Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika berdampak pada pedagang elektronik.

Kondisi harga dolar yang terus menguat membuat sektor penjualan elektronik mengalami penurunan daya beli.

Di pusat perbelanjaan elektronik terbesar di Jakarta, Harco Mangga Dua, terlihat penurunan daya beli masyarakat.

Barang elektronik seperti kulkas, mesin cuci, kamera, hingga laptop harganya melonjak karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar A-S.

Banyak juga toko elektronik yang terpaksa tutup karena sepi pembeli.

Para pedagang mengeluhkan bahwa hampir seminggu ini tidak dapat menjual barang dagangannya karena kondisi kenaikan harga yang tidak bisa ditahan. Tak hanya untuk membeli barang, pembeli juga harus mengeluarkan kocek dalam untuk membeli spare part atau suku cadang pengganti.

#rupiah #harganaik #barangelektronik

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/670223/lemahnya-rupiah-picu-naiknya-harga-elektronik-sapa-siang
Transkrip
00:00Terima kasih Anda masih di Sapa Indonesia siang.
00:02Saudara melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat
00:05berdampak pada pedagang elektronik.
00:08Kondisi harga dolar yang terus menguat membuat sektor penjualan elektronik
00:12mengalami penurunan daya beli.
00:18Di pusat perbelanjaan elektronik terbesar di Jakarta,
00:22Harko Mangga II terlihat penurunan daya beli masyarakat.
00:26Barang elektronik seperti kulkas, mesin cuci, kamera, hingga laptop
00:31harganya melonjak karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
00:36Banyak juga toko elektronik yang terpaksa tutup karena sepi pembeli.
00:40Para pedagang mengeluhkan bahwa hampir seminggu ini tidak dapat menjual barang dagangannya
00:45karena kondisi kenaikan harga yang tidak bisa ditahan.
00:49Tak hanya untuk membeli barang, pembeli juga harus mengeluarkan kocek dalam
00:53untuk membeli spare part atau suku cadang pengganti.
00:58Ini beranggapnya res?
01:01Semenjak dolar 16 ribu, jatuh daya beli masyarakat tidak ada.
01:05Iya kan?
01:06Sama itu kan barang kosong juga.
01:08Karena kan sekarang harus pergi di Indonesia.
01:11Sipu.
01:12Buh menurun jauh.
01:13Menurun jauh.
01:14Hampir 70-80%.
01:17Karena kayak gini, itu kan nol ya.
01:19Kau sudah masuk sama sekali.
01:21Dari pagi?
01:22Biar pemerintah ya pikirkan kita lah ya pasang para-para pedagang.
01:27Biar roda ekonomi tetap berjalan.
01:29Dolar turunkan gitu ya.
01:31Biar daya beli masyarakat naik lagi.
01:35Ada duit lah mereka itu.
01:37Dan sih pekerjaan lah yang dikasih mereka kerjaan.
01:43Lalu bagaimana pantauan harga barang elektronik di Glodok, Jakarta Barat?
01:48Langsung saja kita sampai jurnalis Kompas TV, Tifal Solesa dan juru kamera Junaidi Saputra.
01:53Selamat siang.
01:54Tifal, apa benar harga elektronik di Jakarta saat ini terdampak melemahnya rupiah?
01:58Lalu bagaimana daya beli konsumen?
02:04Sudah ada dampak yang terasa.
02:07Setidaknya saya sudah bertemu dengan beberapa atau sebagian kecil pedagang alat-alat elektronik.
02:12Khususnya alat-alat rumah tangga di kawasan Glodok, Jakarta Barat.
02:15Dan dalam beberapa kesempatan mereka bercerita kepada saya.
02:18Ada sejumlah alat elektronik yang harganya sudah mulai ada penyesuaian alias ada peningkatan.
02:24Ini salah satu toko yang saya temu di kawasan Glodok menjual beberapa alat rumah tangga.
02:29Mulai dari mesin cuci, pendingin ruangan, sampai juga kulkas.
02:34Nah, ada beberapa item produk yang sudah mulai ada penyesuaian harga di sini.
02:39Dan Mbak Agnes akan bercerita lebih banyak di sini dan berkenan untuk berbagi dengan saya di kesempatan siang hari ini.
02:45Tadi kita sebelum laporan langsung ini sempat berbagi cerita ya Mbak ya.
02:48Sudah mulai ada beberapa produk yang naik harganya.
02:52Apa saja itemnya itu Mbak?
02:54Yang paling ini sih sebenarnya kulkas ya.
02:56Untuk kulkas itu memang sudah ada kenaikan.
02:59Seperti yang mungkin yang dari harganya 1,7 bisa jadi sekitar 2 jutaan.
03:05Dan itu rata-rata berarti paling tinggi naik berapa persen atau berapa ratus ribu?
03:11Sekitar 200 sampai 300 ribu.
03:14Oke.
03:14Tergantung merek, tergantung ukuran juga.
03:18Jadinya enggak semua ukuran itu naiknya sama, tapi ada untuk yang paling kecil aja bisa naik sekitar 200 ribuan.
03:25Oke, itu untuk kulkas kalau AC, pembersih ruangan, pengisap debu, dan mesin cuci ini ada ngaruh juga nggak?
03:32Ada.
03:33Berapa rata-ratanya?
03:34Bisa naik sekitar 150 atau 200.
03:38Dan itu baru terjadi sekarang, karena kan tren pelemahannya kan lagi intens beberapa hari ke belakang.
03:44Atau jangan-jangan sebelum-sebelumnya juga mulai ada kenaikan juga Mbak?
03:46Sebelum-sebelum ada, cuma enggak terlalu parah kayak yang sekarang-sekarang ini terjadi ya.
03:53Yang sekarang-sekarang ini yang mungkin karena dolar naik juga, mungkin itu ada pengaruhnya.
04:00Kalau yang kemarin-kemarin sih cuma imbas dari COVID, itu-itu aja sih.
04:04Tapi juga naiknya enggak yang hampir berapa bulan dia harga naik, enggak.
04:11Untuk ini, untuk dolar ini, ini kemarin sudah terjadi kenaikan di awal bulan Mei dan akan terjadi lagi kenaikan di
04:19awal bulan Juni.
04:20Oh, itu kenaikan bulan Juni kemungkinan berapa persen dan untuk produk apa Mbak? Jenis apa?
04:25Untuk berapa persennya kita masih belum tahu, karena belum ada info juga dari pabrik.
04:30Untuk itemnya, biasanya sih di kulkas, mesin cuci, sama AC.
04:37Dan saya lihat dari 2 jam yang lalu kita ketemu sampai sekarang, belum ada pembeli ya Mbak?
04:43Ini memang trennya lagi begini karena kebetulan masalah tren pelemahan rupiah atau emang udah lama atau gimana sih Mbak?
04:49Untuk di daerah Glodok itu terjadi dari tahun 2022.
04:54Oh, era setelah COVID?
04:55Ya, setelah COVID itu memang kita jarang ada pengunjung.
04:59Jadinya biasanya kita bermodalkan database yang lama, jika mungkin pelanggan lama atau biasanya sih by phone atau gitu-gitu aja
05:11sih.
05:12Kalau untuk kita ada pengunjung datang itu jarang di Glodok.
05:16Bahkan saya lihat tadi ada satu pengunjung yang sebatas cari produk doang, kalau nggak ada ya udah aja cabut begitu
05:21ya?
05:21Iya, betul. Dan rata-rata mereka cuma mau lihat barang.
05:25Datang ke toko, mereka mau lihat barang, mereka udah ada, aku mau cari kulkas tipenya ini, mereka sudah ada tipe.
05:32Dan mereka tanya barang, terus lihat barangnya kayak gimana, tanya harganya berapa.
05:37Dan mereka selalu bandingkan ke toko online.
05:40Oh, oke. Sehingga menurut Mbak, kondisi yang ada sekarang menguatnya dolar betul-betul terpengaruh terhadap penjualan Mbak selama ini.
05:48Bahkan setelah COVID sampai detik ini pun juga masih kerasa efeknya?
05:52Ya, masih kerasa dan belum ada perubahan sih sama sekali.
05:56Malah istilahnya banyak keluhan dari customer.
06:00Kenapa harga naik itu sih sebenarnya?
06:02Ngaruh ke omset jelas ya?
06:03Jelas.
06:04Berapa persen ngaruhnya?
06:06Wah, kalau berapa persennya bisa sekitar 20-30 persen ada.
06:12Mbak, terima kasih ya sudah membawa kita bersama saya kali ini.
06:15Kira-kira gambarannya untuk pedagang lain juga demikian.
06:18Ada efeknya terhadap nilai jual, harga makin naik.
06:21Tapi jumlah pembeli antara berkurang, bahkan tidak ada, Ihsan.
06:26Baik, terima kasih.
06:28Tifal Solesa, informasi langsungnya dari Gelodok, Jakarta Barat.
06:31Tifal Solesa dan Junaidi Saputra, langsung dari Gelodok.
06:35Terima kasih, kawan-kawan.
Komentar

Dianjurkan