00:01Mantan Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional,
00:05Dadan Hindayana dan Soni Sanjaya,
00:07pernah menerima tanda kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto
00:10atas dedikasinya dalam program pemenuhan gizi.
00:13Namun status mereka kini berubah,
00:16setelah Prabowo resmi mencopot keduanya dari jabatan pimpinan BGN.
00:20Kejaksaan Agung pun menetapkan Dadan Hindayana,
00:23Soni Sanjaya, dan Lodewik Pusung,
00:25tiga pimpinan BGN sebagai tersangka
00:27dalam kasus korupsi penyimpangan tata kelola MBG.
00:32Dalam acara Building Indonesia Future Generation True Nutrition,
00:36Presiden Prabowo mengingatkan jika makan adalah hal sakral,
00:40sehingga tidak boleh menjadi sarana memperkaya diri.
00:43Makan ini masalah sakral.
00:50Makan bagi orang susah.
00:56Tidak boleh.
00:57Jadi sarana memperkaya oknum-oknum.
01:13Makan paling gampang dikorupsi.
01:20Makan paling gampang dikorupsi.
01:24Dalam kasus korupsi penyimpangan tata kelola makan bergizi gratis,
01:28Kejagung menyebut tiga mantan pimpinan BGN,
01:31Dadan CS,
01:32terafiliasi dengan sejumlah SPPG.
01:34Ketiganya berperan meloloskan SPPG yang tak memenuhi syarat
01:38dan menerima insentif miliaran rupiah setiap harinya.
01:43Tidak bisa menerima insentif miliaran rupiah dan terafiliasi dengan pejabat atau pegawai BGN
01:56yang tidak boleh syarat untuk menjadi mitra SPPG.
02:01Namun tetap ditunjuk dengan cara dilakukan pengaturan verifikasi pada portal mitra BGN
02:07dengan adanya atensi dari persanggaan.
02:12Dan yayasan-ayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah.
02:20Berkaca dari kasus korupsi,
02:22peneliti Pukat UGM Zainur Rohman menilai,
02:25pemerintah harus membuka data yayasan pengelola SPPG
02:28agar dapat diawasi oleh masyarakat.
02:32Mitra itu dibuka kepada publik dengan jelas secara real time
02:38termasuk beneficial ownership-nya.
02:41Jadi siapa pemilik manfaat dari yayasan-yayasan tersebut?
02:46Agar masyarakat bisa memantau apakah diduga akan ada misalnya
02:51perlakuan khusus, istimewa atau tidak.
02:53Ini yang kemudian saat ini diduga terjadi.
02:57Kenapa? Karena diduga ada rekayasa gitu ya.
03:01Ada diloloskannya, verifikasi di portal BGN
03:08dengan intervensi dari para pejabat.
03:12Kasus korupsi yang menyeret tiga pimpinan BGN
03:15tak hanya soal tata kelola MBG,
03:17tetapi juga adanya markup anggaran terhadap sejumlah pengadaan barang.
03:21Seperti motor listrik, tablet, televisi, hingga sepatu.
03:25Tim Liputan Kompas TV
Komentar