Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Di tengah beredarnya spekulasi mengenai kemungkinan pergantian Menteri Keuangan, anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Chatib Basri buka suara.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Chatib mengatakan Dewan Ekonomi Nasional menyampaikan perkembangan situasi ekonomi terkini kepada Presiden, termasuk sejumlah risiko yang perlu diwaspadai pemerintah dalam beberapa waktu ke depan.

"Tadi kami membahas perkembangan situasi terakhir, situasi makro yang berkaitan dengan kondisi sekarang," kata Chatib, Selasa (9/6/2026).

Menurut mantan Menteri Keuangan tersebut, salah satu isu penting yang menjadi perhatian adalah potensi kenaikan harga barang akibat pelemahan nilai tukar rupiah.

"Kami juga menyampaikan bahwa salah satu isu penting yang harus diperhatikan adalah kemungkinan risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat kelemahan rupiah. Karena ini tentu akan berdampak kepada kelompok menengah bawah," ujarnya.

Selain membahas risiko inflasi, Chatib mengatakan DEN juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

#breakingnews #prabowo #Chatibbasri

Baca Juga Kendaraan Angkutan Siswa Terjun ke Sungai, Sopir dan 7 Pelajar Terluka | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/673848/kendaraan-angkutan-siswa-terjun-ke-sungai-sopir-dan-7-pelajar-terluka-kompas-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673858/bukan-posisi-menkeu-berikut-pernyataan-chatib-basri-usai-dipanggil-presiden-prabowo-di-istana
Transkrip
00:00yang saat ini sedang dibangun oleh BSI.
00:03Jadi nanti semua itu terkait ke national single window di Kementerian Keuangan.
00:10Sehingga penerimaan negara pasti akan meningkat signifikan.
00:15Nanti yang seperti tadi saya jelaskan, hampir tidak mungkin orang lari dari situ,
00:21karena kan kita monitor, dan semua ini dibangun oleh anak-anak muda Indonesia.
00:27Dan kita tidak memakai uang yang kelebihan, kita pakai dana program.
00:33Dan saya kira kalau dulu kita ingat EKTP triliunan rupiah,
00:37ini sampai hari ini kita belum keluar berapa puluh miliar pun belum, jadi banyakan gaji.
00:43Lainnya otak, karena ini adalah bisnis otak dan ekosistem yang sudah ada kita sempurnakan, kita koneksikan.
00:49Itu saya kira yang menjadi sangat penting untuk disadari bahwa dengan Gavtec ini,
00:56nanti Presiden akan berkunjung ke Bali melihat untuk provinsi,
01:01tandal antara 6, 7, 8, 9 bulan Juli.
01:06Itu yang akan jadi model.
01:07Tapi sekarang sedang berjalan di 42 provinsi,
01:12kabupaten-kota, piloting untuk ini.
01:15Dan kemarin di Banyuwangi sudah berjalan, dan sangat sukses kita belajar dari model ini.
01:21Nanti kalau 42 ini sukses,
01:24Oktober tahun ini akan roll out nasional,
01:27seluruh 514 kabupaten akan berhubung,
01:32dan kemudian tadi Presiden juga akan dilapori,
01:35nanti semua BUMN, baik Pertamina apa semua, akan semua berbasis AI.
01:39Dan ini saya kira akan membuat penghematan tidak tahu berapa puluhan miliar,
01:44atau mungkin ratusan miliar ke depan ini.
01:46Ini bukan hal baru, kita tidak meng-hire orang,
01:51kita mengerjakan pengalaman kita sejak mulai COVID yang lalu,
01:54dengan peduli lindungi, e-katalog, simbara, dan seterusnya.
01:59Saya kira itu yang sangat penting untuk kita sampaikan semua.
02:04Kita harus bangga menjadi orang Indonesia,
02:06jadi kita harus kompak, karena ini penting.
02:09Bahwa di sana-sini ada yang kurang,
02:11ya kita perbaiki rame-rame, tidak bisa dikerjakan oleh satu orang.
02:15Dan tadi Presiden saya kira sangat jelas memberikan arahannya,
02:19kami laporkan juga semua,
02:21tadi yang negatif, surplus daripada semua, dan solusi.
02:24Kita juga harus bicara solusi, tidak hanya bicara masalah,
02:27identifikan masalah, tapi kita juga harus datang dengan solusi.
02:31Saya kira dari segi makroekonomi, mungkin Pak Dedek mau nambahin.
02:34Tadi kami juga membahas tentunya perkembangan situasi terakhir,
02:47situasi makro yang berkaitan dengan kondisi sekarang,
02:51dan kami juga menyampaikan bahwa salah satu isu penting yang harus diperhatikan itu adalah
02:57kemungkinan mengenai risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari kelemahan rupiah.
03:06Karena ini tentu akan berdampak kepada kelompok menengah bawah,
03:11dan apa yang harus dilakukan,
03:13termasuk juga untuk menumbuhkan masalah confidence,
03:17masalah trust kepada pemerintah.
03:19Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran,
03:25termasuk salah satu diantaranya di dalam kaitan dengan MBG.
03:30Saya kira Pak Firman, mau bicara lebih detail dengan hari ini?
03:34Kami dari Dewan Ekonomi Nasional memang menyampaikan kepada Bapak Presiden
03:38terkait dengan situasi ekonomi sekarang ya.
03:41Mungkin yang pertama yang kami sampaikan, kami sampaikan kepada Bapak Presiden
03:45bahwa fundamental ekonomi kita dalam kondisi yang baik.
03:49Bahkan jauh dibandingkan dengan kondisi krisis 1998.
03:53Selain dari indikator-indikator makro seperti pertumbuhan yang masih tinggi,
03:57inflasi yang masih stabil,
03:59salah satu yang kami highlight adalah neraca korporasi yang dalam posisi yang sangat sehat.
04:05Salah satunya kalau teman-teman lihat,
04:07utang perusahaan dalam dolar itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan kondisi 1998.
04:13Kemudian kalau kita lihat posisi cash dari perusahaan juga dalam posisi yang tinggi,
04:17jadi ketidakpastian yang terjadi mereka masih cukup bisa mitigasi.
04:21Dari sisi perbankan kita juga bisa lihat capital adequacy ratio dalam posisi di atas 25.
04:26Ini menunjukkan sistem perbankan kita cukup kuat.
04:30Namun memang kita perlu waspada terhadap ketidakpastian ekonomi global.
04:35Dampak perang ini sepertinya lebih tinggi, lebih lama dari perkiraan kita.
04:40Kemudian ada faktor peleman rupiah,
04:42tadi Pak Dedek sudah sampaikan,
04:45dampak perang ini kenaikan energi global,
04:47dan kemudian peleman rupiah ini bisa berdampak pada kenaikan biaya produksi dan distribusi.
04:53Dan kalau teman-teman lihat kan,
04:55IHK inflasi 3%,
04:57tapi IHPB itu di 5%,
04:59IHPB itu di sekitar 7%,
05:02dan ini yang perlu diantisipasi nanti di semester ke-2,
05:06tapi saya kira pemerintah sudah mempersiapkan langkah-langkahnya.
05:10Nah, kemudian di tengah ketidakpastian global ini,
05:13saya kira confidence harus kita terus perkuat.
05:16Salah satunya komitmen Bapak Presiden terkait defisit fiskal,
05:20ini harus kita bisa jelaskan dengan lebih detail.
05:23Pak Presiden tadi menyampaikan efisiensi anggaran ini akan dilakukan,
05:27termasuk untuk program-program prioritas seperti MBG.
05:30Jadi tadi angkanya cukup besar yang kita bisa hemat dari sisi MBG ya.
05:36Bahkan kita juga ada langkah-langkah untuk meningkatkan dari sisi penerimaan.
05:40Kemudian mungkin yang terakhir juga,
05:43kami sampaikan terkait dengan pelamaan rupiah,
05:45kita juga harus melihatnya secara komprehensif dari sisi neraca pembayaran.
05:49Ada beberapa langkah koklit yang kita bisa lakukan gitu ya,
05:53untuk memperkuat defisa.
05:54Kalau teman-teman lihat di neraca pembayaran kita,
05:57salah satu potensi yang masih bisa ditingkatkan adalah pendapatan sekunder.
06:02Ini adalah remitansi dari tenaga kursi kita di luar gitu kan.
06:05Kalau kita bandingkan dengan Filipina, jumlahnya masih lebih rendah Indonesia.
06:11Artinya program-program Bapak Presiden untuk meningkatkan pekerja migiran berkualitas,
06:16seperti perawat, elektrisen, dan segala macam,
06:18itu bisa membantu meningkatkan defisa ke depan.
06:21Di luar itu, salah satu area yang juga bisa ditingkatkan adalah wisatawan ya.
06:27Jadi kita bandingkan dengan beberapa negara,
06:29jumlah Wisman kita kan masih relatif lebih rendah.
06:32Tahun lalu sekitar 15 juta, Vietnam 20 juta, Thailand 30 juta, Malaysia 40 juta gitu kan.
06:38Kalau kita bisa meningkatkan Wisman lebih tinggi dalam waktu ke depan ini,
06:42ini tentu akan bisa membantu meningkatkan defisa kita.
06:46Salah satu kebijakan yang sebenarnya tidak butuh anggaran,
06:48misalkan kita bisa ngasih bebas visi kunjungan misalkan ke beberapa negara
06:52yang memang pendapatannya tinggi dan memang tertarik untuk datang ke Indonesia gitu kan.
06:57Jadi ini saya kira beberapa negara ASEAN tadi juga sudah menerapkan gitu kan.
07:01Ini beberapa masukan yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden.
07:04Jadi dari tadi yang mengenai GavTek sebagai penutup,
07:07itu nanti pemerintahan Presiden Prabowo ini akan berbasis digitalisasi dengan support AI.
07:15Oleh karena itu kita melihat bahwa dalam waktu tidak terlalu lama,
07:20kita akan punya digital single ID.
07:22Mungkin akhir tahun ini akan ada digital single ID yang mengakibatkan semua bond apa,
07:29Bansos atau direct cash transfer itu akan targeted.
07:32Jadi akan sesuai dan itu akan menghemat angka cukup besar tadi.
07:37Berapa anggaran?
07:38Angka mungkin beberapa bisa cukup besar angka ini dihemat.
07:42Dan saya melihat nanti subsidi tidak akan lagi ke barang.
07:51Subsidi akan langsung kepada yang penerima.
07:53Karena rata-rata kita kumpulkan semua Bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya
07:59ada 5,4 juta rupiah per orang.
08:02Dan ini nanti akan dikelompokkan dengan AI.
08:05Nanti bahkan dengan apa, kita akan bisa mendorong untuk membuat
08:12UMKM dengan tentu memberikan kur yang baik.
08:15Karena orang ini sudah bisa dipantau dengan jelas latar belakangnya
08:19karena tadi government technology.
08:20Jadi ini satu pemerintahan yang berpenduduk hampir 300 juta orang pada awal tahun depan
08:31yang pertama menggunakan digitalisasi berbasis AI.
08:36Nah ini saya kira satu keberanian tersendiri karena tadi seperti singgung,
08:40semua akan bisa dimonitor dengan sistem ini.
08:43Dan sekali lagi sistem ini dibangun oleh anak-anak Indonesia.
08:47Saya kira itu dari kami.
08:48Terima kasih.
08:49Pak, kalau soal rupiah gimana sih Pak?
08:51Upaya menguatkan rupiah itu kalau dari Den gimana sih Pak?
08:55Ya sudah tadi Pak Dede sudah jelaskan, kita banyak sekali ya Anunya
08:58dan tidak perlu terlalu berkhawatir berlebihan.
09:01Ya kita perbaikin di sana-sini.
09:03Dari digital ini akan saya kira menjawab deep state.
09:07Deep state concernnya Presiden itu akan terjawab banyak dengan sini.
09:11Tadi saya laporkan secara khusus mengenai itu.
09:13Karena Pak, misalnya kami sudah coba dengan OSS,
09:16itu 1.600 halaman dibaca hanya 30 detik oleh AI dan sudah langsung dengan komentarnya.
09:22Dan ini saya pikir akan kita kembangkan terus dan sekarang tim masih melakukan penelitian dan eksersis mengenai ini.
09:31Dan Presiden Nanti Ninjau pada tanggal 6, 7, 8, 9 bulan Juli itu akan ketahuan semua.
09:38Tapi dari sekarang kami sedang melakukan tadi piloting di 42 kabupaten kota.
09:46Kalau Anda mau cek ke sana silahkan.
09:48Anda nanti bisa kita berikan contoh pilot apa, face recognition.
09:53Anda berhak atau tidak berhak untuk mendapat misalnya bantuan.
09:57Kalau soal penandaan MBG tahu seperti apa tadi yang dimaksud dengan...
10:01Saya kira penandaan MBG kita jangan bertengkar lagi mengenai itu.
10:04Itu barang baik.
10:05Tinggal pengelolanya saja yang tentu kita perbaiki.
10:09Jadi tadi sudah Presiden sudah memberikan arahan.
10:12Bukan hanya arahan dan kami juga merespon dengan melakukan penelitian.
10:16Survei yang dilakukan tadi dengan sangat kredibel.
10:203 persen masih no perornya.
10:22Dan saya pikir tinggal tadi kita tata dengan baik.
10:26Makasih Pak, apa yang disarankan akhirnya Pak untuk bisa mengefisienkan anggaran dan...
10:31Sudah efisien. Sekarang anggaran cukup efisien.
10:33Kalau targeted semua saya kira akan lebih efisien lagi ke depan.
10:37Dan tadi kami juga minta Presiden, apa namanya untuk apa, Dewan Ekonomi
10:43melakukan monitoring dan evaluasi setiap sini dan melaporkan pada Presiden.
10:49Ya ini kita lakukan berkala seperti tadi kita survei yang kita lakukan.
10:54Cukup Pak.
10:55Terima kasih.
10:57Terima kasih.
10:58Terima kasih.
10:58Terima kasih.
10:59Terima kasih teman-teman.
11:00Terima kasih Pak.
11:09Terima kasih.
11:21Terima kasih.
11:24Terima kasih.
11:25Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan