Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, kian memukul pelaku usaha kecil menengah di ibu kota.

Di Kampung Tempe Jalan Haji Aom, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, produsen kripik tempe harus memotong margin keuntungan akibat meroketnya harga bahan baku utama seperti kedelai dan sagu impor.

Kondisi ekonomi yang kian lesu, kini dirasakan nyata oleh produsen di sentra Kampung Tempe Jakarta Selatan.

Salah satu pelaku usaha, Rita mengaku harga kacang kedelai per kuintalnya kini melonjak tajam hingga Rp1,2 juta setelah subsidi pemerintah dicabut.

Tak hanya kedelai, harga sagu per karung juga ikut melesat dari Rp190 ribu menjadi Rp240 ribu.

Baca Juga Purbaya Jawab Keluhan Pedagang Tahu-Tempe, Ungkap Langkah Pemerintah Biar Rupiah Tak Melemah Lagi di https://www.kompas.tv/ekonomi/673185/purbaya-jawab-keluhan-pedagang-tahu-tempe-ungkap-langkah-pemerintah-biar-rupiah-tak-melemah-lagi

#kedelai #tempe #rupiah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/673519/rupiah-melemah-produsen-keripik-tempe-di-jakarta-selatan-terpaksa-pangkas-keuntungan
Transkrip
00:00Kembali di Kompas, yang saudara pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,
00:05kian memukul pelaku usaha kecil menengah di bukota.
00:08Di Kampung Tempe, Jalan Haji Aum, Keboyoran Baru, Jakarta Selatan,
00:12produsen kripik tempe harus memotong margin keuntungan
00:16akibat meroketnya harga bahan baku utama seperti kedelai dan sagu impor.
00:23Kondisi ekonomi kian lesu, kini dirasakan nyata oleh produsen sentra Kampung Tempe,
00:29Jakarta Selatan.
00:31Salah satu pelaku usaha bernama Rita mengaku harga kacang kedelai per kuintalnya
00:36kini melonjak tajam hingga Rp1.200.000 setelah subsidi pemerintah dicabut.
00:42Tidak hanya kedelai, harga sagu per karung juga ikut melesat naik
00:47dari Rp190.000 menjadi Rp240.000.
00:59Pemaruhnya dari jualnya, kita jadi jualnya ikutan-ikutan naik.
01:05Dulu kan kadang-kadang dapat subsidi dari pemerintah,
01:08jadi harganya antara Rp600.000-Rp700.000.
01:13sekarang karena sudah dicabut, subsidi jadi sekitar Rp1.200.000.
01:22Harapannya sih supaya dolar bisa turun ya, harga dolar.
01:28Maksudnya Rp kita bisa kuat lagi.
01:32Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan