Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BINJAI, KOMPAS.TV - Berharap memperbaiki nasib, justru berujung duka.

Seorang warga asal Binjai, Sumatera Utara nekat merantau ke Kamboja demi keluar dari himpitan ekonomi.

Namun nahas, ia justru meninggal di negeri orang. Jenazahnya kini belum bisa dipulangkan.

Di sebuah rumah kontrakan sederhana di Binjai, Sumatera Utara, Kiki Theresia Ginting hanya bisa menghela napas menantikan kabar kepastian jenazah suaminya, Rasdy Fauzi bisa segera dibawa ke tanah air.

Kiki kembali mengenang bagaimana perjuangan suaminya tersebut untuk bisa membawa keluarga keluar dari himpitan ekonomi.

Fauzi memutuskan menerima tawaran kerja di sebuah perusahaan "scam" di Kamboja karena sulit mendapat pekerjaan di kampung halaman.

Fauzi sempat diminta pulang oleh keluarga usai ramai razia perusahaan scam di Kamboja.

Namun ia menunda kepulangan karena menantikan bonus dari perusahaan.

Dalam penantian itulah, tekanan pada Fauzi muncul karena bonus yang ia tunggu dibawa kabur oknum perusahaan. Fauzi sakit hingga meninggal dunia di Kamboja.

Kini keluarga berharap pemerintah bisa membantu kepulangan jenazah Fauzi ke tanah air agar bisa dimakamkan di kampung halaman.

Kisah yang menimpa Rasydi Fauzi dari Binjai ini akan menjadi pengingat banyaknya WNI yang tergiur untuk bekerja di luar negeri, padahal tawaran tersebut merupakan indikasi penipuan perusahaan scam.

Bukan hanya tertipu, mayoritas dari korban juga akan sulit untuk kembali ke tanah air.

Baca Juga Kementerian P2MI Gandeng KompasTV, Fokus Perlindungan dan Cetak Pekerja Migran yang Terampil di https://www.kompas.tv/nasional/667548/kementerian-p2mi-gandeng-kompastv-fokus-perlindungan-dan-cetak-pekerja-migran-yang-terampil

#pekerjamigran #kamboja #binjai

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/667573/pekerja-migran-asal-binjai-meninggal-di-kamboja-keluarga-tunggu-kepulangan-jenazah-berut
Transkrip
00:00Berharap memperbaiki nasib, justru berujung duka.
00:02Seorang warga asal Binjai, Sumatera Utara, nekat merantau ke Kamboja
00:06demi keluar dari himpitan ekonomi.
00:08Namun naas, ia justru meninggal di negeri orang.
00:11Jenasahnya kini belum bisa dipulangkan.
00:16Di sebuah rumah kontrakan sederhana di Binjai, Sumatera Utara,
00:21Kiki Teresia Ginting hanya bisa menghala nafas,
00:24menantikan kabar kepastian jenasa suaminya,
00:27Rashdi Fauzi bisa segera dibawa ke tanah air.
00:32Kiki kembali mengenang bagaimana perjuangan suaminya tersebut
00:35untuk bisa membawa keluarga keluar dari himpitan ekonomi.
00:40Fauzi memutuskan menerima tawaran kerja di sebuah perusahaan skam di Kamboja
00:44karena sulit mendapatkan pekerjaan di kampung halaman.
00:48Fauzi sempat diminta pulang oleh keluarga
00:51usai ramai razia perusahaan skam di Kamboja.
00:54Namun ia menunda kepulangan karena menantikan bonus dari perusahaan.
01:00Dalam penantian itulah, tekanan pada Fauzi muncul
01:03karena bonus yang ia tunggu dibawa kabur oknum perusahaan.
01:07Fauzi sakit hingga meninggal dunia di Kamboja.
01:12Dia tetap kekeh, dia nunggu bonus dia untuk dia pulang.
01:16Mungkin untuk kami yang kondisi ekonominya di bawah 30 juta itu kan uang besar kan bang.
01:22Ya udah, jadi dia nunggu itu rupanya mungkin gak jadi larikan sama mungkin atasan dia.
01:26Bukan bos, tapi atasan dia melarikan.
01:28Trash, dia gak makan-makan, dikasih makan temannya dia gak mau.
01:32Kini, keluarga berharap pemerintah bisa membantu kepulangan jenazah Fauzi ke tanah air
01:38agar bisa dimakamkan di kampung halaman.
01:41Kisah yang menimpa Rashidi Fauzi di Binjai ini akan menjadi pengingat
01:45banyaknya WNI yang tergiur untuk bekerja di luar negeri.
01:49Padahal, tawaran tersebut merupakan indikasi penipuan perusahaan skam.
01:54Bukan hanya tertipu, mayoritas dari korban juga akan sulit untuk kembali ke tanah air.
02:00Dedi Zulkifli Tarikan, Kompas TV, Binjai, Sumatra Utara
Komentar

Dianjurkan