Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
HALMAHERA UTARA, KOMPAS.TV - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua warga negara asing yang menjadi korban letusan Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara.

Dua warga Singapura yang menjadi korban letusan Gunung Dukono berhasil dievakuasi.

Proses evakuasi sempat terkendala karena Gunung Dukono masih mengeluarkan letusan dengan interval 30 hingga 60 menit.

Sebelumnya, satu korban meninggal telah dievakuasi pada Sabtu (9/05/2026) kemarin. Dengan demikian seluruh korban telah berhasil dievakuasi.

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tiga jenazah pendaki Gunung Dukono di Halmahera Utara. Untuk mengetahui perkembangan di lokasi, berikut laporan jurnalis KompasTV, Agus Suprianto.

Baca Juga Dramatis! Proses Evakuasi 2 WNA Korban Letusan Gunung Dukono, Operasi SAR Ditutup | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/668063/dramatis-proses-evakuasi-2-wna-korban-letusan-gunung-dukono-operasi-sar-ditutup-sapa-malam

#gunungdukono #erupsi #sar

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/668068/terbaru-proses-tim-sar-evakuasi-korban-erupsi-gunung-dukono-3-wna-meninggal-kompas-malam
Transkrip
00:00Tim Sargabungan berhasil mengevakuasi tiga jenazah bedaki di Gunung Dukono di Halmahera Utara.
00:05Untuk mengetahui perkembangannya di lokasi telah bergabung bersama kami ada jurnalis Kompas TV Agus Suprianto.
00:11Selamat malam Agus. Agus saat ini seluruh jenazah dibawa kemana?
00:20Perkembangan bahwa operasi SAR pada hari ketiga pada hari minggu ini telah selesai dilakukan
00:29dengan terakhir ditemukannya dua jenazah yang diduga adalah warga negara Singapura.
00:40Dua jenazah ini saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo
00:46untuk dilakukan identifikasi untuk memastikan kebenaran apakah keduanya ini memang identifikasi sesuai
00:54yang dikatakan bahwa warga negara dari Singapura itu sendiri.
01:02Dalam proses identifikasi yang dilakukan di Rumah Sakit ini apakah melibatkan pihak keluarga korban
01:07atau seperti apa Agus?
01:10Ya baik. Informasi yang kita dapatkan tadi dari Bupati Halmahera Utara
01:16bahwa untuk identifikasi ini sendiri dilakukan oleh tim dari DVI Polda Maluku Utara
01:23dan dihadiri oleh perwakilan dari Singapura perwakilan untuk Indonesia
01:33dan juga ada keluarga dari korban itu sendiri.
01:39Ini proses identifikasi terhadap kedua jenazah warga negara Singapura ya Agus ini masih berlangsung.
01:45Kapan rencana jenazah ini akan dipulangkan? Apakah memang setelah proses identifikasi ataukah akan ada proses-proses lainnya?
01:55Ya, tadi kita sempat menanyakan hal ini kepada Kapolres dan Halmahera Utara, AKP Erickson Pasar Ibu
02:05bahwa untuk lama dari proses identifikasi ini bergantung dari peralatan yang dibawa oleh tim DVI dari Polda Maluku Utara
02:16dan jika alat ini tidak tersedia, maka akan menunggu lagi dari Makassar.
02:25Ini identifikasi hanya terhadap dua warga negara Singapura yang berhasil di evakuasi terakhir
02:31ataukah ada salah satu warga negara Indonesia yang kemarin berhasil di evakuasi juga masih ada di rumah sakit atau sudah
02:40dipulangkan Agus?
02:41Ya, sehari sebelumnya pada hari Sabtu kemarin juga ditemukan korban yang pertama
02:51atau nama Angel, warga negara Indonesia yang saat ini sudah diberangkatkan tadi, diberangkatkan ke Ternate
03:00untuk disurahkan kepada keluarga dan akan dibawa ke Papua.
03:05Akan dibawa ke Papua. Saat ini sendiri status gunung Dukono ditutup
03:11atau seperti apa Agus?
03:15Penyedaran yang dikeluarkan oleh Dinas Paribisata Sabupaten Halmahera Utara sendiri
03:22bahwa untuk pendakian dan aktivitas di Gunung Dukono sendiri sebenarnya sudah dikeluarkan
03:29sejak tanggal 17 April lalu hingga saat ini belum dicabut.
03:33untuk larangan ini sendiri menyusul adanya status yang dituarkan dari PPMBG bahwa Gunung Dukono sudah
03:45berada pada level 2 atau waspada. Sehingga masyarakat diharapkan untuk tidak beraktivitas dan
03:52menjauh dari gunung ini sendiri dengan radius 4 km.
03:56Baik, terima kasih Agus Suprianto atas laporan Anda langsung dari Halmahera Utara.
04:01Selamat bertugas kembali.
Komentar

Dianjurkan