00:00yang saat ini sedang dibangun oleh BSI.
00:03Jadi nanti semua itu terkait ke national single window di Kementerian Keuangan.
00:10Sehingga penerimaan negara pasti akan meningkat signifikan.
00:15Nanti yang seperti tadi saya jelaskan, hampir tidak mungkin orang lari dari situ,
00:21karena kan kita monitor, dan semua ini dibangun oleh anak-anak muda Indonesia.
00:27Dan kita tidak memakai uang yang kelebihan, kita pakai dana program.
00:33Dan saya kira kalau dulu kita ingat EKTP triliunan rupiah,
00:37ini sampai hari ini kita belum keluar berapa puluh miliar pun belum, jadi banyakan gaji.
00:43Lainnya otak, karena ini adalah bisnis otak dan ekosistem yang sudah ada kita sempurnakan, kita koneksikan.
00:49Itu saya kira yang menjadi sangat penting untuk disadari bahwa dengan Gavtec ini,
00:56nanti Presiden akan berkunjung ke Bali melihat untuk provinsi,
01:01tandal antara 6, 7, 8, 9 bulan Juli.
01:06Itu yang akan jadi model.
01:07Tapi sekarang sedang berjalan di 42 provinsi,
01:12kabupaten-kota, piloting untuk ini.
01:15Dan kemarin di Banyuwangi sudah berjalan, dan sangat sukses kita belajar dari model ini.
01:21Nanti kalau 42 ini sukses,
01:24Oktober tahun ini akan roll out nasional,
01:27seluruh 514 kabupaten akan berhubung,
01:32dan kemudian tadi Presiden juga akan dilapori,
01:35nanti semua BUMN, baik Pertamina apa semua, akan semua berbasis AI.
01:39Dan ini saya kira akan membuat penghematan tidak tahu berapa puluhan miliar,
01:44atau mungkin ratusan miliar ke depan ini.
01:46Ini bukan hal baru, kita tidak meng-hire orang,
01:51kita mengerjakan pengalaman kita sejak mulai COVID yang lalu,
01:54dengan peduli lindungi, e-katalog, simbara, dan seterusnya.
01:59Saya kira itu yang sangat penting untuk kita sampaikan semua.
02:04Kita harus bangga menjadi orang Indonesia,
02:06jadi kita harus kompak, karena ini penting.
02:09Bahwa di sana-sini ada yang kurang,
02:11ya kita perbaiki rame-rame, tidak bisa dikerjakan oleh satu orang.
02:15Dan tadi Presiden saya kira sangat jelas memberikan arahannya,
02:19kami laporkan juga semua,
02:21tadi yang negatif, surplus daripada semua, dan solusi.
02:24Kita juga harus bicara solusi, tidak hanya bicara masalah,
02:27identifikan masalah, tapi kita juga harus datang dengan solusi.
02:31Saya kira dari segi makroekonomi, mungkin Pak Dedek mau nambahin.
02:34Tadi kami juga membahas tentunya perkembangan situasi terakhir,
02:47situasi makro yang berkaitan dengan kondisi sekarang,
02:51dan kami juga menyampaikan bahwa salah satu isu penting yang harus diperhatikan itu adalah
02:57kemungkinan mengenai risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari kelemahan rupiah.
03:06Karena ini tentu akan berdampak kepada kelompok menengah bawah,
03:11dan apa yang harus dilakukan,
03:13termasuk juga untuk menumbuhkan masalah confidence,
03:17masalah trust kepada pemerintah.
03:19Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran,
03:25termasuk salah satu diantaranya di dalam kaitan dengan MBG.
03:30Saya kira Pak Firman, mau bicara lebih detail dengan hari ini?
03:34Kami dari Dewan Ekonomi Nasional memang menyampaikan kepada Bapak Presiden
03:38terkait dengan situasi ekonomi sekarang ya.
03:41Mungkin yang pertama yang kami sampaikan, kami sampaikan kepada Bapak Presiden
03:45bahwa fundamental ekonomi kita dalam kondisi yang baik.
03:49Bahkan jauh dibandingkan dengan kondisi krisis 1998.
03:53Selain dari indikator-indikator makro seperti pertumbuhan yang masih tinggi,
03:57inflasi yang masih stabil,
03:59salah satu yang kami highlight adalah neraca korporasi yang dalam posisi yang sangat sehat.
04:05Salah satunya kalau teman-teman lihat,
04:07utang perusahaan dalam dolar itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan kondisi 1998.
04:13Kemudian kalau kita lihat posisi cash dari perusahaan juga dalam posisi yang tinggi,
04:17jadi ketidakpastian yang terjadi mereka masih cukup bisa mitigasi.
04:21Dari sisi perbankan kita juga bisa lihat capital adequacy ratio dalam posisi di atas 25.
04:26Ini menunjukkan sistem perbankan kita cukup kuat.
04:30Namun memang kita perlu waspada terhadap ketidakpastian ekonomi global.
04:35Dampak perang ini sepertinya lebih tinggi, lebih lama dari perkiraan kita.
04:40Kemudian ada faktor peleman rupiah,
04:42tadi Pak Dedek sudah sampaikan,
04:45dampak perang ini kenaikan energi global,
04:47dan kemudian peleman rupiah ini bisa berdampak pada kenaikan biaya produksi dan distribusi.
04:53Dan kalau teman-teman lihat kan,
04:55IHK inflasi 3%,
04:57tapi IHPB itu di 5%,
04:59IHPB itu di sekitar 7%,
05:02dan ini yang perlu diantisipasi nanti di semester ke-2,
05:06tapi saya kira pemerintah sudah mempersiapkan langkah-langkahnya.
05:10Nah, kemudian di tengah ketidakpastian global ini,
05:13saya kira confidence harus kita terus perkuat.
05:16Salah satunya komitmen Bapak Presiden terkait defisit fiskal,
05:20ini harus kita bisa jelaskan dengan lebih detail.
05:23Pak Presiden tadi menyampaikan efisiensi anggaran ini akan dilakukan,
05:27termasuk untuk program-program prioritas seperti MBG.
05:30Jadi tadi angkanya cukup besar yang kita bisa hemat dari sisi MBG ya.
05:36Bahkan kita juga ada langkah-langkah untuk meningkatkan dari sisi penerimaan.
05:40Kemudian mungkin yang terakhir juga,
05:43kami sampaikan terkait dengan pelamaan rupiah,
05:45kita juga harus melihatnya secara komprehensif dari sisi neraca pembayaran.
05:49Ada beberapa langkah koklit yang kita bisa lakukan gitu ya,
05:53untuk memperkuat defisa.
05:54Kalau teman-teman lihat di neraca pembayaran kita,
05:57salah satu potensi yang masih bisa ditingkatkan adalah pendapatan sekunder.
06:02Ini adalah remitansi dari tenaga kursi kita di luar gitu kan.
06:05Kalau kita bandingkan dengan Filipina, jumlahnya masih lebih rendah Indonesia.
06:11Artinya program-program Bapak Presiden untuk meningkatkan pekerja migiran berkualitas,
06:16seperti perawat, elektrisen, dan segala macam,
06:18itu bisa membantu meningkatkan defisa ke depan.
06:21Di luar itu, salah satu area yang juga bisa ditingkatkan adalah wisatawan ya.
06:27Jadi kita bandingkan dengan beberapa negara,
06:29jumlah Wisman kita kan masih relatif lebih rendah.
06:32Tahun lalu sekitar 15 juta, Vietnam 20 juta, Thailand 30 juta, Malaysia 40 juta gitu kan.
06:38Kalau kita bisa meningkatkan Wisman lebih tinggi dalam waktu ke depan ini,
06:42ini tentu akan bisa membantu meningkatkan defisa kita.
06:46Salah satu kebijakan yang sebenarnya tidak butuh anggaran,
06:48misalkan kita bisa ngasih bebas visi kunjungan misalkan ke beberapa negara
06:52yang memang pendapatannya tinggi dan memang tertarik untuk datang ke Indonesia gitu kan.
06:57Jadi ini saya kira beberapa negara ASEAN tadi juga sudah menerapkan gitu kan.
07:01Ini beberapa masukan yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden.
07:04Jadi dari tadi yang mengenai GavTek sebagai penutup,
07:07itu nanti pemerintahan Presiden Prabowo ini akan berbasis digitalisasi dengan support AI.
07:15Oleh karena itu kita melihat bahwa dalam waktu tidak terlalu lama,
07:20kita akan punya digital single ID.
07:22Mungkin akhir tahun ini akan ada digital single ID yang mengakibatkan semua bond apa,
07:29Bansos atau direct cash transfer itu akan targeted.
07:32Jadi akan sesuai dan itu akan menghemat angka cukup besar tadi.
07:37Berapa anggaran?
07:38Angka mungkin beberapa bisa cukup besar angka ini dihemat.
07:42Dan saya melihat nanti subsidi tidak akan lagi ke barang.
07:51Subsidi akan langsung kepada yang penerima.
07:53Karena rata-rata kita kumpulkan semua Bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya
07:59ada 5,4 juta rupiah per orang.
08:02Dan ini nanti akan dikelompokkan dengan AI.
08:05Nanti bahkan dengan apa, kita akan bisa mendorong untuk membuat
08:12UMKM dengan tentu memberikan kur yang baik.
08:15Karena orang ini sudah bisa dipantau dengan jelas latar belakangnya
08:19karena tadi government technology.
08:20Jadi ini satu pemerintahan yang berpenduduk hampir 300 juta orang pada awal tahun depan
08:31yang pertama menggunakan digitalisasi berbasis AI.
08:36Nah ini saya kira satu keberanian tersendiri karena tadi seperti singgung,
08:40semua akan bisa dimonitor dengan sistem ini.
08:43Dan sekali lagi sistem ini dibangun oleh anak-anak Indonesia.
08:47Saya kira itu dari kami.
08:48Terima kasih.
08:49Pak, kalau soal rupiah gimana sih Pak?
08:51Upaya menguatkan rupiah itu kalau dari Den gimana sih Pak?
08:55Ya sudah tadi Pak Dede sudah jelaskan, kita banyak sekali ya Anunya
08:58dan tidak perlu terlalu berkhawatir berlebihan.
09:01Ya kita perbaikin di sana-sini.
09:03Dari digital ini akan saya kira menjawab deep state.
09:07Deep state concernnya Presiden itu akan terjawab banyak dengan sini.
09:11Tadi saya laporkan secara khusus mengenai itu.
09:13Karena Pak, misalnya kami sudah coba dengan OSS,
09:16itu 1.600 halaman dibaca hanya 30 detik oleh AI dan sudah langsung dengan komentarnya.
09:22Dan ini saya pikir akan kita kembangkan terus dan sekarang tim masih melakukan penelitian dan eksersis mengenai ini.
09:31Dan Presiden Nanti Ninjau pada tanggal 6, 7, 8, 9 bulan Juli itu akan ketahuan semua.
09:38Tapi dari sekarang kami sedang melakukan tadi piloting di 42 kabupaten kota.
09:46Kalau Anda mau cek ke sana silahkan.
09:48Anda nanti bisa kita berikan contoh pilot apa, face recognition.
09:53Anda berhak atau tidak berhak untuk mendapat misalnya bantuan.
09:57Kalau soal penandaan MBG tahu seperti apa tadi yang dimaksud dengan...
10:01Saya kira penandaan MBG kita jangan bertengkar lagi mengenai itu.
10:04Itu barang baik.
10:05Tinggal pengelolanya saja yang tentu kita perbaiki.
10:09Jadi tadi sudah Presiden sudah memberikan arahan.
10:12Bukan hanya arahan dan kami juga merespon dengan melakukan penelitian.
10:16Survei yang dilakukan tadi dengan sangat kredibel.
10:203 persen masih no perornya.
10:22Dan saya pikir tinggal tadi kita tata dengan baik.
10:26Makasih Pak, apa yang disarankan akhirnya Pak untuk bisa mengefisienkan anggaran dan...
10:31Sudah efisien. Sekarang anggaran cukup efisien.
10:33Kalau targeted semua saya kira akan lebih efisien lagi ke depan.
10:37Dan tadi kami juga minta Presiden, apa namanya untuk apa, Dewan Ekonomi
10:43melakukan monitoring dan evaluasi setiap sini dan melaporkan pada Presiden.
10:49Ya ini kita lakukan berkala seperti tadi kita survei yang kita lakukan.
10:54Cukup Pak.
10:55Terima kasih.
10:57Terima kasih.
10:58Terima kasih.
10:58Terima kasih.
10:59Terima kasih teman-teman.
11:00Terima kasih Pak.
11:09Terima kasih.
11:21Terima kasih.
11:24Terima kasih.
11:25Terima kasih.
Komentar