Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
MALANG, KOMPAS.TV - Di Pasar Tradisional Bunulrejo Kota Malang, kenaikan harga kebutuhan pokok khususnya beras dan minyak goreng terjadi sejak dua pekan terakhir. Di salah satu lapak pedagang yang menjual kebutuhan pokok, kenaikan harga terjadi pada hampir semua jenis beras premium berbagai merek.



Supriono, salah satu pedagang menyebut, beras kemasan lima kilogram terjadi kenaikan sebesar Rp 500. Kenaikan ini menurut Supriono terjadi sejak dari distributor. Meski tidak terlalu besar namun kenaikan ini cukup berimbas pada daya beli masyarakat. Selain beras, kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng kemasan dua liter, dari harga Rp 40.000 naik menjadi Rp 42.600.



Akibat kenaikan harga ini, menurut pedagang daya beli masyarakat juga turun. Di lapak Supriono jika sebelumnya dirinya bisa menjual 50 sak beras kini hanya 20 sak beras per hari.



"Semua merek naik, seperti Mentari, Lahap, Lombok, semuanya naik. Sudah sekitar dua mingguan ini naiknya," Kata Supriono.



Sementara itu menurut pembeli, kenaikan harga kebutuhan pokok ini cukup memberatkan namun mereka mengaku pasrah dan tetap membeli karena kebutuhan pokok. Berbagai upaya dilakukan seperti mengurangi jumlah pembelian beberapa kebutuhan dapur.



"Kalo saya masih beli ya Alhamdulillah cukup. Bumbunya yang dikurangi, kalo biasanya beli seperempat sekarang beli Rp 2000." Terang Luluk.



Baik pedagang maupun pembeli berharap harga kebutuhan pokok bisa kembali turun. Karena meski kenaikan yang tidak terlalu tinggi namun barang barang tersebut dibutuhkan setiap hari.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/670219/harga-kebutuhan-pokok-naik-daya-beli-masyarakat-lesu
Transkrip
00:00Di pasar tradisional bunduler Jokota Malang, kenaikan harga kebutuhan pokok, khususnya beras dan minyak goreng terjadi sejak 2 pekan terakhir.
00:11Di salah satu lapak pedagang yang menjual kebutuhan pokok, kenaikan harga terjadi pada hampir semua jenis beras premium berbagai merek.
00:20Supriyono, salah satu pedagang menyebut, beras kemasan 5 kg terjadi kenaikan harga sebesar 500 rupiah.
00:28Kenaikan ini menurut Supriyono terjadi sejak dari distributor.
00:32Meski tidak terlalu besar, namun kenaikan ini cukup berimbas pada daya beli masyarakat yang menjadi lesu.
00:40Selain beras, kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng kemasan 2 liter.
00:45Dari harga Rp40.000 naik menjadi Rp42.600.
00:52Akibat kenaikan harga ini, menurut pedagang daya beli masyarakat juga turun 50% lebih.
00:58Di lapak Supriyono, jika sebelumnya dirinya bisa menjual 50 sak beras, kini hanya 20 sak beras per hari.
01:07Lombok, ini gold price saja, baru pula naik.
01:11Tidak banyak, cuma 500 per sak, bukan per kilo.
01:16Per 5 kgan?
01:18Ya, 5 kgan semua yang saya jual.
01:21Pak Haru, cenderung turun.
01:25Biasanya bisa jual berapa, sekarang jual berapa?
01:28Biasanya 50 sak bisa sehari, sekarang lagi sehari 20-an.
01:32Sekitar 20-an.
01:33Sementara itu, menurut pembeli, kenaikan harga kebutuhan pokok ini cukup memberatkan.
01:39Namun, mereka mengaku pasrah dan tetap membeli karena merupakan kebutuhan pokok.
01:44Berbagai upaya dilakukan, seperti mengurangi jumlah pembelian beberapa kebutuhan dapur.
01:50Kalau saya beli saya, pokoknya saya bisa beli, Alhamdulillah bisa gitu ya, cukup gitu loh.
01:56Dikurangi enggak bu, yang kemarinnya beli berapa sekarang harus?
01:59Bumbunya itu dikurangi, bumbu enggak biasanya beli seperempat, sekarang ngejar 2 ribu, 3 ribu gitu loh.
02:06Pokoknya dikurangi gitu loh.
02:08Ya, berat, tapi ini ya dijalannya, nanti kan ada jaru gitu.
02:11Karena kebutuhan pokok bu ya?
02:15Baik pedagang maupun pembeli berharap, harga kebutuhan pokok bisa kembali turun.
02:20Karena meski kenaikan yang tidak terlalu tinggi, namun barang-barang tersebut diputuhkan setiap hari.
Komentar

Dianjurkan