Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SITUBONDO, KOMPAS.TV - Warga Banyuglugur, Situbondo, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan jasad di selokan.

Setelah ditelusuri, korban adalah seorang bidan yang sehari-hari bekerja di RSUD Besuki.

Baru sehari berselang, polisi pun mendapati pelaku yang tak lain adalah suami korban sendiri.

Ia nekat menghabisi nyawa istrinya karena dilatarbelakangi rasa cemburu.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi membawa jenazah perempuan tersebut ke RSUD Dokter Abdoer Rahem untuk dilakukan autopsi.

Dari olah tempat kejadian perkara, ditemukan sejumlah barang bukti, seperti sandal batu yang diduga menjadi senjata pelaku untuk menganiaya korban hingga tewas.

Polisi mengungkap pelaku pembunuhan bidan tersebut adalah suaminya sendiri.

Ahmad Riski Hidayatur dibawa polisi ke Mapolres Situbondo pada Minggu (7/6/2026) siang.

Dari hasil pemeriksaan terungkap, pelaku tega membunuh istrinya sendiri hanya karena cemburu.

Setelah sempat cekcok, pelaku kemudian menganiaya istrinya dengan batu hingga tewas.

Setelah membuang jasad istrinya, pelaku sempat berniat melarikan diri.

Namun, karena rasa bersalah, pelaku berbalik arah dan menyerahkan diri kepada polisi.

Air mata tak mampu dibendung Belinda Putri, adik korban, begitu mengetahui kakaknya meninggal secara tragis.

Belinda meminta keadilan atas tewasnya sang kakak di tangan suaminya sendiri.

Keluarga mengaku telah mengetahui tabiat suami korban yang diduga sering melakukan kekerasan.

Ayah korban pun mengaku sempat akan membuat laporan ke polisi. Namun, karena dirasa belum lengkap, laporan tersebut tidak pernah terwujud.

Tragisnya, keesokan harinya sang putri justru ditemukan sudah tidak bernyawa.

Korban sebelumnya diketahui sudah tidak tinggal serumah dengan sang suami.

Selama tinggal di rumah orang tuanya, korban sempat bercerita kepada adiknya mengenai perlakuan sang suami.

Merasa kakaknya disakiti, sang adik, Belinda Putri, meminta kakaknya untuk meninggalkan suaminya tersebut.

#pembunuhan #bidan #jenazah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/673606/bidan-di-situbondo-diduga-sering-alami-kekerasan-keluarga-korban-ungkap-tabiat-pelaku
Transkrip
00:01Saudara warga Banyu Glugur, Situbondo, Jawa Timur digegerkan dengan penemuan jasad di Selokan.
00:09Setelah ditelusuri, korban adalah seorang bidan yang sehari-harinya bekerja di RSUD Besuki.
00:17Baru sehari berselang, polisi pun mendapati pelaku yang tak lain, tak bukan adalah suami korban.
00:25Yang nekat menghabisi nyawa istri tercintanya, karena dilatar belakangi cemburu buta.
00:38Sabtu malam 6 Juni, Saudara, menjadi tak terlupakan bagi warga Banyu Glugur, Situbondo, Jawa Timur.
00:46Sesosok jenazah perempuan ditemukan di sebuah selokan di pinggir jalan Pantura.
00:51Jenazah itu sebelumnya ditutupi-tumpukan kayu dan ranting di dasar selokan.
01:05Polisi yang mendapat informasi adanya jenazah kemudian menuju TKP.
01:12Bersama warga, polisi mengevakuasi jenazah dari dalam selokan.
01:17Polisi menduga jenazah tersebut merupakan korban pembunuhan.
01:31Dan untuk memastikan penyebab tewasnya jenazah perempuan,
01:36polisi membawanya ke RSUD Dr. Abdur Rahim untuk melakukan otopsi.
01:41Belakangan diketahui, Saudara, jenazah bernama Murtavia Rafika Devi,
01:49seorang bidan rumah sakit.
02:00Usai mengevakuasi jenazah, polisi menggelar olah TKP.
02:06Dari olah TKP ditemukan sejumlah barang bukti,
02:11seperti sandal batu yang diduga menjadi senjata pelaku
02:16untuk menganiaya korban hingga tewas.
02:28Kemarin batu yang diduga untuk digunakan untuk memukul,
02:33kemudian ranting-ranting yang ini di atas memang ada.
02:35Kemudian ranting-ranting ini di bawah banyak,
02:37jadi ranting-ranting juga di bawah dan ada sepasang sandal wanita warna warna warna.
02:47Tragedi yang menimpa Rafika Devi membuat rekan kerjanya di RSUD Besuki kehilangan, Saudara.
02:56Sapaan hangat dari Devi yang biasa mengisi lorong-lorong rumah sakit,
03:02kini tak lagi terdengar.
03:04Di mata mereka, Devi bukan sekedar rekan kerja,
03:08tapi juga seorang senior yang mengayomi juniornya.
03:17Almarhum ini termasuk sosok yang senior yang hebat,
03:22dia sangat mengayomi sama anak buahnya,
03:25terlalu saya junior-juniornya,
03:27sehingga kami di rumah sakit pembayaran besuk ini memang sangat ketinggalan.
03:31Saya sangat berduka kehilangan sosok yang punya role model yang luar biasa,
03:39sehingga berita kemarin itu sangat mengangkatkan kami,
03:44dan tidak menyangka bahwa senior di bidang-bidang akan meninggal dalam keadaan yang stragesi.
03:53Polisi mengungkap pelaku pembunuhan bidang tak lain,
03:57tak bukan adalah suaminya sendiri,
04:00Ahmad Rizki Hidayatul Rahman,
04:03dibawa polisi ke Mapol Resitu Bondo pada minggu siang.
04:08Polisi kemudian melakukan pemeriksaan secara intensif
04:11untuk menggali keterangan sang suami.
04:20Dari pemeriksaan terungkap, saudara,
04:23pelaku tega membunuh istrinya sendiri hanya karena cemburu.
04:30Dari rasa curiga suami,
04:32nasib sang istri berakhir menjadi tragedi.
04:36Sempat cekcok, pelaku kemudian menganiaya istri dengan batu hingga tewas.
04:43Setelah membuang jasad istrinya sendiri,
04:46pelaku sempat berniat melarikan diri.
04:49Namun, karena rasa bersalah,
04:52pelaku berbalik arah,
04:54ia menyerahkan diri ke polisi.
04:58Hasil pemeriksaan yang dituangkan di dalam berita acara oleh penyidik,
05:04bahwa motifnya itu cemburu,
05:07karena di juga korban,
05:11ada laki-laki lain yang bersama dengan korban,
05:16selain memiliki suami,
05:20yaitu terduka pelaku tersebut.
05:30Air mata tak mampu di bendung Belinda Putri,
05:35adik korban sodara.
05:36Begitu mengetahui,
05:38kakaknya meninggal secara tragis.
05:40Belinda meminta keadilan
05:42atas tewasnya sang kakak
05:44di tangan suaminya sendiri.
05:50Harapan saya tolong dihukum seberat-beratnya ya,
05:54karena nyawa itu gak bisa diganti apapun,
05:57bahkan diganti uang pun gak bisa.
06:00Dia saudara saya satu-satu ya,
06:04tolong ya,
06:05dihukum seberat-beratnya saya mohon,
06:08saya mohonnya,
06:10di bendinya yang saya punya.
06:13Usai diotopsi saudara,
06:16jenazah Murtavia Rafika Devi
06:18dimakamkan di Bungatan,
06:21Situbondo, Jawa Timur.
06:22Keluarga sudah mengetahui,
06:24tabiat suami yang diduga sering melakukan kekerasan.
06:30Ayah korban pun mengaku,
06:32sempat akan membuat laporan ke polisi.
06:35Namun,
06:36karena dirasa belum lengkap,
06:38laporan itu tak terwujud.
06:40Tragisnya,
06:41esok hari sang putri
06:43malah ditemukan sudah tidak bernyawa.
06:49itu mau dilaporkan semua.
06:52Keesokannya hari Jumat dimasuk di laporan,
06:57cuma karena kulang lengkap di polisi besuki ya,
07:01diundur ke hari saktunya.
07:02Hari saktunya kejadian ya.
07:04Iya.
07:06Murtavia sudah tidak ada, Pak.
07:08Ayo, itu usai ya, Pak.
07:09Ayo, itu usai ya, Pak.
07:10Ayo, itu usai ya,
07:10masih di situ, Pak.
07:12Aduh, itu Murtavia,
07:13jajatnya Murtavia, Pak.
07:17Korban sebelumnya diketahui sudah tidak tinggal serumah dengan sang suami.
07:23Selama tinggal di rumah orang tuanya,
07:25korban sempat bercerita ke adiknya sendiri soal perlakuan sang suami.
07:32Merasa kakaknya disakiti, sodara.
07:34Sang adik Belinda Putri meminta kakaknya untuk meninggalkan suaminya tersebut.
07:44Saudara, janji sehidup semati berubah menjadi tragedi.
07:51Suami yang seharusnya melindungi justru menyakiti.
07:58Tragedi ini jadi alarm.
08:01Kekerasan dalam rumah tangga sekecil apapun harus segera dilaporkan.
08:05Hukum berat terhadap pelaku juga harus ditegakkan.
Komentar

Dianjurkan