- 5 menit yang lalu
- #bgn
- #dpr
- #makanbergizi
JAKARTA, KOMPAS.TV - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini dihadapkan pada operasi pembersihan besar-besaran. Di tengah pemotongan anggaran menjadi Rp268 triliun demi efisiensi, Badan Gizi Nasional (BGN) juga diterpa isu panas. Mantan Wakil Ketua BGN membongkar adanya dugaan intervensi 26 nama tokoh besar dari lingkaran eksekutif hingga legislatif yang disebut berebut jatah proyek dapur MBG.
Mampukah pimpinan baru BGN menyapu bersih para makelar proyek tersebut? Bagaimana pengamat melihat risiko kebocoran anggaran negara di tengah dugaan gurita intervensi yang mengelilingi program ini?
Kita akan membahasnya bersama Direktur Kebijakan Publik CELIOS, Media Wahyudi Askar, serta Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi Gerindra, Bahtra Banong.
Apakah pembenahan tata kelola dan pengawasan dapat memastikan program MBG berjalan transparan dan tepat sasaran?
#bgn #dpr #makanbergizi
Baca Juga Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bongkar 'Orang Besar' dalam Kasus Korupsi MBG di https://www.kompas.tv/nasional/673549/sony-sonjaya-siap-jadi-justice-collaborator-bongkar-orang-besar-dalam-kasus-korupsi-mbg
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673551/full-dpr-pakar-isu-perebutan-proyek-dapur-mbg-mengemuka-bagaimana-risiko-kebocoran-anggaran
Mampukah pimpinan baru BGN menyapu bersih para makelar proyek tersebut? Bagaimana pengamat melihat risiko kebocoran anggaran negara di tengah dugaan gurita intervensi yang mengelilingi program ini?
Kita akan membahasnya bersama Direktur Kebijakan Publik CELIOS, Media Wahyudi Askar, serta Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi Gerindra, Bahtra Banong.
Apakah pembenahan tata kelola dan pengawasan dapat memastikan program MBG berjalan transparan dan tepat sasaran?
#bgn #dpr #makanbergizi
Baca Juga Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bongkar 'Orang Besar' dalam Kasus Korupsi MBG di https://www.kompas.tv/nasional/673549/sony-sonjaya-siap-jadi-justice-collaborator-bongkar-orang-besar-dalam-kasus-korupsi-mbg
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673551/full-dpr-pakar-isu-perebutan-proyek-dapur-mbg-mengemuka-bagaimana-risiko-kebocoran-anggaran
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara program Makan Bergizi Gratis MBG kini dihadapkan pada operasi pembersihan besar-besaran
00:05di tengah pemotongan anggaran menjadi 268 triliun rupiah.
00:11Demi efisiensi, badan gizi nasional juga diterpa isu panas.
00:15Mantan, Wakil Ketua BGN membongkar adanya intervensi 26,
00:19Wakil Kepala maksud kami, membongkar adanya intervensi 26 nama tokoh besar
00:25dari lingkaran eksekutif hingga legislatif yang diduga.
00:29Berebut jatah proyek dapur MBG.
00:32Lalu mampukah pimpinan baru MBGN menyapu bersih para maklar proyek ini?
00:37Dan bagaimana pengamat melihat resiko kebocoran anggaran negara di tengah gurita intervensi?
00:42Kita bahas bersama Direktur Kebijakan Publik Selios, Mas Media Wahyudi Askar yang bergabung melalui Zoom
00:49dan juga Bang Bahtra Banong, Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI Fraksi Gerindra yang bergabung bersama kami di studio.
00:57Bang Bahtra terima kasih sudah hadir.
00:59Mas Media terima kasih sudah bergabung bersama kami.
01:03Saya akan langsung ke Bang Bahtra dulu.
01:05Ini kan anggarannya sebenarnya yang dipangkas kalau dihitung-hitung sebenarnya cukup besar.
01:09Dan saat ini hanya menjadi 268 triliun.
01:12Meskipun demikian ini jumlah yang masih sangat besar.
01:17Bang Bahtra melihatnya apakah dengan efisiensi ini bisa tetap memberikan kualitas yang baik kepada penerima manfaat
01:25dan juga dipastikan tidak ada lagi kebocoran-kebocoran?
01:31Ya tentu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo kepada kepala BGN yang baru dengan adanya kejadian yang kita saksikan beberapa hari
01:41itu
01:42maka Pak Presiden langsung mengambil tindakan yang tegas terus kemudian menginstruksikan agar salah satunya bagaimana terkait soal reko-fusing anggaran.
01:52Artinya di sana anggaran yang tentu menggunakan anggaran yang tidak sedikit karena memang target penerima manfaatnya kan tadinya kan kurang
02:01lebih 82 juta orang
02:02dan maka dari itu ya pastilah anggarannya tentu tidak sedikit.
02:05Nah maka dari itu.
02:06Tapi dengan efisiensi ini jumlah penerima manfaatnya akan dikurangi atau gimana nih?
02:11Ya sesuai arahan Pak Presiden bahwa dalam situasi begini memang ada beberapa hal yang perlu mungkin dibenahi ya.
02:18Salah satunya adalah soal misalnya target penerima manfaat terutama misalnya didahulukan kepada daerah-daerah yang 3T itu
02:28agar mereka misalnya yang selama ini betul-betul yang harusnya menjadi prioritas penerima manfaat didahulukan.
02:35Terus kemudian selain itu tentu juga Pak Presiden mengambil pelajaran dari kasus ini bahwa yang tadinya kalau misalnya mengedepankan soal
02:45kuantitasnya
02:46tetapi sekarang tanpa mengurangi kuantitasnya tetapi juga perlu mungkin untuk pembenahan kualitasnya yang selama ini
02:53yang kita sering saksikan banyak sekali keluhan-keluhan termasuk soal pembenahan bagaimana kualitas pelayanan NBG itu di daerah-daerah.
03:04Bicara soal pembenahan kebocoran-kebocoran yang kemarin terjadi sebenarnya bisa diprediksi tidak sih Mas Media
03:12karena kalau kita lihat ini kan kebocoran-kebocorannya terjadi untuk hal-hal yang sebenarnya dianggap tidak penting
03:19ada motor listrik, ada kaos kaki. Apakah dengan dikeluranginya anggaran dari BGN ini sudah cukup
03:27atau sebenarnya masih bisa dipangkas lagi nih Mas Media?
03:32Pertama kalau boleh saya mau klirkan ya bahwa yang terjadi bukan efisiensi sebetulnya
03:39karena pengurangan menjadi Rp268 triliun itu, pengurangan Rp268 triliun itu hanya dana cadangan yang kemudian tidak dipakai.
03:49Jadi anggarannya sebetulnya tetap sama sekitar Rp268 triliun.
03:52Makanya saya ingin menanyakan kepada perwakilan pemerintah sebetulnya
03:57apa definisi efisiensi pemerintah.
04:00Kalau hanya pengurangan tidak masukkan dana cadangan itu bukan efisiensi.
04:03Maka efisiensi yang saya tawarkan kami sudah rilis studi dan berulang-ulang saya selalu sampaikan
04:10fokus pada 3T, fokus pada anak yang tidak mampu, fokus pada ibu hamil balita.
04:17Dan kalau efisiensi definisinya refocusing untuk target itu, anggarannya hanya Rp117 triliun.
04:25Oke berarti masih banyak yang bisa dipangkas gitu Mas Media?
04:28Tentu saja, jadi anggarannya tidak sebesar ini.
04:31Kenapa anggarannya sampai Rp268 triliun?
04:34Satu, karena sifatnya universal coverage, inclusion errornya gede sekali.
04:39Artinya banyak masyarakat dari menengah atas justru menerima MBG, jadi harus refocusing.
04:44Kedua, kenapa kemudian membengkak?
04:46Ya karena tadi anggaran kaos kaki, motor listrik, dan ini sangat tidak masuk akal dan melanggar logika publik saya kira.
04:55Jadi menurut saya sekarang karena momentumnya bersih-bersih ya, kalau mau bersih-bersih reshape ulang, redesign ulang program MBG ini.
05:06Jadi tidak perlu lagi dibangun dengan logika yang super ambisius, yang penting sekarang siapkan kelembagaannya,
05:12siapkan pengawasan, dan lain-lain.
05:15Tetapi menurut hemat saya yang pertama yang harus dirubah adalah desain kebijakannya.
05:20Jangan lagi tersentralisasi, jangan lagi menggunakan dapur-dapur besar, dan refocusing hanya untuk yang membutuhkan.
05:28Dan ini sudah kami sampaikan sebetulnya dalam riset-riset selios.
05:32Oke, Bang kalau Rp117 triliun, ini memungkinkan tidak kalau masih bisa dipangkas lagi dari Rp268 triliun.
05:41Artinya kan sebenarnya masih banyak anggaran yang bisa disalurkan ke program-program unggulan lain ya?
05:47Ya, saya pikir dengan peristiwa kemarin, jelas sekali instruksi Presiden ya, bahwa ingin program ini, kan sebetulnya yang keliru ini
05:56kan bukan programnya.
05:57Programnya ini adalah program yang sangat mulia, misi Pak Presiden bagaimana ingin agar anak-anak Indonesia di masa depan tidak
06:05kekurangan gisi.
06:06Agar sumber daya manusia di Indonesia di masa depan bisa setara dengan negara-negara lain.
06:11Maka dari itu tentu tidak mungkin menggunakan anggaran yang sedikit, karena memang proyeknya begitu besar.
06:17Namun memang harus ada semacam pengolahan yang tepat, sebagaimana apa yang menjadi arahan Presiden.
06:25Tapi artinya kalau ada bicara seperti itu, artinya oke programnya bagus. Apakah ini artinya kapasitas pengelolanya yang tidak benar?
06:32Ya itulah yang mesti diperbaiki sekarang. Dengan adanya kejadian ini, Pak Presiden menginstruksikan bahwa harus diperbaiki tata kelolanya.
06:39Tata kelolanya diantaranya misalnya apa?
06:41Butuh waktu berapa lama untuk mencari?
06:42Dapur-dapur yang selama ini misalnya yang kita anggap tidak memenuhi standarisasi, ya jangan diloloskan dong.
06:50Misalnya standarisasi gisi selama ini yang dikeluhkan banyak orang, ya harus sesuai dong dengan SOP.
06:55Terus kemudian soal misalnya penerima manfaat, ya harus misalnya kita dahulukan di mana yang memang betul-betul sesuai dengan harapan
07:02Pak Presiden.
07:03Bahwa yang sangat membutuhkan itu adalah daerah-daerah yang 3T, tapi tanpa juga misalnya mengurangi daerah-daerah lain.
07:10Karena nanti mereka juga komplain. Kan anak Indonesia ini kan banyak sekali ini tersebar di mana-mana.
07:15Terutama misalnya bukan hanya anak-anak sekolah, tapi ibu hamil juga.
07:19Ya memang harus difokuskan terutama yang saya sebutkan tadi, wilayah 3T itu agar apa namanya lebih tepat sasaran.
07:27Dan terkait soal itu, saya pikir pemerintah selama ini terbuka terkait soal kritikan-kritikan, masukan-masukan,
07:34dan alasan-alasan itu juga salah satu yang dijadikan alasan oleh Pak Presiden,
07:38terus kemudian dilakukan evaluasi secara terus-menerus terkait dengan program MBG ini.
07:43Mas Media, kalau menurut Anda dari sudut pandang ekonomi, sebenarnya saat ini oke,
07:49anggarannya sudah dipangkas, meskipun menurut Anda sendiri ini belum cukup dipangkas seperti itu ya.
07:54Mana yang lebih mengkhawatirkan? Tata kelolanya, kapasitas orangnya yang mengelola,
08:02atau anggarannya yang memang masih terlalu besar?
08:06Ya pertama saya mengapresiasi perembakan di BGN ya, masyarakat mengapresiasi.
08:10Tapi jangan terlalu cepat juga bertepuk tangan, karena indikator kesuksesan kebijakan itu
08:17bukan seberapa banyak orang yang ditangkap karena korupsi, tapi justru dampaknya terhadap masyarakat.
08:23Kalau semakin banyak yang ditangkap pada korupsi ya, berarti uang negara sudah terlanjur hilang ya,
08:29karena pengawasannya yang gagal.
08:31Jadi menurut saya indikator penangkapan korupsi itu bukan jadi satu-satunya indikator utama.
08:37Indikator utama adalah apakah programnya ini berdampak dan betul-betul dinikmati oleh masyarakat bawah.
08:44Artinya menurut saya yang paling bermasalah adalah desain kebijakannya juga harus diperbaiki oleh pemerintah.
08:51Saya paham argumentasi bahwa dapurnya kotor, banyak keracunan,
08:55tetapi lagi-lagi seperti yang disampaikan oleh banyak pengamat yang lain,
09:00kalau kita lihat kasus kepala BGN kemarin, itu adalah konflik kepentingan dan yayasan-yayasan tadi.
09:06Ini yang kemudian harus dibersihkan, kalau siapa yang melaksanakannya bermasalah dan ada konflik kepentingan,
09:14pelaksanaan kebijakannya juga pasti akan rusak, buruk, dan tidak bermanfaat bagi masyarakat.
09:19Jadi harus dari hulu ke hilir.
09:21Yang pertama sebelum berbicara hilir, SPPG di daerah dan lain-lain, benerin dulu hulunya.
09:25Sebetulnya kalau kebijakannya benar, desain programnya betul-betul tepat,
09:30persasaran anggarannya tidak akan sebesar itu.
09:32Maka saya kira ada momentum, ada jendela perbaikan yang saya kira harus dilakukan sekarang.
09:38Perbaikannya harus seperti apa dalam jangka waktu dekat ini?
09:41Karena kan anggarannya tetap sudah harus digelontorkan.
09:46Kami sudah memberikan guidance sebetulnya.
09:49Saya tidak tahu apakah dibaca oleh pemerintah riset kami.
09:52Ada 10 solusi.
09:54Dan pergantian pemimpin itu, pimpinan BGN itu hanya salah satu.
09:57Ada sembilan lagi, diantaranya itu audit total, buka data ke publik,
10:02perbaiki desainnya, harus dikelola oleh sekolah dan masyarakat,
10:06tutup celah rente, termasuk juga realokasi anggaran MBG yang luar biasa ini
10:11kepada anggaran bantuan sosial lain yang lebih bermanfaat.
10:15Ada sembilan lagi solusi lain, dan itu sangat visibel dilakukan oleh pemerintah.
10:20Bisa dilakukan.
10:22Dan menurut saya, ini golden timenya.
10:24Bulan Juni, kita tahu tekanan ekonomi makin berat,
10:29pengeluaran rumah tangga makin besar untuk sekolah anak.
10:32Jadi saya kira ini momen untuk memperbaiki insentif ekonomi,
10:36agar kemudian lebih tepat sasaran,
10:38dan itu harus dimulai dari kebijakan di level atas.
10:42Saya punya harapan sebetulnya Mbak ini bisa diperbaiki.
10:45Tetapi kalau tidak sukses diperbaiki,
10:47kemudian hanya kemudian menangkap-menangkap,
10:49menangkap orang mungkin akan terkesan heroik,
10:53tapi uang rakyat sudah terlanjur hilang.
10:55Begitu Mbak, konsen saya.
10:57Bagaimana Anda menanggap ini?
10:59Ya, saya pikir Pak Presiden sangat jelas ya instruksinya ya.
11:02Harus memperbaiki tata kelolanya,
11:05terus kemudian terkait soal rekofusin anggarannya juga di sana.
11:10Tapi maaf saya potong ya,
11:10kalau instruksi Presiden dari awal BGN ini dibentuk,
11:14Pak Presiden juga instruksinya sudah jelas.
11:16Harus benar-benar jujur,
11:18harus benar-benar memprioritaskan kebutuhan masyarakat
11:22dalam pemenuhan makan bergizi gratis.
11:25Iya, instruksi Presiden kan dari awal memang begitu.
11:28Tetapi kan dalam perjalanan ya tentu,
11:30misalnya Mbak ya namanya ini,
11:32apa namanya,
11:34anggaran yang besar manusia yang mengelola
11:37dan itu yang membuat Pak Presiden sangat kecewa tentunya ya,
11:39karena orang yang dipercaya ternyata
11:41tidak mampu menjalankan amanah yang baik
11:43sebagaimana menjadi harapan Pak Presiden.
11:46Nah maka dari itu,
11:48dengan ajaannya kejadian itu,
11:49pengelolaannya harus diperbaiki.
11:51Harus lebih tepat sasaran.
11:52Dan tentu yang harus kita ingat
11:54bahwa betul-betul yang diberi tugas di sana
11:56dan kita berharap dari Kepala BGN yang baru
11:59beserta dua wakilnya itu
12:00yang menjalankan amanah dengan baik
12:02sebagaimana apa yang menjadi harapan Pak Presiden.
12:05Dan setelah itu saya pikir
12:07kita punya harapan baru dengan Kepala BGN yang baru ini.
12:09Mereka sudah menyampaikan bahwa
12:11anggarannya sebetulnya bisa dipangkas lagi selama itu.
12:14Masih bisa dipangkas ini?
12:15Kan ada statementnya Kepala BGN
12:17setelah mendapatkan arahan dari Presiden bahwa...
12:18Bagian yang mana nih yang akan dipangkas?
12:20Ya mungkin soal penerima manfaatnya ya.
12:22Yang tadinya mungkin...
12:23Re-focusing itu?
12:24Ya tadinya mungkin yang dikejar adalah soal kuantitasnya.
12:28Sekarang adalah...
12:28Masih bisa berapa rupiah lagi?
12:29Kalau soal teknis perhitungannya tentu
12:31saya nggak tahu detailnya ya
12:32karena kami bukan bagian dari BGN.
12:34Tapi yang pasti adalah
12:35selama ini dikelola dengan baik
12:37dengan jujur, dengan transparan
12:39apalagi lagi-lagi arahan Presiden
12:41bahwa ini harus dikelola dengan transparan
12:43dan melibatkan APH juga
12:45dan masyarakat di tingkat bawah.
12:47Kalau kita melihat kondisi ekonomi Indonesia saat ini
12:50ini kan sebenarnya banyak rakyat yang juga menjerit
12:52terhadap kondisi perekonomian Indonesia.
12:56Oke lah kita lihat ada dampak global
12:58ataupun apa yang terjadi di geopolitik internasional.
13:01Tapi di sisi lain, apakah memungkinkan
13:03APBN kita hanya untuk memenuhi
13:05makan bergisi gratis
13:07tapi di sisi lain masih banyak masyarakat
13:08yang juga memerlukan
13:09anggaran lain untuk kebutuhan hidupnya?
13:12Ya sebenarnya program MBG ini mbak
13:16ini tidak hanya sekedar memberi makan
13:18karena di sana ada potensi perputaran ekonomi
13:21kenapa?
13:22Bayangkan ya
13:22kalau sekarang kan kurang lebih sekitar
13:25Apakah bisa dipastikan
13:27perputaran ekonomi itu benar-benar
13:29saya ingin jelaskan ya
13:30saya ingin jelaskan
13:3120 ribuan dapur sekarang sudah terbentuk
13:33kalau 20 ribuan dapur ini
13:35artinya berapa banyak bahan baku yang dibutuhkan
13:38contoh kecil ini
13:39saya sering ditanya di kompas
13:40lalu saya ambil yang saya tahu ya
13:42karena daerah pemilihan saya di Sultra
13:44saya sering turun menyaksikan mereka
13:45mereka itu mengambil bahan bakunya dari para petani
13:49lauknya misalnya diambil dari nelayan
13:51karena di sana sebagian besar potensinya ikan
13:53berarti mereka menunya lebih banyak ikan
13:56apakah itu tidak menimbulkan efek
13:58dari perputaran ekonomi di bawah?
14:00belum lagi UMKM kita misalnya
14:01para peternak kita dibutuhkan telurnya
14:04ya sayur-sayurannya
14:05tapi kalau penyelenggaran ya
14:07SPPG-nya dari orang-orang tertentu saja gimana?
14:10ya mestinya itu kan PG-nya Pak Presiden begitu
14:12supaya apa UMKM itu di level bawah
14:14bisa hidup bisa tumbuh dari
14:16apa namanya
14:17adanya perputaran
14:19di apa namanya
14:21MBG di tingkat bawah ini
14:22seharusnya kan ke arah sana
14:23oke
14:24akan
14:25Mas Media
14:26kalau dilihat dari situasi
14:28oke Denny
14:28komitmennya umpamanya kuat
14:30akan melakukan efisiensi
14:32refocusing
14:33bagaimana Anda melihat dari sudut ekonomi
14:36mungkin dari
14:37anggaran APBN kita
14:41ya saya kira ada ruang melakukan efisiensi
14:44karena
14:44hitung-hitungan saya
14:46ini secara statistik ya
14:48nilai makanan yang terbuang
14:50dengan desain program yang sekarang
14:52kekacauan di daerah
14:53itu bisa 1,7 triliun per minggu
14:56artinya setahun itu bisa 88 triliun
14:59dan ini harus diperbaiki saat ini
15:01bukan tahun depan
15:02bukan bulan Desember
15:03sebelum uangnya hilang
15:05itu satu
15:05jadi desain programnya harus diperbaiki
15:08saya juga memahami
15:09bahwa ada potensi perputaran ekonomi
15:12tapi kalau kita bicara real
15:13datanya tidak sesederhana yang dibayangkan
15:16kalau Abang datang ke Pulau Sumba
15:18itu MBG di Pulau Sumba
15:20datang dari luar Pulau Sumba Bang
15:22jadi banyak juga yang kemudian
15:25produk-produk petani itu juga tidak terserap
15:27begitu
15:28jadi ini perlu evaluasi total
15:31saya sepakat
15:32dan kedua Mbak
15:33tadi pertanyaannya terkait yayasan ya
15:35sekarang pertanyaannya
15:37apakah kemudian
15:38pemerintah berani
15:39menghilangkan konflik kepentingan
15:41di yayasan-ayasan itu
15:42karena yayasan ini kan
15:44kontrak sudah ditekan
15:45sudah masuk
15:47struktur kepentingannya sudah jalan gitu ya
15:49dan kemudian ketika
15:51kemudian dievaluasi ulang
15:53ada potensi diberhentikan
15:55ada potensi ditutup
15:56dan lain-lain
15:57apakah kemudian
15:58ini berani dilakukan oleh pemerintah
16:00itu pertanyaan besarnya Mbak
16:01sebetulnya
16:02artinya memang
16:03harus diadakan audit menyeluruh
16:06dan niatnya memang harus benar-benar
16:08bagaimana memperbaiki
16:09dan mereka yang mendapatkan
16:13penerima manfaat
16:14benar-benar harus
16:15mereka yang membutuhkan
16:16terima kasih Bang Bahtra
16:17terima kasih juga Mas Media
16:18sudah berbagi perspektif
16:19di Kompas Petang
16:20selamat sore
16:21selamat menikmati
16:22selamat menikmati
Komentar