00:00Saudara, salah seorang warga Lansia yang menjadi korban dugaan investasi bodong di Bank Mandiri Taspen Cabang Purwokerto adalah seorang pensiunan
00:08guru.
00:09Untuk biaya hidup sehari-hari, pria itu kini terpaksa bekerja di tempat pengelolaan sampah karena uang pensiun tersisa hanya 200
00:16ribu rupiah per bulan.
00:23Pri Hartono adalah seorang pensiunan guru SMK.
00:26Semestinya, ia kini menikmati masa istirahat setelah puluhan tahun membaktikan diri mendidik anak-anak bangsa ini.
00:34Namun kenyataannya, Pri Hartono masih bekerja.
00:39Pekerjaan baru, sebagai staff di tempat pengelolaan sampah di dekat rumahnya di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Benyumas, Jawa Tengah.
00:49Tanpa mengenal malu dan lelah, ia memilah sampah yang menggunung.
00:53Bau tidak sedap penembus hidungnya, menjadi pengalaman yang makin terbiasa di jalaninya.
01:01Situasi yang sangat berbeda ketika ia masih menjadi pengajar, bekerja di ruangan yang bersih dan murid-murid yang rapi.
01:10Tapi apa boleh buat?
01:11Demi menghidupi keluarga dan tanggungan angsuran hutang di Bank Mandiri Taspen, pria berusia 63 tahun ini putar otak dan banting
01:20tulang.
01:22Pri Hartono adalah salah satu dari puluhan korban investasi bodong di Bank Mandiri Taspen, Cabang Purwokerto.
01:29Semua berawal dari dirinya yang datang ke Bank Mandiri Taspen untuk berkonsultasi soal kredit.
01:36Menurut Pri Hartono, ketika itu tanpa basa-basi, seorang pegawai menyodorinya dokumen untuk ditanda tangani.
01:45Tertulis di dalam dokumen, pengambilan kredit sebesar 159 juta rupiah dengan angsuran setiap bulan sebesar 2 juta rupiah dan dengan
01:55tenor pinjaman selama 8 tahun.
01:58Pri Hartono keberatan, karena gaji pensiunannya 2 juta 200 ribu rupiah per bulan.
02:05Sehingga jika mengambil kredit itu, maka setiap bulan gajinya hanya tersisa 200 ribu rupiah saja.
02:14Pegawai bank kemudian menjanjikan Pri Hartono keuntungan sebesar 2 juta rupiah setiap bulan.
02:20Tapi dalam perjalanannya, pembayaran dari uang yang diinvestasikan tidak berjalan normal.
02:27Padahal dirinya harus menanggung angsuran dan menghidupi keluarga.
02:32Saya tidak mengajukan, hanya konsultasi.
02:37Tapi belum konsultasi, langsung beliau itu membawa berkasnya, langsung ditulisi sendiri.
02:44Tertulis itu 159 juta, dengan angsuran sekitar 2 juta tiap bulan.
02:51Gaji saya tinggal 200 ribu.
02:53Dari perkara ini, semoga dapat diselesaikan setidaknya uang saya, pensiunan saya, kembali semula, tanpa beban.
03:06Pri Hartono tidak sendiri.
03:08Bersamanya ada puluhan warga lansia pensiunan menjadi korban dugaan penipuan investasi oleh pegawai bank mandiritas PEN.
03:16Total kerugian mencapai 13,3 miliar rupiah.
03:20Para korban diiming-imingi bunga yang bervariasi atau sesuai dengan nominal yang didepositokan.
03:28Mereka mengadu keperadi SAI Perlu Kerto guna mendapatkan perlindungan hukum.
03:33Dengan harapan, perjanjian kredit dihapus dan uang yang diinvestasikan dikembalikan.
03:40Harsono, Kompas TV, Banyumas, Jawa Tengah.
Komentar