- 2 jam yang lalu
- #hasannasbi
- #prabowo
- #komunikasi
JAKARTA, KOMPAS.TV - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, buka suara soal dinamika posisinya di lingkar komunikasi Presiden Prabowo.
Dalam sebuah wawancara, Hasan menjelaskan status barunya sebagai penasihat yang disebut memiliki hak dan fasilitas setara anggota kabinet.
Ia juga menegaskan, dirinya sudah beberapa kali dilibatkan Presiden bahkan sebelum resmi dilantik.
Saat ditanya soal dirinya yang sempat diganti namun kembali dipanggil ke lingkar Istana, Hasan menepis adanya persoalan politik ataupun perbedaan sikap dengan Presiden.
Hasan kemudian mengibaratkan situasi tersebut seperti pemain sepak bola yang sedang tidak tampil maksimal. Ia juga mengakui, pergantian posisi bisa saja terjadi karena performa yang dinilai belum optimal.
Hasan menegaskan, seseorang harus memahami ketika dirinya tidak bisa memberikan performa terbaik. Meski begitu, Hasan memastikan dirinya tetap berada dalam barisan yang sama dengan Presiden Prabowo.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/G9YV_CCvsDY
#hasannasbi #prabowo #komunikasi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/667589/hasan-nasbi-ungkap-alasan-soal-dicopot-lalu-masuk-kabinet-prabowo-lagi-rosi
Dalam sebuah wawancara, Hasan menjelaskan status barunya sebagai penasihat yang disebut memiliki hak dan fasilitas setara anggota kabinet.
Ia juga menegaskan, dirinya sudah beberapa kali dilibatkan Presiden bahkan sebelum resmi dilantik.
Saat ditanya soal dirinya yang sempat diganti namun kembali dipanggil ke lingkar Istana, Hasan menepis adanya persoalan politik ataupun perbedaan sikap dengan Presiden.
Hasan kemudian mengibaratkan situasi tersebut seperti pemain sepak bola yang sedang tidak tampil maksimal. Ia juga mengakui, pergantian posisi bisa saja terjadi karena performa yang dinilai belum optimal.
Hasan menegaskan, seseorang harus memahami ketika dirinya tidak bisa memberikan performa terbaik. Meski begitu, Hasan memastikan dirinya tetap berada dalam barisan yang sama dengan Presiden Prabowo.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/G9YV_CCvsDY
#hasannasbi #prabowo #komunikasi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/667589/hasan-nasbi-ungkap-alasan-soal-dicopot-lalu-masuk-kabinet-prabowo-lagi-rosi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:04Mengangkat Hasan Nasbi sebagai penasihat khusus presiden bidang komunikasi.
00:34Hari ini ditugaskan oleh Bapak Presiden sebagai penasihat khusus bidang komunikasi dan media untuk memperkuat lagi bidang komunikasi yang diperkelakan
00:49oleh pemerintah supaya pesan-pesan yang ingin diketahui oleh publik itu bisa lebih baik lagi, bisa jauh lebih sampai dan
00:58bisa dipahami oleh masyarakat termasuk.
01:00Terima kasih juga mungkin nanti dari pemerintah tentukan harus juga meluruskan hal-hal yang berita-berita, pemahaman atau informasi yang
01:10tidak benar terhadap pemerintah.
01:19Selamat malam, program Rosy kembali hadir ke hadapan Anda sebagai ruang opini sumber informasi.
01:25Bersama saya Rosy Arasilalahi.
01:26Presiden Prabowo meromba komposisi kabinet merah putih lagi.
01:30Ada yang menarik dari reshuffle kali ini karena ada pergantian tim di bidang komunikasi.
01:36Apakah ini sinyal pemerintah bakal membenahi pola komunikasi yang selama ini dinilai kurang optimal oleh Presiden Prabowo?
01:45Malam ini saya mengundang penasihat khusus presiden bidang komunikasi, Bung Hasan Nasbi.
01:50Bung Hasan, terima kasih sudah di Rosy.
01:52Sama-sama, terima kasih juga sudah diundang.
01:54Kalau Bung Hasan ini saya rasa mengingatkan saya pada judul lagu Elo, Pergi Untuk Kembali.
02:01Atau ada brand burger di Amerika yang nge-top sekali namanya In and Out.
02:05Oh In and Out, atau Out terus In ya.
02:08Out terus In.
02:10Wah, mau kalau bicara soal balik lagi, gimana ada yang beda gak dengan balik kembali ke posisi di bidang komunikasi
02:20ini?
02:20Iya, tentu beda kan. Judulnya kan juga sudah beda.
02:25Dan sekarang kan gak mimpin kantor juga.
02:28Ini posisi penasihat khusus ini gak mimpin kantor.
02:33Jadi tim saya jauh lebih kecil.
02:37Dan tugas kita sebenarnya gak sekompleks waktu mimpin kepala kantor komunikasi.
02:43Gak sekompleks kerjaan Bang Kodari lah.
02:46Dan posisioning juga tidak di depan.
02:50Maksudnya formalnya tidak di depan.
02:53Tapi kalau dibutuhkan ke depan, bisa ke depan.
02:55Oke.
02:57Jadi posisinya gak melulu harus striker ya?
02:59Iya.
03:00Kan sebenarnya kalau secara resmi kan sudah ada juru bicara.
03:04Iya.
03:05Juru bicara itu kan.
03:06Masa Snek kan?
03:07Kemudian kepala bakom itu juga juru bicara.
03:11Bung Hasan, saya tertarik karena titlenya sekarang penasihat khusus presiden di bidang komunikasi.
03:17Ini jabatan baru ya?
03:18Penasihat khususnya sudah ada perpresnya.
03:21Tapi bidang komunikasinya.
03:22Tapi pembidangannya aja.
03:23Ini naik kelas dong dari kemarin kepala komunikasi presiden?
03:30Naik kelasnya itu gimana?
03:31Karena penasehat loh.
03:34Enggak, kalau ininya disetarakan aja.
03:37Kalau statusnya kan mendapatkan hak dan fasilitas setara aja dengan yang kemarin, setara anggota kabinet.
03:45Kenapa aku bilang penasehat?
03:47Enggak semua orang bisa mendapat titel penasehat.
03:50Emang Bung Hasan ini sudah bisa nasehatin presiden?
03:54Kalau memberi masukan sudah diberi kesempatan berkali-kali oleh presiden.
03:59Bahkan sebelum dilantik pun sudah diajak rapat beberapa kali di Hambalang.
04:07Waktu itu jadi moderator kan?
04:09Ketika ketemu dengan jurnalis, pembuat ekonom, kan sudah jadi moderator.
04:14Dan beberapa kali ikut rapat terbatas juga.
04:16Oh gitu?
04:17Padahal gak ada jabatan apapun ya?
04:18Gak ada judul waktu itu.
04:19Belum ada judulnya?
04:20Jadi kemudian sekarang kalau mau ikut rapat sudah ada judulnya gitu.
04:25Apa?
04:25Apa menurut Bung Hasan, apa yang membuat seseorang yang tadinya diganti terus dipanggil lagi?
04:32Tapi kan ini bukan persoalan politik, bukan perbedaan pendirian, bukan juga posisi yang kemudian berlawanan.
04:46Bahkan saya kayak pemain yang memang lagi mainnya gak bagus ya pindah ke bangku cadangan.
04:54Tapi saya gak pindah klub kan.
04:56Masih di klub yang sama.
04:58Masih di klub yang sama.
04:59Oh Anda mengakui dulu diganti itu karena mainnya lagi gak bagus?
05:03Iya bisa saja kan.
05:05Maksudnya bukan pertimbangan politik, bukan pertimbangan yang lain.
05:08Saya sadar diri aja dan kalau kita memang lagi gak bagus atau posisinya gak pas, kita gak maksimal, kita gak
05:16bisa kasih performa.
05:20Seperti yang diinginkan kan kita juga harus tahu diri kan?
05:23Jadi kalau misalnya pindah ke bangku cadangan, pindah.
05:25Tapi saya kan gak pindah klub gitu.
05:27Bung, aku minta klarifikasi ya.
05:30Dulu waktu Bung Hasan itu diganti, itu kan kemudian ramai diberitakan di sosial media itu bersih-bersih orangnya Pak Jokowi.
05:39Ya terus kalau yang sekarang apa dong?
05:41Nah sekarang katanya solo kembali lagi.
05:43Ya.
05:44Apakah benar Bung Hasan ini representasi hadirnya kembali Pak Jokowi di timnya Pak Prabowo?
05:52Kalau menurut saya orang yang mengaitkan keputusan-keputusan Pak Prabowo hari ini, kemudian dengan bersih-bersih orang Jokowi atau kembalinya
06:03orang Jokowi, itu pasti akan menemukan kesimpulan yang salah.
06:07Kan presiden kita ini bukan patung.
06:10Presiden kita ini orang yang paling powerful di Republik ini saat ini.
06:15Siapapun yang jadi presidennya akan jadi orang yang paling powerful.
06:17Jadi kalau dia mengeluarkan orang dari tim yang lagi main, itu keputusan beliau.
06:24Kalau beliau masukin lagi, orang itu juga keputusan.
06:28Keputusan beliau, jadi gak ada urusannya dengan orangnya siapa, orangnya siapa.
06:32Atau?
06:33Dan yang paling mengherankan saya, kenapa harus dipertentangkan antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi?
06:40Mereka kan sekutu.
06:42Kan aneh analisis berbasis pertentangan antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi.
06:49Orang sekutu kok.
06:50Orang yang jadi timnya, tim yang kemarin gak sama-sama Pak Prabowo aja diajak masuk kabinet kok.
06:57Maaf-maaf ya, maksudnya Cahimin kan kandidat Cewapres di klub sebelah.
07:03Jadi Menko, kemarin Menteri Lingkungan Hidup juga salah satu tim sukses di tim lain.
07:12Diajak masuk sama Pak Prabowo.
07:13Anda ingin mengatakan kalau toh memang mengambil orang yang terasosiasi dengan Pak Jokowi, kenapa aneh?
07:20Mengikat sekutunya Pak Prabowo.
07:21Atau begini, saya juga mendengar kenapa Bung Hasan yang dipanggil lagi, karena podcastnya setelah gak menjadi, dulu kan namanya sebelum
07:29PCO, apa namanya, ganti-ganti melulu sih namanya.
07:33Mikrofon Hasan Nasbi tetap.
07:34Hah?
07:35Sebelum diganti ke BAKOM.
07:38BAKOM.
07:39Presipal Communication Office.
07:41Presidensial Communication Office.
07:42Nah, karena katanya Bung Hasan ini sering bikin podcast yang betul-betul membela kebijakan Presiden dan Pak Prabowo happy dengan
07:51itu.
07:52Nah, kalau bicara belain Presiden sekarang dan dulu kan sebenarnya, apa sih kenapa Bung Hasan baru-baru belakangan ini saja,
08:03di-assess ternyata, oh ini bagus ini untuk menjadi bagian dari komunikasi Presiden.
08:09Nah, kalau itu walau alam lah. Tapi, kayak yang saya bilang tadi, saya kan gak pindah klub. Keluar lapangan gak
08:16main lagi, iya. Tapi kan saya gak pindah klub.
08:19Apa yang sebenarnya ingin diperkuat oleh Presiden dari sisi komunikasi, Bung Hasan?
08:26Jadi ini gak ada urusan dengan misalnya komunikasi lemah, komunikasi belum optimal.
08:31Tapi kan, pemerintah senantiasa harus terus memperkuat semua lini, termasuk lini komunikasi.
08:43Jadi, kalau misalnya ada tambahan, itu kayak tambahan tenaga, kayak tambahan tenaga, kayak tambahan mesin, kayak tambahan CC mobil lah.
08:53Kayak tambahan sumber daya manusia, yang mengurusi persoalan-persoalan komunikasi.
09:02Tapi kan kehadiran Bung Hasan, atau kemudian Mas Angga diganti dari Bakom, terus Mas Kodari yang masuk, itu kan bukan
09:11tanpa alasan.
09:12Tentu kan ada strategi yang ingin diubah.
09:15Ya, kayak format ini aja, kayak format pelatih mau formasi berapa ini?
09:22Mau dua penyerang, mau satu penyerang, mau tiga pemain bertahan, mau empat pemain bertahan, itu formasinya kayak gitu aja.
09:29Kenapa? Apakah selama ini komunikasi dikurang strikernya?
09:34Karena kalau kita lihat Bung Kodari kan dia memang rajin untuk...
09:37Mungkin harus lebih apa ya, mungkin harus lebih, nanti kalau kata-katanya menyerang, orang nge-spinnya jadi beda.
09:48Tapi memang harus lebih agresif.
09:52Lebih agresif itu karena sekarang informasi yang beredar itu banyak sekali.
09:56Baik yang bisa dipertanggungjawabkan maupun yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
10:01Dan dunia digitalnya enggak ada regulasi yang cukup kuat untuk mengatur apakah ini informasinya benar atau tidak.
10:10Apakah kesalahpahaman yang berita itu?
10:11Tapi begini, semakin banyak jubir, apakah memang semakin membuat komunikasi tentang kebijakan kepala negara itu bisa diterima dengan baik?
10:21Mungkin dalam bahasa Inggris, the more is the merrier.
10:23Tapi rasanya untuk jubir, apa enggak makin ini?
10:27Tapi kan enggak ada teori tunggal untuk itu.
10:30Orang mungkin salah beranggapan bahwa semuanya harus satu pintu itu salah.
10:34Masa menteri ke lapangan ditanya orang dia enggak boleh jawab itu juga salah.
10:38Menteri juga punya otoritas untuk menjawab pertanyaannya wartawan kalau ditanya saat itu.
10:45Masa dia harus lempar tanya sama jubir?
10:47Persis.
10:48Enggak begitu kan?
10:49Kalau secara teknis seperti itu.
10:50Tapi kalau untuk urusan teknis iya.
10:52Tapi banyak sekali orang yang kemudian what's so called jubir, apa tidak membuat semakin...
10:59Tapi saya bukan jubir loh.
11:01Ya, penasihat khusus.
11:03Saya bukan jubir loh.
11:05Apa enggak lebih membingungkan ya?
11:07Enggak.
11:08Kan lebih memperkuat sekarang pesannya seirama apa enggak.
11:15Jadi alat musik itu makin beragam juga makin indah kok.
11:19Asal nadanya sama kan.
11:21Ya.
11:21Asal chordnya selaras kan.
11:25Yang kalau sumbang-sumbang itu kan yang bikin ininya.
11:29Tapi selama chordnya selaras tambah banyak alat musik itu tambah bagus kok.
11:34Nyanyiannya sama kok.
11:35Harusnya begitu.
11:36Tetapi sekarang kan juga sering mendapat keterangan yang berbeda-beda.
11:44Nah, pernah enggak sih Bung Hasan?
11:46Bukan keterangan yang berbeda-beda.
11:48Atau penjelasan yang bertolak belakang satu sama lain.
11:51Maksudnya apa?
11:51Contohnya, misalnya soal mobil import dari India.
11:57Sudah kemudian ditengahi oleh wakil ketua DPR.
12:01Ditunda dulu.
12:02Tetapi kemudian ternyata mobilnya sudah ada di Tanjung Priuk.
12:06Buat saya itu bukan keterangan yang berbeda-beda.
12:09Tapi ada otoritas-otoritas kelembagaan yang belum betul-betul padu.
12:16Karena ada lembaga-lembaga baru juga.
12:19Ada lembaga ini kalau main bola itu ya pasti ada juga yang kena kartu kuning.
12:24Ada yang slidingnya enggak pas, kena kaki lawan.
12:26Ada juga yang kaki gitu.
12:27Tapi bukan berarti secara keseluruhan timnya bermain jelek.
12:30Enggak kayak gitu.
12:31Tetapi lebih kepada karena masih ada lembaga baru.
12:34Ini kasuistik, kasuistik lah.
12:35Nah, tapi Anda mengakui dong kalau seperti ini membuat publik merasa bahwa...
12:39Merasa bahwa apa?
12:41Merasa bahwa sesuatu kebijakan ini seperti bertolak belakang.
12:46Sudah dibilang ditunda dulu tetapi ternyata ada.
12:49Kan ini bukan melulu tentang ini koordinasi yang cukup fatal.
12:54Enggak juga.
12:55Ini koordinasi yang cukup fatal.
12:56Ada yang belum betul-betul klub itu biasa aja.
13:00Bahkan pemerintahan sudah dua periode juga ada aja juga yang kaki gitu.
13:04Apalagi ini pemerintahan baru satu setengah tahun.
13:08Oke.
13:08Bung Hasan, sebagai seorang komunikator di pemerintahan,
13:13menurut Anda perlu gak sih ketika ada sesuatu yang tidak pas,
13:18atau miskoordinasi, atau memang kelalaian,
13:22pemerintah itu paling tidak menunjukkan empatinya dengan mengatakan minta maaf.
13:26Untuk hal-hal yang berurusan dengan misalnya kepentingan orang banyak,
13:34bencana, kecelakaan, perlu pemerintah minta maaf.
13:40Pernah gak itu?
13:41Ada.
13:43Kapan?
13:44Ya kalau misalnya bencana, ya mohon maaf, belum maksimal,
13:47itu presiden juga bilang kayak gitu.
13:49Untuk kecelakaan kan presiden langsung turun memperlihatkan empati.
13:54Atau seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak.
13:56Beliau sudah minta maaf.
13:57Ya itu minta maaf, kita apresiasi.
13:59Yang kayak gitu-gitu tuh berharap sama sekali tidak ada orang salah itu naif.
14:04Ini sama kayak membolang, berharap gak ada yang salah oper itu juga naif.
14:09Pasti ada sekali-sekali salah oper juga.
14:11Opernya kelahuan gitu, ada juga kayak gitu.
14:14Dunia hidup tuh kayak gitu.
14:15Menghadap semuanya sempurna dari awal sampai akhir itu gak akan ada.
14:18Tapi bahwa secara keseluruhan mainnya bagus apa enggak.
14:21Makanya saya bilang,
14:22kalau mau bilang ini jelek atau bagus,
14:24harus ada alat ukur yang bisa diterima bersama.
14:28Makanya saya selalu sodorkan,
14:30hari ini kecuali orang bisa sodorkan yang lain,
14:32dan hari ini alat ukur yang paling valid
14:34untuk memperlihatkan kinerja maupun komunikasi pemerintah itu apa?
14:39Approval rating.
14:42Kalau approval ratingnya misalnya masih 70%,
14:45itu artinya 7 dari 10 orang approve
14:47dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah.
14:50Gak salah paham.
14:51Tiga orang makin salah paham.
14:53Tapi tiga orang yang salah paham ini,
14:56makanya tambah tenaga terus
14:57supaya makin sedikit orang yang salah paham
14:59terhadap apa yang dilakukan pemerintah.
15:01Jadi Anda melihat ini lebih pada orang salah paham?
15:04Bukan dari soal
15:07orang yang benar-benar secara genuine
15:09mau memberikan masukan atau kritik
15:12pada kebijakan pemerintah?
15:14Lo yang memasukkan kritik itu banyak
15:16dan sama sekali enggak.
15:17Kalau kritik, hampir enggak di-counter kok kritik itu.
15:21Misalnya ada keracunan dalam makan bergizi gratis,
15:25enggak di-counter dengan,
15:27maksudnya dijelaskan iya,
15:28tapi enggak di-counter dengan berlebihan.
15:30Tapi yang sifatnya fitnah,
15:31salah paham ya kita harus
15:32sekuat tenaga untuk menjelaskan itu.
15:35Dan ini sekarang tugas tambahan Anda?
15:38Saya lebih menyiapkan masukan-masukan
15:41apa yang harus dilakukan.
15:42Tapi kalau dibutuhkan,
15:44tenaga tambahan untuk tampil,
15:46untuk berbicara di depan,
15:47kita siap.
15:48Oke.
15:48Saya masih mau bertanya
15:50karena sekarang ada lagi
15:52bagaimana tim komunikasi ini
15:55memang diminta untuk lebih strategis
15:58dalam menyampaikan penjelasan-penjelasan
16:00tol kebijakan Presiden.
Komentar