Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Di tengah fluktuasi harga berbagai komoditas pertanian, tanaman nilam menjadi sumber penghasilan menjanjikan bagi petani di Desa Wanuawaru, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Komoditas ini bahkan mampu menghasilkan omzet hingga Rp100 juta per pekan dari usaha penyulingan minyak nilam.

Nilam atau Pogostemon cablin merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan sebagai bahan baku parfum, kosmetik, farmasi, hingga produk aromaterapi. Tingginya permintaan industri membuat komoditas ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran.

Tanaman nilam dapat dipanen setiap empat bulan sekali. Setelah dipanen, daun dan batang nilam dikeringkan selama satu hari sebelum menjalani proses penyulingan untuk menghasilkan minyak nilam.

Saat ini harga minyak nilam mencapai sekitar Rp1 juta per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas perkebunan yang memberikan nilai tambah bagi petani.

Salah satu petani sekaligus penyuling nilam, Imran, telah mengembangkan usaha ini selama lima tahun terakhir. Dalam sepekan, tempat penyulingan miliknya mampu memproduksi hingga 100 kilogram minyak nilam dengan omzet mencapai Rp100 juta.

Bagi masyarakat Desa Wanuawaru, budidaya nilam kini menjadi alternatif usaha pertanian yang membantu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di pedesaan.

#Maros #SulawesiSelatan #Nilam #MinyakNilam

Baca Juga CIPS Soroti Minimnya Dukungan Infrastruktur untuk Petani Lewat Film | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/670570/cips-soroti-minimnya-dukungan-infrastruktur-untuk-petani-lewat-film-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/673493/dari-tanaman-nilam-petani-ini-kantongi-rp100-juta-per-minggu-kompas-siang
Transkrip
00:00Di tengah fluktuasi harga hasil pertanian, sejumlah petani di Kabupaten Maros, Sulawesi Sartan menemukan sumber penghasilan menjanjikan dari tanaman nilam.
00:10Tanaman yang menjadi bahan baku parfum, kosmetik, dan produk aromaterapi mampu memberikan nilai ekonomi tinggi hingga 100 juta rupiah setiap
00:18minggunya.
00:23Di balik wangi parfum dan beragam produk kosmetik yang digunakan sehari-hari, terdapat peran petani di pelosok Desa Wano Awaru,
00:30Kecamatan Malawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
00:34Di wilayah ini, petani membudidayakan tanaman nilam atau Pogostemon Kablin, tanaman penghasil minyak atsiri, sebagai bahan penting industri parfum, farmasi,
00:42hingga aromaterapi.
00:45Tanaman nilam dapat dipanen setiap 4 bulan.
00:48Setelah dipanen, daun dan batang nilam dikeringkan selama satu hari, sebelum masuk ke tahap penyulingan untuk menghasilkan minyak nilam bernilai
00:54tinggi.
00:56Saat ini harga minyak nilam mencapai 1 juta rupiah per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas perkebunan yang menjanjikan bagi petani
01:02dibandingkan dengan komoditas pertanian lainnya.
01:06Salah satu petani sekaligus penyuling nilam, Imran, telah menekuni usaha ini selama 5 tahun terakhir.
01:12Dalam sepekan, tempat penyulingan milik Imran mampu memproduksi hingga 100 kilogram minyak nilam dengan omset menebus 100 juta rupiah.
01:20Kita prosesnya itu kurang lebih 12 jam sampai proses penyulingan nilam selesai.
01:29Di depan Cisaya ini, prosesnya itu kurang lebih nilam kering itu butuh 300an kilo nilam kering.
01:37Dan itu menghasilkan minyak kurang lebih 10 kilo lah.
01:42Itu penghasilan, kalau sekarang selama beroperasi itu per minggu bisa menghasilkan kurang lebih 100 kilo minyak per minggu kalau di
01:52sini.
01:54Bagi masyarakat desa waru-waru, nilam kini menjadi salah satu pilihan usaha pertanian yang menjanjikan untuk penambah pendapatan keluarga di
02:01tengah tantangan sektor pertanian.
02:05Dengan permintaan pasar dan nilai jual tinggi, tanaman nilam menjadi alternatif menarik bagi petani untuk mendongkrak perekonomian di perdesaan.
02:14Asis Hamid, Kompas TV, Maros, Lausi Selatan
Komentar

Dianjurkan