Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira Kupang mengembangkan prototipe robot pengantar makanan bernama "Foodora" yang mampu bergerak otomatis menggunakan sistem Internet of Things (IoT).

Robot ini dilengkapi sensor penghalang dan sistem navigasi yang memungkinkan pergerakan tanpa kendali langsung serta mampu menghindari objek di jalur.

Awalnya dikendalikan secara manual, kini sistemnya telah berkembang menjadi otomatis dan dirancang untuk dapat digunakan di kafe maupun restoran.

Di Kupang, Pantai Tedis di Kecamatan Kota Lama juga menjadi destinasi favorit warga untuk menikmati senja. Sejak sore hari, kawasan ini dipadati pengunjung yang datang menikmati suasana matahari terbenam, kuliner lokal, serta pemandangan laut.

Sementara itu di Ambon, anak-anak mengikuti kelas menggambar dan mewarnai gratis di Ruang Terbuka Publik (RTP) Wainitu yang digagas komunitas Doodle Art Ambon untuk mengurangi ketergantungan pada gawai.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan Amboina Color Fun Walk yang digelar Pemerintah Kota Ambon dalam rangka HUT kota dan menyambut World Cup 2026, yang diikuti ribuan warga dengan berbagai kegiatan olahraga dan hiburan.

#CeritaNusantara #Kupang #Ambon

Baca Juga Cara Tambah Jadwal PIala Dunia 2026 ke Aplikasi Kalender di https://www.kompas.tv/olahraga/674387/cara-tambah-jadwal-piala-dunia-2026-ke-aplikasi-kalender

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/674462/mahasiswa-kupang-kembangkan-sistem-robot-pengantar-makanan-otomatis-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara saatnya kita simak beragam cerita menarik dan inspiratif dalam cerita Nusantara.
00:05Kali ini giliran kawan-kawan kami dari Birokompas TV di Kupang NTT dan Ambon, Maluku.
00:10Sudah bersiap jurnalis Kompas TV Kalik Staus dan Yahya Lating serta juru kamera Emanuel Alfred di Ambon, Maluku.
00:17Pertama kita akan ke Kupang terlebih dahulu.
00:19Kalik, selamat siang. Ada cerita menarik apa di sana?
00:24Baik lintang, selamat siang.
00:26Ada dua informasi cerita menarik dari Birokupang kali ini.
00:31Informasi pertama, saudara, di tangan anak muda, teknologi yang selama ini hanya terlihat di kota-kota besar,
00:37ini mulai hadir di Nusa Tenggara Timur.
00:40Di kelompok mahasiswa di Kupang berhasil menciptakan prototipe robot pengantar makanan
00:44yang mampu bergerak dan melayani pelanggan secara mendiri.
00:51Suara motor listrik terdengar pelan saat robot ini mulai bergerak.
00:55Pada bagian atas robot, terdapat wadah khusus untuk menempatkan makanan dan minuman.
01:01Dengan lincah, robot ini melaju menuju titik tujuan tanpa harus didorong atau dikendalikan secara manual.
01:08Siapa sangka robot ini bukan hasil karya perusahaan teknologi besar,
01:13melainkan hasil kreativitas dan kerja keras tiga mahasiswa pro di ilmu komputer,
01:18Fakultas Teknik Universitas Katolik Widiaman di Rakupang.
01:21Robot pintar tersebut diberi nama Fudura.
01:26Prototipe yang awalnya dikendalikan secara manual,
01:29kini telah dikembangkan berbasis teknologi Internet of Things atau IOT.
01:35Berawal dari keinginan menghadirkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,
01:40para mahasiswa ini mulai merancang dan merakit robot dari berbagai komponen elektronik.
01:45Mereka memadukan ilmu pemrograman sensor dan robotika menjadi sebuah alat yang dapat membantu pekerjaan manusia.
01:54Tidak hanya itu, Fudura juga dibekali sistem navigasi dan sensor penghalang.
01:59Fitur ini memungkinkannya bergerak otomatis sekaligus menghindari benda yang berada di calurnya.
02:06Kemampuan tersebut membuat robot ini sangat ideal untuk mengantarkan makanan di kafe maupun restoran.
02:13Bagi para mahasiswa, karya ini bukan sekedar proyek akademik biasa,
02:17melainkan bukti nyata bahwa generasi muda Nusa Tenggara Timur mampu bersaing di dunia teknologi yang terus berkembang.
02:25Meski masih dihadapkan pada minimnya dukungan,
02:29prototipe robot ini akan terus dikembangkan ke skala industri.
02:33Kalau untuk keunggulan robot ini, itu bisa dikontrol secara manual, secara otomatis, semuanya bisa.
02:39Kita secara manual, kita bisa menekan tombol di belakang yang sudah tersedia.
02:44Secara otomatis itu kita bisa melalui web, jadi kita tanpa campur tangan, kita pegang untuk atur dia jalan kemana-mana.
02:50Kita bisa langsung dari website.
02:53Tapi ini yang kita lihat, ini masih dalam skala prototipe,
02:56tapi diharapkan kami berdua bisa mengembangkan ini bahkan sampai ke skala industri yang sebenar.
03:07Di tengah berbagai keterbatasan, mereka berhasil menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari kota-kota besar,
03:15melainkan dapat tumbuh dari ruang kelas dan laboratorium sederhana di ujung timur Indonesia.
03:20Cita Senatun, Kumpas TV, Kupang, Nusa Tenggara Timur
03:32Informasi kedua saudara mencari tempat untuk melepas penat setelah siar yang beraktifitas di kota Kupang bukanlah hal yang sulit.
03:39Salah satu destinasi favorit yang tak pernah sertai adalah Pantai Tedis di Kecamatan Kota Lama.
03:45Pantai ini menjadi magnet bagi para pemburusenja dan keindahannya.
03:52Sejak pukul 16.30 waktu Indonesia Tengah,
03:56kawasan Pantai Tedis di Kelurahan Lai-Lai Besikopan, Kecamatan Kota Lama Kupang, Nusa Tenggara Timur,
04:02mulai dipadati pengunjong.
04:04Mulai dari kaum muda hingga keluarga,
04:07sengaja datang lebih awal untuk mengamankan tempat terbaik di sepanjang tanggul pantai.
04:12Hembusan angin laut yang sejuk, deburan ombak,
04:16serta lalu-lalang perahu nelayan di kejauhan,
04:18menjadi perpaduan sempurna untuk melepas penat.
04:22Sambil menanti matahari terbenam,
04:24pengunjung bisa menikmati kuliner lokal yang dijajakan di sekitar pantai.
04:30Menu ikonik seperti pisang bakar dan jagung bakar hangat,
04:33ditemani secanggir kopi atau kelapa muda segar,
04:36membuat momen menunggu sunset terasa lebih nikmat.
05:07Hari seperti biasa,
05:10spesialis jagung bakar dan minum.
05:14Jadi pas kita lihat situasi keadaan pantai yang bagus,
05:18jadi memenangnya pasti.
05:20Nama lengkapnya, Pak?
05:21Jual jagung bakar, pisang bakar,
05:24pop ais, popi, dan apa-apa.
05:27Yang favorit di sini apa?
05:29Jualan apa ini?
05:30Jagung sama pisang.
05:32Biasa pengunjung yang datang lebih suka jagung atau pisang?
05:34Masa sih?
05:37Lalu 2 hari.
05:38Tapi biasa rame dengan hari apa?
05:41Hari malam minggu dengan biasa hari lip.
05:46Momen yang dinanti pun tiba,
05:48langit kupang perlahan berubah warna,
05:51memancarkan gradasi jingga dan keungguan yang memukau
05:55saat matahari seolah tenggelam ke dalam laut.
05:59Suasana pantai seketika riuh oleh jepretan kamera ponsel.
06:02Pengunjung berlomba mengabadikan momen indah ini
06:06sebagai kenangan bersama keluarga maupun kerabat.
06:10Nah, bagi Anda yang sedang berada di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur,
06:15menikmati sore di Pantai Tedis adalah agenda yang tak boleh dilewatkan.
06:19Kalix Taus, Kompas TV, Kupang, Nusa Tenggara Timur.
06:27Demikian 2 cerita musantara dari Biro Kupang, kembali ke Anda, Lintang.
06:32Baik, Kalix.
06:33Dari Kupang NTT, kita akan terbang ke Ambon,
06:36baluku ada Yahya Lating di sana.
06:38Selamat siang, Yahya.
06:39Ada cerita menarik apa hari ini?
06:41Baik, selamat siang, Lintang dan saudara.
06:44Dari Ambon, kita memiliki 2 informasi yang dapat kita bagikan
06:49dalam segmen cerita musantara kali ini.
06:52Informasi yang pertama,
06:54anak-anak di Kota Ambon, Maluku,
06:56memanfaatkan waktu sore mereka dengan mengikuti kelas menggambar
06:59dan mewarnai gratis di ruang terbuka publik lain itu.
07:04Kegiatan yang digagas komunitas doodle art Ambon ini
07:08tak hanya mengasah kreatifitas,
07:10tetapi juga mengurangi kebiasaan anak bermain telpon genggam.
07:19Kawasan ruang terbuka publik atau RTP YNITU di Kota Ambon
07:23kini menjadi tempat berkumpul anak-anak setiap sore hari.
07:28Mereka datang untuk belajar, bermain,
07:31dan menyalurkan imajinasi melalui kegiatan menggambar dan mewarnai.
07:34Didampingi anggota komunitas doodle art Ambon,
07:38anak-anak bebas menuangkan ide dan kreatifitas mereka
07:41lewat berbagai coretan warna-warni.
07:44Suasana ceria dan penuh semangat terlihat saat mereka berkreasi
07:48bersama teman-teman sebaya.
07:51Tak sekedar menjadi sarana hiburan,
07:54kegiatan seni ini juga melatih motorik halus
07:57dan motorik kasar anak pada masa tumbuh kembang.
08:01Melalui aktivitas yang menyenangkan,
08:03anak-anak diajak untuk lebih aktif berinteraksi
08:06dan mengembangkan kemampuan diri.
08:09Komunitas doodle art Ambon menjadikan program ini
08:12sebagai bagian dari gerakan sosial
08:14untuk mengurangi ketergantungan anak
08:17terhadap penggunaan telepon genggam pada waktu luang.
08:21Anak-anak ikut kelas ini mulai dari awal Februari tahun ini
08:26sudah mulai aktif, jadi setiap sore kita mulai buka booth di sini
08:31untuk anak-anak datang sendiri untuk menggambar.
08:35Mungkin kalau dihitung per hari itu mungkin bisa 20-an lebih
08:39untuk kita sementara membangun kerjasama juga dengan beberapa komunitas
08:44untuk nanti misalnya bisa berkolaborasi
08:46misalnya sambil menggambar
08:49bisa belajar juga misalnya
08:50belajar berhitung atau mengenal
08:53misalnya bahasa asing juga, bahasa Inggris
08:55dan lain-lain kan
08:56bisa lewat sini menggambar juga dari situ kan
08:59misalnya kalau menggambar bunga misalnya
09:01bunga bahasa Inggrisnya apa
09:03bisa kita bisa saling begitu.
09:05Komunitas berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan
09:10dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak
09:12agar ruang kreatif mandiri ini dapat menjadi wadah positif bagi anak-anak
09:17untuk tumbuh menjadi generasi muda Ambon yang kreatif, produktif, dan percaya diri.
09:24Yahya Lating, Kompas TV, Ambon, Maluku
09:30Informasi selanjutnya
09:31Tambutut Kota Ambon sekaligus memeriahkan World Cup 2026
09:36Pemerintah Kota Ambon menggelar Amboina Color Fun Walk
09:41yang diikuti ribuan warga
09:43Pada peserta mengenakan JRC tim peserta Piala Dunia
09:51Untuk memperkuat solidaritas antara pemerintah dan masyarakat
09:54sekaligus memeriahkan ajang Piala Dunia 2026
09:58Pemerintah Kota Ambon menggelar Amboina Color Fun Walk
10:01yang diikuti ribuan warga
10:03Sejak pagi ribuan warga memadati kawasan lapangan merdeka
10:07Mereka datang dengan mengenakan JRC, bendera, dan pernak-pernik tim nasional favorit
10:12yang akan bertanding di ajang 4 tahunan tersebut
10:15Untuk menambah kemeriahan
10:17Panitia menggelar senang bersama
10:19Jalan sehat mengelilingi sejumlah ruas jalan utama
10:21Undian ratusan door price
10:23Hingga pembagian bantuan dana usaha
10:25Bagi puluhan pelaku UMKM di Kota Ambon
10:28Ada dua pesan yang saya sampaikan tadi
10:31Yang pertama, dari aspek sosial
10:34Dia mampu untuk membangun dasar kebersamaan warga Kota Ambon
10:38Di tengah-tengah perbedaan dukungan
10:41Tapi kita semua merasa bagian dari warga Kota Ambon
10:44Yang kedua
10:47Kehidupan ini
10:50ASN pemerintah Kota Ambon
10:52Dia baru 7 ribu saja
10:55Mereka baru belanja
10:57Saus
10:59Timnas
11:01Dia menghidupi
11:03Saus saudara kita yang kelaku-kelaku
11:04MPM yang perjualan
11:06Saus-saus
11:08Timnas
11:09Jadi kita memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat
11:13Saya kira ini tujuan kita
11:16Kegiatan pemerintah Kota mesti berdampak kepada masyarakat
11:19Dampak kuisi sosial dan dampak ekonomi bagi para pelaku usaha
11:24Waktu depan ada kegiatan-kegiatan kayak gini lagi
11:26Dan pasti pemerintah Kota Ambon di bawah Mimpi Nampak Budiwi
11:29Selalu mengapresiasi keadaan-keadaan
11:32Dan
11:32Pauai-pauai
11:33Yang memang damai
11:35Optimis orang
11:36Pasti
11:36Danda
11:39Melalui kegiatan ini
11:40Pemerintah Kota berharap
11:41Warga tetap menjaga keamanan
11:43Dan ketertiban lingkungan masing-masing
11:45Selama ajang piala dunia berlangsung
11:47Terutama saat nonton bareng
11:48Maupun konvoy kendaraan
11:50Para pendukung tim
11:51Yahya Lating
11:53Kompas TV Ambon
11:54Maluku
12:00Demikian dua cerita Nusantara dari Ambon
12:03Kembali ke studio Lintang
12:04Baik Yahya Lating dan Imadual Alfred dari Ambon Maluku
12:09Sebelumnya ada Kalik Staus dari Kupang NTT
12:11Terima kasih rekan-rekan untuk informasinya
12:13Selamat bertugas kembali
Komentar

Dianjurkan