- 4 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 dapat tumbuh kisaran 5,8% sampai dengan 6,5%, sebagai persiapan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada 2029.
"Penguatan sinergi tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi tahun 2027 pada kisaran 5,8 sampai dengan 6,5% dengan trajektory menuju 8% pada tahun 2029," kata Purbaya dalam rapat dengan Banggar DPR, Selasa (9/6/2026) (timecode 14:40).
Baca Juga Purbaya Siapkan Dana hingga Rp1.896 Triliun untuk Program Prioritas Nasional 2027 di https://www.kompas.tv/ekonomi/673806/purbaya-siapkan-dana-hingga-rp1-896-triliun-untuk-program-prioritas-nasional-2027
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673834/full-menkeu-purbaya-targetkan-ekonomi-indonesia-tumbuh-6-5-tahun-2027-menuju-8-di-2029
"Penguatan sinergi tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi tahun 2027 pada kisaran 5,8 sampai dengan 6,5% dengan trajektory menuju 8% pada tahun 2029," kata Purbaya dalam rapat dengan Banggar DPR, Selasa (9/6/2026) (timecode 14:40).
Baca Juga Purbaya Siapkan Dana hingga Rp1.896 Triliun untuk Program Prioritas Nasional 2027 di https://www.kompas.tv/ekonomi/673806/purbaya-siapkan-dana-hingga-rp1-896-triliun-untuk-program-prioritas-nasional-2027
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673834/full-menkeu-purbaya-targetkan-ekonomi-indonesia-tumbuh-6-5-tahun-2027-menuju-8-di-2029
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:28Terima kasih Pak Ketua.
00:30Tuhan Yang Maha Kuasa, atas penimpan rahmat dan keurnianya, kita dapat hadir dalam rapat kerja hari ini dalam keadaan sehat.
00:38Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan anggota badan-anggota DPR, badan anggaran DPR,
00:47pada rapat kerja membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2027.
00:57Sesuai amat konstitusi dan undang-undang, KEM PPKF tahun 2027 merupakan proses pembicaraan pendahuluan
01:06dalam rangka penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belajar negara tahun anggaran 2027.
01:15Pada kesempatan yang baik ini, sebagai pengantar, izinkan kami menyampaikan garis besar materi yang akan kami sajikan,
01:24yaitu upaya mewujudkan Indonesia berdaulat adil dan makmur,
01:30serta strategi ekonomi dan fiskal tahun 2027 yang disusun dalam upaya untuk mencapai tujuan mulia tersebut.
01:40Untuk memulai, kami akan lebih dahulu mengurangkan landasan utama dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.
01:51Pimpinan dan Bapak-Ibu anggota bangga yang kami hormati,
01:56KEM PPKF tahun 2027 adalah komitmen bersama yang disusun dengan semangat
02:02untuk mewujudkan amanat Pasau 33 Undang-Undang Dasar 1945.
02:10Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
02:16Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hayat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
02:23Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara
02:28dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
02:34Kami optimis mewujudkan cita-cita mulia Indonesia berdaulat, adil dan makmur
02:41karena kita memiliki potensi yang sangat besar.
02:44Kita punya posisi geografis yang strategis di jalur perdagangan dunia
02:49memberikan peluang untuk menjadi simpul logistik dan pusat pertumbuhan kawasan Indo-Pasifik.
02:56Selain itu, bonus demografi dioptimalkan.
03:01Dominasi penduduk usia produktif tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi,
03:06tetapi juga menopang konsumsi domestik yang kuat dan resilien.
03:12Kekayaan sumber daya alam yang melimpah seperti batu bara, nikel, CPO, dan potensi perikanan
03:19menjadi modal penting untuk mendorong hilirisasi dan penciptaan nilai tambah tinggi di dalam negeri.
03:27Seluruh potensi tersebut ditopang oleh disiplin fiskal yang konsisten terjaga.
03:32Ini menjadi jangka stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pembiayaan pembangunan.
03:40Indonesia menunjukkan fundamental ekonomi yang tetap solid di tengah ketidakpastian global.
03:46Pada tribulan pertama tahun 2026,
03:49perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen year-on-year,
03:55yang merupakan pertumbuhan tribulan satu tertinggi sejak tahun 2014.
03:59Kinerja ini didukung oleh inflasi yang terkendali pada level rendah,
04:05yaitu 3,08 persen pada Mei 2026,
04:09sehingga turut menjaga daya beli masyarakat.
04:14Kondisi tersebut juga ditopang oleh likuiditas perekonomian domestik yang tetap memadai,
04:20sehingga memberikan peluang yang cukup bagi perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit
04:27guna mendukung aktivitas perekonomian.
04:32Dari sisi eksternal,
04:34serbukus dan acar perdagangan berlanjut secara 72 bulan berturut-turut hingga April 2026.
04:40Sementara itu, cadangan diwisit sampai dengan Mei 2026
04:44memadai ini sebagai buffer risiko eksternal di level 144,9 miliar dolar
04:53atau secara dengan 5,6 bulan impor.
04:56Ini berada di atas standar kecukupan internasional yang sekitar 3 bulan impor.
05:05Sejalan dengan berbagai indikator positif tersebut,
05:09kinerja sektor manufaktur juga menunjukkan perbaikan pada Mei 2026
05:13yang mengindikasikan penguatan aktivitas produksi
05:17dan menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi kita ke depan.
05:25Memasuki tinduan kedua,
05:27dinamika aktivitas ekonomi menunjukkan tren membaik.
05:35Konsumen masih optimis untuk terus melakukan konsumsi,
05:39tercemin dari aktivitas belanja yang dipantau melalui
05:43Monday Respending Index dan Indeks Yakinan Konsumen dari Bank Indonesia.
05:49Positifnya, aktivitas masyarakat juga tercemin pada aktivitas penjualan
05:53atas sejumlah barang seperti kendaraan,
05:57baik mobil maupun motor, listrik maupun penjualan semen.
06:03Penjualan listrik tumbuh signifikan untuk semua aktivitas,
06:07baik rumah tangga, bisnis maupun industri.
06:11Penjualan semen mengindikasikan tetap kuatnya aktivitas pembangunan
06:16dan berjalannya berbagai program pemerintah
06:18yang memberikan multiplier terhadap aktivitas pembangunan fisik.
06:24Sementara itu, kinerja sisi produksi memperlihatkan perbaikan positif.
06:30Kinerja manufaktur mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan
06:33kembali ekstensif setelah sempat mengalami tekanan pada bulan April lalu.
06:42Kinerja ekonomi Indonesia juga pada posisi yang lebih baik
06:45dalam perspektif global.
06:48Pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada level tinggi
06:50dan didukung oleh inflasi yang terjaga rendah
06:53dibandingkan dengan negara G20 dan negara peers lainnya.
06:58Demikian juga dengan kinerja fiskal Indonesia.
07:01Devisit dan rasio utang terhadap PDB Indonesia
07:05berada pada level yang prudent dan manageable
07:08dibandingkan dengan negara G20 dan negara-negara peers.
07:13Hal ini menunjukkan stabilitas ekonomi
07:15dan keberlanjutan fiskal Indonesia tetap terjaga.
07:21Ketahanan energi Indonesia juga kuat.
07:24JP Morgan Asset Wealth Management and Asian Development Bank
07:28menilai Indonesia memiliki tingkat ketahanan energi
07:31yang cukup kuat terhadap pegejolak krisis energi global
07:34bahkan dibandingkan dengan China dan Amerika Serikat.
07:39Ketahanan tersebut terutama ditopang oleh rendahnya tingkat
07:43ketergangguan Indonesia terhadap impor energi
07:45yang hanya 1,38 persen terhadap PDB.
07:49Jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara
07:52seperti China, India, dan Thailand.
07:58Kuatnya ketahanan ekonomi Indonesia tersebut
08:00tidak lepas dari pengelolaan APBN yang prudent
08:03dan berkelanjutan dalam mendukung agenda pembangunan.
08:08Kinerja pendapatan negara, termasuk rasio perpajakan,
08:11terus bergerak sejalan dengan pemulihan
08:14dan ekspansi aktivitas ekonomi.
08:16Ini mencerminkan basis penerimaan yang semakin solid.
08:20Di sisi lain, kesimpangan primer menunjukkan
08:22perbaikan yang signifikan dan mendekati zona positif,
08:26menandakan kesehatan fiskal yang semakin terjaga.
08:30Defisit anggaran dan rasio utang pada PDB
08:33juga tetap berada dalam batas aman
08:35dan terkandali pasca pandemi,
08:38sehingga memberikan ruang fiskal yang memadai
08:41untuk menjaga stabilitas
08:43sekaligus mendukung transformasi ekonomi
08:46secara berkelanjutan.
08:50Namun, kami menyadari hingga saat ini
08:53perekonomian global masih bergerak sangat dinamis.
08:57Untuk itu, kebijakan fiskal didesain
09:01tetap responsif dan antisipatif
09:03untuk memitigasi ketidakpastian
09:05melalui sembilan kebijakan strategis
09:08sebagai berikut.
09:09Yang pertama, kami menjaga stabilitas harga BBM subsidi.
09:13Yang kedua, menjaga stabilisasi harga pangan.
09:17Yang ketiga, menjaga pasokan energi
09:20dan pasokan stok beras pada level yang aman.
09:24Yang keempat, menjamin disiplin fiskal
09:27dengan mengendalikan defisit di bawah 3% dari PDB.
09:31Yang kelima, mendorong efisiensi
09:34dan refocusing belanja.
09:36Yang keenam, optimalisasi pendapatan
09:39berbasis SDA sekaligus menjaga stabilitas makro
09:43antara lain melalui pengaturan DHE
09:45dan perbaikan tata keolah ekspor SDA strategis.
09:51Yang ketujuh, memberikan paket stimulus
09:53untuk menjaga daya beli keberlanjutan perusaha
09:57dan menopang pertumbuhan antara lain
09:59diskon tiket, bantuan pangan,
10:02insentif untuk perumahan,
10:04serta program magam dan vokasi.
10:07Yang kedelapan, perbaikan pola penyerapan belanja
10:10agar lebih cepat dan merata.
10:13Merubah fenomena penyerapan yang semula,
10:16slow-slow menjadi quick high.
10:19Yang semula, slow-low menjadi quick high
10:23sehingga kuat menopang pertumbuhan ekonomis
10:26secara merata sepanjang tahun.
10:29Yang sembilan adalah,
10:31memperkuat sinergi dan kolaborasi
10:33kebijakan fiskal dan moneter
10:34untuk menjaga stabilitas
10:36dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
10:40Kuatnya fundamental perekonomian domestik
10:43yang didukung oleh arah kebijakan
10:45yang semakin terintegrasi
10:46serta sinergi antarinstrumen yang kian solid
10:49menjadi landasan yang kokoh
10:51dalam nyongsong tahun 2027.
10:58Pimpinan dan Bapak Ibu Anggota Banggad
11:01yang kami hormati,
11:02bertolak dari pemaparan
11:04mengenai cita-cita luhur,
11:05potensi dan solidnya perekonomian domestik,
11:08selanjutnya kami akan menguraikan
11:10arah dan strategi ekonomi dan fiskal
11:12tahun 2027
11:14sebagai upaya mencapai
11:15sasaran pembangunan
11:17yang telah ditetapkan.
11:21KMPPKF tahun 2027
11:23sangat spesial
11:24dan memiliki nilai sangat strategis
11:26karena untuk pertama kalinya
11:28dalam sejarah
11:28disampaikan langsung oleh Bapak Presiden.
11:32Hal ini mencerminkan
11:34kuatnya komentangan pemerintah
11:35dalam memastikan
11:37arah kebijakan ekonomi
11:38dan fiskal ke depan
11:40untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
11:42dan peningkatan
11:43kesejahteraan masyarakat.
11:46Melalui
11:47KMPPKF tahun 2027,
11:49pemerintah memastikan
11:51sinergi kebijakan fiskal,
11:52moneter,
11:54sektor keuangan,
11:55dan danantara
11:56berjalan semakin kuat
11:57untuk mendukung agenda pembangunan.
12:00Pada saat yang sama,
12:02pemerintah juga
12:03memperkuat efektivitas
12:05program perlindungan sosial
12:06bagi masyarakat miskin
12:08serta memberikan fleksibilitas
12:10pengelolaan APBD
12:11guna mendorong
12:13kualitas layanan publik,
12:15pemerintahan pembangunan,
12:16dan kesejahteraan ISN
12:18di daerah.
12:22Mencermati dinamika ekonomi terkini
12:24dan prospeknya ke depan,
12:26kami optimistis
12:27perekonomian Indonesia
12:28dapat berputar lebih cepat
12:30dan tumbuh lebih tinggi
12:32sebagai fondasi peningkatan
12:34kesejahteraan masyarakat.
12:36Dengan kekenaan tersebut,
12:38kebijakan fiskal tahun 2027
12:40diarahkan untuk mendorong
12:41perekonomian agar
12:42tumbuh lebih tinggi,
12:44sejahtera lebih cepat.
12:47Untuk mengoptimalkan
12:49arah kebijakan tersebut,
12:51diperlukan sinergi
12:52dan kolaborasi yang solid
12:53antara kebijakan fiskal
12:56dan antara moneter
12:58dan sektor keuangan.
13:01Sinergi tersebut dilakukan
13:03secara proporsional
13:04dalam saling menguatkan
13:06sehingga memberikan dampak yang optimal
13:08bagi perekonomian dan masyarakat.
13:12Melalui kolaborasi yang solid,
13:14diharapkan sektor keuangan
13:15berputar cepat
13:17dan sektor real bergerak kuat
13:19sehingga mendorong ekonomi
13:21tumbuh lebih tinggi
13:22dan pada akhirnya
13:24kesejahteraan dapat
13:25dicapai lebih cepat.
13:28Untuk itu,
13:29APBN difokuskan
13:31untuk memenuhi kebutuhan publik
13:33dan berperan sebagai katalis
13:35untuk membangkitkan
13:36peran swasta
13:37dalam akselerasi pertumbuhan
13:39dan peningkatan kesejahteraan.
13:42Sementara itu,
13:44peran utama dan antara
13:45diarahkan untuk
13:46akselerasi investasi produktif
13:48pada sektor strategis
13:49yang bernilai tambah tinggi.
13:52Strategi investasi dan antara
13:53diselaskan dengan
13:54program prioritas pemerintah
13:56sekaligus sebagai pengungkit
13:58keterlibatan peran swasta
13:59untuk mencapai skala ekonomi.
14:03Sedangkan kebijakan moneter
14:05tidak hanya difokuskan
14:06untuk menjaga stabilitas,
14:08tetapi juga diarahkan
14:09untuk mendukung pertumbuhan ekonomi
14:11dengan tetap menjamin
14:13independensi bank sentral.
14:15Sektor keuangan
14:16terus diperkuat
14:17supaya semakin inklusif,
14:19mendalam,
14:20dan stabil
14:21hingga memampu
14:22mendorong aktivitas konsumsi
14:24dan investasi
14:24dengan cost of fund
14:26yang kompetitif
14:27dan fungsi intermediasi
14:29yang optimal
14:30dan efektif
14:31ke sektor real
14:32sehingga meningkatkan
14:34aktivitas ekonomi
14:35secara lebih signifikan lagi.
14:40Penguatan sinergi tersebut
14:42diharapkan mampu
14:43mendorong pertumbuhan ekonomi
14:44tahun 2027
14:46pada kisaran 5,8 sampai
14:48dengan 6,5 persen
14:50dengan trajektori
14:52menuju 8 persen
14:53pada tahun 2029.
14:57Pencapaian ini
14:58harus ditopang oleh
14:59akselerasi investasi
15:00yang sangat kuat,
15:01yakni pada kisaran
15:036,5 persen
15:04sampai dengan 7,5 persen,
15:06terutama pada sektor-sektor
15:08yang bernilai
15:10tambah tinggi.
15:13Investasi yang kuat
15:14untuk mendorong
15:15pertumbuhan ekonomi
15:16didukung melalui
15:17sinergi fiskal,
15:19moneter,
15:20dan sektor keuangan
15:21dan danantara.
15:22Pemerintah juga akan
15:24mengoptimalkan
15:24langkah-langkah
15:25di bottlenecking
15:26dan deregulasi
15:28guna memperbaiki
15:29iklim investasi
15:30dalam negeri
15:31secara menyeluruh.
15:33Upaya ini diarahkan
15:34antara lain
15:35pada penyerahan
15:36dan proses perizinan
15:38penguatan kapasitas hukum,
15:40serta peningkatan
15:41koordinasi
15:42rintas sektor
15:43dan lembaga,
15:44sehingga berbagai
15:45hambatan struktural
15:46yang selama ini
15:47menghambat
15:48realisasi investasi
15:49dapat dihilangkan
15:51segera.
15:52Agar upaya
15:54untuk mendorong
15:55pertumbuhan
15:56dan peningkatan
15:56kejahatan berjalan
15:57lebih efektif,
15:58maka
15:59kebijakan fiskal
16:00dipokuskan
16:01untuk mendukung
16:028 kluster program
16:03prioritas nasional
16:05dan 1 program
16:07pendukung
16:07atau enabler
16:08yang meliputi
16:0960 program kerja.
16:12Kedelapan
16:13kluster
16:13PKPN tersebut
16:15yaitu
16:16yang pertama
16:17kedolatan pangan,
16:18yang kedua
16:19kemandiran energi
16:20dan air,
16:21yang ketiga
16:22pendidikan,
16:23yang keempat
16:24kesehatan,
16:25yang kelima
16:26hidrisasi
16:27dan industrialisasi,
16:28yang keenam
16:29infrastruktur,
16:31perumahan
16:31dan ketahanan
16:32bencana,
16:33yang ketujuh
16:34penguatan
16:35ekonomi
16:36kerakyatan
16:36dan pembangunan
16:37desa,
16:38dan yang
16:38kedelapan
16:39penurunan
16:40kemiskinan.
16:42Sementara itu,
16:43program pendukung
16:44atau enabler adalah
16:45penguatan
16:45di bidang
16:46pertahanan
16:46dan keamanan,
16:47penegakan hukum,
16:49tata kelola
16:49pemerintahan,
16:50percepatan
16:51digitalisasi,
16:52dan
16:52diplomasi
16:53ekonomi.
16:56Untuk itu,
16:57APBN
16:58harus dijaga
16:58tetap sehat,
16:59kredibel
17:00dan berlanjutan
17:01dan berkelanjutan.
17:05Dalam
17:05kerangka tersebut,
17:07pemerintah
17:07terus melakukan
17:08reformasi
17:09fiskal
17:10untuk
17:11optimalisasi
17:12pendapatan
17:13negara
17:13dengan tetap
17:15menjaga
17:15iklim investasi
17:16dan
17:17pelacaraan lingkungan,
17:19penguatan
17:19kualitas belanja
17:20melalui kebijakan
17:21efisiensi
17:21dan refocusing
17:22belanja
17:23yang semakin
17:23produktif,
17:24serta
17:25pengelolaan
17:26pembiayaan
17:26defisit
17:27secara inovatif,
17:29prudent,
17:29dan berkelanjutan.
17:32Di jalan
17:33dengan upaya
17:34tersebut,
17:35arsitektur
17:35kebijakan
17:36fiskal
17:37tahun
17:372027
17:38didesain
17:39untuk
17:39kolaboratif
17:40terarah
17:41dan terukur
17:41dengan defisit
17:43sebesar
17:431,8%
17:44sampai dengan
17:452,4%
17:47terhadap
17:47PDB.
17:49Untuk
17:50mendukung
17:51hal tersebut,
17:52maka pendapatan
17:53negara
17:53diproyeksikan
17:54pada kisaran
17:5511,82%
17:56hingga
17:5712,4%
17:59terhadap
17:59PDB
17:59dengan
18:00taksir
18:01ratio
18:01berkisar
18:0210,02%
18:04hingga
18:0510,5%
18:07dari
18:07PDB.
18:08Sementara itu,
18:09belanja
18:10direncanakan
18:11berada
18:11pada kisaran
18:1213,62%
18:14hingga
18:1514,80%
18:17terhadap
18:18PDB.
18:19Besaran
18:20postur
18:21makrofiskal
18:22tahun
18:222027
18:23ini
18:23telah
18:24memperhitungkan
18:25kebutuhan
18:26pendanaan
18:26berbagai
18:28PKPN
18:29yang diperkirakan
18:30mencapai
18:31Rp1.720
18:35triliun
18:35hingga
18:37Rp1.896
18:39triliun
18:39yang dialokasikan
18:41melalui belanja
18:42pemerintah pusat,
18:43optimalisasi
18:44transfer ke daerah
18:46dan dana
18:47desa
18:47dan
18:48pembiayaan
18:49anggaran.
18:52pimpinan
18:53dan
18:54ibu
18:55pimpinan
18:56dan bapak ibu
18:57anggota banggar
18:57yang kami hormati
18:58dengan strategi
19:00ekonomi yang tepat
19:01dan kebijakan
19:02fiskal yang prudent
19:02dan sustainable
19:03pemerintah optimis
19:05rekonomi Indonesia
19:06pada tahun
19:072027
19:08dapat tumbuh
19:09kuat
19:10dalam kisaran
19:115,8%
19:12hingga
19:136,5%
19:15laju pertumbuhan
19:17ini menjadi
19:17fondasi yang kuat
19:19menuju pertumbuhan
19:198%
19:20dalam jangka
19:22menengah.
19:23Sementara itu
19:24inflasi akan
19:25dijaga
19:26terkendali
19:27pada kisaran
19:281,5%
19:29hingga
19:303,5%.
19:32Dengan
19:33stabilitas ekonomi
19:34dan sektor keuangan
19:34yang terjaga
19:35dengan baik
19:36suku hubungan
19:37SBN
19:3710-10 tahun
19:38berada pada kisaran
19:396,5%
19:41hingga
19:427,3%
19:43yang didukung
19:44imbal
19:45hasil yang menarik
19:46dan spread
19:47dengan US
19:48treasury bonds
19:48yang kompetitif
19:50disamping
19:51kepercayaan investor
19:51global
19:52terhadap
19:53stabilitas ekonomi
19:54dan sektor
19:55keuangan Indonesia
19:55yang dijaga
19:56dengan baik.
19:58Kepercayaan investor
19:59global
19:59yang terjaga
20:00akan mendorong
20:01peningkatan
20:02capital inflow
20:03yang berkontribusi
20:04positif
20:05terhadap
20:06stabilitas
20:07nilai tukar rupiah
20:09terhadap
20:10dolar Amerika Serikat
20:11yang berada
20:12pada rentang
20:13Rp16.800
20:14hingga
20:16Rp17.500
20:19masih
20:20berlanjutnya
20:21ekskalasi
20:21politik
20:22global
20:22hingga saat ini
20:24khususnya di
20:24kawasan timur tengah
20:25dan tekanan
20:26aktivitas
20:28ekonomi global
20:29membuat
20:30harga minyak
20:30mentah Indonesia
20:31diperkirakan
20:31sebesar
20:32Rp70
20:33sampai dengan
20:35Rp95
20:36per bail
20:37sementara itu
20:38lifting minyak
20:40bumi sebesar
20:40Rp602.000
20:41hingga
20:42Rp615.000
20:43barrel
20:44per hari
20:45dan lifting gas
20:46Rp934.000
20:48hingga
20:48Rp977.000
20:50barrel
20:50setara
20:51minyak
20:51per hari
20:54stabilitas
20:55dan pertumbuhan
20:56ekonomi
20:56yang solid
20:57yang didukung
20:58oleh kebijakan
20:59fiskal yang efektif
21:00menjadi faktor
21:01pendorong
21:02percepatan
21:03peningkatan
21:03kejahatan
21:04masyarakat
21:04angka kemiskinan
21:06ditargetkan
21:07turun ke rentang
21:086%
21:09hingga
21:106,5%
21:10tingkat pengangguran
21:12terbuka
21:12berada pada rentang
21:144,3%
21:15hingga
21:164,87%
21:17rasio ini
21:18ditargetkan
21:19terus membaik
21:20dalam rentang
21:210,362
21:22hingga
21:230,367
21:24indeks
21:25modal manusia
21:26juga ditargetkan
21:27membaik
21:27menjadi
21:280,575
21:29indeks
21:31kesejahteraan
21:31petani
21:31meningkat
21:32menjadi
21:320,8038
21:34sementara itu
21:35proporsi
21:36lapangan kerja
21:37formal
21:37meningkat
21:38menjadi
21:3940,81%
21:44demikian
21:45penjelasan kami
21:46mengenai
21:46kerangka ekonomi
21:47Merako
21:48dan pokok-pokok
21:49kebijakan
21:49fiskal
21:50KMPPKF
21:51tahun
21:512027
21:52untuk dapat
21:53dibahas
21:54dan disetujui
21:55oleh
21:55bandan
21:56anggaran
21:56mungkin Pak Ketua
21:58ini lewat
21:59dari 7 menit
22:00tapi saya
22:00tidak boleh
22:01ngarang
22:01kalau ngarang
22:02katanya saya
22:03suka ngolong
22:03macam-macam
22:04jadi saya
22:04harus baca ini
22:05terus
22:05terima kasih
22:07kami kembalikan
22:08kepada pimpinan
22:09wassalamualaikum
22:10warahmatullahi wabarakatuh
22:11selamat menikmati
22:17selamat menikmati
Komentar