Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Hakim Ketua Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto mencecar saksi dari Bais TNI terkait hubungan RUU TNI yang jadi pemicu terdakwa menyiram air keras ke aktivis KontraS Andrie Yunus.

Hakim menanyakan apakah penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus merupakan perintah atau operasi khusus.

"Nggak ada hubungannya mereka dengan AY, nggak kenal awalnya hanya tahu di TV saja, sama kayak kita hanya tahu di TV saja. Kok tiba-tiba melakukan aksi seperti itu, apakah saudara dalami bahwa ini memang ada perintah atau mungkin operasi khusus?" Tanya hakim di sidang kasus penyiraman air keras ke Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Saksi Pabandya D 31 Pampers Dit B Bais TNI Letkol Chk Alwi Hakim Nasution menyebut bahwa perintah tersebut tidak ada, terdakwa hanya merasa sakit hati terhadap Andrie Yunus.

Sebagai informasi, sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi digelar dengan menghadirkan 4 terdakwa, yakni Terdakwa I Sersan Dua Edi Sudarko, Terdakwa II Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, Terdakwa III Kapten Nandala Dwi Prasetyo, dan Terdakwa IV Letnan Satu Sami Lakka.

Baca Juga Jadi Saksi di Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kabais Jawab soal Kemungkinan Terdakwa Jadi Agen Ganda di https://www.kompas.tv/nasional/667571/jadi-saksi-di-sidang-kasus-andrie-yunus-eks-kabais-jawab-soal-kemungkinan-terdakwa-jadi-agen-ganda

#andrieyunus #tni #pengadilanmiliter

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/667607/hakim-cecar-saksi-soal-motif-dendam-pribadi-terdakwa-ke-andrie-yunus-apa-ada-operasi-khusus
Transkrip
00:01Nah ini pengakuan saudara-saudara bertanya, apa motif alasan para terdakwa sepakat untuk melakukan penyiraman berhadap saudara Andri Yunus?
00:13Nah saudara-saudara bertanya ini ya?
00:15Siap.
00:16Ya, saya bacakan aja.
00:18Sesuai pengakuan yang bersangkutan karena merasa sakit hati kepada IY di mana sudah beberapa kali melakukan penghinaan kepada TNI
00:25seperti melakukan penggerudukan saat dilakukan pembahasan RUU TNI oleh anggota DPR salah satu hotel di Jakarta
00:32menuduh TNI sebagai dalam kerusuhan 2025, menuduh TNI melakukan teror di kantor kontras, mengugat undang-undang TNI ke MK.
00:43Apa urusannya mereka terhadap Andri Yunus ini?
00:46Apa urusannya mereka dengan RUU TNI?
00:49Apa urusannya mereka dengan pengajukan dujidio review ke MK?
00:54Kenapa itu korelasinya mereka kok bisa melakukan itu?
00:56Kan hanya prajuriden mah ya Pak Istri ini.
00:59Ijin pengakuannya kami karena sakit hati melihat perlakuan-perlakuan Andri Yunus
01:06pada saat memaksa masuk ke sedang dilakukan sidang tertutup, sedang dilaksanakan rapat tertutup,
01:13memaksa masuk sudah tidak diboleh, masih juga memaksa masuk.
01:16Sehingga timbul rasa sakit hati para terdakwa ini.
01:19Bukan itu maksud saya.
01:23Kan tidak ada hubungannya mereka dengan Ijin, tidak kenal awalnya, hanya ketahuan di TV saja.
01:28Sama dengan seperti kita saja, tidak pernah tahu ketahuan di TV saja.
01:35Lalu tiba-tiba melakukan aksi seperti itu.
01:40Apakah saudara dalami bahwa memang ini ada perintah?
01:51Tidak ada yang mulia.
01:52Atau mungkin operasi khusus?
01:56Sepengetahuan kami, sependalaman kami tidak ada.
01:59Bahwa terdakwanya hanya merasa terlecehkan, terasakit hati terhadap Andri Yunus.
02:04Tidak ada yang lain.
02:10Saya belum tahu juga, saya mau tanya ini.
02:13Pengetahuan, untuk pengetahuan kita.
02:16Pak Is itu kan ada dir A, B, C, D sampai apa itu.
02:20Kalau misalnya ada yang, contoh ya, ini maaf saja ya.
02:24Maaf ya.
02:27Kalau memang, ini perintah memang by order ya, by perintah lah, operasi intelijen lah kita bilang.
02:36Siap.
02:36Itu yang melakukan direktur apa?
02:39Kalau yang bagian begini-begini misalnya ini, misalnya.
02:42Contohnya, atau mungkin yang apalah.
02:45Bagian operasi itu ada direkturat yang membidangi di bagian kami, direkturat H.
02:49Itu bagian operasi.
02:51H, siap.
02:51Halong.
02:52Halong.
02:54Tidak ada hubungannya dengan DINMA.
02:56H itu bagian apa?
02:57Direkturat apa?
02:58Operasi.
02:59Operasi.
02:59Siap.
03:00Jadi yang satgas-satgas-satgas itu, itu direkturat H.
03:04Direkturat H, siap.
03:08Nah mereka ini di DINMA, makanya pertanyaan saya, kecuali kalau mereka di direkturat H, di bawah direkturat H.
03:14Masuklah mungkin ada, mereka memang arahnya ke sana.
03:19Nah, contohnya ya, saya lakukan kali.
03:21Kita kan tanda kutip-kutip saja, mengatakan hal itu.
03:28Jauh banget di DINMA, ngurusin pangkalan, kok sampai melakukan aksi seperti itu.
03:35Siap.
03:37Loh, dijawab.
03:38Kami pun sebenarnya izin, kami pun yang mulia sebenarnya bingung juga,
03:42kenapa harus mereka perdakwa ini melakukan hal tersebut,
03:44karena tidak ada hubungannya dengan kegiatan kinerja rutinitas sehari-hari yang dilakukan oleh personil baik.
03:52Karena dari dakwaan kemarin, skenario-nya, sebelum melakukan aksi itu, mereka sempat kumpul-kumpul itu.
03:59Siap.
04:01Sempat, sebelumnya empat ini, dua dulu.
04:04Hanya ngobrol-ngobrol biasa, setelah itu kumpul empat orang, baru.
04:08Siap.
04:08Ini.
04:09Siap.
04:10Nah, dan mereka tiga perwira, satu pintara.
04:14Siap.
04:15Ada kapten lagi, senior kan.
04:17Siap yang boleh.
04:23Tidak nyambung judulnya kan.
04:26Tidak kenal sama Ayy.
04:28Terus mereka di Denma, tidak ada hubungannya dengan tupuknya dia.
04:34Siap.
04:36Ngambil langkah yang seperti itu loh.
04:41Siap.
04:43Dilakukan atas ini asiatif sendiri.
04:46Dilakukan karena mungkin ada rasa kesal sesuai pengepunan kami itu.
04:49Ya, tidak tahu.
04:50Makanya saya tanya saudara.
04:51Siap.
04:53Pendalaman kami yang terdakwa ini melakukan karena sakit hati melihat tingkah lakunya Ayah itu.
05:01Selalu menyurutkan T ini.
05:02Siap.
05:14Dari Komandan Denma.
05:19Siap.
05:20Ada gak kecurigaan sebelumnya H-1, H-2 sebelum tanggal 12 itu mereka kumpul-kumpul, mereka berkumpul berempat, jendiri mungkin
05:28laporan dari anggota lain.
05:31Ada gak yang gerakan menurut curigakan itu?
05:33Siap izin, sebelum tanggal 13 itu mereka normal saja.
05:41Karena kan kebetulan terdakwa 2, 3, 4 ini ruangannya berdekatan mereka.
05:533, 4 ruangan apa?
05:55Ruang kerjanya.
05:56Oh ruang kerja, saya pikir mesnya.
05:58Ruang kerjanya berdekatan.
05:59Yang terpisah hanya terdakwa 1, terpisah lantai terdakwa 1.
06:04Terpisah lantai, tapi 1 gedung.
06:06Tapi 1 gedung.
06:08Tidak ada yang khusus.
06:11Mereka rutin saja.
06:13Maksudnya rutin saja.
06:14Betul.
06:16Makanya kemarin dari kronologis dakwaan itu ya mereka hanya ngobrol-ngobrol biasa.
06:20Ini, ini, saling ini, ayo ngopi.
06:22Besok lah, ntar lagi.
06:24Ayo kumpul, besok lagi, baru ketemu, baru deal.
06:30Ada perintah dari Dandenma, saya laku atasnya langsung.
06:33Siap tidak ada yang mulia.
06:34Sebelumnya misalnya, ini, ini, ini.
06:36Ya udahlah, kok selesaikan aja.
06:37Ada gak dari Dandenma?
06:38Siap tidak ada.
06:39Saudara sudah disumpah ini.
06:41Siap tidak ada.
06:46Karena gak mungkin.
06:483 perwira.
06:501 bintara.
06:52Bekerja sendiri.
06:55Dandenma tanggung jawab.
06:57Siap.
06:58Bagaimana?
06:59Siap.
07:00Ijin.
07:01Kami tidak pernah memerintahkan, termasuk pada saat jam komandan maupun apel, kami tidak pernah menyinggung-nyinggung hal yang di luar.
07:11Kami hanya menyinggung ataupun membahas hal-hal depoksi yang di dalam.
07:17Karena memang kegiatan kami cukup padat dan secara personil kami ini hanya terpenuhi sekitar 52 persen.
07:27Jadi...
07:27Berapa sih anggota Dandenma?
07:28Siap, seharusnya itu 163.
07:31163.
07:34Siap.
07:36Yang terpenuhi hanya 84 di sini.
07:40Oke.
07:42Oke.
07:43Kedak.
07:43Taksih satu dulu.
07:44Sebalik lagi.
07:45Ini kan mereka kan latar belakangnya ya.
07:48Sebelum masuk Dandenma ini kan mereka di satuan tempur ya.
07:53Ada yang...
07:54Taksih satu ada yang dari marinir, marinir.
07:58Kemudian marinir, tik marinir.
07:59Satunya dari...
08:01Paskas, ke Paskat.
08:06Iya kan?
08:07Si temi itu.
08:10Betul ya?
08:11Ada keempat ya dari Paskas.
08:14Nah.
08:17Ibaratnya sebelum masuk Dandenma mereka kan dari satuan-satuan elit loh.
08:24Satuan elit.
08:26Dari satuan lamanya sebelum masuk Dandenma.
08:30Pasti mempunyai suatu keterampilan atau keahlian yang bisa mereka melakukan gerakan perorangan sendiri.
08:39Bagaimana menurut pendapat saksi?
08:41Siap.
08:42Untuk masalah penempatan personil kemudian lihat latar belakang dari pendidikan itunya.
08:48Kami tidak punya kewenangan.
08:50Dari kami ini hanya menerima personil dari direkturat lain.
08:54Artinya mereka masuk itu tidak langsung ke Dandenma.
08:56Yang menjabatkan dan lain sebagainya itu direkturat lain.
09:01Direkturat personil.
09:03Bukan.
09:04Berarti mereka ini sebelum masuk Dandenma dia di mana?
09:07Di satuan awal atau dari direkturat Bais?
09:10Di satuan awal.
09:11Kemudian yang menjabatkan setelah masuk ke Bais.
09:15Ya contoh.
09:16Terdakwa satu.
09:17Siap.
09:17Sebelum masuk ke Bais.
09:19Siap.
09:19November 2025.
09:21Dia di mana?
09:22Siap.
09:22Terdakwa satu di Marilis Idoarjo di Jawa Timur.
09:26Oh di satuan seluar Pais.
09:28Siap.
09:28Saya pikir dari luar itu masuk ke direkturat ABCDE dulu baru nanti ke Dandenma.
09:34Siap tidak.
09:34Karena mungkin kurang kualifikasi atau kurang kualitas sehingga dia diturunkan di Dandenma.
09:42Siap mereka langsung ke Dandenma ya.
09:43Jadi pindah itu dari luar Jawa itu langsung masuk ke Dandenma.
09:48Nah apakah dari Dandenma nanti setelah kan baru masuk ini.
09:51Siap.
09:51Setelah mereka orientasi baru nanti mereka bisa masuk ke ABCDE direktur itu.
09:55Siap izin.
09:56Itu kualanya seperti itu bukan?
09:57Siap izin.
09:58Jadi kami menjelaskan untuk personil yang baru masuk ke Bais itu pertama di Dandenma untuk orientasi.
10:10Oke.
10:10Siap sebelum mereka mendapatkan sprint luck jabatan.
10:14Selama orientasi itu mereka kalau di istilah kami ronda.
10:18Jadi mereka menghadap ke staff-staff ke direkturat itu.
10:21Setelah selesai ronda kurang lebih seminggu sampai dua minggu baru mereka mendapat sprint luck dari direkturat F untuk dijabatkan.
10:32Ini empat orang ini di Dandenma.
10:33Apakah mereka akan nanti setelah dari Dandenma diarahkan ke direkturat?
10:37Mereka sudah jabatan di kami.
10:40Sudah menjabat di kami.
10:41Oh langsung di.
10:42Jadi tidak ke direkturat lagi dia?
10:43Siap tidak.
10:44Hanya orientasi saja kemudian langsung dijabatkan di kami.
10:47Jadi memang diarahkan untuk Dandenma.
10:49Siap.
10:50Tidak untuk ke direkturat ini.
10:51Siap.
10:52Walaupun mereka sebetulnya, eh sebelumnya dari satuan-satuan yang elit itu.
10:57Siap.
10:58Ya ke saksi dua lagi.
11:00Siap.
11:06Saudara ikut ke PUSPOM?
11:08Siap tidak.
11:08Tidak ya.
11:09Siap tidak.
11:10Hanya BAP internal saja.
11:11Siap internal satuan.
11:12Bisa saudara simpulkan mungkin dari analisa saudara hasil dari pemeriksaan internal itu.
11:20Siap.
11:21Cara-caranya mungkin bagaimana yang saudara dalami.
11:25Siap.
11:26Berawal dari tanggal 10.
11:31Saudara Edi ini bercerita kepada terdakwa dua.
11:35Terdakwa dua bahwa kesal melihat daripada saudara Ayye.
11:40Terus tanggal 11 orang ini lagi di tanggal 11 lagi di depan masjid bercerita kalau kesal.
11:49Kekesalannya ini disampaikan juga ke terdakwa dua.
11:52Dan terdakwa dua pada tanggal 12 itu berkumpul dengan terdakwa tiga dan empat.
11:59Berompat terdakwa ini berkumpul setelah selesai jam dinas.
12:02Setelah itu.
12:03Di mana?
12:03Di mes pais.
12:06Di mes pais.
12:07Mes itu mes yang di dalam atau di luar?
12:08Mes di dalam.
12:09Oh yang tempat tinggal itu?
12:11Siap.
12:12Berkumpul.
12:13Setelah itu terdakwa ini keempat ini pergi ke daerah Monas untuk mencari Ayye.
12:27Kebetulan hasil browsing daripada terdakwa satu saudara Ayye ini sering melakukan acara kemisat di depan Monas.
12:37Setelah itu sampai ke sana tidak ditemukan di sana orang ini pergi ke kontras ke LJLBHI sama kontras.
12:49Setelah itu sampai di sana setelah malam sudah menjelang pulang tapi tidak ada juga tidak terlihat.
12:55Pada saat menjelang pulang saudara Ayye terlihat keluar dari gedung dan diikutin oleh terdakwa satu dan dua naik motor.
13:07Diikutin setelah itu baru dilakukan penyiraman di daerah Salemba.
13:10Berarti sama dengan dakwaan kemarin ya.
13:15Itu yang kami siap.
13:21Tadi sempat disebut saksi satu.
13:22Saudara sebagai...
Komentar

Dianjurkan