00:00Saudara sembilan WNI yang ditangkap militer Israel hingga kini belum dibebaskan.
00:04Keluarga berharap semua WNI dalam kondisi baik dan segera bisa kembali ke tanah air.
00:09Kini kami sudah terhubung dengan Hani Hanifa, orang tua jurnalis foto Republika atau Dibadai atau ODI,
00:16salah satu WNI yang ikut ditangkap militer Israel.
00:19Selamat siang Bu Hani dengan Bela di studio.
00:22Dan Bu Hani bisa dijelaskan awal keberangkatan Mas ODI untuk ikut dalam misi Flotila ke Gaza ini Bu?
00:32Pertama, ODI berangkat ke Marmaris itu karena tugas jurnalistiknya ya dari kantor Republika bersama salah satu rekannya.
00:44Jadi itu awal keberangkatan ke Turki.
00:51Di perjalanannya itu awalnya sih tidak ada rencana lanjut berlayar ke Gaza ya.
01:00Jadi cukup meliput kegiatan dari sumur Flotila ini.
01:07Tapi di beberapa hari sebelum keberangkatan, sebelum tanggal 14 itu, ODI sempat minta izin dan kita berbincang lama ya,
01:20berdiskusi, kemudian chattingan, telepon, macem-macem.
01:24Dalam rangka ya minta izin, kalau seandainya ODI kemungkinan besar lanjut gitu, lanjut mengiringi kapal bantuan ke Gaza.
01:39Ibu, dalam perbincangan itu apa yang dibatuhkan?
01:42Sampai akhirnya, biasanya sih laporan ya, laporan harian gitu.
01:51Kalau ODI nyampe di sini kegiatan dia gitu, itu sebelum berangkat.
01:57Setelah sebelum itu, sebelum berangkat, kan minta izin dia ya, boleh enggak berangkat ke Gaza.
02:05Nah, kita sebelum saya mengiakan, saya diskusi dulu sama ODI.
02:12Saya menanyakan apa resikonya gitu ya, apa resikonya, terus lapangan, di lapangan itu seperti apa,
02:20kesiapan, termasuk kesiapan mental ODI, itu ditanyakan.
02:25Lalu, dari semua perbincangan, dari semua teleponan kita,
02:33ya saya bisa menangkap bahwa, kalau dalam tanda kutip giroh ya, giroh.
02:40Di samping giroh personal dan spiritual mungkin itu kuat,
02:45di samping segi profesionalnya ya, dia kan jurnalis fotografi,
02:51mungkin seperti yang Ibu Bela rasakan, bagaimana sih, apa namanya, apa sih passion dari seorang jurnalis,
02:59pastikan ingin langsung gitu ya, langsung menyaksikan secara langsung, secara live,
03:09tidak transfer dari orang lain gitu, berita dari langsung yang dia dapatkan gitu di lapangan.
03:15Itu mungkin passion yang sama-sama kita tahu ya.
03:19Nah, saya juga bisa menangkap dari keinginan itu dari ODI.
03:24Sampai akhirnya, bukan dengan berat hati sih, dengan lapang dada gitu ya,
03:30saya juga dibesarkan sama ODI,
03:33akhirnya kita, saya bisa mengizinkan ODI berangkat.
03:36Nah, sampai berangkat itu tanggal 14, mulai berlayar itu tanggal 14 Mei ya.
03:44Nah, setelah berangkat itu juga kita masih kontak-kontak sama,
03:49setiap hari dia laporan, pergantian shift atau nyampe di pelabuhan mana,
03:54atau lepas jangkar dulu di mana gitu ya,
03:57karena apa ada, kenapa lepas jangkar,
04:00karena ada kendala, pernah dia melaporkan lepas jangkar di Yunani,
04:05kenapa? Karena ada perlu perbaikan layar dan cek-cek mesin katanya gitu.
04:11Nah, seperti itu, nah lalu jalan, kemudian lanjut ya dari itu,
04:16dari Yunani menuju Siprus, Antalya, Siprus.
04:19Nah, terakhir tanggal 12 itu siang,
04:23dia melaporkan bahwa ODI sudah nyampe di perairan internasional.
04:30Nah, jadi sebenarnya ya tadi seperti yang sudah disebutkan ya beberapa sumber,
04:35bahwa di perairan itu sebenarnya sudah dekat tuh, sudah dekat menuju Gaza.
04:41Jadi, tapi itu yang terakhir, dan ini masih mengabarkan bahwa kondisinya aman,
04:49kapal masih melaju.
04:50Nah, itu tanggal jam 12.19 itu sudah komunikasi terhenti,
04:57checklist 1 WA-nya,
04:59sampai hari ini ya kita tidak,
05:01sudah lost contact, tidak bisa berhubungan.
05:03Itu yang terakhir.
05:06Itu hubungan dengan ODI ya, dengan ODI.
05:10Sampai kita mendapatkan kabar,
05:16kalau melihat dari Sospet sih ya,
05:19memang ada beberapa kapal yang lebih dulu tertangkap sebelum kapal ODI.
05:25Jadi, kita standby, standby,
05:27ya mau tidak mau kita soal menunggu ininya,
05:32hanya soal menunggu saja gitu,
05:35karena resiko ini sudah ditekankan sama sekali oleh ODI,
05:38bahwa ya kemungkinan kecil kita bisa nyampe ke Gaza.
05:42Tapi, resiko terburuknya adalah ditangkap.
05:47Dia membesarkan hati saya ya,
05:50bahwa ketika ditangkap pun,
05:52tidak ada tindakan kekerasan
05:56yang dialami oleh para tahanan,
05:59atau yang ditahan oleh tentara Israel gitu.
06:05Itu yang membesarkan,
06:08rada membesarkan hati saya ya.
06:11Nah itu, jadi saya dapat kabar penangkapan itu
06:19Senin malam ya, setengah 10,
06:22langsung dari SC Global Sumut.
06:28Loh Sila.
06:32Bu Hani, lalu informasi yang diterima,
06:37yang Ibu terima terkait dugaan penculikan,
06:40atau penahanan Mas Odi dan WNI lainnya,
06:43itu seperti apa Bu, ketika Ibu menerima informasi itu?
06:51Saya tidak menerima atau tidak menerima informasi-informasi,
06:58atau tidak menelan informasi-informasi lain,
07:02selain dari Republika dan Global Sumut,
07:06SC Global Sumut,
07:08karena untuk itu meminimalisasi kerisauan dan kekhawatiran.
07:13Jadi saya benar-benar menunggu dan menerima informasi atau berita
07:19dari dua lembaga itu.
07:22Jadi, Alhamdulillah, ketika ada berita penangkapan itu,
07:29pihak Republika gerak cepat,
07:32begitu juga SC Sumut Flotila,
07:37responnya yang sangat cepat dan positif,
07:40mengabarkan kita,
07:41ya, mengabarkan kita,
07:45sambil menenangkan.
07:46Jadi, berita atau informasi yang disebar ke kita itu,
07:51benar-benar yang bisa dipertanggungjawabkan dan valid.
07:56Sejauh ini,
07:58sejauh ini informasi yang kita dapat
08:03tidak membuat kita tambah panik,
08:06jadi informasi-informasinya relatif yang cukup menenangkan,
08:12terima kasih sekali atas kerja kerasnya
08:16dan respon positifnya.
08:21Jadi, walaupun ada pemberitaan,
08:24memang pemberitaan ketika penangkapan itu
08:26sungguh menyakitkan dan menyedihkan.
08:35Tapi, kita sudah tahu resikonya,
08:38kemudian ada pemberitaan yang,
08:40berita-berita atau informasi-informasi
08:42yang kita bisa tangkap,
08:43jadi tidak terlalu,
08:46maksudnya kita menunggu,
08:49tetap menunggu kabar baik ya,
08:52dan harap-harap cemas,
08:53tapi terus kebaikan yang,
08:57kabar baik yang terus kita tunggu.
09:01Bu Hani, terakhir berkomunikasi dengan
09:04pihak Republika atau juga Global Slow Mood Flotila
09:08terkait dengan kondisi dari Mas Odi,
09:10kapan Ibu dan bagaimana kondisi Mas Odi?
09:12Sampai hari ini ya.
09:14Sampai hari masih aktif,
09:16kita berhubungan.
09:17Waktu ada pemberitaan informasi bahwa
09:21ketika seluruh tahanan itu dipindahkan,
09:25sudah dipindahkan dari tahanan laut ke darat,
09:28nah itu kita dapat juga,
09:30jadi juga agak tenang.
09:34Waktu ditahan itu,
09:37diintercept,
09:38kemudian ditahan,
09:39itu semua relawan yang tertangkap itu
09:41ditahan di penjaranya,
09:45kargo militer Israel.
09:47Itu berapa,
09:48satu hari mungkin ya,
09:49satu hari kemudian kita ada kabar,
09:52atau dua hari,
09:53dua hari kemudian kita ada kabar dari
09:54Sumut Flotila,
09:56bahwa,
09:56dan dari Republika juga,
09:59bahwa tahanan yang kemarin ini,
10:04yang kemarin ditahan di perairan,
10:06sudah dipindah ke tahanan darat.
10:10Ya walaupun tempatnya di mana,
10:12itu saya masih spekulatif juga ya.
10:15Jadi sampai ini,
10:16mungkin kalau di berita yang menyebar sekarang,
10:20ada di Ashdod,
10:21atau di manalah gitu.
10:23Saya tidak terlalu concern dengan itu ya,
10:26yang penting,
10:28saya tanyakan kondisi fisiknya,
10:33memang mereka juga tidak pasti betul ya,
10:38belum pasti betul bagaimana kondisi relawan secara fisik,
10:42apakah seperti yang diberitakan yang sekarang berseliuran itu,
10:49atau ya dicari-cari juga sosok-sosok anak saya gitu,
10:53sosok-sosok dari WNI juga tidak kelihatan gitu ya,
10:58belum kelihatan,
10:59dan mudah-mudahan tidak ada.
11:01Jadi,
11:03ya kita berhusnudon aja,
11:06bahwa relawan-relawan,
11:09atau tahanan-tahanan Israel yang sekarang dipindah ke daratan,
11:15itu mudah-mudahan fisiknya masih aman ya.
11:20Karena seperti tadi yang disampaikan oleh aktivis yang 2010,
11:24aktivis yang sekarang,
11:25atau relawan yang sekarang berangkat itu,
11:28relatif lebih siap,
11:29secara fisik,
11:30dan SOP-nya juga sudah,
11:32sudah apa,
11:32mereka pahami betul gitu,
11:34jadi,
11:36mudah-mudahan mereka,
11:38berpegang teguh pada SOP itu,
11:39dan tertib ya,
11:41dengan disiplin,
11:42dengan ketentuan yang sudah ditentukan gitu.
11:48Terakhir Ibu,
11:49maaf saya potong,
11:50harapan Ibu,
11:51apa Bu?
11:52Singkat saja.
12:10Bu Hany,
12:12harapan terakhir Ibu,
12:14untuk situasi,
12:16dan terutama Mas Odi,
12:17dan juga WNI kita yang di sana Ibu?
12:19Ya,
12:20melalui media masa,
12:23termasuk Kompas TV ini,
12:25saya mungkin,
12:27mudah-mudahan bisa mewakili,
12:30dari seluruh keluarga,
12:34relawan yang tertangkap,
12:36saya berharap,
12:38media bisa menjadi mediator ya,
12:42mediator,
12:43keinginan kita untuk menyampaikan kepada pemerintah,
12:47atau kepada lembaga-lembaga yang berwenang,
12:50yang berkompetensi,
12:51yang berkapasitas,
12:52untuk mengurus warga negaranya ya,
12:57sampai tuntas gitu,
12:59membantu,
13:00baik materi maupun imateri,
13:04terutama,
13:05kalau kita kan di sini ya,
13:07jauh gitu,
13:08kemudian mengandalkan hanya dari berita media sosial,
13:12maka mohon menjaga pernyataan-pernyataannya lah,
13:17supaya tidak membuat sakit hati,
13:21atau membuat nambah risau,
13:22dari keluarga yang sudah risau ini,
13:27tolong dijaga,
13:28tolong dicernak dulu,
13:31apa-apa yang mau dinyatakan,
13:33karena pernyataan,
13:36yang di atas pernyataan-pernyataan,
13:39bapak-bapak yang punya kewenangan itu,
13:41sangat berpengaruh gitu ya,
13:43sangat berpengaruh,
13:46pada semuanya,
13:48pada kita keluarga yang ditinggalkan,
13:51pada korban,
13:52mungkin pada kebijakan yang mungkin saja,
13:54nanti akan diputuskan gitu,
13:57jadi,
13:58kita berharap,
14:00pemerintah,
14:02melakukan apa yang mesti,
14:05apa yang mesti seharusnya dilakukan,
14:07sesuai dengan kapasitasnya,
14:08dengan jalur yang dimiliki,
14:11jalur diplomasi,
14:12jalur negosiasi,
14:14gak usah lah,
14:15gak usah lah,
14:16ber, apa,
14:18bersembunyi,
14:19atau dibalik,
14:20kita tidak punya,
14:22hubungan diplomatik dengan Israel,
14:23sudah tahu semua itu gitu ya,
14:25tapi,
14:26setidaknya,
14:27apa namanya,
14:28tunjukkanlah sikap,
14:29atau empati,
14:30bahwa,
14:32kita bisa melakukan semaksimal mungkin,
14:35dengan kapasitas yang kita punya,
14:37dengan kompetensi yang kita punya,
14:39dengan kekuasaan,
14:41dengan kewenangan yang kita punya,
14:43itu mungkin,
14:43sedikit banyak akan,
14:45bisa membantu kita ya,
14:47walaupun,
14:50ya itu membantu,
14:51sangat membantu,
14:52dan itu akan sangat berpengaruh,
14:53baik,
14:54Bu Hany,
14:55pada keputusan nanti gitu,
14:57baik,
14:58terima kasih,
14:59selain itu juga,
15:00terima kasih,
15:02pada pemerintah,
15:03dan,
15:03pihak Menlu,
15:05yang,
15:05sudah bergerak,
15:07dan,
15:08pada,
15:09lembaga-lembaga,
15:10non-pemerintah juga,
15:11yang,
15:12gerak cepat,
15:13ya,
15:13itu,
15:15kita rasakan,
15:16ada pengaruhnya,
15:17gitu ya,
15:18terima kasih,
15:19mudah-mudahan sehat semua,
15:21kita juga berdoa,
15:21berdoa,
15:22berdoa,
15:22cepat dikembalikan,
15:24dengan,
15:24tanpa kurang suatu apapun,
15:26fisik sehat,
15:27mental juga terjaga,
15:30semuanya,
15:31beres,
15:32baik,
15:32Bu Hany,
15:33kita berharap juga,
15:34keluarga,
15:35terutama,
15:36Bu Hany,
15:37keluarga,
15:37dan juga keluarga-keluarga,
15:38dari WNI lain,
15:39juga,
15:41bersabar,
15:41dan juga tetap sehat,
15:43kita berharap juga,
15:44para WNI kita ini,
15:45segera kembali dalam keadaan sehat,
15:47dan selamat,
15:48terima kasih atas kesempatannya,
15:50Kompas TV mengucapkan terima kasih,
15:52kepada,
15:52Ibu Hany Hanifa,
15:54orang tua dari jurnalis,
15:55foto Republika,
15:56atau di Badai,
15:57atau yang biasa disebut,
15:58atau di Sapa,
15:59Mas Odi,
16:00selamat beraktifitas kembali,
16:01Bu Hany.
16:02Sampai jumpa di video selanjutnya,
Komentar