurkan