Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Putusnya jembatan gantung yang menghubungkan Gampong Cangai dan Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, menyulitkan akses puluhan siswa menuju sekolah. Jembatan tersebut terputus akibat banjir yang terjadi sekitar enam bulan lalu.

Di tengah pelaksanaan ujian kenaikan kelas, siswa yang bersekolah di SD Negeri Alue Lhok terpaksa menyeberangi sungai untuk bisa tiba di sekolah. Saat debit air surut, jalur sungai menjadi rute tercepat dengan jarak tempuh sekitar 800 meter.

Meski harus menghadapi risiko dan rasa takut, para siswa tetap berangkat ke sekolah agar dapat mengikuti ujian. Jika menggunakan jalur alternatif, perjalanan yang harus ditempuh jauh lebih panjang.

Selain menyeberangi sungai, tersedia jalur darurat yang memanfaatkan dua utas kabel. Namun untuk mencapainya, siswa harus berjalan kaki mengelilingi bukit sejauh sekitar dua kilometer.

Kondisi ini membuat banyak orang tua memilih mendampingi dan mengantar anak-anak mereka menyeberangi sungai selama pelaksanaan ujian berlangsung.

Untuk menjaga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, sekolah telah membuka kelas jauh di Gampong Cangai sejak Januari lalu. Namun saat ujian kenaikan kelas, seluruh siswa tetap diwajibkan mengikuti ujian di sekolah induk.

Selain memutus akses transportasi, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas sekolah, termasuk ruang belajar, perpustakaan, kantor sekolah, dan rumah dinas guru.

Sebanyak 29 siswa SD Negeri Alue Lhok berasal dari Gampong Cangai yang berada di seberang sungai. Hingga kini, mereka masih menghadapi kesulitan menuju sekolah karena jembatan penghubung belum diperbaiki.

#AcehBarat #JembatanPutus #Siswa

Baca Juga Depan Siswa, Prabowo: Pendidikan Bisa Buat Rakyat Sejahtera di Semua Bidang di https://www.kompas.tv/nasional/673445/depan-siswa-prabowo-pendidikan-bisa-buat-rakyat-sejahtera-di-semua-bidang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/673515/jembatan-putus-6-bulan-siswa-sd-terpaksa-seberangi-sungai-untuk-ujian-sapa-siang
Transkrip
00:00Terima kasih sudah masih disampai Indonesia siang, saudara terputusnya jembatan gantung akibat banjir di Kecamatan Pantai Cermen Aceh Barat menyisakan
00:08kesulitan bagi puluhan siswa sekolah dasar.
00:11Di tengah pelaksanaan ujian kenaikan kelas, anak-anak terpaksa menempuh jalur ekstrim dengan menyeberangi sungai demi bisa tiba di sekolah.
00:24Sejak jembatan gantung yang menghubungkan gampong cangai dan gampong jambak putus diterjang banjir Januari lalu,
00:31akses menuju sekolah dasar negeri Aluelok ke Kecamatan Pantai Cermen, Kabupaten Aceh Barat menjadi lebih sulit.
00:39Saat musim kemarau dan debit air sungai surut, para siswa menyeberangi sungai karena menjadi jalur tercepat menuju sekolah dengan jarak
00:47tempuh sekitar 800 meter.
00:50Meski diliputi rasa takut, anak-anak tetap berangkat ke sekolah agar tidak tertinggal pelajaran dan dapat mengikuti ujian kenaikan kelas.
00:59Jika memilih jalur lain, perjalanan yang harus ditempuh jauh lebih panjang dan melelahkan.
01:07Karena jembatan sudah putus, rumah kami jauh dari sekolah, hanya bisa menyeberang dari sungai.
01:16Apa harapan kepada Bapak Lohita?
01:20Pengen dibuat jembatan.
01:22Tidak ada lagi jembatannya karena banjir.
01:28Karena kalau lewat jalan lain jauh berkilau-kilau meter.
01:33Karena itu kami menyerbang sungai untuk bisa cepat pergi ke sekolah.
01:39Tidak takut waktu menyeberang?
01:41Takut.
01:43Selain menyeberangi sungai, ada jalur lain berupa lintasan darurat yang memanfaatkan dua utas kabel.
01:51Namun untuk mencapainya, siswa harus berjalan kaki mengelilingi bukit sejauh sekitar 2 kilometer.
01:59Bagi orang tua yang memiliki sepeda motor, perjalanan menuju sekolah harus memutar hingga 5 kilometer.
02:06Sedangkan kendaraan roda empat harus menempuh jalur lain dengan jarak mencapai 11 kilometer.
02:12Kondisi ini membuat banyak orang tua memilih mendampingi dan mengantar anak-anak mereka menyeberangi sungai selama pelaksanaan ujian.
02:23Ada jalur atontif lain, tapi jauh lebih kurang 8 kilometer.
02:278 kilometer kenapa menyeberang sungai lewat sini?
02:30Karena atontif yang dekat.
02:33Karena dari sana ke sini dekat sekitar 100 meter.
02:36Kepasah anak-anak kan menyeberang sungai dibawa oleh mamanya, bapaknya.
02:41Tiap hari pagi antar duhur, habis sekolah, jemput.
02:47Ini contohnya baju-baju semua ini disangkut di sini anak-anak sekolah.
02:50Makanya sebelumnya ada jembatan?
02:53Sebelumnya ada, tapi akibat baju bandang kemarin, udah ambruk dan putus semua.
03:00Untuk mengurangi risiko perjalanan, sekolah telah membuka kelas jauh di Gampong Cangai sejak Januari lalu.
03:07Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas milik desa dan guru ditugaskan datang mengajar.
03:15Namun selama ujian kenaikan kelas, seluruh siswa tetap diwajibkan hadir dan mengikuti ujian di sekolah induk.
03:23Demi keselamatan anak-anak, sekolah sudah melarang siswa menyeberangi sungai.
03:28Namun karena jalur alternatif dinilai terlalu jauh, banyak orang tua tetap memilih rute ini agar anak-anak lebih cepat tiba
03:36di sekolah.
03:38Kami pihak sekolah sangat mengharapkan pada pemerintah provinsi dan pusat, yang pertama segera memperbaiki jembatan yang rusak.
03:52Yang kedua masalah sekolah. Sekolah kami hari itu mengusurkan relokasi, tapi sampai saat ini PKS belum turun.
04:03Nah, maka kami harapkan ini loka yang sisa tiga lagi, kami memakan, kami bolah dua untuk BBM.
04:13Tidak hanya akses yang terdampak, banjir juga menyisakan kerusakan pada sejumlah fasilitas sekolah.
04:20Mulai dari ruang belajar, perpustakaan, kantor sekolah, hingga rumah dinas guru.
04:26Sebanyak 29 siswa SD Negeri Aluwelok berasal dari Gampong Canggai, yang berada di seberang sungai.
04:33Jika jembatan tidak segera diperbaiki, anak-anak akan kehilangan akses ke sekolah yang selama ini melayani wilayah mereka.
Komentar

Dianjurkan