00:00Kenapa saya ingin jadi presiden?
00:03Saya ingin jadi presiden karena saya sudah lihat dari tahun 90-an Indonesia menuju arah yang salah.
00:16Anda masih di program Rosy Ruang Opini Sumber Informasi.
00:20Saya Rosyana Silalahi.
00:21Presiden Prabowo mengatakan selama ini Indonesia salah arah.
00:24Kekayaan negara hanya dikuasai oleh segelintir orang.
00:26Saya masih bersama dua aktivis, aktivis 98 yang sekarang ada di Kabinet Merah Putih, Fahri Hamzah, dan aktivis pro-demokrasi
00:34sekaligus pengajar di Universitas Andalas, Fahri Ansari.
00:39Presiden Prabowo kerap menekankan bahwa ia ingin mengembalikan ekonomi Indonesia supaya juga memberikan keadilan.
00:47Bung Fahri Hamzah selalu saya dengar mengatakan bahwa berhentilah kita mencurigai presiden Prabowo karena selama ini tujuannya baik.
00:58Apakah orang-orang seperti Bung Fahri Amzahari ini, para aktivis, mahasiswa ini memang tidak paham dan kerap mencurigai presiden Prabowo
01:07sehingga tidak menangkap maksud baiknya?
01:09Saya mengikuti Pak Prabowo cukup lama ya, baik dalam pikiran maupun bertemu dalam realitas begitu.
01:20Dan kalau kita baca memang dia adalah seorang pembaca, seorang yang menulis sebelum berkuasa.
01:27Dan orang yang datang dengan agenda, bahkan agendanya itu adalah agenda transformasi besar-besaran.
01:34Itu sebabnya saya cocok dengan istilah arah baru, bahkan memakai istilah Indonesia ingin menjadi negara kuat, negara super power dan
01:44sebagainya.
01:45Itu karena sekali lagi dia sudah tulis, kalau kita baca paling tidak ada dua buku yang beliau tulis tentang itu.
01:52Pertama, paradoks Indonesia itu kan kritik kepada sistem.
01:55Negara kaya tapi banyak mengimpor.
01:59Penghasil CPO terbesar di dunia, tapi minyak gorengnya sering langka dan harganya tinggi.
02:06Kekayaan kita yang tidak dikelola secara amanah.
02:09Dan kita tahu pesa pora tambang, pesa pora mineral, CPO.
02:13Kalau itu tujuannya baik, kenapa itu tidak bisa diterima dengan baik?
02:16Ya, makanya itu kan pertanyaan nanti saya ingin dialog dari hati ke hati, Bung Ferry ini.
02:22Karena menurut saya, saya...
02:23Tapi saya termasuk yang tidak percaya presiden suka membaca, Bang.
02:26Termasuk...
02:26Karena ciri-ciri membaca itu gampang, Bang.
02:31Kalau saya yakin Rosyana Silalahi dan Fahri Hamzah membaca, saya bisa lihat dari rangkaian diksi yang dia gunakan ketika bicara.
02:39Dan ini bukan tipe orang yang rajin membaca.
02:41Saya mau baca.
02:42Bagi saya, hentikan cerita, mengagung-agungkan presiden rajin membaca.
02:46Tapi saya, tapi Bung Ferry, izinkan saya koreksi sedikit.
02:49Mungkin dalam bahasa Indonesia.
02:51Karena beliau membaca bahasa Inggris dan kerap berbahasa Inggris.
02:55Bisa jadi ketika menerjemahkan kebahasa Inggris.
02:58Itu sebabnya menurut saya, dia salah membaca soal Indonesia.
03:01Terlalu banyak membaca buku asing dan Inggris.
03:03Saya mau teruskan.
03:04Kestansi dulu.
03:05Buku pertama itu ada kritik sistem.
03:08Dan kritik sistem itu di masa Pak Jokowi, buku itu masih diterbitkan, diberi judul dan solusi-solusinya.
03:15Lalu kemudian mulai berbicara dan berkomunikasi dengan presiden.
03:20Dan menurut saya, itu salah satunya sebab kenapa pada akhirnya kemudian terjadi koalisi dengan Pak Jokowi.
03:27Karena agenda-agenda independensi, kemandirian bangsa, hiririsasi dan sebagainya itu memang secara ngotot diperjuangkan.
03:35Dan Pak Jokowi setuju untuk melakukan itu.
03:38Lalu muncullah buku yang kedua itu, Strategi Transformasi Bangsa.
03:42Oke, tapi kita jangan bicara buku, Bung Ferry.
03:43Yang dibayangkan oleh Pak Prabowo itu adalah satu skala transformasi.
03:48Saya sebagai generasi reformasi yang mendobrak otoritarianisme seperempat abad yang lalu lebih,
03:55melihat bahwa dalam semua kepemimpinan Indonesia dalam transisi,
04:00saya melihat hanya Prabowo yang bisa memberikan harapan pada perubahan yang mendasar.
04:05Setelah era reformasi?
04:06Ya, setelah era reformasi.
04:07Karena kalau kita lihat, itu berbahaya sekali ya.
04:11Pertumbuhan ekonomi kita ini flat, jumlah orang miskinnya itu nambah atau berkurang sedikit.
04:17Jumlah kelas menengahnya juga flat, tapi jumlah orang kayanya itu luar biasa, melompat.
04:22Dan itu menciptakan ketimpangan.
04:24Kalau tujuannya baik, mengapa itu tidak bisa dibaca dengan baik?
04:26Sekarang kita berbicara ke soal kedua.
04:28Kenapa Pak Prabowo disalahpahami?
04:30Kalau menurut saya ada banyak alasan untuk salah paham kepada Prabowo.
04:34Salah satunya adalah trauma generasi yang sering saya katakan.
04:38Pada generasi reformasi itu, mereka mendengar dan menikmati fitnah tentang Pak Prabowo itu yang menumpuk,
04:46yang banyak sekali.
04:47Sehingga kadang-kadang fitnah itu belum keluar dari pikiran mereka.
04:50Dan masih memanggap bahwa Pak Prabowo itu seperti yang difitnahkan oleh orang di masa lalu.
04:56Tapi kalau kita bicara mahasiswa sekarang, mereka tidak merasakan mendengar fitnahan itu.
05:00Yang mereka lihat soal MBG, mereka lihat soal anggaran pendidikan.
05:04Nanti kita jelaskan yang itu.
05:05Tapi ini saya bicara satu layar dari generasi yang memang menyimpan trauma seperti itu.
05:10Tapi makanya saya mengerti, problem kedua itu memang ada problem kultural.
05:17Antara sebagian orang dengan cara Pak Prabowo berkomunikasi,
05:21subkultur yang dia bawa, latar belakang pendidikan yang dibawa, itu memang tidak mudah.
05:25Orang ini pinter, cerdas berpikir dengan bahasa asing yang tadi Mbak Rosi katakan.
05:31Itu konfidennya sangat tinggi, ketemu pemimpin-pemimpin negara.
05:34Itu sangat konfiden, saya mengikuti beberapa pertemuan tertutup dengan pimpinan-pimpinan negara.
05:39Konfidennya luar biasa.
05:41Dan saya kira ini adalah salah satu presiden yang punya konfiden besar dalam sejarah Indonesia yang menurut saya kita perlukan.
05:47Tapi memang kemudian oleh kita dianggap ini melanjutkan salah paham kita.
05:52Karena cara berkomunikasi tadi itu.
05:54Tapi bagi mereka yang punya kesempatan mendekat kepada Pak Prabowo, saya lihat dia berubah.
06:00Coba lihat sekarang ini ya, di dalam kabinet itu.
06:02Yang terakhir masuk ini jumur.
06:04Ini kan generasi-generasi yang sebenarnya alergi dengan order baru.
06:08Karena mereka ini yang melawan order baru.
06:10Ada Budiman, ada anak-anak PRD di situ paling banyak, Gus Jabu dan sebagainya.
06:15Tapi mereka setelah ketemu dengan Pak Prabowo, mereka mengatakan inilah pejuang kita.
06:19Dan dengan orang inilah kita menjalankan seluruh agenda reformasi yang pernah kita punya dulu.
06:23Dan itu yang menyebabkan mereka sekarang hadir menjadi pembela Pak Prabowo.
06:27Nah di sebagiannya mungkin memang masih memelihara, salah paham dan sebagainya.
06:32Tapi menurut saya kenapa tidak?
06:34Berkomunikasi.
06:35Oh jadi cara untuk tidak salah paham diajak ke kabinet ya?
06:39Enggak, berkomunikasi.
06:40Saling memahami.
06:42Ya kan?
06:43Kan kita ini mau bertengkar apa Mbak Rosy?
06:45Apa yang mau kita bertengkarkan?
06:46Mau menang-menangan apa kita ini?
06:48Kita kan Pak Prabowo ingin ngasih makan rakyat.
06:50Ingin agar stunting hilang.
06:52Ingin korupsi sumber daya alam hilang.
06:54Apa yang beda?
06:55Apa yang rusak dari semua itu?
06:57Tujuan yang baik sering sekali disalahpahami.
07:00Coba Anda menjawab hal itu.
07:02Itu bagian kedua dari kesalahan Bang Fahri menilai aksi besok dan generasi yang ada saat ini.
07:09Beliau mengukurnya dari hal yang sama.
07:12Bahwa Pak Prabowo sudah berubah dari yang dulu.
07:16Padahal yang memfitnah cerita soal Pak Prabowo kan generasinya abang tuh dalam masa-masa itu.
07:22Jadi tidak ada soal dengan generasi sekarang.
07:24Mereka tidak melihat itu.
07:25Melihat yang mereka lihat.
07:28Adalah kondisi kekinian.
07:30Kabinet 110 orang untuk apa gunanya.
07:34Bahwa kebijakan tidak tepat sasaran soal MBG.
07:39Itu uang negara triliunan per hari gitu ya.
07:43Lalu kemudian kebijakan ekonomi yang tumpang tidih satu sama lain.
07:48Kebijakan global yang out-outan.
07:51Yang jauh dari cita-cita bangsa.
07:52Dan itu ini ingin Anda jelaskan atau tekankan bahwa itu gak ada hubungannya dengan salah paham.
07:56Karena mereka juga waktu itu tidak mengetahui soal latar belakang.
08:00Mereka tidak terikat dengan cerita yang.
08:03Disebarkan oleh Bang Fahri dan teman-temannya soal Pak Prabowo dulu.
08:07Mereka terikat dengan kondisi saat ini.
08:09Mereka masih merasakan UKT yang mahal.
08:12Mencekik mereka.
08:13Kebijakan pendidikan yang berganti, berubah-ubah.
08:17Itu yang mereka ingin gaungkan.
08:19Sementara Presiden terlalu sibuk berpidato.
08:23Berjam-jam tanpa ada solusi.
08:26Hari ini kita bisa lihat.
08:27Memang ada keinginan pemerintah mengatakan kondisi ekonomi kita baik-baik saja.
08:33Fundamental ekonomi kita oke.
08:35Saya yakin orang sekelas Bang Fahri.
08:37Saya mengikuti Bang Fahri juga dari dulu.
08:40Sebagai seorang aktivis.
08:41Kalau Bang Fahri di luar kekuasaan.
08:44Saya yakin ini seluruh kebijakan sudah dibidas oleh Fahri Hamzah.
08:50Rasionalitasnya, tabrakan logikanya pasti dihajar oleh seorang Fahri.
08:55Hanya karena dia sekarang sedang ada di bagian itu.
08:58Dia akan memuji Presiden.
08:59Ini adalah sebuah kesalahpahaman.
09:02Jadi menurut saya, yang perlu dilakukan istana adalah bukan membangun rasionalitas terhadap sesuatu yang salah.
09:10Tapi pastikan kebijakan itu betul-betul tepat sasaran.
09:13Ada ruang koreksi gak Bang Fahri?
09:15Kan yang diinginkan adalah ruang koreksi kan?
09:17Perbaikan.
09:18Ya salah satu pertanyaan besar yang Mbak Rosi sampaikan adalah
09:21berani tidak melakukan perbaikan di kabinet yang 110 itu menjadi lebih sederhana.
09:29Dikonsisekan menjadi tepat sasaran.
09:31Saya kira ya kalau selama Anda rasional ya, Bung Fahri dan kawan-kawan, Anda pasti akan didengar oleh Pak Prabowo.
09:39Orang itu mendengar orang yang rasional.
09:42Mungkin dia terpancing kalau ada orang yang sinis, ada orang yang berlebihan lah kira-kira gitu ya.
09:51Tapi kalau orang rasional, punya data, punya argumen, dia senang banget itu.
09:55Dan menurut saya itulah optimisme kita karena presiden kita itu logis gitu.
10:02Dia mengerti bahwa kita boleh berbeda pendapat dengan orang.
10:07Tapi kalau orang itu logis, dia punya data, dia punya argumen, mungkin saja dia punya kebenaran yang harus kita dengar.
10:16Nah kadang-kadang cara ekspresinya mungkin ada keterbatasan, tidak ada manusia yang sempurna.
10:20Tapi untuk kita ketahui bahwa gerakan mahasiswa sendiri kan selalu diuji oleh realitas.
10:27Kita dulus juga, Mbak Rosi, kalau kita lagi demo-demo di awal itu.
10:31Kalau masyarakatnya itu memang merasa tidak ada yang berat, mereka tidak ditindas, mereka dikasih makan, dibikinkan kooperasi.
10:39Ada banyak masalah di sini, tapi Pak Prabowo ingin mentransformasi ekonomi yang tadinya cuma dikuasai oleh,
10:45mohon maaf ya, oleh segelintir orang, oleh Pak Prabowo sekarang ini ekonomi itu mau diserahkan kepada masyarakat bawah.
10:53Bikinlah kooperasi, bikinlah gabungan.
10:55Saya enggak sepakat poin itu Bang, poin itu berulang-ulang bagi saya.
10:58Soal sosialisme, ekonomi gaya baru dan segala macam.
11:01Yang ada bagi saya adalah fasisme.
11:04Cerita soal ultranasionalisme, berbalut jubah yang dinamakan militaristik,
11:09dan mengambil ruang-ruang publik sipil menjadi lebih jauh.
11:13Sekarang pemerintah enggak bisa nipu-nipu publik Bang.
11:16Kooperasi Merah Putih itu ada yang di hutan Bang.
11:19Iya.
11:19Itu bagaimana menjelaskannya?
11:21Anda baru melihat itu kepala BGN-nya ditangkap masuk buwi.
11:25Ya tidak ada hubungan dengan kooperasi Merah Putih.
11:27Oh enggak, siapapun.
11:27Ini militaristik yang ada.
11:29Pak Prabowo enggak akan melindungi siapapun.
11:31Bagi saya, Abang perlu menjawab.
11:34Abang perlu menjawab dulu.
11:36Bagaimana gagasan Abang soal militaristik yang multifungsi,
11:41soal polisi yang masuk ke ruang-ruang sipil.
11:43Bukankah itu sesuatu yang Abang tentang dulu?
11:46Oh gini.
11:46Ini hari ini kita membangun sesuatu yang tidak profesional.
11:49Anda kan ahli tata negara.
11:50Ya itu tidak profesional.
11:52Tata negara bilang tugas militer dan polisi cuma satu, Bang.
11:55Iya tapi semua ada metodenya.
11:57Seberapa takut Anda memang militaristik itu benar-benar masuk ke ruang-ruang sipil?
12:02Enggak begini.
12:03Sangat-sangat takut.
12:04Gini loh.
12:05Karena apa yang terjadi di Lengteng Agung, Bang.
12:08Betapa militer dengan mudah memukul publik.
12:11Apa yang terjadi di berbagai desa.
12:13Bagaimana tanah publik dicoplok.
12:15Apa yang terjadi dengan kooperasi desa yang digantikan oleh kooperasi Merah Putih.
12:20Ini bagaimana wajah militer yang tidak tepat sasaran.
12:24Konstitusi kita sederhana.
12:25Tugas mereka pertahanan, melindungi kita.
12:29Kewajiban negara memastikan kesejahteraan bagi militer kita.
12:32Bukan memberikan pekerjaan di luar tugas konstitusionalnya.
12:37Polisi kita juga tidak sejahtera.
12:39Pastikan dia sejahtera.
12:40Bagaimana bisa mereka menangkap para begal, bandar judul, bandar narkoba.
12:46Kalau parlemen dan partai tidak memikirkan nasib mereka.
12:50Tapi mereka dipaksa melakukan pekerjaan di luar tugas konstitusionalnya.
12:56Dan itu dilakukan oleh Presiden dan berbagai menteri-menterinya.
12:59Oke, kita berikan jawaban oleh Bung Fahri.
13:02Selamat menikmati.
13:06Selamat menikmati.
13:07Selamat menikmati.
13:07Selamat menikmati.
13:07Terima kasih.
Komentar