00:01Saudara warga Banyu Glugur, Situbondo, Jawa Timur digegerkan dengan penemuan jasad di Selokan.
00:09Setelah ditelusuri, korban adalah seorang bidan yang sehari-harinya bekerja di RSUD Besuki.
00:17Baru sehari berselang, polisi pun mendapati pelaku yang tak lain, tak bukan adalah suami korban.
00:25Yang nekat menghabisi nyawa istri tercintanya, karena dilatar belakangi cemburu buta.
00:38Sabtu malam 6 Juni, Saudara, menjadi tak terlupakan bagi warga Banyu Glugur, Situbondo, Jawa Timur.
00:46Sesosok jenazah perempuan ditemukan di sebuah selokan di pinggir jalan Pantura.
00:51Jenazah itu sebelumnya ditutupi-tumpukan kayu dan ranting di dasar selokan.
01:05Polisi yang mendapat informasi adanya jenazah kemudian menuju TKP.
01:12Bersama warga, polisi mengevakuasi jenazah dari dalam selokan.
01:17Polisi menduga jenazah tersebut merupakan korban pembunuhan.
01:31Dan untuk memastikan penyebab tewasnya jenazah perempuan,
01:36polisi membawanya ke RSUD Dr. Abdur Rahim untuk melakukan otopsi.
01:41Belakangan diketahui, Saudara, jenazah bernama Murtavia Rafika Devi,
01:49seorang bidan rumah sakit.
02:00Usai mengevakuasi jenazah, polisi menggelar olah TKP.
02:06Dari olah TKP ditemukan sejumlah barang bukti,
02:11seperti sandal batu yang diduga menjadi senjata pelaku
02:16untuk menganiaya korban hingga tewas.
02:28Kemarin batu yang diduga untuk digunakan untuk memukul,
02:33kemudian ranting-ranting yang ini di atas memang ada.
02:35Kemudian ranting-ranting ini di bawah banyak,
02:37jadi ranting-ranting juga di bawah dan ada sepasang sandal wanita warna warna warna.
02:47Tragedi yang menimpa Rafika Devi membuat rekan kerjanya di RSUD Besuki kehilangan, Saudara.
02:56Sapaan hangat dari Devi yang biasa mengisi lorong-lorong rumah sakit,
03:02kini tak lagi terdengar.
03:04Di mata mereka, Devi bukan sekedar rekan kerja,
03:08tapi juga seorang senior yang mengayomi juniornya.
03:17Almarhum ini termasuk sosok yang senior yang hebat,
03:22dia sangat mengayomi sama anak buahnya,
03:25terlalu saya junior-juniornya,
03:27sehingga kami di rumah sakit pembayaran besuk ini memang sangat ketinggalan.
03:31Saya sangat berduka kehilangan sosok yang punya role model yang luar biasa,
03:39sehingga berita kemarin itu sangat mengangkatkan kami,
03:44dan tidak menyangka bahwa senior di bidang-bidang akan meninggal dalam keadaan yang stragesi.
03:53Polisi mengungkap pelaku pembunuhan bidang tak lain,
03:57tak bukan adalah suaminya sendiri,
04:00Ahmad Rizki Hidayatul Rahman,
04:03dibawa polisi ke Mapol Resitu Bondo pada minggu siang.
04:08Polisi kemudian melakukan pemeriksaan secara intensif
04:11untuk menggali keterangan sang suami.
04:20Dari pemeriksaan terungkap, saudara,
04:23pelaku tega membunuh istrinya sendiri hanya karena cemburu.
04:30Dari rasa curiga suami,
04:32nasib sang istri berakhir menjadi tragedi.
04:36Sempat cekcok, pelaku kemudian menganiaya istri dengan batu hingga tewas.
04:43Setelah membuang jasad istrinya sendiri,
04:46pelaku sempat berniat melarikan diri.
04:49Namun, karena rasa bersalah,
04:52pelaku berbalik arah,
04:54ia menyerahkan diri ke polisi.
04:58Hasil pemeriksaan yang dituangkan di dalam berita acara oleh penyidik,
05:04bahwa motifnya itu cemburu,
05:07karena di juga korban,
05:11ada laki-laki lain yang bersama dengan korban,
05:16selain memiliki suami,
05:20yaitu terduka pelaku tersebut.
05:30Air mata tak mampu di bendung Belinda Putri,
05:35adik korban sodara.
05:36Begitu mengetahui,
05:38kakaknya meninggal secara tragis.
05:40Belinda meminta keadilan
05:42atas tewasnya sang kakak
05:44di tangan suaminya sendiri.
05:50Harapan saya tolong dihukum seberat-beratnya ya,
05:54karena nyawa itu gak bisa diganti apapun,
05:57bahkan diganti uang pun gak bisa.
06:00Dia saudara saya satu-satu ya,
06:04tolong ya,
06:05dihukum seberat-beratnya saya mohon,
06:08saya mohonnya,
06:10di bendinya yang saya punya.
06:13Usai diotopsi saudara,
06:16jenazah Murtavia Rafika Devi
06:18dimakamkan di Bungatan,
06:21Situbondo, Jawa Timur.
06:22Keluarga sudah mengetahui,
06:24tabiat suami yang diduga sering melakukan kekerasan.
06:30Ayah korban pun mengaku,
06:32sempat akan membuat laporan ke polisi.
06:35Namun,
06:36karena dirasa belum lengkap,
06:38laporan itu tak terwujud.
06:40Tragisnya,
06:41esok hari sang putri
06:43malah ditemukan sudah tidak bernyawa.
06:49itu mau dilaporkan semua.
06:52Keesokannya hari Jumat dimasuk di laporan,
06:57cuma karena kulang lengkap di polisi besuki ya,
07:01diundur ke hari saktunya.
07:02Hari saktunya kejadian ya.
07:04Iya.
07:06Murtavia sudah tidak ada, Pak.
07:08Ayo, itu usai ya, Pak.
07:09Ayo, itu usai ya, Pak.
07:10Ayo, itu usai ya,
07:10masih di situ, Pak.
07:12Aduh, itu Murtavia,
07:13jajatnya Murtavia, Pak.
07:17Korban sebelumnya diketahui sudah tidak tinggal serumah dengan sang suami.
07:23Selama tinggal di rumah orang tuanya,
07:25korban sempat bercerita ke adiknya sendiri soal perlakuan sang suami.
07:32Merasa kakaknya disakiti, sodara.
07:34Sang adik Belinda Putri meminta kakaknya untuk meninggalkan suaminya tersebut.
07:44Saudara, janji sehidup semati berubah menjadi tragedi.
07:51Suami yang seharusnya melindungi justru menyakiti.
07:58Tragedi ini jadi alarm.
08:01Kekerasan dalam rumah tangga sekecil apapun harus segera dilaporkan.
08:05Hukum berat terhadap pelaku juga harus ditegakkan.
Komentar