Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
HALMAHERA UTARA, KOMPAS.TV - Sebanyak 17 orang selamat dan tiga lainnya tewas akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara. Padahal, jalur pendakian telah ditutup sejak 17 April lalu.

Untuk membahas hal tersebut, simak dialog KompasTV bersama kami Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua.

Baca Juga Kronologi Evakuasi dan Jumlah Pendaki Korban Erupsi Gunung Dukono: 17 Terjebak, 3 Meninggal Dunia di https://www.kompas.tv/regional/668076/kronologi-evakuasi-dan-jumlah-pendaki-korban-erupsi-gunung-dukono-17-terjebak-3-meninggal-dunia

#gunungdukono #erupsi #pendaki #halmaherautara

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/668079/full-bupati-halmahera-utara-buka-suara-soal-erupsi-gunung-dukono-tewaskan-3-pendaki-kompas-malam
Transkrip
00:0117 orang selamat dan 3 tewas akibat irupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluk Utara.
00:07Padahal jalur pendagian telah ditutup sejak 17 April lalu.
00:11Telah bergabung bersama kami ada Bupati Halmahera Utara, ada Bapak Pit Hinbabua.
00:17Selamat malam Pak Pit.
00:22Pak Pit, selamat malam Pak Pit.
00:25Selamat malam, selamat malam.
00:27Pak Pit, ini pendagian kan sudah ditutup sejak 17 April lalu.
00:31Kok bisa puluhan orang mendaki hingga akhirnya bisa terjebak saat irupsi Pak?
00:36Ya, memang beberapa bulan terakhir ini aktivitas Gunung Berapi Dukono menunjukkan intensitas yang tinggi.
00:46Dan karena itu pemerintah daerah telah menetapkan sebagai sedara tertutup.
00:52Pemerintahan untuk pendagian ke lokasi Gunung Berapi.
00:57Nah, pada tanggal 8 yang lalu ada sekolong pekorang yang terdiri dari 9 warga negara Singapura dan 11 warga negara
01:12Indonesia
01:12ya, tanpa melalui koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Kepala Desa maupun di BMMG ya.
01:24Tiba-tiba nyerobos masuk ke lokasi dan akhirnya ketika mereka berada di puncak terjadi erupsi.
01:31Pak, sudah ada larangan naik untuk pendagian juga sudah ditutup.
01:36Bagaimana sistem pengawasan jalur tersebut Pak hingga akhirnya ada 20 pendaki yang akhirnya bisa menerobos masuk Pak?
01:45Ya, memang di lokasi terbubutan ada beberapa jalan alternatif yang kita namakan jalan tikus
01:53yang akhirnya kemungkinan mereka melewati jalan-jalan tikus itu yang kemungkinan tidak bisa terkontrol oleh masyarakat lokal
02:00maupun petugas yang ada di sekitar lokasi Gunung Berapi itu.
02:08Bagaimana situasinya atau sistem pengawasannya kalau memang ada jalur-jalur yang jalur-jalur tikus seperti itu Pak?
02:14Ya, memang sampai hari ini pemerintah daerah belum menetapkan atau menempatkan petugas-petugas secara khusus pada lokasi-lokasi tersebut.
02:26Tapi secara umum masyarakat di Halmarau Utara selama ini telah mengetahui dan menaati semua ketentuan yang dibuat oleh pemerintah daerah.
02:37Nah, hanya sayangnya memang ada sebagian orang yang kadang-kadang dengan sengaja menghindari
02:43menghindari berbagai ketentuan-ketentuan yang kita lakukan di sini
02:50dan main kucing-kucingan dengan kita kemudian mereka sampai menembus ke sana.
02:56Sebetulnya waktu itu proses sosialisasinya seperti apa Pak?
03:00Untuk penutupan hingga akhirnya kan ini menyebabkan korban jiwa Pak?
03:05Ya, kita kan ketika jadi itu kita melakukan ada surat edaran yang kita buat untuk beberapa camat yang ada di
03:12seputaran di sana
03:13kemudian sosial terhadap masyarakat
03:16dan di sepanjang jalan itu sudah dipasang berbagai peringatan-peringatan untuk tidak bisa mendaki
03:22bahkan sampai dengan pada radius 4 km itu sudah ada tanda batas aktivitas masyarakat
03:29dan masyarakat lokal selama ini mematuhi itu dan tidak terjadi hal-hal yang seperti yang terjadi sekarang.
03:38Jadi untuk evaluasinya saat ini semua jalur dikasih himboan untuk tidak ada pedaki yang bisa mendaki di Gunung Dukono ini
03:47apa ya?
03:48Iya, mungkin besok kami akan segera melakukan perhitungan dan kami akan menempatkan petugas patroli
03:56patroli seputaran jalur-jalur pendakian sehingga kemudian tidak ada lagi yang lolos sampai ke punca gunung.
04:04Pak ini status Gunung Dukono ini kan waspada level 2 sudah sejak tahun 2008 kalau nggak salah Pak.
04:13Dan harusnya, harusnya kan memang pengawasannya itu di sana itu akan lebih tertib gitu Pak
04:22untuk mengantisipasi hal-hal yang terjadi seperti saat ini.
04:27Dan mungkin mitigasi ke depan Pak akan seperti apa?
04:31Iya, jadi sebenarnya status Gunung Dukono itu selalu berubah-berubah karena intensitas Gunung Dukono itu
04:43pada masa-masa tertentu memang tidak ada sama sekali aktivitas erupsi yang terjadi
04:50atau ada erupsi tapi kemudian pada skala yang sangat rendah dan pada masa-masa tertentu
04:56statusnya ini sering berubah-ubah.
04:58Nah nanti kemarin terakhir ini karena intensitasnya tinggi kemudian
05:02BPMG menetapkan pada status 2.
05:07Nah memang kita ke depan tentunya akan berkoordinasi dengan semua stakeholder di Halmara Utara
05:16baik itu TNI, OLRI, BPMG maupun Sarnas untuk kita melakukan edukasi terhadap masyarakat.
05:27Nah memang ini kita kalau masyarakat lokal sampai hari ini kan tidak pernah terjadi sesuatu
05:32karena mereka sudah menyadari itu.
05:35Tapi kadang-kadang masyarakat yang dari luar dengan pemandu-pemandu yang juga kemudian
05:42semacam open trip yang tidak memiliki sensib dan sebagainya
05:45nah ini mengarahkan orang-orang yang dari luar yang tidak tahu apa-apa
05:48sehingga kemudian mereka juga terbawa sampai ke puncak gunung.
05:54Pak tadi ada mengatakan Pak Pit bahwa memang dari 2008 itu statusnya waspada level 2
06:00tapi untuk erupsinya itu kadang terjadi, kadang tidak.
06:04Apakah selama ini koordinasinya itu ada kendala atau seperti apa Pak?
06:08Koordinasi dengan BPMG untuk mengantisipasi hal yang terjadi Pak?
06:12Sebenarnya sepanjang ini tidak ada kendala yang terjadi
06:17karena setiap kali perubahan status di Gunung Api Dukono
06:22itu BPMG selalu menyampaikan laporan kepada pemerintah daerah
06:27untuk pemerintah daerah melakukan warning terhadap masyarakat yang akan berkunjung ke sana.
06:33Terakhir Pak Pit, imbuan Pak Pit pasca erupsi ini dan mengibatkan korban jiwa ini
06:41kan ada imbuan untuk tidak mendekat sejauh 4 km Pak Pit.
06:50Iya, jadi tentunya yang pertama selaku pemerintah daerah berharap bahwa ini
06:56kejadian yang pertama dan yang terakhir.
07:00Nah dan karena itu pemerintah daerah akan segera melakukan langkah-langkah
07:05koordinasi dengan semua stakeholder yang ada di Halmara Utara.
07:09Kemudian kita juga akan segera melakukan sosialisasi lebih jauh lagi
07:13lewat media-media elektronik maupun media-media sosial
07:18dan kemudian kita juga akan segera memasang tanda-tanda
07:22tanda-tanda larangan pada setiap
07:26kita ada lima pos ke sana, ada pos pertama, ada pos kedua, ketiga, empat, sampai kelima.
07:31Karena jarak dari desa terdekat itu, dari pos itu, 11,2 km.
07:38Cukup jauh dan sebenarnya lokasi sampai ke puncak gunung itu
07:43itu cukup sulit, cukup sulit, cukup rata sebenarnya.
07:49Sehingga kadang-kadang kalau orang-orang yang tidak biasa tidak bisa sampai ke sana.
07:53Ya baik artinya intinya saat ini penutupan telah berlangsung
07:57dan masyarakat diharapkan tidak mendekati kawah di sekitar 4 km dari kawah gunung.
08:04Terima kasih.
08:04Pak Pithen Babua, Bupati Almaira Utara telah bergabung bersama kami di Kumpas Malam.
08:09Terima kasih Pak, selamat malam.
Komentar

Dianjurkan