Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Para Gen Z menunjukkan aksi dalam pengembangan aplikasi milik Jasa Marga, Travoy. Inovasi dari para Gen Z ini diharapkan semakin mempermudah masyarakat dalam memanfaatkan Travoy.

Lima besar finalis adu ide, gagasan, dan strategi dalam final Travoy WOW Case Competition 2026 di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (9/05/2026) siang.

Sebelumnya, peserta yang merupakan Gen Z ini telah melalui seleksi ketat dari 261 tim yang berlanjut ke tahap 12 besar semifinalis hingga jajaran lima besar.

Para peserta antusias mempresentasikan strategi terbaik dalam mendorong pertumbuhan aplikasi Travoy. Penilaian meliputi insight, pendekatan solusi, hingga rencana eksekusi.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, hadir langsung dalam acara ini. Rivan mengapresiasi seluruh peserta yang berlomba dengan menampilkan kemampuan serta inovasi terbaiknya meski masih berstatus mahasiswa.

Rivan berharap jutaan pengguna jalan tol bisa semakin terbantu dan dipermudah sehingga Travoy menjadi aplikasi pilihan masyarakat.

Baca Juga Program Magang Kemenpar Batch 3 Tahun 2026 Dibuka, Mahasiswa dan Siswa Aktif Bisa Daftar di https://www.kompas.tv/ekonomi/667751/program-magang-kemenpar-batch-3-tahun-2026-dibuka-mahasiswa-dan-siswa-aktif-bisa-daftar

#travoy #jasamarga #genz #inovasi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668077/adu-inovasi-gen-z-kembangkan-aplikasi-travoy-di-wow-case-competition-2026-kompas-malam
Transkrip
00:00Saudara para Genzi unjuk aksi dalam pengembangan aplikasi milik jasa marga Trafoy.
00:06Inovasi dari para Genzi ini diharapkan semakin mempermudah masyarakat dalam pemanfaatan Trafoy.
00:16Lima besar finalis adu ide, gagasan dan strategi dalam final Trafoy Wokes Competition 2026 di Kota Kasablanca, Jakarta pada Sabtu
00:25siang.
00:27Sebelumnya, peserta yang merupakan Genzi ini telah melalui seleksi ketat dari 261 tim yang berlanjut ke tahap 12 besar semifinalis
00:34hingga jajaran lima besar.
00:36Para peserta antusias mempresentasikan strategi terbaik dalam mendorong pertumbuhan aplikasi Trafoy.
00:43Penilaian berupa insight, pendekatan solusi hingga rencana eksekusi.
00:48Direktur Utama Jasa Marga Rifan Ahmad Purwantono hadir langsung dalam acara ini.
00:52Rifan mengapresiasi seluruh peserta yang berlomba dengan menampilkan kemampuan serta inovasi terbaiknya meski masih berstatus mahasiswa.
01:01Rifan berharap jutaan pengguna jalan tol bisa semakin terbantu dan dipermudah sehingga Trafoy menjadi aplikasi pilihan masyarakat.
01:10Pemimpin di daerahnya masing-masing di seluruh Indonesia dan terpilihlah 15 besar sampai dengan 3 besar.
01:18Dengan demikian diharapkan ini memberikan masukan ya buat kita karena setiap aplikasi yang dikembangkan apalagi diperlukan untuk pelayanan publik selalu
01:29dinamis,
01:29selalu harus agile atau adaptif dengan kebutuhan masyarakat.
01:36Masukan atau kemudian inovasi ini menjadi penting buat kita.
01:40Waktu lama kita bisa akan terus mengaplikasikan dan pada kesempatan yang lain ini gak berhenti juga di sini.
01:47Nanti akan kita lakukan secara terus menerus ya setiap tahunnya.
01:50Pemenang Trafoy Wokest Competition 2026, UITB Co. bersyukur atas kemenangan yang diraih.
01:58Perjuangan menyiapkan gagasan sejak bulan Februari berbuah manis.
02:03Strategi UITB Co. menjadikan Trafoy sebagai aplikasi untuk mendukung gaya hidup sehingga menjangkau masyarakat lebih luas.
02:12Strategi kami mungkin yang membedakan dari peserta-peserta lainnya mungkin memang sudah sangat keren.
02:17Cuma kami ingin menekankan bagaimana kami meningkatkan gamifikasi dan retensi.
02:22Jadi tidak sekadar menciptakan journey marketing yang gimmick gitu.
02:27Jadi kami ingin menjadikan Trafoy itu sebagai salah satu aplikasi lifestyle yang ingin kami jadikan rebranding dalam strategi ini.
02:35Jadi itu yang mungkin Alhamdulillah juri memberikan kesempatan bagi kami untuk jadi juara. Terima kasih.
02:43Setelah yang mengembangkan inovasi, pengguna jalan juga diharapkan terus serta sadar akan keselamatan, salah satunya dengan Trafoy.
03:00Putri Oktaviani, Haneri Fellino, Kompas TV, Jakarta
Komentar

Dianjurkan