Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menegaskan Presiden Prabowo Subianto merupakan sosok yang terbuka terhadap kritik dan perbedaan pendapat.

Fahri mengaku kerap berdiskusi dan berdebat langsung dengan Presiden, termasuk dalam sejumlah isu yang tidak selalu disepakati bersama.

Menurut Fahri, Prabowo tidak pernah menghindari perbedaan pandangan. Fahri menilai karakter tersebut tidak lepas dari latar belakang kehidupan Prabowo yang terbiasa hidup dalam lingkungan yang demokratis. Fahri membantah anggapan bahwa Presiden anti kritik.

Di sisi lain, akademisi Universitas Andalas Feri Amsari menyampaikan sejumlah harapan yang menurutnya perlu segera menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya adalah memastikan partisipasi publik dalam proses penyusunan kebijakan.

Menurut Feri, sejumlah kebijakan yang memicu kontroversi justru lahir tanpa pelibatan publik yang memadai. Feri juga menyoroti revisi sejumlah aturan yang menurutnya menjauh dari semangat reformasi.

Ia bahkan menilai sebagian besar cita-cita reformasi telah mengalami kemunduran. Feri menyoroti sejumlah persoalan yang menurutnya menunjukkan kemunduran reformasi, mulai dari munculnya kembali multifungsi militer hingga persoalan pembagian kekuasaan.

Ia berharap Presiden Prabowo benar-benar mewujudkan komitmen terhadap cita-cita reformasi melalui langkah konkret.

"Pak, bekerja jangan pidato," katanya.

Bagaimana menurut Anda?



Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/oBI5xUrGghs



#feriamsari #fahrihamzah #aktivis

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/674617/fahri-hamzah-akui-sering-debat-dengan-prabowo-pesan-feri-amsari-bekerja-jangan-pidato-rosi
Transkrip
00:00Kritisnya mahasiswa sekarang itu juga seharusnya bisa mendapat tempat
00:04yang bisa di...
00:07apa yang menjadi protes mereka itu juga menjadi koreksi oleh pemerintah.
00:11Kita percaya dari awal bahwa
00:14negara dengan jumlah orang kritis yang banyak
00:17itu adalah negara yang akan lebih maju.
00:20Meskipun kita tahu dalam tren dunia sekarang ini
00:23ada negara seperti Iran, ada negara seperti China
00:28yang punya resiliensi tertentu
00:31dan punya agenda nasional yang dahsyat
00:33China bisa mengeluarkan orang dari kemiskinan
00:36dalam satu generasi itu
00:38lebih dari 800 juta manusia keluar dari kemiskinan.
00:42Tanpa demokrasi
00:46dengan otoritarianisme, single party dan sebagainya.
00:49Tapi juga ada negara barat yang di sana
00:51ada kebebasan tapi elitnya terpecah
00:54dan mulai terpuruk sekarang ini kalau kita lihat.
00:57Nah Indonesia itu harus punya jalan sendiri.
00:59Karena itulah kegembiraan teman-teman mahasiswa
01:02untuk terlibat sebagai aktivis itu adalah bagian dari pelatihan mereka
01:07untuk suatu hari menjadi pemimpin.
01:09Cuman izinkan saya juga untuk berefleksi
01:14bahwa yang dilakukan oleh Pak Prabowo sekarang itu
01:17adalah menuntaskan agenda reformasi
01:20yang pada abjad atau sisi-sisi akhir dari Orde Baru
01:27fase-fase akhir dari Orde Baru
01:28memang ada penyimpangan dan itulah yang kami tuntut.
01:33Mengerucutnya kekuasaan politik
01:35karena itulah Pak Prabowo mendirikan partai
01:38dan ikut dalam kontestasi pemilu ini mungkin
01:40di dunia ini di antara pemimpin yang berkontestasi paling banyak
01:44itu adalah Pak Prabowo.
01:46Mencoba dalam demokrasi dia memimpin begitu.
01:50Dan yang kedua adalah beliau melakukan demokratisasi ekonomi
01:54yang masif dan saya kira
01:55ini akan menjadi agenda demokratisasi ekonomi
01:58yang paling masif dalam sejarah Indonesia.
02:00Bung Fahri kan dikenal dekat dengan Presiden
02:02Anda sendiri mengatakan bahwa mengenal beliau dengan sangat baik
02:06karena itu Anda selalu mendukung dia.
02:08Tapi sebenarnya orang seperti Bung Fahri itu didengar gak?
02:10Atau siapa yang didengar oleh Presiden?
02:12Saya sering dipanggil dan sering berdebat
02:14dan juga sering tidak bisa sama pendapatnya juga
02:18dan kadang-kadang saya dengar dari orang
02:21beliau belum setuju soal ini, soal ini
02:23tapi dia tidak menghindari perdebatan
02:26karena pada dasarnya orang itu hidup dengan
02:28tidak saja kultur tempat dia dibesarkan
02:31memang dia pernah di militer
02:32tapi sebelumnya kan dia hidup di barat
02:34dia juga hidup dalam keluarga yang sangat demokratis
02:38ada perbedaan di dalam keluarganya yang luar biasa
02:41dan mereka berdebat
02:42senang dengan perbedaan pendapat
02:43jadi kalau ada orang menuduh bahwa beliau tidak suka
02:46perbedaan pendapat dan sebagainya itu tidak benar gitu
02:48dan itu yang kita
02:49ini yang saya bilang itu
02:50ada persoalan gaya yang kita tidak terbiasa
02:52ada subkultur tertentu di Indonesia ini
02:55yang sering tidak diterima gayanya
02:57gak bisa kita
02:58apa yang paling Anda ingin dengar
03:00atau ingin lihat koreksi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo
03:03yang sejalan dengan harapan mahasiswa
03:05lebih banyak memastikan kebijakan itu
03:08betul-betul melibatkan partisipasi publik
03:11dari berbagai undang-undang yang kemudian menjadi kontroversi
03:15itu tidak melibatkan partisipasi publik sama sekali
03:19tiga hak yang harusnya ada dalam partisipasi itu diabaikan
03:23termasuk dengan revisi undang-undang polri yang terbaru
03:26undang-undang militer dan lain-lain
03:27kalau Bang Fahri bercerita bahwa ini cara Pak Presiden
03:32mewujudkan cita-cita reformasi itu tidak sesuai dengan data kita
03:36dari enam tuntutan reformasi tinggal satu saja yang belum rusak
03:40yaitu
03:41yaitu kembali kepada undang-undang dasar naskah awal
03:43undang-undang konstitusi kita masih konstitusi reformasi
03:46lima lainnya sudah hilang
03:48muncul multifungsi militer
03:52peradilan yang kemudian tidak adil
03:55punya problematika serius
03:57bahwa adilisu suharto sudah tidak mungkin
04:00bahwa kemudian ada mewujudkan pembagian kekuasaan yang baik
04:07bagaimana dengan pembagian kekuasaan
04:09koalisinya koalisi tunggal
04:11jadi lima cita-cita sudah terbuang
04:14hanyut
04:15oleh karena itu harapannya
04:17kalau memang itu cita-cita Pak Prabowo
04:20wujudkan kembali cita-cita reformasi itu
04:23pastikan seluruh posisi yang diatur oleh konstitusi
04:28berada pada tempatnya
04:29bukan kemudian sekedar berpidato
04:32yang tinggi-tinggi tanpa kemudian mampu betul-betul membumi
04:37kalau mengurucut pada satu pesan yang sederhana saja
04:40Pak, bekerja jangan pidato
04:46Pak Prabowo ini baru setahun tujuh bulan atau delapan bulan
04:51dan kepada beliau dipikulkan semua amanat
04:57untuk memperbaiki apa yang keliru dalam seperempat abad belakangan ini
05:02dan beliau akan melakukan itu
05:04dan beliau tidak kompromi dengan siapapun untuk melakukan itu
05:09dan Bung Fahri termasuk juga yang mendukung kalau ada aksi unjuk rasa mahasiswa
05:14itu adalah bagian dari penginyak pemerintah
05:17dan tidak dituding sebagai digerakan oleh soros
05:20itu kita harus dianggap biasa saja sebagai perjagapan daripada masyarakat sipil
05:24tapi Pak Prabowo dengan agendanya menurut saya
05:27dia akan melakukan transformasi besar-besaran
05:29dan saya percaya Indonesia akan berubah menjadi lebih baik ke depan

Dianjurkan