00:00Saudara saatnya kita simak beragam cerita menarik dan inspiratif dalam cerita Nusantara.
00:05Kali ini giliran kawan-kawan kami dari Birokompas TV di Kupang NTT dan Ambon, Maluku.
00:10Sudah bersiap jurnalis Kompas TV Kalik Staus dan Yahya Lating serta juru kamera Emanuel Alfred di Ambon, Maluku.
00:17Pertama kita akan ke Kupang terlebih dahulu.
00:19Kalik, selamat siang. Ada cerita menarik apa di sana?
00:24Baik lintang, selamat siang.
00:26Ada dua informasi cerita menarik dari Birokupang kali ini.
00:31Informasi pertama, saudara, di tangan anak muda, teknologi yang selama ini hanya terlihat di kota-kota besar,
00:37ini mulai hadir di Nusa Tenggara Timur.
00:40Di kelompok mahasiswa di Kupang berhasil menciptakan prototipe robot pengantar makanan
00:44yang mampu bergerak dan melayani pelanggan secara mendiri.
00:51Suara motor listrik terdengar pelan saat robot ini mulai bergerak.
00:55Pada bagian atas robot, terdapat wadah khusus untuk menempatkan makanan dan minuman.
01:01Dengan lincah, robot ini melaju menuju titik tujuan tanpa harus didorong atau dikendalikan secara manual.
01:08Siapa sangka robot ini bukan hasil karya perusahaan teknologi besar,
01:13melainkan hasil kreativitas dan kerja keras tiga mahasiswa pro di ilmu komputer,
01:18Fakultas Teknik Universitas Katolik Widiaman di Rakupang.
01:21Robot pintar tersebut diberi nama Fudura.
01:26Prototipe yang awalnya dikendalikan secara manual,
01:29kini telah dikembangkan berbasis teknologi Internet of Things atau IOT.
01:35Berawal dari keinginan menghadirkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,
01:40para mahasiswa ini mulai merancang dan merakit robot dari berbagai komponen elektronik.
01:45Mereka memadukan ilmu pemrograman sensor dan robotika menjadi sebuah alat yang dapat membantu pekerjaan manusia.
01:54Tidak hanya itu, Fudura juga dibekali sistem navigasi dan sensor penghalang.
01:59Fitur ini memungkinkannya bergerak otomatis sekaligus menghindari benda yang berada di calurnya.
02:06Kemampuan tersebut membuat robot ini sangat ideal untuk mengantarkan makanan di kafe maupun restoran.
02:13Bagi para mahasiswa, karya ini bukan sekedar proyek akademik biasa,
02:17melainkan bukti nyata bahwa generasi muda Nusa Tenggara Timur mampu bersaing di dunia teknologi yang terus berkembang.
02:25Meski masih dihadapkan pada minimnya dukungan,
02:29prototipe robot ini akan terus dikembangkan ke skala industri.
02:33Kalau untuk keunggulan robot ini, itu bisa dikontrol secara manual, secara otomatis, semuanya bisa.
02:39Kita secara manual, kita bisa menekan tombol di belakang yang sudah tersedia.
02:44Secara otomatis itu kita bisa melalui web, jadi kita tanpa campur tangan, kita pegang untuk atur dia jalan kemana-mana.
02:50Kita bisa langsung dari website.
02:53Tapi ini yang kita lihat, ini masih dalam skala prototipe,
02:56tapi diharapkan kami berdua bisa mengembangkan ini bahkan sampai ke skala industri yang sebenar.
03:07Di tengah berbagai keterbatasan, mereka berhasil menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari kota-kota besar,
03:15melainkan dapat tumbuh dari ruang kelas dan laboratorium sederhana di ujung timur Indonesia.
03:20Cita Senatun, Kumpas TV, Kupang, Nusa Tenggara Timur
03:32Informasi kedua saudara mencari tempat untuk melepas penat setelah siar yang beraktifitas di kota Kupang bukanlah hal yang sulit.
03:39Salah satu destinasi favorit yang tak pernah sertai adalah Pantai Tedis di Kecamatan Kota Lama.
03:45Pantai ini menjadi magnet bagi para pemburusenja dan keindahannya.
03:52Sejak pukul 16.30 waktu Indonesia Tengah,
03:56kawasan Pantai Tedis di Kelurahan Lai-Lai Besikopan, Kecamatan Kota Lama Kupang, Nusa Tenggara Timur,
04:02mulai dipadati pengunjong.
04:04Mulai dari kaum muda hingga keluarga,
04:07sengaja datang lebih awal untuk mengamankan tempat terbaik di sepanjang tanggul pantai.
04:12Hembusan angin laut yang sejuk, deburan ombak,
04:16serta lalu-lalang perahu nelayan di kejauhan,
04:18menjadi perpaduan sempurna untuk melepas penat.
04:22Sambil menanti matahari terbenam,
04:24pengunjung bisa menikmati kuliner lokal yang dijajakan di sekitar pantai.
04:30Menu ikonik seperti pisang bakar dan jagung bakar hangat,
04:33ditemani secanggir kopi atau kelapa muda segar,
04:36membuat momen menunggu sunset terasa lebih nikmat.
05:07Hari seperti biasa,
05:10spesialis jagung bakar dan minum.
05:14Jadi pas kita lihat situasi keadaan pantai yang bagus,
05:18jadi memenangnya pasti.
05:20Nama lengkapnya, Pak?
05:21Jual jagung bakar, pisang bakar,
05:24pop ais, popi, dan apa-apa.
05:27Yang favorit di sini apa?
05:29Jualan apa ini?
05:30Jagung sama pisang.
05:32Biasa pengunjung yang datang lebih suka jagung atau pisang?
05:34Masa sih?
05:37Lalu 2 hari.
05:38Tapi biasa rame dengan hari apa?
05:41Hari malam minggu dengan biasa hari lip.
05:46Momen yang dinanti pun tiba,
05:48langit kupang perlahan berubah warna,
05:51memancarkan gradasi jingga dan keungguan yang memukau
05:55saat matahari seolah tenggelam ke dalam laut.
05:59Suasana pantai seketika riuh oleh jepretan kamera ponsel.
06:02Pengunjung berlomba mengabadikan momen indah ini
06:06sebagai kenangan bersama keluarga maupun kerabat.
06:10Nah, bagi Anda yang sedang berada di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur,
06:15menikmati sore di Pantai Tedis adalah agenda yang tak boleh dilewatkan.
06:19Kalix Taus, Kompas TV, Kupang, Nusa Tenggara Timur.
06:27Demikian 2 cerita musantara dari Biro Kupang, kembali ke Anda, Lintang.
06:32Baik, Kalix.
06:33Dari Kupang NTT, kita akan terbang ke Ambon,
06:36baluku ada Yahya Lating di sana.
06:38Selamat siang, Yahya.
06:39Ada cerita menarik apa hari ini?
06:41Baik, selamat siang, Lintang dan saudara.
06:44Dari Ambon, kita memiliki 2 informasi yang dapat kita bagikan
06:49dalam segmen cerita musantara kali ini.
06:52Informasi yang pertama,
06:54anak-anak di Kota Ambon, Maluku,
06:56memanfaatkan waktu sore mereka dengan mengikuti kelas menggambar
06:59dan mewarnai gratis di ruang terbuka publik lain itu.
07:04Kegiatan yang digagas komunitas doodle art Ambon ini
07:08tak hanya mengasah kreatifitas,
07:10tetapi juga mengurangi kebiasaan anak bermain telpon genggam.
07:19Kawasan ruang terbuka publik atau RTP YNITU di Kota Ambon
07:23kini menjadi tempat berkumpul anak-anak setiap sore hari.
07:28Mereka datang untuk belajar, bermain,
07:31dan menyalurkan imajinasi melalui kegiatan menggambar dan mewarnai.
07:34Didampingi anggota komunitas doodle art Ambon,
07:38anak-anak bebas menuangkan ide dan kreatifitas mereka
07:41lewat berbagai coretan warna-warni.
07:44Suasana ceria dan penuh semangat terlihat saat mereka berkreasi
07:48bersama teman-teman sebaya.
07:51Tak sekedar menjadi sarana hiburan,
07:54kegiatan seni ini juga melatih motorik halus
07:57dan motorik kasar anak pada masa tumbuh kembang.
08:01Melalui aktivitas yang menyenangkan,
08:03anak-anak diajak untuk lebih aktif berinteraksi
08:06dan mengembangkan kemampuan diri.
08:09Komunitas doodle art Ambon menjadikan program ini
08:12sebagai bagian dari gerakan sosial
08:14untuk mengurangi ketergantungan anak
08:17terhadap penggunaan telepon genggam pada waktu luang.
08:21Anak-anak ikut kelas ini mulai dari awal Februari tahun ini
08:26sudah mulai aktif, jadi setiap sore kita mulai buka booth di sini
08:31untuk anak-anak datang sendiri untuk menggambar.
08:35Mungkin kalau dihitung per hari itu mungkin bisa 20-an lebih
08:39untuk kita sementara membangun kerjasama juga dengan beberapa komunitas
08:44untuk nanti misalnya bisa berkolaborasi
08:46misalnya sambil menggambar
08:49bisa belajar juga misalnya
08:50belajar berhitung atau mengenal
08:53misalnya bahasa asing juga, bahasa Inggris
08:55dan lain-lain kan
08:56bisa lewat sini menggambar juga dari situ kan
08:59misalnya kalau menggambar bunga misalnya
09:01bunga bahasa Inggrisnya apa
09:03bisa kita bisa saling begitu.
09:05Komunitas berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan
09:10dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak
09:12agar ruang kreatif mandiri ini dapat menjadi wadah positif bagi anak-anak
09:17untuk tumbuh menjadi generasi muda Ambon yang kreatif, produktif, dan percaya diri.
09:24Yahya Lating, Kompas TV, Ambon, Maluku
09:30Informasi selanjutnya
09:31Tambutut Kota Ambon sekaligus memeriahkan World Cup 2026
09:36Pemerintah Kota Ambon menggelar Amboina Color Fun Walk
09:41yang diikuti ribuan warga
09:43Pada peserta mengenakan JRC tim peserta Piala Dunia
09:51Untuk memperkuat solidaritas antara pemerintah dan masyarakat
09:54sekaligus memeriahkan ajang Piala Dunia 2026
09:58Pemerintah Kota Ambon menggelar Amboina Color Fun Walk
10:01yang diikuti ribuan warga
10:03Sejak pagi ribuan warga memadati kawasan lapangan merdeka
10:07Mereka datang dengan mengenakan JRC, bendera, dan pernak-pernik tim nasional favorit
10:12yang akan bertanding di ajang 4 tahunan tersebut
10:15Untuk menambah kemeriahan
10:17Panitia menggelar senang bersama
10:19Jalan sehat mengelilingi sejumlah ruas jalan utama
10:21Undian ratusan door price
10:23Hingga pembagian bantuan dana usaha
10:25Bagi puluhan pelaku UMKM di Kota Ambon
10:28Ada dua pesan yang saya sampaikan tadi
10:31Yang pertama, dari aspek sosial
10:34Dia mampu untuk membangun dasar kebersamaan warga Kota Ambon
10:38Di tengah-tengah perbedaan dukungan
10:41Tapi kita semua merasa bagian dari warga Kota Ambon
10:44Yang kedua
10:47Kehidupan ini
10:50ASN pemerintah Kota Ambon
10:52Dia baru 7 ribu saja
10:55Mereka baru belanja
10:57Saus
10:59Timnas
11:01Dia menghidupi
11:03Saus saudara kita yang kelaku-kelaku
11:04MPM yang perjualan
11:06Saus-saus
11:08Timnas
11:09Jadi kita memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat
11:13Saya kira ini tujuan kita
11:16Kegiatan pemerintah Kota mesti berdampak kepada masyarakat
11:19Dampak kuisi sosial dan dampak ekonomi bagi para pelaku usaha
11:24Waktu depan ada kegiatan-kegiatan kayak gini lagi
11:26Dan pasti pemerintah Kota Ambon di bawah Mimpi Nampak Budiwi
11:29Selalu mengapresiasi keadaan-keadaan
11:32Dan
11:32Pauai-pauai
11:33Yang memang damai
11:35Optimis orang
11:36Pasti
11:36Danda
11:39Melalui kegiatan ini
11:40Pemerintah Kota berharap
11:41Warga tetap menjaga keamanan
11:43Dan ketertiban lingkungan masing-masing
11:45Selama ajang piala dunia berlangsung
11:47Terutama saat nonton bareng
11:48Maupun konvoy kendaraan
11:50Para pendukung tim
11:51Yahya Lating
11:53Kompas TV Ambon
11:54Maluku
12:00Demikian dua cerita Nusantara dari Ambon
12:03Kembali ke studio Lintang
12:04Baik Yahya Lating dan Imadual Alfred dari Ambon Maluku
12:09Sebelumnya ada Kalik Staus dari Kupang NTT
12:11Terima kasih rekan-rekan untuk informasinya
12:13Selamat bertugas kembali
Komentar