Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Ahmad Juwaini, mengakui dua WNI lagi ditangkap tentara Israel. Menurut informasi yang diterima GPCI, kapal yang ditumpangi dua WNI itu sebenarnya sudah dekat dengan Gaza, akan tetapi tiba-tiba disergap tentara Israel.

Sementara itu, aktivis Freedom Flotila 2010, Surya Fachrizal, mengatakan kesiapan protokol darurat WNI tahun ini jauh lebih siap dibanding pengalamannya saat tragedi Mavi Marmara 2010. Sembilan WNI yang ditangkap militer Israel hingga kini belum dibebaskan.

Keluarga berharap semua WNI dalam kondisi baik dan segera bisa kembali ke Tanah Air. Dan kini kami sudah terhubung dengan Hani Hanifa, orang tua jurnalis foto Republika, Thoudy Badai atau Ody, salah satu WNI yang ikut ditangkap militer Israel.

#GPCI #gaza #wni

Baca Juga GP Catalunya 2026: Fabio Di Giannantonio Antar VR46 ke Puncak Podium di https://www.kompas.tv/advertorial/670171/gp-catalunya-2026-fabio-di-giannantonio-antar-vr46-ke-puncak-podium



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670173/cerita-keluarga-thoudy-badai-wni-yang-ditahan-israel-bisa-segera-dibebaskan-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara sembilan WNI yang ditangkap militer Israel hingga kini belum dibebaskan.
00:04Keluarga berharap semua WNI dalam kondisi baik dan segera bisa kembali ke tanah air.
00:09Kini kami sudah terhubung dengan Hani Hanifa, orang tua jurnalis foto Republika atau Dibadai atau ODI,
00:16salah satu WNI yang ikut ditangkap militer Israel.
00:19Selamat siang Bu Hani dengan Bela di studio.
00:22Dan Bu Hani bisa dijelaskan awal keberangkatan Mas ODI untuk ikut dalam misi Flotila ke Gaza ini Bu?
00:32Pertama, ODI berangkat ke Marmaris itu karena tugas jurnalistiknya ya dari kantor Republika bersama salah satu rekannya.
00:44Jadi itu awal keberangkatan ke Turki.
00:51Di perjalanannya itu awalnya sih tidak ada rencana lanjut berlayar ke Gaza ya.
01:00Jadi cukup meliput kegiatan dari sumur Flotila ini.
01:07Tapi di beberapa hari sebelum keberangkatan, sebelum tanggal 14 itu, ODI sempat minta izin dan kita berbincang lama ya,
01:20berdiskusi, kemudian chattingan, telepon, macem-macem.
01:24Dalam rangka ya minta izin, kalau seandainya ODI kemungkinan besar lanjut gitu, lanjut mengiringi kapal bantuan ke Gaza.
01:39Ibu, dalam perbincangan itu apa yang dibatuhkan?
01:42Sampai akhirnya, biasanya sih laporan ya, laporan harian gitu.
01:51Kalau ODI nyampe di sini kegiatan dia gitu, itu sebelum berangkat.
01:57Setelah sebelum itu, sebelum berangkat, kan minta izin dia ya, boleh enggak berangkat ke Gaza.
02:05Nah, kita sebelum saya mengiakan, saya diskusi dulu sama ODI.
02:12Saya menanyakan apa resikonya gitu ya, apa resikonya, terus lapangan, di lapangan itu seperti apa,
02:20kesiapan, termasuk kesiapan mental ODI, itu ditanyakan.
02:25Lalu, dari semua perbincangan, dari semua teleponan kita,
02:33ya saya bisa menangkap bahwa, kalau dalam tanda kutip giroh ya, giroh.
02:40Di samping giroh personal dan spiritual mungkin itu kuat,
02:45di samping segi profesionalnya ya, dia kan jurnalis fotografi,
02:51mungkin seperti yang Ibu Bela rasakan, bagaimana sih, apa namanya, apa sih passion dari seorang jurnalis,
02:59pastikan ingin langsung gitu ya, langsung menyaksikan secara langsung, secara live,
03:09tidak transfer dari orang lain gitu, berita dari langsung yang dia dapatkan gitu di lapangan.
03:15Itu mungkin passion yang sama-sama kita tahu ya.
03:19Nah, saya juga bisa menangkap dari keinginan itu dari ODI.
03:24Sampai akhirnya, bukan dengan berat hati sih, dengan lapang dada gitu ya,
03:30saya juga dibesarkan sama ODI,
03:33akhirnya kita, saya bisa mengizinkan ODI berangkat.
03:36Nah, sampai berangkat itu tanggal 14, mulai berlayar itu tanggal 14 Mei ya.
03:44Nah, setelah berangkat itu juga kita masih kontak-kontak sama,
03:49setiap hari dia laporan, pergantian shift atau nyampe di pelabuhan mana,
03:54atau lepas jangkar dulu di mana gitu ya,
03:57karena apa ada, kenapa lepas jangkar,
04:00karena ada kendala, pernah dia melaporkan lepas jangkar di Yunani,
04:05kenapa? Karena ada perlu perbaikan layar dan cek-cek mesin katanya gitu.
04:11Nah, seperti itu, nah lalu jalan, kemudian lanjut ya dari itu,
04:16dari Yunani menuju Siprus, Antalya, Siprus.
04:19Nah, terakhir tanggal 12 itu siang,
04:23dia melaporkan bahwa ODI sudah nyampe di perairan internasional.
04:30Nah, jadi sebenarnya ya tadi seperti yang sudah disebutkan ya beberapa sumber,
04:35bahwa di perairan itu sebenarnya sudah dekat tuh, sudah dekat menuju Gaza.
04:41Jadi, tapi itu yang terakhir, dan ini masih mengabarkan bahwa kondisinya aman,
04:49kapal masih melaju.
04:50Nah, itu tanggal jam 12.19 itu sudah komunikasi terhenti,
04:57checklist 1 WA-nya,
04:59sampai hari ini ya kita tidak,
05:01sudah lost contact, tidak bisa berhubungan.
05:03Itu yang terakhir.
05:06Itu hubungan dengan ODI ya, dengan ODI.
05:10Sampai kita mendapatkan kabar,
05:16kalau melihat dari Sospet sih ya,
05:19memang ada beberapa kapal yang lebih dulu tertangkap sebelum kapal ODI.
05:25Jadi, kita standby, standby,
05:27ya mau tidak mau kita soal menunggu ininya,
05:32hanya soal menunggu saja gitu,
05:35karena resiko ini sudah ditekankan sama sekali oleh ODI,
05:38bahwa ya kemungkinan kecil kita bisa nyampe ke Gaza.
05:42Tapi, resiko terburuknya adalah ditangkap.
05:47Dia membesarkan hati saya ya,
05:50bahwa ketika ditangkap pun,
05:52tidak ada tindakan kekerasan
05:56yang dialami oleh para tahanan,
05:59atau yang ditahan oleh tentara Israel gitu.
06:05Itu yang membesarkan,
06:08rada membesarkan hati saya ya.
06:11Nah itu, jadi saya dapat kabar penangkapan itu
06:19Senin malam ya, setengah 10,
06:22langsung dari SC Global Sumut.
06:28Loh Sila.
06:32Bu Hani, lalu informasi yang diterima,
06:37yang Ibu terima terkait dugaan penculikan,
06:40atau penahanan Mas Odi dan WNI lainnya,
06:43itu seperti apa Bu, ketika Ibu menerima informasi itu?
06:51Saya tidak menerima atau tidak menerima informasi-informasi,
06:58atau tidak menelan informasi-informasi lain,
07:02selain dari Republika dan Global Sumut,
07:06SC Global Sumut,
07:08karena untuk itu meminimalisasi kerisauan dan kekhawatiran.
07:13Jadi saya benar-benar menunggu dan menerima informasi atau berita
07:19dari dua lembaga itu.
07:22Jadi, Alhamdulillah, ketika ada berita penangkapan itu,
07:29pihak Republika gerak cepat,
07:32begitu juga SC Sumut Flotila,
07:37responnya yang sangat cepat dan positif,
07:40mengabarkan kita,
07:41ya, mengabarkan kita,
07:45sambil menenangkan.
07:46Jadi, berita atau informasi yang disebar ke kita itu,
07:51benar-benar yang bisa dipertanggungjawabkan dan valid.
07:56Sejauh ini,
07:58sejauh ini informasi yang kita dapat
08:03tidak membuat kita tambah panik,
08:06jadi informasi-informasinya relatif yang cukup menenangkan,
08:12terima kasih sekali atas kerja kerasnya
08:16dan respon positifnya.
08:21Jadi, walaupun ada pemberitaan,
08:24memang pemberitaan ketika penangkapan itu
08:26sungguh menyakitkan dan menyedihkan.
08:35Tapi, kita sudah tahu resikonya,
08:38kemudian ada pemberitaan yang,
08:40berita-berita atau informasi-informasi
08:42yang kita bisa tangkap,
08:43jadi tidak terlalu,
08:46maksudnya kita menunggu,
08:49tetap menunggu kabar baik ya,
08:52dan harap-harap cemas,
08:53tapi terus kebaikan yang,
08:57kabar baik yang terus kita tunggu.
09:01Bu Hani, terakhir berkomunikasi dengan
09:04pihak Republika atau juga Global Slow Mood Flotila
09:08terkait dengan kondisi dari Mas Odi,
09:10kapan Ibu dan bagaimana kondisi Mas Odi?
09:12Sampai hari ini ya.
09:14Sampai hari masih aktif,
09:16kita berhubungan.
09:17Waktu ada pemberitaan informasi bahwa
09:21ketika seluruh tahanan itu dipindahkan,
09:25sudah dipindahkan dari tahanan laut ke darat,
09:28nah itu kita dapat juga,
09:30jadi juga agak tenang.
09:34Waktu ditahan itu,
09:37diintercept,
09:38kemudian ditahan,
09:39itu semua relawan yang tertangkap itu
09:41ditahan di penjaranya,
09:45kargo militer Israel.
09:47Itu berapa,
09:48satu hari mungkin ya,
09:49satu hari kemudian kita ada kabar,
09:52atau dua hari,
09:53dua hari kemudian kita ada kabar dari
09:54Sumut Flotila,
09:56bahwa,
09:56dan dari Republika juga,
09:59bahwa tahanan yang kemarin ini,
10:04yang kemarin ditahan di perairan,
10:06sudah dipindah ke tahanan darat.
10:10Ya walaupun tempatnya di mana,
10:12itu saya masih spekulatif juga ya.
10:15Jadi sampai ini,
10:16mungkin kalau di berita yang menyebar sekarang,
10:20ada di Ashdod,
10:21atau di manalah gitu.
10:23Saya tidak terlalu concern dengan itu ya,
10:26yang penting,
10:28saya tanyakan kondisi fisiknya,
10:33memang mereka juga tidak pasti betul ya,
10:38belum pasti betul bagaimana kondisi relawan secara fisik,
10:42apakah seperti yang diberitakan yang sekarang berseliuran itu,
10:49atau ya dicari-cari juga sosok-sosok anak saya gitu,
10:53sosok-sosok dari WNI juga tidak kelihatan gitu ya,
10:58belum kelihatan,
10:59dan mudah-mudahan tidak ada.
11:01Jadi,
11:03ya kita berhusnudon aja,
11:06bahwa relawan-relawan,
11:09atau tahanan-tahanan Israel yang sekarang dipindah ke daratan,
11:15itu mudah-mudahan fisiknya masih aman ya.
11:20Karena seperti tadi yang disampaikan oleh aktivis yang 2010,
11:24aktivis yang sekarang,
11:25atau relawan yang sekarang berangkat itu,
11:28relatif lebih siap,
11:29secara fisik,
11:30dan SOP-nya juga sudah,
11:32sudah apa,
11:32mereka pahami betul gitu,
11:34jadi,
11:36mudah-mudahan mereka,
11:38berpegang teguh pada SOP itu,
11:39dan tertib ya,
11:41dengan disiplin,
11:42dengan ketentuan yang sudah ditentukan gitu.
11:48Terakhir Ibu,
11:49maaf saya potong,
11:50harapan Ibu,
11:51apa Bu?
11:52Singkat saja.
12:10Bu Hany,
12:12harapan terakhir Ibu,
12:14untuk situasi,
12:16dan terutama Mas Odi,
12:17dan juga WNI kita yang di sana Ibu?
12:19Ya,
12:20melalui media masa,
12:23termasuk Kompas TV ini,
12:25saya mungkin,
12:27mudah-mudahan bisa mewakili,
12:30dari seluruh keluarga,
12:34relawan yang tertangkap,
12:36saya berharap,
12:38media bisa menjadi mediator ya,
12:42mediator,
12:43keinginan kita untuk menyampaikan kepada pemerintah,
12:47atau kepada lembaga-lembaga yang berwenang,
12:50yang berkompetensi,
12:51yang berkapasitas,
12:52untuk mengurus warga negaranya ya,
12:57sampai tuntas gitu,
12:59membantu,
13:00baik materi maupun imateri,
13:04terutama,
13:05kalau kita kan di sini ya,
13:07jauh gitu,
13:08kemudian mengandalkan hanya dari berita media sosial,
13:12maka mohon menjaga pernyataan-pernyataannya lah,
13:17supaya tidak membuat sakit hati,
13:21atau membuat nambah risau,
13:22dari keluarga yang sudah risau ini,
13:27tolong dijaga,
13:28tolong dicernak dulu,
13:31apa-apa yang mau dinyatakan,
13:33karena pernyataan,
13:36yang di atas pernyataan-pernyataan,
13:39bapak-bapak yang punya kewenangan itu,
13:41sangat berpengaruh gitu ya,
13:43sangat berpengaruh,
13:46pada semuanya,
13:48pada kita keluarga yang ditinggalkan,
13:51pada korban,
13:52mungkin pada kebijakan yang mungkin saja,
13:54nanti akan diputuskan gitu,
13:57jadi,
13:58kita berharap,
14:00pemerintah,
14:02melakukan apa yang mesti,
14:05apa yang mesti seharusnya dilakukan,
14:07sesuai dengan kapasitasnya,
14:08dengan jalur yang dimiliki,
14:11jalur diplomasi,
14:12jalur negosiasi,
14:14gak usah lah,
14:15gak usah lah,
14:16ber, apa,
14:18bersembunyi,
14:19atau dibalik,
14:20kita tidak punya,
14:22hubungan diplomatik dengan Israel,
14:23sudah tahu semua itu gitu ya,
14:25tapi,
14:26setidaknya,
14:27apa namanya,
14:28tunjukkanlah sikap,
14:29atau empati,
14:30bahwa,
14:32kita bisa melakukan semaksimal mungkin,
14:35dengan kapasitas yang kita punya,
14:37dengan kompetensi yang kita punya,
14:39dengan kekuasaan,
14:41dengan kewenangan yang kita punya,
14:43itu mungkin,
14:43sedikit banyak akan,
14:45bisa membantu kita ya,
14:47walaupun,
14:50ya itu membantu,
14:51sangat membantu,
14:52dan itu akan sangat berpengaruh,
14:53baik,
14:54Bu Hany,
14:55pada keputusan nanti gitu,
14:57baik,
14:58terima kasih,
14:59selain itu juga,
15:00terima kasih,
15:02pada pemerintah,
15:03dan,
15:03pihak Menlu,
15:05yang,
15:05sudah bergerak,
15:07dan,
15:08pada,
15:09lembaga-lembaga,
15:10non-pemerintah juga,
15:11yang,
15:12gerak cepat,
15:13ya,
15:13itu,
15:15kita rasakan,
15:16ada pengaruhnya,
15:17gitu ya,
15:18terima kasih,
15:19mudah-mudahan sehat semua,
15:21kita juga berdoa,
15:21berdoa,
15:22berdoa,
15:22cepat dikembalikan,
15:24dengan,
15:24tanpa kurang suatu apapun,
15:26fisik sehat,
15:27mental juga terjaga,
15:30semuanya,
15:31beres,
15:32baik,
15:32Bu Hany,
15:33kita berharap juga,
15:34keluarga,
15:35terutama,
15:36Bu Hany,
15:37keluarga,
15:37dan juga keluarga-keluarga,
15:38dari WNI lain,
15:39juga,
15:41bersabar,
15:41dan juga tetap sehat,
15:43kita berharap juga,
15:44para WNI kita ini,
15:45segera kembali dalam keadaan sehat,
15:47dan selamat,
15:48terima kasih atas kesempatannya,
15:50Kompas TV mengucapkan terima kasih,
15:52kepada,
15:52Ibu Hany Hanifa,
15:54orang tua dari jurnalis,
15:55foto Republika,
15:56atau di Badai,
15:57atau yang biasa disebut,
15:58atau di Sapa,
15:59Mas Odi,
16:00selamat beraktifitas kembali,
16:01Bu Hany.
16:02Sampai jumpa di video selanjutnya,
Komentar

Dianjurkan