00:00Di pasar tradisional bunduler Jokota Malang, kenaikan harga kebutuhan pokok, khususnya beras dan minyak goreng terjadi sejak 2 pekan terakhir.
00:11Di salah satu lapak pedagang yang menjual kebutuhan pokok, kenaikan harga terjadi pada hampir semua jenis beras premium berbagai merek.
00:20Supriyono, salah satu pedagang menyebut, beras kemasan 5 kg terjadi kenaikan harga sebesar 500 rupiah.
00:28Kenaikan ini menurut Supriyono terjadi sejak dari distributor.
00:32Meski tidak terlalu besar, namun kenaikan ini cukup berimbas pada daya beli masyarakat yang menjadi lesu.
00:40Selain beras, kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng kemasan 2 liter.
00:45Dari harga Rp40.000 naik menjadi Rp42.600.
00:52Akibat kenaikan harga ini, menurut pedagang daya beli masyarakat juga turun 50% lebih.
00:58Di lapak Supriyono, jika sebelumnya dirinya bisa menjual 50 sak beras, kini hanya 20 sak beras per hari.
01:07Lombok, ini gold price saja, baru pula naik.
01:11Tidak banyak, cuma 500 per sak, bukan per kilo.
01:16Per 5 kgan?
01:18Ya, 5 kgan semua yang saya jual.
01:21Pak Haru, cenderung turun.
01:25Biasanya bisa jual berapa, sekarang jual berapa?
01:28Biasanya 50 sak bisa sehari, sekarang lagi sehari 20-an.
01:32Sekitar 20-an.
01:33Sementara itu, menurut pembeli, kenaikan harga kebutuhan pokok ini cukup memberatkan.
01:39Namun, mereka mengaku pasrah dan tetap membeli karena merupakan kebutuhan pokok.
01:44Berbagai upaya dilakukan, seperti mengurangi jumlah pembelian beberapa kebutuhan dapur.
01:50Kalau saya beli saya, pokoknya saya bisa beli, Alhamdulillah bisa gitu ya, cukup gitu loh.
01:56Dikurangi enggak bu, yang kemarinnya beli berapa sekarang harus?
01:59Bumbunya itu dikurangi, bumbu enggak biasanya beli seperempat, sekarang ngejar 2 ribu, 3 ribu gitu loh.
02:06Pokoknya dikurangi gitu loh.
02:08Ya, berat, tapi ini ya dijalannya, nanti kan ada jaru gitu.
02:11Karena kebutuhan pokok bu ya?
02:15Baik pedagang maupun pembeli berharap, harga kebutuhan pokok bisa kembali turun.
02:20Karena meski kenaikan yang tidak terlalu tinggi, namun barang-barang tersebut diputuhkan setiap hari.
Komentar