00:00Terima kasih Anda di Rosi, saya masih bersama penasehat khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi yang baru saja out dan
00:08in lagi.
00:08Pergi untuk kembali.
00:11Jadi apa tugasnya seorang Hasan Nasbi sekarang?
00:14Kalau perintah dari Presiden kan, kita, saya bekerja sama, harus sangat erat dengan Kementerian Komdiji, dengan Bakom.
00:26Karena kalau saya lebih ke, tentu ke ide dan substansi, serta strategi.
00:32Tapi ototnya kan yang punya Komdiji dan Bakom.
00:37Mereka yang punya personil, punya anggaran, punya kemampuan untuk eksekusinya.
00:43Ya jadi untuk, jadi pelapis lah kita.
00:46Untuk memberikan masukan-masukan.
00:48Jadi tidak hanya kepada Presiden, tapi juga kepada.
00:50Anda termasuk bisa gak kasih masukan, Mbok yang orang Menteri ini atau Kepala Badan ini, ya lebih baik gak usah
00:59ngomong daripada orang yang jadi salah tangkap.
01:00Kalau sampai di level itu saya rasa saya belum pernah memberikan masukan seperti itu.
01:06Tapi dalam proses sampai dilantik menjadi penasihat khusus ini, dan setelah dilantik beberapa minggu, kita weekend itu hampir pasti itu
01:21weekend di Kambalang.
01:23Dan bicaranya tidak harus formal kan, bicaranya informal.
01:28Dan itu Presiden tidak hanya kasih arahan, tapi bertanya.
01:31Oke, tanyanya apa?
01:32Ya macam-macam, tentu gak bisa saya bocorkan.
01:34Tapi ketika bertanya itu, kita bisa memberikan masukan.
01:39Dan belum tentu langsung diterima, di challenge lagi sama Presiden.
01:42Tapi yang bagus yang menurut saya setelah berapa kali mungkin challenge itu boleh balik Presiden?
01:47Oh iya juga gitu.
01:48Jadi, kalau kita bicara dengan seorang Presiden, pasti Presiden itu tidak gampang untuk berubah.
01:55Itu pasti itu.
01:56Kalau enggak, dia gak akan duduk di kursi Presiden.
01:58Dia pasti orang yang kuat pendirian, orang yang teguh pendirian, orang yang tidak gampang berubah pendirian.
02:04Itu pasti itu.
02:05Sudah sampai di level itu tuh, orangnya pasti itu.
02:08Tapi bagaimana Anda memberikan masukan ketika tahu bahwa itu tidak doable sekarang?
02:12Yang mana misalnya?
02:13Kan tadi tidak bisa berubah pendirian.
02:16Tapi Anda tahu bahwa ini belum...
02:18Bukan tidak bisa mudah, tidak mudah berubah.
02:19Jadi, tapi ketika ada masukan-masukan, Presiden challenge balik masukan kita, terus dia bilang,
02:26Tapi, coba.
02:28Coba bikin kajiannya, coba bikin ininya, coba bikin apa sebenarnya rangkuman-rangkumannya.
02:33Nanti, presentasi lagi ke saya.
02:35Jadi, ada titik di mana Presiden itu kemudian memikirkan usulan-usulan yang tadi masuk, walaupun awalnya di challenge.
02:45Penghasan, Anda tidak perlu sebut nama, tapi pernah sebagai orang yang ingin meluruskan,
02:50atau supaya orang tidak salah paham pada kebijakan pemerintah dalam hal ini programnya Presiden,
02:56pernah nggak Anda merasa, aduh kok ngomongnya kayak gini sih?
03:00Nggak, nggak. Kita harus belajar kayak gitu.
03:02Kita nggak bisa sok paten-sok paten sendiri.
03:05Nggak, nggak.
03:05Tapi pasti ada dong yang misalnya, ha?
03:07Nggak, menurut saya gini.
03:08Jadi, ada masa di mana mungkin, ya mungkin kekeliruan atau apa itu memang harus terjadi.
03:17Dan ada masa kita juga harus paham, mungkin orang itu, menteri itu, dia nggak punya pilihan lain.
03:24Tapi gini loh, kalau itu seri, katakan itu harus terjadi, tapi itu kan bisa melemahkan trust.
03:32Ya, kita harus segera perbaikikan.
03:34Sekali menurut saya trust itu bukan karena kesalahan, tapi karena bad intention.
03:41Sama aja kayak kita berumah tangga, kesalahan, tapi kalau kita tahu itu kesalahan bukan karena bad intention,
03:49bukan karena maksud jahat atau maksud buruk, kita masih bisa perbaiki itu.
03:54Beda dengan kalau ada maksud jahat, maksud buruk, itu tentu mungkin akan lebih sulit untuk diperbaiki.
04:00Jadi, sekarang kalau bicara kita...
04:02Jadi, saya ini mazhabnya realistis.
04:05Jadi, yang ideal-ideal semua serba sempurna, nilainya harus seratus itu, sudah lama saya tinggalkan.
04:11Bahkan, pejabat publik dibully itu, mungkin sebuah kenisahayaan.
04:16Udah giliran aja itu, anggota kabinet dibully itu udah giliran aja.
04:21Dan jangan patah semangat juga, gara-gara pas gilirannya dia bully.
04:24Jangan juga merasa jelek, buruk, atau rendah kemudian karena dibully.
04:30Emang sudah waktunya juga mungkin, udah muter dia.
04:33Dari Menteri A, Menteri B, Menteri C, udah muter aja itu buat dibully.
04:37Jadi, kalau seperti judul Rosi pada malam hari ini, bedah gaya komunikasi istana.
04:41Apa yang kita akan lihat berbeda dari gaya komunikasi istana?
04:45Emang harus berbeda?
04:47I don't know, buktinya kan Anda masuk.
04:49Kalau misalnya nggak berbeda, ngapain Anda masuk?
04:51Untuk menambah tenaga bukan buat mengubah?
04:54Ya, makanya apa yang kita bisa lihat sesuatu oke.
04:59Pantas, Urang Awak ini ada di sini.
05:03Seperti yang waktu itu bocoran dari Pak Yusuf Wanandi di sini, di studio ini waktu Imlek.
05:08Katanya Hasan Nasbi akan masuk lagi.
05:10Urang Awak ternyata masuk lagi sebagai penasehat.
05:14Saya nggak bilang berbeda.
05:17Tapi mungkin akan lebih cepat, akan lebih taktis, akan lebih, apa ya, bahasa itu boleh nggak dipakai misalnya.
05:28Bahasa agresif itu boleh nggak dipakai gitu.
05:31Bukan ofensif, tapi ya lebih agresif lah.
05:35Untuk menyampaikan sesuatu ke masyarakat.
05:39Jadi modelnya bukan model, udah diamin aja dulu, nanti sampai hilang isunya.
05:46Nggak, kita mau masyarakat mengerti supaya tidak salah paham gitu.
05:49Supaya jangan kesalahpahaman itu menumpuk-numpuk.
05:52Tapi pada titik mana ya, Bung Hasan Nasbi?
05:54Apakah juga ada kebesaran hati untuk mengakui bahwa kesalahpahaman itu,
06:00atau publik menangkap itu berbeda, karena pangkalnya itu memang salah dijelaskannya.
06:08Ada nggak satu titik mau dengan rendah hati mengatakan, bahwa ini memang harus kita koreksi.
06:13Lo kan beberapa kali ngoreksi.
06:15Contoh?
06:15Iya, Ibu Menteri PPA koreksi.
06:17Iya, itu kan makanya tadi saya apresiasi.
06:19Makanya banyak hal yang sudah dikoreksi kok gitu.
06:22Jadi Menteri-Menteri juga banyak yang sudah mengoreksi.
06:25Jadi itu akan selalu ada kok.
06:28Mengoreksi, minta maaf itu akan selalu ada.
06:30Dan bukan berarti minta maaf itu juga sesuatu yang jelek.
06:34Bukan berarti kita ngoreksi juga sesuatu yang jelek.
06:36Terbuka kok.
06:37Mengoreksi itu terbuka.
06:39Masalahnya gini, yang nggak ada masalah aja, itu bisa dikoreksi.
06:43Jangankan yang ada masalah.
06:45Yang nggak ada masalah aja, bisa dikoreksi.
06:52Ketika, misalnya nih, berbagai macam kementerian dan lembaga efisiensi misalnya.
07:00Ada program prioritas juga efisiensi dulu.
07:05Oke.
07:06Ada, misalnya kayak gitu.
07:08Jadi itu kan program prioritas sebenarnya bisa jalan aja terus.
07:11Tapi juga ada penghematan di segala macam.
07:15Tapi yang layanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang.
07:18Jadi yang berkorban siapa?
07:20Yang berkorban leadernya, yang berkorban pemimpin-pemimpinnya, yang berkorban ASN-ASN.
07:25Oke.
07:26Jadi sekali lagi, kalau bicara soal gaya komunikasi sitana,
07:32Anda melihat lebih pada memperkuat penjelasan?
07:34Memperkuat dan menambah SDM.
07:36Nah, menurut Anda, nanti idealnya itu seperti apa sih para jurubicara program presiden ini?
07:47Nah itu, Rosy.
07:49Kenapa harus tanya yang ideal, Rosy?
07:50Karena Anda tadi realistis ya?
07:52Iya.
07:52Pertama, jadi hadapi, yang memang harus kita hadapi, kita hadapi.
07:58Yang bisa kita jelaskan, jelaskan.
08:00Jadi maksudnya kita nggak boleh malas untuk menjelaskan.
08:03Nggak boleh tunggu-tunggu untuk menjelaskan.
08:06Sekali lagi, ini kayak pemain bola.
08:08Salah oper itu pasti kejadian juga.
08:10Bola kita tendang out itu juga pasti ada.
08:14Tiba-tiba gawang bobol juga pasti ada.
08:16Tapi yang harus kita pastikan bahwa secara keseluruhan, permainan tim dalam 2x45 menit, bagus dan menang.
08:24Oke.
08:25Terima kasih penasehat khusus presiden bidang komunikasi.
08:31Ini rasanya title yang nggak kaleng-kaleng.
08:33Karena rasanya...
08:35Semoga bisa saya jalankan dengan baik.
08:37Memberikan nasihat pada presiden itu luar biasa loh.
08:41Sudah kasih nasihat?
08:42Sudah kasih masukan.
08:44Kayaknya ngasih nasihat itu kayaknya terlalu berat buat saya.
08:47Tapi ide, masukan, usul, sudah.
08:51Terima kasih Bung Hasan Nasbi.
08:54Good luck.
08:54Terima kasih.
08:55Terima kasih.
08:59Terima kasih.
09:00Terima kasih.
09:00Terima kasih.
09:00Terima kasih.
Komentar