Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Utang piutang dalam Islam bukan sekadar urusan finansial, tetapi juga menyangkut moral, etika, dan keharmonisan hidup, termasuk dampak buruk pinjaman online dan riba. Ketika praktik utang menyimpang dari syariat, seperti bunga berlipat dan penagihan tak beretika, hal ini bisa memicu mudharat besar hingga merusak rumah tangga dan hubungan sosial.

Habib Nabiel Al Musawa dan Ustazah Yati Priyati mengungkapkan Islam memang memperboleh kan utang dengan syarat jelas, ada tanggung jawab, dikembalikan sesuai kesepakatan, serta dipertimbangkan secara matang sebelum dilakukan.

Prinsip hidup sederhana, mencatat keuangan, dan fokus menambah penghasilan menjadi kunci agar tidak terjebak dalam lingkaran utang berbunga yang berbahaya.

Lalu, di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat, apakah kita masih berani mengambil utang tanpa perhitungan, atau mulai memilih hidup sederhana dan menjauhi riba demi keselamatan dunia dan akhirat?

Baca Juga Istri Diam-Diam Ambil Pinjol? Ustadz Ingatkan Bahaya Riba dan Pentingnya Kejujuran | KALAM HATI di https://www.kompas.tv/kalam-hati/668012/istri-diam-diam-ambil-pinjol-ustadz-ingatkan-bahaya-riba-dan-pentingnya-kejujuran-kalam-hati


===================
Sahabat Kompas TV, jangan lupa saksikan program Kalam Hati di Kompas TV, pada hari Minggu pukul 13.00 WIB.

Follow juga Instagram Kalam Hati di: @dikalamhati

#kalamhati #ceramahagama #kajianislam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/kalam-hati/668026/jangan-terjebak-pinjol-dan-riba-ini-cara-islam-mengatur-utang-agar-hidup-lebih-tenang-kalam-hati
Transkrip
00:00Intro
00:06Alhamdulillah kembali di Kalam Hati
00:08Insya Allah sampai ke hati
00:12Kita masih berada di Masjid Al-Iktisom Kompleks
00:14Perkantoran Wali Kota Tangerang Selatan
00:17Dengan tema yang terus kita gali dari guru-guru kita
00:19Yaitu jangan gali lubang tutup lubang bu
00:22Tadi sebelum iklan ada yang bertanya dari Ibu Novi ya
00:26Tentang dari pinjaman online satu ke pinjaman online berikutnya
00:31Sudah jatuh tempo pinjam lagi
00:33Nah ini bagaimana sebenarnya di dalam Islam
00:35Berlaku seperti itu Bunda? Silahkan Bunda
00:37Pemirsa Kalam Hati dan Ibu yang bertanya
00:40Hutang piutang dalam Islam bukan perkara yang haram
00:44Karena aturan hutang piutang dalam Islam itu
00:48Bukan hanya dalam tinjauan ekonomi
00:51Tetapi muamalah ini terkait dengan moral dan etika
00:55Karena itu mengapa kita terjebak kepada pinjol
00:59Dan akhirnya mudarat
01:00Kehidupan rumah tangga menjadi hancur
01:03Kepercayaan diri kita menjadi luntur
01:07Hubungan antar manusia menjadi terputus
01:10Kenapa?
01:11Karena keluar dari aturan pinjam-meminjam
01:14Yang sudah ditetapkan di dalam syariat
01:16Apa bedanya pinjaman online dengan pinjaman yang diatur di dalam Al-Quran?
01:22Pertama ketika Al-Quran mengatur pinjam-meminjam
01:26Aturan yang harus ditetapkan adalah bagaimana keterikatan antara yang meminjam dengan yang dipinjami itu punya tanggung jawab
01:35Yang kedua pinjaman itu adalah sesuatu yang akan dikembalikan sesuai dengan apa yang dipinjam
01:44Komitmen ini yang dipegang
01:47Nah kalau sekarang pinjaman online itu yang terjadi adalah bunga yang berlipat
01:54Tagihan yang tidak punya moral dan etika
01:59Hal yang seperti inilah yang ditakutkan oleh agama
02:03Karena tujuan agama dalam setiap keterlibatan kita di apapun adalah
02:10Menjaga keselamatan jiwa
02:13Karena itu kuncinya mana?
02:17Yang pertama jika hidup, hiduplah sesuai dengan aturan agama yaitu sederhana
02:26Sederhana itulah yang akan menyelamatkan
02:29Kenapa?
02:31Karena membeli karena butuh bukan karena ingin
02:35Meminjam boleh tetapi punya tanggung jawab untuk melunasi
02:41Karena efek yang paling sangat-sangat besar dalam relasi antar manusia adalah
02:50Hutang ini pemutus silaturahim yang paling tajam
02:55Saudara atau saudara bisa terputus
02:59Suami, istri bisa bercerai
03:02Anak dengan orang tua bisa ketemu di pengadilan
03:05Maka kalau ingin selamat
03:10Hiduplah dengan apa yang bisa kita nikmati
03:15Kedepankan antara rasa syukur dan kona'ah
03:20Yang kedua
03:23Hiduplah dengan rincian
03:26Apa yang harus kita keluarkan
03:29Berapa besar pendapatan
03:31Berapa besar pengeluaran
03:33Jadi ada catatan
03:35Yang ketiga
03:37Pandai-pandailah mencari tambahan
03:42Tambahan penghasilan
03:43Bukan tambahan pakaian
03:46Tambah dulu penghasilannya
03:48Kalau sudah penghasilannya ada
03:50Boleh nambah dikit-dikit
03:51Karena kalau kita punya barang mahal
03:55Kaya jadi mahal
03:56Tapi yang jadi susah adalah
03:59Ketika tidak punya
04:01Mencoba ingin memiliki
04:03Ini yang berbahaya
04:04Maka kaedahnya adalah
04:06La dirara
04:07Walau dirar
04:08Jangan pernah memodoratkan diri kita sendiri
04:12Wallahu'alam
04:13Mudah-mudahan semua Allah lindungi ibu ya
04:15Dari dampak-dampak buruknya hutang-piutang
04:17Baik terima kasih bunda buat jawabannya
04:19Yang mau nanya siapa lagi ibu?
04:21Baik silahkan ibu bertanya ke Habib Nabil
04:25Saya Nani Sri Rezeki
04:27Dari Majelis Taklim Nurul Hikmah
04:32Seruaciputat Tangsel
04:34Mohon izin
04:36Saya ingin bertanya kepada Habib Nabil
04:39Ibu-ibu khususnya
04:42Di sini pasti punya banyak kebutuhan
04:44Nah kalau kebutuhan ini tidak terpenuhi
04:49Dari suami
04:50Maka otomatis kami bisa mencari pinjaman
04:55Dari sodara
04:57Tapi kalau ke sodara
05:00Biasanya nanti akan berantem
05:02Akhirnya kita meminjam kepada tetangga
05:08Ternyata nanti diomongin lagi sama tetangga
05:12No pinjam sama saya gitu
05:14Akhirnya ada iming-iming dari pinjol
05:19Nah awalnya manis
05:22Tapi ternyata akhirnya menjerat
05:26Bagaimana Habib
05:28Menyikapi pinjol tersebut
05:31Saya ingin menambahkan begini
05:34Jadi alangkah dasyatnya ayat itu tadi
05:37Al-Baqarah 282 itu
05:40Turun 1400 hampir 1450 tahun yang lalu
05:45Sama Allah disuruh
05:47Faktubuh
05:48Catet kalau punya hutang
05:50Padahal masyarakatnya
05:53Umi buta huruf
05:55Tapi sama Allah saking
05:57Dahsyatnya dampak hutang ini
06:00Suruh nyatet
06:01Seorang sahabat namanya
06:04Abdullah bin Abbas
06:06Itu sampai menyampaikan
06:08Sababun nuzul turunnya ayat tadi
06:10Adalah tentang bayi us-salam
06:13Bayi us-salam itu kita beli
06:15Kita bayar dulu
06:17Nanti barang dikirim
06:18Begitu ibu ya
06:19Bayi us-salam
06:20Di Madinah gak ada yang mau nyatet
06:23Karena orang yang nyatet sedikit disana
06:26Lalu turun ayat ini
06:27Faktubuh harus
06:28Bayangin tuh
06:30Nah jadi saya ingin nyampaikan
06:33Betapa pentingnya masalah hutang-piutang ini
06:35Tadi saya katakan dalam tausia
06:38Berapa jumlah
06:39Untuk apa
06:40Penting apa enggak
06:41Ini urgen apa enggak
06:42Ini kalau sampai mati
06:44Kita gak bisa masuk syurga
06:45Ini serius ini
06:47Yang ketiga
06:48Bisa bayar apa enggak
06:49Baru kita kemudian ngutang
06:51Tadi juga
06:52Ustazah dan Kiai sudah nyampaikan
06:54Hutang itu
06:54Boleh
06:55Halal hukumnya
06:56Kalau bisa dibayar
06:57Kalau enggak jadi masalah
07:00Nah terkait tadi pinjol
07:02Yang ditanyakan Ibu Sri
07:03Ini saya gak nyebut pinjol
07:06Atau pin off
07:07Mau pinjaman online
07:09Atau offline
07:11Kalau itu bunga berbunga
07:14Tadi yang saya sampaikan
07:16Sampai mati syahid
07:17Gak bisa masuk syurga
07:19Sebelum bayar
07:19Gak disolati nabi
07:21Itu pinjaman yang biasa
07:22Yang gak bunga berbunga
07:23Ibu-ibu
07:25Bapak-bapak
07:26Dan juga para penonton
07:27Ini dalam syariah itu
07:29Pinjam meminjam itu
07:30Fikih itu
07:31Akadnya adalah tabarru
07:32Artinya apa
07:33Kebaikan
07:34Bukan bisnis
07:35Bagaimana
07:37Kalau pinjam meminjam
07:39Dijadikan bisnis
07:40Lalu jadi bunga berbunga
07:44Ibu-ibu tahu bahayanya
07:46Di dalam Quran dikatakan
07:49Barang siapa yang memakan riba
07:51Barang siapa yang memakan riba
07:52Maka
07:52Fakdhanu biharbim minallahi warasuli
07:56Kalau kalian masih tetap makan riba
07:58Maka Allah dan Rasulnya mengumumkan perang sama kalian
08:03Kira-kira kita di akhirat selamat gak
08:05Kalau musuh kita Allah dan Rasul
08:06Celaka udah pasti
08:08Ini kalau riba
08:09Riba itu artinya apa
08:10Kita udah pinjam nanti bunga
08:12Kalau telat bunga lagi
08:13Itu luar biasa dosanya
08:16Dalam ayat yang lain dikatakan
08:23Orang yang makan riba itu nanti di akhirat gak bisa berdiri
08:27Kecuali berdirinya orang kemasukan setan
08:30Serem
08:31Dalam hadith riwayat Ahmad dikatakan
08:33Orang yang pinjamannya riba ini hati-hati ya
08:36Pinjol-pinjol ini saya gak tahu
08:37Ada yang riba mungkin ada yang enggak
08:39Tapi kalau sampai riba
08:41Itu orang makan riba itu
08:43Di dalam hadith riwayat Ahmad dikatakan
08:45Bahwa satu dirham
08:48Satu dirham itu kalau sekarang lima ribu perak
08:50Dari harta riba
08:52Makanan riba
08:53Itu sama dengan berzina 36 kali
08:56Kita sekarang tahu dosa zina bu
08:59Besar kan
09:00Takut kita berzina
09:01Tapi riba itu kadang-kadang kita makan aja biasa
09:04Sama dengan zina 36
09:06Ini hadith sahih
09:07Dalam riwayat Al-Tabrani
09:09Al-Bayhaqi dikatakan
09:10Riba itu punya 72 tingkat
09:13Yang paling ringan sama dengan berzina
09:16Dengan ibu sendiri
09:17Atau dengan bapak sendiri
09:19Kalau perempuan
09:20Jadi kita jauhi ini
09:22Kalaupun kita terpaksa berutang
09:24Cari utang yang gak riba
09:27Bagaimanapun tadi
09:28Dengan tetangga kah
09:29Dengan temen kah
09:30Dengan pinjol kah
09:30Pin off kah
09:31Cari yang jangan pakai riba
09:33Jangan bunga berbunga itu
09:34Itu bahayanya luar biasa
09:37Dan kata Nabi Muhammad SAW dikatakan
09:39Dalam hadith yang dirialkan oleh Imam Bukhari
09:41Barang siapa yang berutang
09:43Dia niat untuk bayar
09:45Dan dia berusaha untuk membayar
09:48Yurid an ada'aha
09:50Ad-dallahu anhu
09:52Allah jamin dia bisa bayar
09:53Tapi barang siapa yang ngutang
09:56Dia tidak serius untuk bayar hutang
09:58Lakiallahu sahrikan
10:00Ketemu sama Allah nanti
10:02Di barisan para pencuri
10:03Na'udzubillah
10:05Tumma
10:05Na'udzubillah
10:06Mudah-mudahan kita dijauhkan dari
10:08Bunga berbunga
10:12Masya Allah
10:13Terima kasih Habib
10:14Jadi bahaya dan dosa besar sekali
10:16Dengan riba itu
10:16Jadi kalau memang ini
10:18Harus dihindari sekali
10:20Dalam hidup kita
10:20Supaya semuanya bisa selamat
10:22Dunia akhirat
10:23Amin
10:24Terima kasih Habib
10:25Buat ilmunya
10:25Masya Allah
10:26Dan dari semua pertanyaan
10:28Yang tadi diajukan
10:29Ini memang sepertinya
10:30Sangat dekat sekali
10:32Dengan hidup kita
10:33Keluarga kita
10:34Orang-orang terdekat
10:35Tetangga
10:36Bahkan lingkungan kita
10:37Nah sekarang kita akan mendengarkan ini
10:40Rangkuman yang akan disampaikan oleh Bunda Yati
10:43Ya
10:44Dalam
10:45Satu menit bermakna
10:47Bersama
10:48Kalam Hati
10:49Silahkan Bunda
10:53Ujian rumah tangga
10:55Di dalam masa krisis seperti ini
10:58Bukan hanya masalah ekonomi
11:00Dan ketika kita diuji dengan krisis ekonomi
11:03Sebetulnya itu bukan hanya
11:05Berorientasi kepada
11:07Kehidupan perekonomian
11:09Tetapi juga adalah
11:10Ujian keimanan dan kedewasaan
11:13Tidak ada jalan keluar yang terbaik
11:16Kecuali
11:17Saya memberikan solusi tiga makna
11:19Yang pertama
11:21Jangan hidup konsumtif
11:23Yang kedua
11:25Jadilah manusia yang produktif
11:27Yang ketiga
11:29Jadikan iman dan takwa yang melangit
11:31Langitkan doa-doa kita
11:34Karena bisa saja
11:35Rejeki yang sempit
11:37Hidup yang melilit
11:38Rumitnya pemikiran kita
11:40Disebabkan karena
11:42Jauhnya kita dari Allah
11:44Subhanahu wa ta'ala
11:45Mudah-mudahan
11:46Jadi pegangan kita
11:47Untuk menjadikan kita
11:49Selamat di tengah krisis ekonomi
11:51Tidak menjadikan pinjaman
11:54Yang berlipat sebagai solusi
11:56Masya Allah
11:57Terima kasih bunda
12:00Semoga apa yang disampaikan guru-guru kita
12:03Hari ini menjadi bekal buat kita bu ya
12:04Sehingga langkah-langkah dalam hidup kita
12:07Terus Allah jaga
12:09Sampai nafas terakhir kita
12:10Amin ya rabbal alamin
12:12Kita ketemu lagi di episode selanjutnya
12:13Tetap di kalam hati
12:15Insya Allah
12:16Sampai ke hati
12:18Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
12:20Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
12:27Terima kasih telah menonton
12:53Terima kasih telah menonton
12:54Terima kasih telah menonton
12:55Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan