00:00Terima kasih sudah masih disampai Indonesia siang, saudara terputusnya jembatan gantung akibat banjir di Kecamatan Pantai Cermen Aceh Barat menyisakan
00:08kesulitan bagi puluhan siswa sekolah dasar.
00:11Di tengah pelaksanaan ujian kenaikan kelas, anak-anak terpaksa menempuh jalur ekstrim dengan menyeberangi sungai demi bisa tiba di sekolah.
00:24Sejak jembatan gantung yang menghubungkan gampong cangai dan gampong jambak putus diterjang banjir Januari lalu,
00:31akses menuju sekolah dasar negeri Aluelok ke Kecamatan Pantai Cermen, Kabupaten Aceh Barat menjadi lebih sulit.
00:39Saat musim kemarau dan debit air sungai surut, para siswa menyeberangi sungai karena menjadi jalur tercepat menuju sekolah dengan jarak
00:47tempuh sekitar 800 meter.
00:50Meski diliputi rasa takut, anak-anak tetap berangkat ke sekolah agar tidak tertinggal pelajaran dan dapat mengikuti ujian kenaikan kelas.
00:59Jika memilih jalur lain, perjalanan yang harus ditempuh jauh lebih panjang dan melelahkan.
01:07Karena jembatan sudah putus, rumah kami jauh dari sekolah, hanya bisa menyeberang dari sungai.
01:16Apa harapan kepada Bapak Lohita?
01:20Pengen dibuat jembatan.
01:22Tidak ada lagi jembatannya karena banjir.
01:28Karena kalau lewat jalan lain jauh berkilau-kilau meter.
01:33Karena itu kami menyerbang sungai untuk bisa cepat pergi ke sekolah.
01:39Tidak takut waktu menyeberang?
01:41Takut.
01:43Selain menyeberangi sungai, ada jalur lain berupa lintasan darurat yang memanfaatkan dua utas kabel.
01:51Namun untuk mencapainya, siswa harus berjalan kaki mengelilingi bukit sejauh sekitar 2 kilometer.
01:59Bagi orang tua yang memiliki sepeda motor, perjalanan menuju sekolah harus memutar hingga 5 kilometer.
02:06Sedangkan kendaraan roda empat harus menempuh jalur lain dengan jarak mencapai 11 kilometer.
02:12Kondisi ini membuat banyak orang tua memilih mendampingi dan mengantar anak-anak mereka menyeberangi sungai selama pelaksanaan ujian.
02:23Ada jalur atontif lain, tapi jauh lebih kurang 8 kilometer.
02:278 kilometer kenapa menyeberang sungai lewat sini?
02:30Karena atontif yang dekat.
02:33Karena dari sana ke sini dekat sekitar 100 meter.
02:36Kepasah anak-anak kan menyeberang sungai dibawa oleh mamanya, bapaknya.
02:41Tiap hari pagi antar duhur, habis sekolah, jemput.
02:47Ini contohnya baju-baju semua ini disangkut di sini anak-anak sekolah.
02:50Makanya sebelumnya ada jembatan?
02:53Sebelumnya ada, tapi akibat baju bandang kemarin, udah ambruk dan putus semua.
03:00Untuk mengurangi risiko perjalanan, sekolah telah membuka kelas jauh di Gampong Cangai sejak Januari lalu.
03:07Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas milik desa dan guru ditugaskan datang mengajar.
03:15Namun selama ujian kenaikan kelas, seluruh siswa tetap diwajibkan hadir dan mengikuti ujian di sekolah induk.
03:23Demi keselamatan anak-anak, sekolah sudah melarang siswa menyeberangi sungai.
03:28Namun karena jalur alternatif dinilai terlalu jauh, banyak orang tua tetap memilih rute ini agar anak-anak lebih cepat tiba
03:36di sekolah.
03:38Kami pihak sekolah sangat mengharapkan pada pemerintah provinsi dan pusat, yang pertama segera memperbaiki jembatan yang rusak.
03:52Yang kedua masalah sekolah. Sekolah kami hari itu mengusurkan relokasi, tapi sampai saat ini PKS belum turun.
04:03Nah, maka kami harapkan ini loka yang sisa tiga lagi, kami memakan, kami bolah dua untuk BBM.
04:13Tidak hanya akses yang terdampak, banjir juga menyisakan kerusakan pada sejumlah fasilitas sekolah.
04:20Mulai dari ruang belajar, perpustakaan, kantor sekolah, hingga rumah dinas guru.
04:26Sebanyak 29 siswa SD Negeri Aluwelok berasal dari Gampong Canggai, yang berada di seberang sungai.
04:33Jika jembatan tidak segera diperbaiki, anak-anak akan kehilangan akses ke sekolah yang selama ini melayani wilayah mereka.
Komentar