00:07Sultana Buton atas Denganai Sultan Buton ingin menyampaikan kenapa dia ke Sultana Buton kemudian melalui maklumat Sultan Buton mengeluarkan maklumat
00:23pada tanggal 3 Mei 2026 kemarin.
00:26Yang pertama yang perlu kita ketahui bersama bahwa Buton secara keseluruhan adalah wilayah adat ex-Kesultanan Buton.
00:40Yang kedua bahwa potensi alam yang ada di wilayah ex-Kesultanan Buton itu berada di wilayah-wilayah adat.
00:50Jadi posisi kami bukan lagi dalam posisi politik tapi posisi sebagai masyarakat adat.
00:58Oleh karena ketidakadilan itu kami merasa bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Prabowo sekarang itu berbeda dengan apa yang
01:11dijadikan oleh Presiden sebelumnya.
01:12Karena kebijakan Presiden sebelumnya kan sebenarnya harus ditindaklanjuti oleh Presiden yang baru.
01:18Dan itu sudah dijanjikan oleh Bapak Presiden Jokowi.
01:23Mulai tanggal 27 September 2025, hilirisasi itu harus menguntungkan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Buton.
01:36Namun demikian kalau kawan-kawan melihat crown-cracking yang sudah dilakukan oleh Bapak Presiden Prabowo,
01:45ternyata industri hilirisasi asfal itu ada di wilayah Karawang.
01:51Oleh karena perdasakan latar belakang tersebutlah sehingga pihak Kesultanan melalui Laki Wolio atau Sultan Buton mengeluarkan maklumat.
01:59Dan kami dari pihak Kesultanan Buton menghimbau kepada semua masyarakat Buton untuk bersama-sama dengan Sultan Buton
02:13memperjuangkan supaya pusat industri hilirisasi itu tidak ditempatkan di Jawa, tapi harus ditempatkan di Buton.
02:23Itu satu.
02:24Kenapa ditempatkan di Buton?
02:26Kita ketahui bersama bahwa kalau itu ditempatkan di wilayah lain, di luar pulau Buton, maka masyarakat Buton hanya menjadi penonton.
02:36Tidak ada nilai tambah ekonomi yang dihasilkan oleh adanya industri hilirisasi itu.
02:42Kalau ditempatkan di Buton, maka masyarakat Buton paling tidak bisa menjadi tenaga kerja.
02:48Yang kedua, kami dari pihak Kesultanan Buton sedang membuat langkah-langkah strategis agar kami bisa beraudiensi langsung dengan Bapak Presiden
03:00Prabowo
03:00untuk mempertanyakan ketegasan langkah pemerintah pusat, kenapa kemudian tidak ditempatkan di Pulau Buton.
03:38Terima kasih telah menonton!
03:54Terima kasih telah menonton!
04:10Terima kasih telah menonton!
04:19Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:23Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
04:27Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar