Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Komisi XIII DPRI RI melakukan rapat membahas anggaran Kementerian HAM, Rabu (10/6/2026). Saat rapat berlangsung Menteri HAM Natalius Pigai menjelaskan soal anggaran dan hal apa saja yang akan terjadi ke depan, salah satunya akan membangun beberapa kantor di daerah. Mendengar hal tersebut, Pimpinan Komisi XIII DPR Willy Aditya mendadak bicara dengan nada tinggi, bahwa anggaan yang dipaparkan belum jelas dan harus diperbaiki. Ia juga menyinggung bahwa tidak perlu membangun kantor terlebih dahulu. Alih-alih membangun kantor, jiwa aktivis yang biasa turun ke jalanan harusnya lebih digalakkan terlebih saat ini negara sedang melakukan efisiensi anggaran. Willy juga berpesan bahwa harus membangun jiwa terlebih dulu sehingga raga bisa menyusul kemudian.

Selengkapnya dalam video ini.

#NataliusPigai #Krisis #DPRRI

Creative/Video Editor: Futty/Yansen
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:02Karena kita akan bahas berikutnya yang lebih realistis
00:07Satu catatan sebelum saya tutup
00:11Bahwa Pementrianam ini akan ada pembentukan lebih dari 12 sampai 15 kantor wilayah baru
00:20Kemudian kita membutuhkan sarana prasarana maupun SDM
00:29Kalau misalnya agak sedikit dukungan manajemen 60
00:35Tusi 50 itu tolong dimaklumi karena ini penambahan baru
00:41Kemudian yang eselon 2B seperti AC dan lain-lain itu akan naik eselon 2A
00:47Itu otomatis kalau sudah eselon 2A itu paling tidak minimal 2 eselon 2B di dalamnya
00:55Sehingga tolong dimaklumi kalau ada tuusinya itu 50%, 45%, dukungan manajemen 55%
01:04Karena ini faktor karena pennya apa namanya
01:09Karena pelebaran organisasi peningkatan dan saya mata-mata karena organisasinya baru
01:17Ini tidak ada hal yang tidak mendukung ibu bumbung semua di depan
01:25Kita ini satu frekuensi untuk mendukung
01:28Tapi catatannya
01:30Jangan tadi yang dibilang oleh Pak Mahfidon
01:32Kita masuk dalam jebakan Batman
01:35Itu aja
01:36Kami tidak ingin seorang natural speaker dan seorang Mugianto masuk jebakan Batman
01:41Itu poinnya
01:42Apa poinnya?
01:44Bisa gak ada skema trajektori
01:47Oke tadi kan dibilang ini kan cuma di depan
01:50Lah justru itu tantangannya
01:52Jangan orang bilang Pak Prabowo teriak-teriak efisiensi
01:55Ini gak ada efisiensi-efisiensinya
01:58Jangan dong
01:59Kita ini yang sama-sama jaga toh
02:02Nah kalau ini dibangun trajektorinya
02:05Di beban pertama berapa porsi
02:07Tapi tetap programnya yang paling besar
02:11Gak apa-apa kami terima trajektorinya
02:14Bikin skemanya
02:16Ini kan gak ada skemanya
02:17Kapan diselesai?
02:19Yang kedua
02:19Gini Bapak, kakak-kakak semua
02:21Gak usah bangun kantor
02:24Gak usah
02:25Nanti kalau
02:27Ke heavy-nya kan kita heavy
02:29Kita ini dong sama-sama aktivis toh
02:31Heavy kita di jalanan
02:33Jangan bangun kantor
02:34Kantornya sudah ada
02:35Ini beban negara lagi
02:36Negara sedang krisis
02:40Perawatannya
02:40Kita berpikir progresif gitu
02:43Sudah Pak Prabowo-nya sudah progresif
02:46Masa kita konservatif toh
02:50Gak apa-apa kantor itu
02:52Bang Indonesia Raya
02:53Bangunlah jiwanya
02:54Baru raganya
02:58Nanti kita sama-sama punya spirit yang sama
03:02Jangan pelayanan ke dalam dulu
03:04Jangan pelayanan ke dalam dulu
03:04Jangan tunjukkan ketika ini diurus aktivis
03:06Ini benar
03:10Begitu
03:11Kita ini dukung semua
03:12Bahkan anggaranya tadi kami bilang
03:14Ini kurang
03:15Kita mau tambah triliunan
03:17Tapi
03:17Apa tadi pertanyaan Pak Mafiruan
03:19Kita panggil di jalanan
03:21Karena
03:21Kenapa bisa begini?
03:24Kami ini dukung
03:26Gak mungkin
03:27Kami
03:28Kita sama-sama pejuang HAM
03:29Tapi skemanya ini tolong dibenarin
03:32Itu aja
03:34Kami
03:34Semua disini
03:36Merah putih dukung
03:37Karena hasta cita nomor satu itu
03:41Ijin
03:42Kementerian Nama adalah satu-satunya kementerian yang baru bentuk kantor wilayah tanpa bangun
03:49Satupun
03:50Dan kami sudah bercerita prestasi Bapak Ibu tidak pernah kasih apresiasi
03:55Ini kita apresiasi
03:57Kakak tenang aja
04:01Baik
04:02Ibu Bapak semua
04:03Kita
04:05Tunggu perbaikan ini
04:07Dan kemudian kita minta
04:09Skema trajektorinya
04:11Minimal lima tahun ini seperti apa
04:13Sehingga ketahuan porsi ini
04:16Porsi ini
04:16Sehingga promotingnya dimana
04:18Pembangunan instrumennya bagaimana
04:21Sumber daya manusianya seperti apa
04:23Begitu
04:23Saya tutup
04:25Bilai Taufiq Wadah
04:25Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Komentar

Dianjurkan