Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan delapan program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang akan menjadi fokus kebijakan fiskal pada 2027.

Purbaya mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Untuk itu, kebijakan fiskal tahun 2027 diarahkan untuk mendorong perekonomian tumbuh lebih tinggi, sejahtera lebih cepat," kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026) (timecode 00:21).

Baca Juga [FULL] Menkeu Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% Tahun 2027, Menuju 8% di 2029 di https://www.kompas.tv/nasional/673834/full-menkeu-purbaya-targetkan-ekonomi-indonesia-tumbuh-6-5-tahun-2027-menuju-8-di-2029



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673835/menkeu-purbaya-bocorkan-8-program-prioritas-presiden-prabowo-tahun-2027
Transkrip
00:00Pimpinan dan anggota Dewan yang kami hormati,
00:04dengan mencermati dinamika perekonomian terkini dan prospek ke depan,
00:09kami optimis perekonomian Indonesia akan mampu berputar lebih cepat
00:14dan tumbuh lebih tinggi sebagai fondasi akselerasi peningkatan kesejahteraan rakyat.
00:20Untuk itu, kebijakan fiskal tahun 2027 diarahkan untuk mendorong perekonomian
00:27tumbuh lebih tinggi, sejahtera lebih cepat.
00:32Selaras dengan itu, kebijakan fiskal dipokuskan untuk mendukung
00:368 kluster program prioritas nasional dan 1 pendukung enabler
00:42yang terdiri dari 60 program kerja.
00:458 kluster program prioritas nasional tersebut adalah
00:501. Kedua tanpangan, 2. Kemandirian energi dan air,
00:553. Pendidikan, 4. Kesehatan, 5. Hilirisasi dan industrialisasi,
01:036. Infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana,
01:087. Penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa,
01:13dan yang kedelapan adalah penurunan kemiskinan.
01:18Sementara, pendukung atau enabler adalah penguatan di bidang pertahanan
01:23dan keamanan, penegakan hukum, tata kelelah pemerintahan,
01:28percepatan digitalisasi, dan diplomasi ekonomi.
01:34Oleh karena itu, APBN harus dijaga tetap sehat,
01:38kredibel, dan berkelanjutan.
01:41Pemerintah terus mendorong optimalisasi pendapatan negara,
01:45penguatan kualitas bekerja, penguatan kualitas belanja,
01:49dan pengembangan skema pembiayaan yang inovatif,
01:53guna mendorong kinerja perekonomian,
01:55sekaligus memastikan pemerataan hasil pembangunan.
01:59Sejalan dengan hal tersebut, postur makrofiskal tahun 2027
02:05didesain secara kolaboratif, terarah, dan terukur
02:08dengan defisit 1,8 persen sampai dengan 2,4 persen PDB.
02:16Yang ditumpang pendapatan negara sebesar 11,82 persen
02:21sampai dengan 12,40 persen PDB
02:24untuk mendukung belanja negara sebesar 13,62 persen
02:29hingga 14,80 persen PDB.
02:35Pimpinan dan anggota Dewan yang kami hormati,
02:39pemerintah mengapresiasi pandangan seluruh fraksi DPR RI
02:43agar pemerintah terus mendorong upaya optimalisasi pendapatan negara
02:47baik melalui perluasan basis penerimaan
02:50maupun pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.
02:54Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah berkomitmen
02:57untuk terus melakukan optimalisasi pendapatan negara
03:00dengan tetap menjaga keberlanjutan ekonomi investasi
03:06dan pelestarian lingkungan.
03:09Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan sistem perpajakan
03:13yang adaptif terhadap perubahan struktur ekonomi.
03:16Sementara itu, peningkatan kepatahan wajib pajak
03:19dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan analisis big data
03:24guna memperkuat efektivitas pengawasan,
03:27memperluas basis perpajakan,
03:29dan mengoptimalkan potensi penerimaan negara
03:32secara berkesinambungan.
03:35Di sisi lain, pemerintah juga tetap memberikan
03:38insentif fiskal secara terarah, selektif, dan terukur
03:42kepada sektor-sektor strategis yang memiliki nilai tambah tinggi
03:47bagi perekonomian.
03:50Dari sisi penerimaan negara bukan pajak,
03:54optimalisasi dilakukan melalui penguatan penerimaan
03:56berbasis sumber daya alam,
03:59peningkatan tata kelola yang transparan dan akuntabel,
04:02dan inovasi layanan untuk meningkatkan
04:05kualitas pelayanan publik.
04:08Upaya ini didukung oleh pengawasan dan penegakan hukum
04:12yang lebih kuat,
04:13serta optimalisasi penagihan piutang
04:16untuk memaksimalkan potensi penerimaan negara.
04:25Pemerintah mengapresiasi pandangan seluruh fraksi DPR RI
04:29mengenai pentingnya menjaga dan meningkatkan
04:32kualitas belanja negara dalam mendukung agenda pembangunan.
04:38Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan
04:41kualitas belanja negara melalui upaya efisiensi
04:44dan defocusing agar alokasi anggaran
04:47semakin produktif, tepat sasaran,
04:50dan mampu memberikan dampak nyata
04:53bagi perekonomian dan masyarakat.
04:57Sejalan dengan hal tersebut,
04:59pemerintah terus mendorong efektivitas subsidi
05:01dan perlindungan sosial
05:03dalam melindungi daya beli dan pengentasan kemiskinan.
05:08Pemerintah secara bertahap mendorong
05:10bantuan sosial dan subsidi yang lebih tepat sasaran
05:13dan berkeadilan,
05:15serta berbasis penerimaan manfaat langsung
05:18dengan memanfaatkan data tunggal
05:21sosial ekonomi nasional atau DTSEN.
05:25Program-program perlindungan sosial berbasis pemberdayaan
05:29juga terus didorong dan diperkuat.
05:31Di sisi lain,
05:33sinergi antar program perlindungan sosial
05:36dari berbagai kementerian dan lembaga
05:39terus diperkuat
05:40agar intervensi yang dilakukan
05:42semakin terpadu,
05:44saling melengkapi,
05:45dan mampu memberikan dampak yang lebih signifikan
05:48dalam meningkatkan kejahatan masyarakat.
05:52Di samping itu,
05:54pemerintah berkomitmen
05:55meningkatkan aktivitas belanja pusat
05:58dan daerah
05:59melalui penguatan sinergi
06:02dan harmonisasi belanja pusat dan daerah.
06:06Langkah ini diarahkan
06:07agar belanja daerah semakin optimal
06:09dalam meningkatkan kualitas layanan publik
06:11dan pembangunan di daerah,
06:14serta mendukung pencapaian program
06:16prioritas nasional.
06:18Sejalan dengan itu,
06:19penguatan belanja KL di daerah
06:22juga terus didorong melalui sinergi program
06:24yang lokasi penerimaan manfaatnya
06:26berada di daerah,
06:29seperti percepatan makan bergisi gratis,
06:33penguatan koperasi desa
06:34kelurahan merah putih,
06:36sekolah rakyat,
06:37dan pemeriksaan kesehatan gratis.
06:41Pada sisi lain,
06:43dalam implementasi Undang-Undang HKPD,
06:46pemerintah senantiasa
06:48mendorong harmonisasi pusat dan daerah
06:50semakin solid dengan tetap memberikan
06:53fleksibilitas pengelolaan APBD
06:56dalam meningkatkan kualitas layanan publik
06:58dan peningkatan kesejahteraan ASN di daerah.
07:04Selanjutnya,
07:06pemerintah menyampaikan apresiasi
07:08atas pandangan fraksi Partai Demokrasi
07:10Indonesia Perjuangan,
07:12fraksi Partai Golongan Karya,
07:14fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya,
07:17fraksi Partai Nasional Demokrat,
07:19fraksi Partai Kebangkitan Bangsa,
07:22fraksi Partai Keadilan Sejahtera,
07:25fraksi Partai Amanat Nasional,
07:27dan fraksi Partai Demokrat
07:28mengenai pentingnya
07:30pengelolaan defisit
07:32dan pembiayaan anggaran secara pruden,
07:35terukur,
07:36dan tetap berada
07:37dalam batas yang aman.
07:41Kebijakan pengelolaan defisit
07:43dan pembiayaan anggaran tersebut
07:44tidak hanya diarahkan untuk memenuhi
07:47kebutuhan pendanaan jangka pendek,
07:49tetapi juga untuk menjaga
07:51kesinambungan fiskal
07:52dalam jangka menengah dan panjang.
07:56Oleh karena itu,
07:59kebijakan pembiayaan anggaran
08:01senantiasa diarahkan
08:02untuk mendorong kegiatan produktif
08:04yang dapat memperkuat daya saing
08:07dan ketahanan ekonomi nasional
08:10dalam jangka menengah
08:12dan jangka panjang.
08:14selamat menikmati.
08:14Selamat menikmati.
08:15selamat menikmati.
08:15selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan