00:00Teman-teman media, terima kasih kepada tim penasehat hukum yang senantiasa tidak pernah letih
00:06membuka kejanggalan-kejanggalan dalam sidang saya.
00:11Saya terus terang sangat sedih mendengar replik tadi dari pihak kejaksaan.
00:20Dan alasannya adalah, saya sebagai orang awam ini merasa sidang itu kan harusnya tempat untuk mencari kebenaran.
00:30Harusnya kalau kita sudah menyediakan fakta, sesuatu sudah terbukti, harusnya dari kejaksaan malah mau menerima
00:38atau kalau tidak menerima menyodorkan bukti tandingan, bukti yang ada.
00:44Tapi sampai saat ini tidak terjadi itu.
00:46Dan replik ini seolah-olah lima bulan sidang itu tidak terjadi.
00:50Jadi semua fakta-fakta yang sudah dibuktikan dalam persidangan, sudah dijawab, itu diabaikan saja lalu dilanjutkan.
00:57Dan seperti yang Bang Zaid tadi bilang, malah lebih daripada mengabaikan bukti,
01:05narasinya berubah dari dakwan.
01:08Jadi narasi yang tadi replik itu bukan narasi awal.
01:11Sehingga sekarang ceritanya adalah mengenai white collar crime.
01:15Nah ini hal yang begitu menyedihkan.
01:17Dari awal sudah berapa kali kasus ini berubah dari tadinya mengenai Chromebook itu tidak bermanfaat,
01:29mangkrak total loss, media disebarkan informasi 9 triliun yang tidak benar,
01:35itu Chromebook mangkrak dan tidak berguna.
01:37Kenyataannya datanya dari CDM dan lainnya membuktikan bahwa Chromebook sangat dimanfaatkan.
01:43Bukan hanya untuk asesmen nasional, tapi untuk sehari-hari.
01:48Kejaksaan menyebut data dari tahun 2020-2022.
01:53Kita melihat tapi itu adalah periode di mana datanya belum lengkap dari CDM.
01:59Tidak pernah disebut apa yang terjadi 2023-2025.
02:03Di mana datanya lengkap, angka chart itu dari CDM meningkat pesat.
02:09Apakah tiba-tiba di tahun 2023 semua sekolah mulai menggunakan Chromebook?
02:13Tidak mungkin.
02:14Itu karena datanya belum dicatat secara lengkap di tahun 2020-2022.
02:20Tapi yang ditunjukkan oleh Kejaksaan cuma 3 tahun itu.
02:23Sampai di sidang, saya meminta akhirnya tolong Bapak Kejaksaan tunjukkan dong chartnya tolong di pull down 2023.
02:31Jeng, keluar.
02:33Semua data penggunaannya selama non-AKM, non-asesmen nasional, itu ternyata pemanfaatannya tinggi.
02:40Jadi berubah lagi kasusnya, akhirnya terbukti Chromebooknya bermanfaat.
02:44Ya sudah, berubah lagi sekarang Chromebooknya kemahalan.
02:47Oke, Chromebooknya kemahalan.
02:49Ayo kita bandingkan dengan harga pasar.
02:51Dibandingkan dengan harga pasar, menurut saksi dari Jaksa sendiri, Chromebook dibeli di bawah harga pasar.
02:58Oh, yaudah ganti lagi.
03:01Kerugiannya kemahalan, tapi bukan berdasarkan perbandingan harga pasar.
03:05Tapi kita buat asumsi bottom-up aja sendiri dari harga produksi ditambah margin dengan asumsi sendiri.
03:11Akhirnya keluar satu angka, akhirnya dipastikan adanya kerugian.
03:15Bingung.
03:17Sekarang sudah dibuktikan bahwa tidak ada keuntungan pribadi sama sekali.
03:22Tidak ada laporan PPATK satu pun mengenai penerimaan uang, saham, dari semua instansi yang terkait.
03:29Akhirnya, tidak adanya bukti saya menerima speser pun, itu dijadikan bukti kepada betapa cerdasnya saya menyembunyikan korupsi itu.
03:41Bisa bayangkan nggak?
03:43Jadi karena tidak ditemukan bukti, sekarang nasional rasinya berubah.
03:47Nah, itu buktinya.
03:48Karena nggak ada bukti, buktinya Nadiem sangat cerdas untuk menyembunyikan buktinya.
03:52Jadi gimana saya mau membela diri sendiri?
03:55Tidak adanya bukti itu tersebut dijadikan bukti.
04:01Tanpa penjelasan, tanpa bukti apapun.
04:04Nah, ini yang sangat mengecewakan bagi saya.
04:07Tadi disebut sekali lagi bahwa saya mencopot dua direksi itu, Popi dan Hamim.
04:14Tapi sudah terbukti di persidangan, posisi mereka dibuka tanggal 4 Maret 2020.
04:20Sebelum pembentukan tim teknis, sebelum ada perdebatan mengenai Chromebook, sebelum ada apa-apa.
04:26Sudah runtuh argumennya, tapi dimasukkan lagi di dalam replik.
04:31Kan tidak mungkin posisi mereka diganti sebelum kita mengetahui bahwa mereka tidak setuju dengan Chrome.
04:37Nggak mungkin dong.
04:38Berarti alasan mereka dicopot bukan berarti karena mereka tidak setuju.
04:41Itulah kira-kira beberapa poin yang sangat mengecewakan.
04:47Apalagi yang berhubungan dengan uang pengganti.
04:52Saya begitu sedih disebut berkali-kali bahwa saya gagap dalam menjawab dari mana asal kekayaan saya.
05:01Padahal berkali-kali di persidangan kami menunjukkan full dokumentasi kekayaan saya.
05:09Bapak-bapak, ibu-ibu mohon dimengerti, kekayaan saya itu adalah saham goto yang bisa diakses semua masyarakat secara publik.
05:16Anak-anak SMA pun bisa langsung mengkali-kalikan berapa jumlah saham saya dengan harga goto saat itu akan dapat itu
05:23angka 4,8 triliun.
05:25Saya tidak bisa menyembunyikan harta saya karena saya mengumumkannya di LHKPN.
05:31Baik saham dan kepemilikan saya semuanya dalam sidang dipertontonkan.
05:37Angka 4,8 triliun itu sudah jelas-jelas adalah angka nilai kekayaan di atas kertas saya di puncak IPO.
05:44Yang tahun berikutnya turun drastis 80%.
05:51Jadi saat ini jaksa menuntut saya uang pengganti yang 10 kali lipat total kekayaan saya di akhir masa saya menjabat.
05:59Bisa bayangkan, itu sama saja kayak menambah 9 tahun di hukuman saya.
06:05Jaksa sudah tahu saya tidak mungkin bisa membayar itu balik.
06:07Bagaimana caranya? Saya tidak bisa kembali ke masa lalu.
06:11Karena di masa lalu pun saya dilarang menjual saham saya di taat puncak tertinggi tersebut.
06:16Ini semua sudah fakta yang terbuka.
06:19Jadi itu kira-kira hal-hal yang membuat saya sangat kecewa dengan proses hukum ini.
06:26Fakta yang sudah terbukti berkali-kali tetap saja diabaikan.
06:32Mungkin dengan harapan publik lupa dengan fakta itu.
06:34Mungkin dengan harapan hakim lupa dengan fakta itu.
06:37Tapi kami dan tim hukum pasti tidak akan membiarkan itu terjadi.
06:40Kami akan mengingatkan kesaksian masing-masing.
06:44Kami akan mengingatkan melewat video-video tersebut.
06:46Jadi saya ingin ucapkan sekali lagi terima kasih kepada teman-teman media.
06:53Terima kasih kepada semua tokoh-tokoh masyarakat dan publik yang senantiasa menyuarakan kebenaran.
07:00Kebenaran di era sekarang membutuhkan keberanian untuk menyuarakan.
07:06Tidak mudah saya tahu dan saya sangat mengapresiasi keberanian masyarakat dan publik untuk menyuarakan selalu kebenaran.
07:14Terima kasih.
07:15Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
07:17Terima kasih.
07:17Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar