Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Seorang pensiunan guru di Banyumas, Jawa Tengah, mengaku menjadi korban dugaan investasi bodong yang melibatkan pegawai Bank Mandiri Taspen Cabang Purwokerto. Akibat kasus tersebut, ia kini harus tetap bekerja di usia senja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pria bernama Prihartono itu kini bekerja di tempat pengelolaan sampah di dekat rumahnya di Kelurahan Pabuwaran, Kecamatan Purwokerto Utara. Pekerjaan tersebut dijalaninya setelah sebagian besar uang pensiun yang diterimanya digunakan untuk membayar angsuran kredit.

Menurut pengakuannya, kasus bermula saat dirinya datang ke bank untuk berkonsultasi mengenai kredit. Ia kemudian ditawari skema investasi yang disebut dapat memberikan keuntungan bulanan.

Prihartono menandatangani dokumen kredit senilai Rp159 juta dengan angsuran sekitar Rp2 juta per bulan selama delapan tahun. Padahal, uang pensiun yang diterimanya hanya sekitar Rp2,2 juta per bulan, sehingga tersisa sekitar Rp200 ribu setiap bulan setelah membayar cicilan.

Ia mengaku sempat dijanjikan keuntungan bulanan dari dana yang diinvestasikan. Namun dalam perjalanannya, pembayaran yang dijanjikan tidak berjalan sebagaimana mestinya, sementara kewajiban membayar angsuran tetap berlangsung.

Prihartono menjadi salah satu dari puluhan pensiunan yang mengaku menjadi korban dalam kasus dugaan investasi bodong tersebut. Para korban mengklaim mengalami kerugian dengan total mencapai Rp13,3 miliar.

Saat ini para korban telah mengadukan kasus tersebut untuk mendapatkan pendampingan hukum. Mereka berharap dana yang telah diinvestasikan dapat dikembalikan dan persoalan kredit yang muncul akibat skema tersebut dapat diselesaikan.

#Purwokerto #Banyumas #Pensiunan

Baca Juga [FULL] Guru Besar Keamanan Internasional UKI Bahas soal Narasi Trump soal Perang Iran Hanya Latihan di https://www.kompas.tv/internasional/673408/full-guru-besar-keamanan-internasional-uki-bahas-soal-narasi-trump-soal-perang-iran-hanya-latihan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/673517/terjerat-dugaan-investasi-bodong-pensiunan-guru-kini-kerja-di-tempat-sampah-sapa-siang
Transkrip
00:00Saudara, salah seorang warga Lansia yang menjadi korban dugaan investasi bodong di Bank Mandiri Taspen Cabang Purwokerto adalah seorang pensiunan
00:08guru.
00:09Untuk biaya hidup sehari-hari, pria itu kini terpaksa bekerja di tempat pengelolaan sampah karena uang pensiun tersisa hanya 200
00:16ribu rupiah per bulan.
00:23Pri Hartono adalah seorang pensiunan guru SMK.
00:26Semestinya, ia kini menikmati masa istirahat setelah puluhan tahun membaktikan diri mendidik anak-anak bangsa ini.
00:34Namun kenyataannya, Pri Hartono masih bekerja.
00:39Pekerjaan baru, sebagai staff di tempat pengelolaan sampah di dekat rumahnya di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Benyumas, Jawa Tengah.
00:49Tanpa mengenal malu dan lelah, ia memilah sampah yang menggunung.
00:53Bau tidak sedap penembus hidungnya, menjadi pengalaman yang makin terbiasa di jalaninya.
01:01Situasi yang sangat berbeda ketika ia masih menjadi pengajar, bekerja di ruangan yang bersih dan murid-murid yang rapi.
01:10Tapi apa boleh buat?
01:11Demi menghidupi keluarga dan tanggungan angsuran hutang di Bank Mandiri Taspen, pria berusia 63 tahun ini putar otak dan banting
01:20tulang.
01:22Pri Hartono adalah salah satu dari puluhan korban investasi bodong di Bank Mandiri Taspen, Cabang Purwokerto.
01:29Semua berawal dari dirinya yang datang ke Bank Mandiri Taspen untuk berkonsultasi soal kredit.
01:36Menurut Pri Hartono, ketika itu tanpa basa-basi, seorang pegawai menyodorinya dokumen untuk ditanda tangani.
01:45Tertulis di dalam dokumen, pengambilan kredit sebesar 159 juta rupiah dengan angsuran setiap bulan sebesar 2 juta rupiah dan dengan
01:55tenor pinjaman selama 8 tahun.
01:58Pri Hartono keberatan, karena gaji pensiunannya 2 juta 200 ribu rupiah per bulan.
02:05Sehingga jika mengambil kredit itu, maka setiap bulan gajinya hanya tersisa 200 ribu rupiah saja.
02:14Pegawai bank kemudian menjanjikan Pri Hartono keuntungan sebesar 2 juta rupiah setiap bulan.
02:20Tapi dalam perjalanannya, pembayaran dari uang yang diinvestasikan tidak berjalan normal.
02:27Padahal dirinya harus menanggung angsuran dan menghidupi keluarga.
02:32Saya tidak mengajukan, hanya konsultasi.
02:37Tapi belum konsultasi, langsung beliau itu membawa berkasnya, langsung ditulisi sendiri.
02:44Tertulis itu 159 juta, dengan angsuran sekitar 2 juta tiap bulan.
02:51Gaji saya tinggal 200 ribu.
02:53Dari perkara ini, semoga dapat diselesaikan setidaknya uang saya, pensiunan saya, kembali semula, tanpa beban.
03:06Pri Hartono tidak sendiri.
03:08Bersamanya ada puluhan warga lansia pensiunan menjadi korban dugaan penipuan investasi oleh pegawai bank mandiritas PEN.
03:16Total kerugian mencapai 13,3 miliar rupiah.
03:20Para korban diiming-imingi bunga yang bervariasi atau sesuai dengan nominal yang didepositokan.
03:28Mereka mengadu keperadi SAI Perlu Kerto guna mendapatkan perlindungan hukum.
03:33Dengan harapan, perjanjian kredit dihapus dan uang yang diinvestasikan dikembalikan.
03:40Harsono, Kompas TV, Banyumas, Jawa Tengah.
Komentar

Dianjurkan