Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada kenaikan harga kebutuhan otomotif. Harga oli dan suku cadang motor di sejumlah daerah mengalami lonjakan yang dikeluhkan pelaku usaha bengkel maupun konsumen.

Di Bandung, Jawa Barat, harga oli dan suku cadang motor naik hingga 30 persen atau sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per produk. Kenaikan ini terjadi karena sebagian besar produk yang dijual masih bergantung pada bahan baku maupun barang impor.

Kondisi serupa juga terjadi di Palembang, Sumatera Selatan. Harga oli motor dilaporkan naik hingga hampir 50 persen dalam tiga bulan terakhir dan terjadi pada berbagai merek. Akibatnya, sejumlah pemilik bengkel mengaku mengalami penurunan omzet hingga 40 persen.

Tak hanya oli, harga suku cadang motor juga meningkat hingga 15 persen, sementara harga ban naik sekitar 20 persen. Konsumen berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar harga kebutuhan otomotif kembali terjangkau dan daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.

#Rupiah #DolarAS #HargaOli

Baca Juga [FULL] Beda BEM UI-Gerindra Buntut Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Pertamax di https://www.kompas.tv/nasional/674379/full-beda-bem-ui-gerindra-buntut-demo-mahasiswa-tuntut-turunkan-harga-pertamax

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/674410/pemilik-motor-bersiap-harga-oli-dan-spare-part-terus-merangkak-naik-sapa-pagi
Transkrip
00:00Terima kasih saudara dan masih bersama kami Desa Pendonesia Pagi.
00:03Dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, harga oli, dan suku cadang motor melonjak.
00:08Kenaikan harga ini dikeluhkan pemilik bengkel dan konsumen.
00:16Nilai rupiah yang tembus 18 ribu rupiah lebih per dolar Amerika membuat sejumlah harga barang melonjak.
00:23Oli dan suku cadang motor misalnya naik hingga 30 persen atau sekitar 5 hingga 10 ribu rupiah.
00:29Di Bandung, Jawa Barat, para pemilik bengkel harus menaikkan harga jual produk mereka karena sebagian besar berasal dari impor.
01:12Kenaikan ini pun ditanggapi konsumen yang berharap pemerintah bisa menstabilkan harga hingga bisa lebih terjangkau.
01:20Biar spare part lebih murah lagi, lebih terjangkau buat driver-driver lain juga.
01:25Ya, lebih baik lagi lah.
01:27Yang ini dari Shell.
01:29Kemarin Shell tuh naik 10 ribu, biasanya 90.
01:34Sekarang di bengkel jadi 100.
01:38Kurang tahu deh, segimana ada olinya.
01:40Kadang suaranya, Shell juga sekarang olinya udah nggak ada.
01:43Jadi mungkin bakal beralih oli, mungkin bisa jadi.
01:47Paling kalau yang harus diganti dulu, paling yang dipentingin itu dulu.
01:52Misalkan uangnya belum ada, paling yang penting baru diganti, yang lainnya nanti dulu.
01:58Di Palembang, Sumatera Selatan, harga oli motor melonjak hingga hampir mencapai 50 persen.
02:04Kenaikan sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir di semua merek oli.
02:09Akibat kenaikan ini, pemilik bengkel mengaku omsetnya menurun hingga 40 persen.
02:15Ada yang harganya masih Rp45, bulan Rp6 ini kita sudah jual di harga Rp75.
02:19Menurun sih, kalau omset bergoyur nurun.
02:22Dari bulan Rp4 ke bulan Rp6 ini, sekitar 30 persen, 40 persen anjlok lah omset.
02:27Itu kemungkinan bulan Rp7, Rp8, Rp9 itu akan naik terus.
02:31Karena kan dolar ini kan naik-naik terus harganya itu.
02:34Ya kalau misalnya keadaan tidak berubah, tidak menutup kemungkinan.
02:38Satu botol oli bisa Rp100 ribu sudah.
02:41Selain oli, suku carang motor juga naik hingga 15 persen.
02:44Dan ban motor hingga 20 persen.
02:48Abdulrohim, Muhammad Reza Pahlepi, Kompos TV Bandung, Jawa Barat, dan Palembang, Sumatera Selatan.
02:57Informasi lebih lanjut soal kenaikan harga oli kita tanyakan kepada Jurnalis Kompos TV.
03:02Fida Alatas dan Juru Kamera Reza Pratama di Bandung, Jawa Barat.
03:06Selamat pagi Fida.
03:06Bagaimana harga oli dan suku carang motor di Bandung saat ini?
03:14Ya Okta, di kota Bandung harga oli dan juga suku carang ini sudah mengalami kenaikan.
03:20Dan kenaikan ini cukup signifikan di mana di 20 hingga 30 persen Okta dan juga saudara.
03:27Dan tentunya ini sangat berpengaruh terhadap usaha atau bisnis bengkel yang ada di kota Bandung.
03:33Salah satunya di tempat kami melaporkan saat ini tempatnya adalah di salah satu bengkel yang terletak di Jalan Lombok.
03:41Dan Okta, kenaikan harga yang sangat terasa ini adalah kenaikan harga pada oli yang juga sudah berlangsung sejak kurang lebih
03:51beberapa minggu ke belakang.
03:5320 hingga 30 persen harga oli ini bisa naik hingga 10 ribu rupiah.
03:57Tapi lebih lengkapnya Okta, terkait bagaimana pengaruh kenaikan harga oli terhadap para pelanggan, masyarakat dan juga tentunya kelangsungan bisnis di
04:06sini.
04:07Begitu ya, kami sudah bersama dengan Kang Tony di sini. Halo, selamat pagi Kang Tony.
04:10Ya, selamat pagi Kepas TV.
04:11Kang, ini infonya naik harga oli dan juga suku cadang sampai 20 hingga 30 persen. Sejak kapan Kang? Betul? Tiga
04:18minggu yang lalu Kang?
04:19Betul, tiga minggu yang lalu harga oli, spare part dan yang lain-lainnya sudah pada naik semua.
04:25Harganya mungkin bisa dijelaskan Kang, dari biasanya berapa sekarang jadi berapa?
04:29Ya, dari harga oli Rp45.000 sampai Rp65.000, ada yang sampai Rp70.000, ada yang Rp50.000 sampai Rp80
04:35.000 juga ada.
04:37Sekarang naiknya kira-kira per satu olinya berapa ribu rupiah?
04:42Ada yang Rp10.000, Rp15.000 sampai Rp20.000.
04:45Rp20.000 ya, oke. Ini memang kalau oli itu impor semua atau bagaimana Kang? Kok bisa naik?
04:51Saya kurang tahu juga tau impornya atau gimana, pokoknya oli naiklah semua.
04:57Kalau spare part atau suku cadang gimana Kang?
05:00Ada sebagian yang naik, suku cadang ada sebagian yang, ada yang juga seperti ban-ban juga naik semua.
05:06Banyak juga sales yang kabarin saya bahwa ini bannya udah naik katanya.
05:10Itu dari kapan Kang?
05:11Dari tiga minggu yang lalu.
05:13Kang terus dengan naik-naiknya harga mulai dari oli, suku cadang, tadi juga ban mengalami kenaikan, ini gimana efeknya ke
05:20pembeli pelanggan?
05:22Ya pelanggan banyak yang ngeluh juga sebagian, ya karena dia kaget juga pas beli, wah kok harganya segini gitu.
05:28Dia mah biasanya segini kok segini.
05:30Ya saya juga bingung emang dari sananya mahal, udah mahal gitu modalnya juga.
05:34Terus ini berpengaruh nggak ke omset dari bengkel sendiri?
05:38Ya berpengaruh sih, agak santai jadi bengkelnya.
05:42Biasanya kan kita rame gitu tiap hari, jadi agak menurun juga.
05:47Yang paling, karena kalau misalnya yang paling banyak biasanya dilakukan sama pengguna motor di sini tuh biasanya ngapain sih Kang?
05:57Ganti oli kah? Atau ban? Atau servis apa sih Kang?
06:01Sama, pres juga, pres porok, segitiga juga, oli juga, kampas juga, semua servis semua ada ya.
06:08Saya sepiti juga semua komplit di sini, dan harganya memang naik.
06:12Jadi sangat terdampak begitu ya Kang?
06:14Sangat terdampak.
06:15Baik, makasih banyak Kang Tony.
06:18Okta, memang akibat naiknya harga dari oli dan juga suku cadang,
06:23yang paling terasa ini adalah kenaikan harga oli,
06:27dimana memang ini menjadi kebutuhan rutin begitu ya,
06:30dari para pengguna kendaraan motor atau kendaraan roda dua untuk mengganti oli,
06:34biasanya setiap satu hingga dua bulan sekali,
06:37ini juga akhirnya dengan naiknya harga oli,
06:39ini mempengaruhi omset dari bengkel,
06:42dimana banyak masyarakat yang menunda waktu penggantian oli.
06:46Dan tentunya diharapkan harga oli yang naik ini bisa distabilkan kembali,
06:52mengingat kalau masyarakat menilai saat ini kondisi ekonomi ini sedang kurang baik begitu ya,
06:59sehingga dengan naiknya harga oli untuk kendaraan dan untuk mobilisasi mereka sehari-hari,
07:04ini sangat terasa, Okta.
07:06Oke, ada kenaikan oli dan juga suku cadang sekitar 20-30 persen,
07:10terjadi sudah beberapa minggu terakhir dan dikeluhkan tidak hanya pedagang,
07:14tapi juga konsumen.
07:14Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan